| Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya |
| Surat Ruhul Kudus di Bulan September 2008 | |
|
Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya
Kepada Yang Terhormat Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Adang Firman Di tempat
Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa
Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena itu aku mencoba mengelola ketidaksalahan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden melalui kebudimanannya pada suatu saat ketika dia sedang dipenjara. Untuk itulah aku mencoba mengenangkan sifat-sifat kenabiannya melalui apa-apa yang akan kujelaskan berikut ini.
Adapun penjelasanku ini bermula pada suatu ketika terdapat pengumpulan
peminjaman modal usaha money changer bagi Wowiek Prasantyo di Eden dan
usaha MLM (multilevel marketing) GoldQuest. Keadaan waktu itulah yang
mewajibkan kami membawakan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Hal
tersebut berkenaan dengan keterlibatan hutang-piutang di Eden.
Aku berkepentingan menguakkan rahasia Penghakiman Tuhan atas semua
orang yang berdosa. Dan aku mengajarkan hal itu secara langsung melalui
kasus Wowiek Prasantyo eks muridku yang kuberitahukan bahwa dia adalah
reinkarnasi Yudas, karena hal tersebut adalah termasuk liputan
hal-ihwal Ajaran Tuhan yang terkini. Karena itu merupakan bab pensucian
awal Komunitas Eden, mau tak mau, aku pun meliputkan kasus Wowiek ini
ke dalam Perjanjian Tuhan untuk bangsa dan negara Indonesia karena
kisahnya termaktub dalam kandungan sejarah pemenjaraan Yang Mulia
Muhammad Abdul Rachman Eden. Tanpa pendayagunaan sebuah kasus di Eden,
takkan terbangkitkan suatu kebenaran hukum dan suatu penghakiman atas
sebuah kesalahan melalui liputan tugasku di Eden.
Wowiek Prasantyo pernah berguru kepadaku tak lebih dari 5 tahun. Dia
bersahabat dengan reinkarnasi Yesus yaitu A Mukti Day, yang notabene
adalah anak kandung Lia Eden yang ketiga, yang mana dia pernah
berhubungan usaha dengan Wowiek beberapa waktu mendalami dunia bisnis
hypnotherapy, karena itu mereka tak kuizinkan berada di Eden. Yesus
yang dituhankan umat Kristen dan Yudas sang pengkhianat yang pernah
menjadi sahabatnya ingin kukemukakan bab kisahnya ke dalam versi
terkini dalam Kitab Suci Tuhan yang terkini.
Wowiek Prasantyo dan A Mukti Day sama-sama aktif sebagai wiraswasta dan
tak lagi menjadi muridku di Eden. Karena menurutku, dunia hypnotherapy
adalah wawasan dunia supranatural yang dikemas dengan istilah kekinian
yang berbahasa ilmiah. Tapi itu merupakan pemberdayaan energi dalam
yang mengandalkan kekuatan mistis melalui pemfokusan kalbu yang
terlatih. Padahal sesungguhnya itu adalah perapuhan kodrat manusiawi,
namun tak disadari oleh mereka yang merasa mengemban kebajikan dalam
dunia hypnotherapy. Mereka tak menggunakan istilah perdukunan dan
mistis, padahal itu adalah suatu yang sekuno ilmu mistis.
Adapun yang ingin kujelaskan tentang Wowiek Prasantyo itu adalah
hutangnya terhadap Komunitas Eden yang melibatkan dana +/- 800 juta
rupiah. Jumlah itu tak terlalu signifikan, melainkan simpanan
murid-muridku itu adalah maksimal yang mereka miliki waktu itu. Tak ada
yang ingat lagi jumlah yang sebenarnya, karena beberapa anggota jamaah
di antaranya sudah lama pergi dari Eden. Maka jumlah yang kucantumkan
itu adalah angka yang normatif saja.
Suatu hari, pada tahun 1998, aku menghimbau Jamaah Salamullah (nama
komunitas mereka dahulu) untuk menanamkan simpanan uang mereka pada
usaha Wowiek waktu itu, yaitu bidang usaha money changer dan MLM
GoldQuest. Sesungguhnya kami yang mengetahui sifat buruk Wowiek, yang
memang kami jugalah menginginkan uang Jamaah Salamullah itu semuanya
wajib kami sucikan. Malanglah bagi mereka semua karena Wowiek
menggunakan bahasa suci untuk penipuannya. Demikian laporan Wowiek
kepada mereka bahwa seluruh uang Jamaah Salamullah yang dibawanya telah
raib oleh karena kejahatan hipnotisme gendam, dan itu diterima
sepenuhnya oleh Jamaah Salamullah sebagai kenaasan akibat dosa-dosa
mereka yang sedang kami sucikan.
Aku memang membiarkan hal itu terjadi supaya mereka mengalami trauma
pensucian yang kuarahkan untuk menjerakan mereka pada uang-uang haram
dan uang syubhat. Tentu itu sudah termasuk ke dalam sesi Ajaran Tuhan
yang termutakhir, padahal mereka itu semua adalah termasuk orang-orang
yang patuh hukum dan bukan kriminal.
Uang sebanyak 800 juta rupiah sudah kami jadikan tumbal pensucian harta
atau uang mereka. Berikutnya, barulah kami mensucikan perilaku dan
sifat-sifat buruk mereka semua. Dan menurutku, tiada yang lain
melainkan kejujuranlah yang wajib kuupayakan terjamin di kalangan
murid-muridku. Dan aku pun terus saja menyiapkan perangkat-perangkat
ujian secara seksama hingga saat ini.
Wowiek pernah berada di sisiku karena didatangkan Tuhan hanya demi
penjelasan identitas ruh Yudas. Tapi bagi Komunitas Eden, dia adalah
perangkat pensucian untuk mereka. Dulu Yudas bersedia mengkhianati
Yesus demi uang, sekarang Wowiek tega menipu uang semua teman-temannya
di Eden. Identitas sifat-sifat ruh sedang kuajarkan.
Dan pada saat semua murid-muridku yang tersisa sudah kuanggap suci dan
sedang kupersiapkan menjadi Rasul Tuhan yang suci mutlak, maka aku pun
baru bisa bicara tentang penghakiman yang terarah lebih jelas dan yang
vakum dari tangan hukum manusiawi. Maksudku adalah pengadilan dan
penghakiman atