LE2-34-777






Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya
Surat Ruhul Kudus di Bulan September 2008
Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya


Kepada Yang Terhormat
Kapolda Metro Jaya
Irjen (Pol) Adang Firman

Di tempat

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa

Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena itu aku mencoba mengelola ketidaksalahan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden melalui kebudimanannya pada suatu saat ketika dia sedang dipenjara. Untuk itulah aku mencoba mengenangkan sifat-sifat kenabiannya melalui apa-apa yang akan kujelaskan berikut ini.

Adapun penjelasanku ini bermula pada suatu ketika terdapat pengumpulan peminjaman modal usaha money changer bagi Wowiek Prasantyo di Eden dan usaha MLM (multilevel marketing) GoldQuest. Keadaan waktu itulah yang mewajibkan kami membawakan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Hal tersebut berkenaan dengan keterlibatan hutang-piutang di Eden. 

Aku berkepentingan menguakkan rahasia Penghakiman Tuhan atas semua orang yang berdosa. Dan aku mengajarkan hal itu secara langsung melalui kasus Wowiek Prasantyo eks muridku yang kuberitahukan bahwa dia adalah reinkarnasi Yudas, karena hal tersebut adalah termasuk liputan hal-ihwal Ajaran Tuhan yang terkini. Karena itu merupakan bab pensucian awal Komunitas Eden, mau tak mau, aku pun meliputkan kasus Wowiek ini ke dalam Perjanjian Tuhan untuk bangsa dan negara Indonesia karena kisahnya termaktub dalam kandungan sejarah pemenjaraan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Tanpa pendayagunaan sebuah kasus di Eden, takkan terbangkitkan suatu kebenaran hukum dan suatu penghakiman atas sebuah kesalahan melalui liputan tugasku di Eden.

Wowiek Prasantyo pernah berguru kepadaku tak lebih dari 5 tahun. Dia bersahabat dengan reinkarnasi Yesus yaitu A Mukti Day, yang notabene adalah anak kandung Lia Eden yang ketiga, yang mana dia pernah berhubungan usaha dengan Wowiek beberapa waktu mendalami dunia bisnis hypnotherapy, karena itu mereka tak kuizinkan berada di Eden. Yesus yang dituhankan umat Kristen dan Yudas sang pengkhianat yang pernah menjadi sahabatnya ingin kukemukakan bab kisahnya ke dalam versi terkini dalam Kitab Suci Tuhan yang terkini.

Wowiek Prasantyo dan A Mukti Day sama-sama aktif sebagai wiraswasta dan tak lagi menjadi muridku di Eden. Karena menurutku, dunia hypnotherapy adalah wawasan dunia supranatural yang dikemas dengan istilah kekinian yang berbahasa ilmiah. Tapi itu merupakan pemberdayaan energi dalam yang mengandalkan kekuatan mistis melalui pemfokusan kalbu yang terlatih. Padahal sesungguhnya itu adalah perapuhan kodrat manusiawi, namun tak disadari oleh mereka yang merasa mengemban kebajikan dalam dunia hypnotherapy. Mereka tak menggunakan istilah perdukunan dan mistis, padahal itu adalah suatu yang sekuno ilmu mistis.   

Adapun yang ingin kujelaskan tentang Wowiek Prasantyo itu adalah hutangnya terhadap Komunitas Eden yang melibatkan dana +/- 800 juta rupiah. Jumlah itu tak terlalu signifikan, melainkan simpanan murid-muridku itu adalah maksimal yang mereka miliki waktu itu. Tak ada yang ingat lagi jumlah yang sebenarnya, karena beberapa anggota jamaah di antaranya sudah lama pergi dari Eden. Maka jumlah yang kucantumkan itu adalah angka yang normatif saja.

Suatu hari, pada tahun 1998, aku menghimbau Jamaah Salamullah (nama komunitas mereka dahulu) untuk menanamkan simpanan uang mereka pada usaha Wowiek waktu itu, yaitu bidang usaha money changer dan MLM GoldQuest. Sesungguhnya kami yang mengetahui sifat buruk Wowiek, yang memang kami jugalah menginginkan uang Jamaah Salamullah itu semuanya wajib kami sucikan. Malanglah bagi mereka semua karena Wowiek menggunakan bahasa suci untuk penipuannya. Demikian laporan Wowiek kepada mereka bahwa seluruh uang Jamaah Salamullah yang dibawanya telah raib oleh karena kejahatan hipnotisme gendam, dan itu diterima sepenuhnya oleh Jamaah Salamullah sebagai kenaasan akibat dosa-dosa mereka yang sedang kami sucikan.

Aku memang membiarkan hal itu terjadi supaya mereka mengalami trauma pensucian yang kuarahkan untuk menjerakan mereka pada uang-uang haram dan uang syubhat. Tentu itu sudah termasuk ke dalam sesi Ajaran Tuhan yang termutakhir, padahal mereka itu semua adalah termasuk orang-orang yang patuh hukum dan bukan kriminal. 

Uang sebanyak 800 juta rupiah sudah kami jadikan tumbal pensucian harta atau uang mereka. Berikutnya, barulah kami mensucikan perilaku dan sifat-sifat buruk mereka semua. Dan menurutku, tiada yang lain melainkan kejujuranlah yang wajib kuupayakan terjamin di kalangan murid-muridku. Dan aku pun terus saja menyiapkan perangkat-perangkat ujian secara seksama hingga saat ini.

Wowiek pernah berada di sisiku karena didatangkan Tuhan hanya demi penjelasan identitas ruh Yudas. Tapi bagi Komunitas Eden, dia adalah perangkat pensucian untuk mereka. Dulu Yudas bersedia mengkhianati Yesus demi uang, sekarang Wowiek tega menipu uang semua teman-temannya di Eden. Identitas sifat-sifat ruh sedang kuajarkan.

Dan pada saat semua murid-muridku yang tersisa sudah kuanggap suci dan sedang kupersiapkan menjadi Rasul Tuhan yang suci mutlak, maka aku pun baru bisa bicara tentang penghakiman yang terarah lebih jelas dan yang vakum dari tangan hukum manusiawi. Maksudku adalah pengadilan dan penghakiman atas diri Wowiek Prasantyo hanya kuarahkan sebagai suri percontohan penghakiman langsung dari Tuhan tanpa campur tangan siapa pun. Tanpa kasus Wowiek Prasantyo di Eden, taklah mudah bagi kami untuk memperagakan Penghakiman Tuhan yang sesungguhnya, karena jangkauan penjelasan semacam itu di masyarakat tak dapat dikaitkan secara langsung. Berbeda bila ulasan Penghakiman Tuhan itu berasal dari kalangan Eden sendiri. Untuk itulah aku menyurati Polda Metro Jaya yang telah pernah menyidik kaum Eden. Karena menurutku, Polda Metro Jaya layak kuakui sebagai institusi hukum yang mengenal secara baik Komunitas Eden. 

Adapun itu juga ingin kuangkat sebagai bagian pensucian Polri yang pernah telah salah tangkap atas para Rasul Tuhan yang budiman dan yang suci murni. Dan pula penuturanku dan penghakimanku ini ingin kuambil sebagai kesaksian yang sahih atas perjalanan sejarah para Nabi Eden yang dikasihi Tuhan, bahwa setiap panorama peristiwa yang terjadi di Eden adalah isian Kitab Suci.

Kami tak mengusulkan penangkapan dan pemenjaraan atas diri Wowiek Prasantyo, walaupun korban penipuannya sudah cukup banyak dan dia patut dipenjara. Ini bukanlah pengaduan dan pelaporan kejahatan sebagaimana yang sewajarnya diadakan oleh warga negara yang telah tertipu. Aku hanya ingin menjadikan hal ini sebagai pengetuk hati Polri untuk terbiasa melawan kebathilan yang sesungguhnya dan tak menzalimi orang-orang yang tak bersalah atau salah tangkap.

Adapun ini akan kujadikan pula sebagai tuntunan bagaimana cara mengakhiri kesalahan salah tangkap yang dilakukan oleh Polri. Polda Metro Jaya yang bertanggung jawab atas pemenjaraan Rasul Eden, terkhusus Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden yang masih mendekam di penjara LP Cipinang pada saat ini, padahal aku ingin membuktikan dia adalah reinkarnasi Nabi Muhammad yang suci dan budiman. Maka sesungguhnya bila Polda Metro Jaya tetap tak menyesali perbuatannya atas salah tangkap terhadap Rasul Tuhan dan membiarkan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden tetap berada di dalam penjara LP Cipinang tanpa mengupayakan pembebasannya melalui jalur hukum yang khusus, terpaksa Tuhan akan terus membiarkan Polri selalu tergelincir melakukan kesalahan salah tangkap. Dan itu akan sangat mempermalukan jajaran Polri. Dan Tuhan pun akan melepas Kutukan-Nya ke jajaran Polri sebagai tuntutan Pembalasan-Nya selepas surat kami ini tak mendapatkan tanggapan baik dari Polda Metro Jaya. Dan Polri takkan pernah bisa tampil sebagai penegak hukum andalan pemerintah dan bangsa karena takkan dijumpai lagi kebenaran sikap Polri menghadapi keadaan yang terusuh nanti karena telah kehilangan pegangan.

Bangsa Indonesia ini sedang dikutuk Tuhan. Tak ada kuasa dan kekuatan apa pun di negeri ini dapat tuntas menangani apa pun. Kekuatan itu baru bisa diberikan apabila Petunjuk-petunjuk Tuhan dariku dihargai.

Sungguh kebiasaan salah tangkap untuk Polri pada saat ini itu adalah semacam Pembalasan Tuhan atas perbuatan Polri terhadap Utusan-Nya. Adakah Polri dapat lepas tangan atas terungkapnya kasus-kasus salah tangkap? Dan apakah Polri dapat menghindari kejadian-kejadian semacam itu lagi kalau Tuhan sudah berketetapan membalaskan salah tangkap atas Rasul-Nya dengan cara semacam itu? Dan kepadakulah terpulang penyelamatan keadaan yang sedang menimpa siapa pun yang ingin diperbaiki Tuhan. Sungguh bila Polri ingin tak terpenjara oleh kasus-kasus salah tangkap lagi, maka bebaskanlah Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden.

Jajaran Polri tak menganiaya Rasul Eden, bahkan telah menyidik mereka dengan ramah dan peduli terhadap kemungkinan ketidaksalahan Lia Eden dan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Hanya saja Polda Metro Jaya lebih suka kalau kebenaran mereka berhasil terbukti di persidangan pengadilan. Padahal di zaman ini, manalah mungkin ada penegak hukum yang bisa murni terbebas dari kemudaratan doktrin-doktrin ulama yang sudah dipakemkan. Kiranya Kemahaadilan Tuhan dan kebenaran suci ajaran Nabi Muhammad harus dikaji melalui penangkapan dan pemenjaraan reinkarnasi Nabi Muhammad terlebih dahulu. Tanpa melalui wawasan semacam itu, bagaimana Tuhan akan menasihati umat Islam?

Polda Metro Jaya juga telah pernah menyidik hampir semua anggota Eden dan telah memperlakukan mereka semua dengan baik dan berbudaya. Untuk itu, kami haturkan terima kasih. Karena itulah aku ingin melibatkan jajaran Polda Metro Jaya juga untuk melihat bagaimana cara Penghakiman Tuhan atas Wowiek Prasantyo saat kami sudah berupaya menyadarkan Wowiek agar bersedia membayar hutang-hutangnya terhadap Komunitas Eden yang terhormat. Untuk mengetahui hal itu, kami persilakan menelusuri SMS yang ditujukan untuk Wowiek pada nomor handphonenya di 0811835234. Dan inilah pesan SMS kami untuk Wowiek:

 

Jangan mengira kamu bebas dari tanganku. Hartamu akan kusita semuanya, tanpa ampun. Dan aku hanya menyisakan untukmu sedikit bila kaubayarkan hutangmu kepada Rachman, dan akan kusisakan longgar bila kaubayarkan kepada semua orang Eden yang berpiutang kepadamu. Camkanlah karena sudah waktunya aku bertindak tegas kepadamu.


Dan aku akan mempersaksikan terhadap Polda Metro Jaya betapa kesulitan yang akan menimpa Wowiek karena dia tetap ingin menghindari tanggung jawabnya atas hutang-hutangnya tersebut.

Seberapa pun ancaman kami, semua itu tak terkait dengan siapa pun personal di Eden, karena mereka juga serupa statusnya, hanya sebagai penonton yang sedang menunggu Ajaran Tuhan yang sedang kami peragakan turun melalui peristiwa penghakiman atas Wowiek. Adapun reaksiku dan Reaksi Tuhan dalam peristiwa ini terpulang kepada ajang peristiwa yang sedang terjadi di Eden dan atas apa-apa yang direaksikan Polda Metro Jaya terhadap surat kami ini.

Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden sedang dipenjara ketika dia menerima hak waris dari orang tuanya sebesar 100 juta rupiah. Padahal dia telah pernah melepaskan hal waris itu secara resmi di tengah keluarganya pada tahun 1997 karena ingin memfokuskan segenap perhatian dan pengabdiannya kepada Tuhan di Eden. Dan dia kembali menolaknya ketika keluarganya datang ke LP Cipinang menawarkan hak waris tersebut. Tapi keluarganya tetap bertahan ingin memberikan hak waris itu kepada anak-anak Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden, si kembar Angel dan Bidadari. Akan tetapi, Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden lebih suka menggunakan uang tersebut untuk membayarkan hutang-hutang para Rasul Eden yang belum sanggup berhenti total bekerja karena masih menanggung hutang yang harus dilunasinya terlebih dahulu.

Tuhan memang tak mengizinkan seluruh Komunitas Eden mencari nafkah lagi karena kesucian mutlak yang dipersyaratkan Tuhan takkan dapat terpenuhi oleh mereka, kecuali mereka bertakwa hanya dinafkahi langsung dari Tuhan saja, maka mereka diwajibkan total berhenti bekerja semuanya. Akan tetapi, sebagian masih terkendala karena harus melunasi hutang. Mempertimbangkan kendala-kendala Komunitas Eden untuk bersuci mutlak itulah, maka uang warisan itu walhasil ingin dijadikan pelunasan hutang sahabat-sahabatnya di Eden.

Demikian terungkitlah kenangan hutang Wowiek yang sempat kami biarkan berlalu, yang disangka oleh para Rasul Eden itu adalah sebagai tuntunan keikhlasan secara utuh. Sungguh Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden itu amat pengasih karena dia telah bersedia membayar hutang Wowiek kepada saudaranya, demi tanggung jawabnya telah melibatkan saudaranya itu kepada Wowiek dan berhasil menipunya sebesar 27 juta rupiah. 

Akan tetapi, walaupun demikian, rasa persaudaraan yang telah terjalin erat di antara mereka itulah yang tak memungkinkan Komunitas Eden mempersoalkan hutang-hutang Wowiek itu secara hukum, apalagi mengupayakan penangkapan dan pemenjaraan atas diri Wowiek. Sementara itu, aku sendiri pun lebih berkepentingan menangani kasus hutang dan pengkhianatan Wowiek itu melalui caraku sendiri demi melancarkan sistem Hukum Tuhan untuk penghakiman Yudas.

Tentu di balik itu ada juga penjelasan lanjutan sejarah Kristen dan di dalamnya terkandung pelurusan akidah umat Kristen. Terlebih aku ingin membuka wawasan Polri tentang Hari Penghakiman Tuhan di tengah bangsa ini. Tanpa kasus penghakiman atas Wowiek yang sengaja kami beritahukan, takkan pernah terbukti sistem Penghakiman Tuhan secara langsung dari Sisi-Nya.

Wowiek sang Yudas masih harus kami hakimi sampai tuntas. Untuk itulah jajaran Polri terkhusus Polda Metro Jaya ingin kami ikutsertakan menyidik cara Penghakiman Tuhan yang langsung dari Sisi-Nya. Biarlah Anda semua yang membersihkan aneka kejahatan di negeri ini. Tapi kami hanya berkepentingan meluruskan akidah umat Kristen melalui pijakan peristiwa sejarah kerasulan pada masa kini.

A Mukti Day reinkarnasi Yesus terbawa oleh Wowiek Prasantyo dalam bisnis hypnotherapy yang kularang itu. Begitulah ingin kumasukkan kesalahan Wowiek yang melibatkan A Mukti Day dalam bisnis tersebut. Padahal kalau dia ‘Tuhan’ Yesus, dia adalah orang yang sempurna dan bisa memberkati umat, bukannya mengandalkan keahlian menghipnotis dijadikan mata pencahariannya.

Begitulah penyaduran makalah tentang Yesus di akhir zaman ini niscaya tak bisa mengabaikan runtutan penghakiman kami terhadap Yesus dan Yudas. Demikianlah pembelaan Ruhul Kudus terhadap Yang Mulia reinkarnasi Muhammad dan demikian pulalah rentetan pengadilan Ruhul Kudus terhadap Yudas sang penipu dan Yesus yang harus dinafikan sebagai Tuhan. Kiranya A Mukti Day dan Wowiek saat ini sudah lama berjalan sendiri-sendiri, tapi kami hanya ingin menyadurkan persahabatan mereka di zaman baheula sampai di masa kini. Semua itu hanya diperuntukkan demi penjelasan identitas ruh masing-masing.   

Aku hanya ingin menguakkan sistem Keadilan Tuhan dan pengenalan aneka keragaman Cara Tuhan menghakimi dosa-dosa manusia. Anggap saja suratku ini juga untuk mengetuk hati nurani Polda Metro Jaya untuk mengungkapkan kesucian para Rasul Eden. Semoga ketukan hati nurani Polda Metro Jaya dapat menyudahi pemenjaraan atas Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden, karena sesungguhnya setiap kesalahan wajib dipertanggungjawabkan dan diselesaikan oleh yang berwajib.

Sungguh pada saat ini sudah sampai waktunya jadwalku menduniakan Kerajaan Eden. Kiprahku untuk itu akan segera terlaksana sedikit waktu lagi. Itu dikarenakan para Rasul Eden sudah suci semuanya dan telah menapak pada kriteria kesucian mutlak. Oleh karena itu, aku wajib membawa mereka meniti perjalananku menguak takdir Eden mendunia. Dan itu amat terkait dengan keadaan yang terburuk yang akan menimpa Indonesia. Oleh karena itu, perlu kuperjelas Nubuah Tuhan untuk Indonesia.

Selama perhelatan Pemilu 2009, kuakui bahwasanya takkan ada pilihan benar dan kemenangan yang terbakukan. Semua pihak yang berpemilu tak berpeluang menang, apa pun yang diandalkannya. Maka itu berarti kepolisian akan sangat sibuk mengurusi masalah-masalah kekerasan dampak pemilu dan pilkada. Carut-marut pemilu dan keterporakan pasca kerusuhan yang terparah menjadikan Polri sibuk sekali, sesibuk masyarakat mengatasi kuman-kuman. 

Dan sudah terfokus segala penghambatan yang dilakukan Tuhan untuk menggagalkan Pemilu 2009. Maka adalah lebih baik Polri mengejawantahkan Amanat Tuhan untuk menyelamatkan negeri ini dengan mau menerima petunjuk-petunjuk dariku dan sedikit mengabaikan harapan partai-partai yang sedang berpemilu. Karena Anda semua sudah kuberitahukan bahwa pemilu ini akan gagal dan akan mengakibatkan chaos. Persiapkan segenap kekuatan Polri untuk mengendalikan ke-chaos-an, karena itu pasti terjadi. apa-apa yang telah dipesankan Tuhan dan apabila hal itu ditanggapi dengan baik dan dipersiapkan maka itulah penyelamatan bangsa yang paling tepat dan efisien.

Dan adalah lebih baik Polri segera mengurusi pembebasan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden yang tak bersalah, agar Tuhan memperbaiki kinerja Polri dan dapat tampil paling awal mengamankan keadaan buruk negeri dan bangsa ini. Karena hanya melalui cara ini sajalah Tuhan ridho mengayomi Polri dengan mengarahkan kinerja Polri agar segera dapat memulihkan keamanan dengan cara yang efisien dan tepat. 

Untuk itu, aku bersumpah menyatakan kesaksianku atas Ketetapan Tuhan yang ingin melenyapkan kedaulatan negara Indonesia akibat penzaliman terhadap Rasul Tuhan. Sudahilah pemenjaraan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena Polda Metro Jaya-lah pihak yang mengawali penangkapan atas dirinya, maka kutuntutkan pula Polda Metro Jaya-lah yang layak memperjuangkan kebebasannya.

Demikian kuhaturkan secuplik petunjuk demi pengamanan bangsa Indonesia. Atas perhatiannya, kuucapkan terima kasih.
   

Jakarta, 30 September 2008

ttd_rk.png


  

    Jibril Ruhul Kudus

 

Risalah Eden

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono  (English Version) Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Minggu, 23 November 2008, pukul 09.30 WIB. Wahyu Tuhan: Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu. Sampailah Aku pada...
+ Selanjutnya

Wahyu Tuhan
Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya

Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya Kepada Yang Terhormat Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Adang Firman Di tempat Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena...
+ Selanjutnya

Maklumat Ruhul Kudus
Tentang Hari Penghakiman

“Demi Keadilan-Ku yang Seksama dan Sempurna” Tentang Hari Penghakiman “Aku, Tuhan Yang Maha Kuasa, berketetapan menyatakan Fatwa Pengadilan-Ku yang tersebut sebagai berikut: “Demi Keadilan-Ku yang kekal dan berimbang, demi Ruhul Kudus yang suci dan demi kodrat iblis yang sedang mengubah, Aku, Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Adil, sedang mengadili seluruh makhluk-Ku di Hari Penghakiman ini. Ruh-ruh mereka pada saat ini sedang Kutetapkan...
+ Selanjutnya

Fatwa Ruhul Kudus
Surga Terbuka

Surga Terbuka  Surat Maryam ayat 61: 61. (mereka memasuki) surga-surga ‘Adn yang dijanjikan Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, (meskipun surga itu) belum terlihat. Sesungguhnya adalah Janji-Nya itu pasti ditepati. Adalah Janji Tuhan ini yang sedang ditepati. Surga Eden telah terikat oleh Sumpah Tuhan yang memberkati. Saat Neraka sedang bergejolak di negeri ini, kembali kami menawarkan Surga...
+ Selanjutnya

Surat Ruhul Kudus


Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa

Kepada seluruh umat manusia di dunia, kami hadapkan website baru Malaikat Jibril- Ruhul Kudus, yang dikelola langsung oleh Malaikat Jibril dari alamnya sendiri. Semoga keadaan dunia dan kehidupan umat manusia di seluruh dunia dapat menjadi baik dan tenteram kembali.
Atas Nama Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Benar, kami meyakini semua ini berasal dari-Nya.

 Eden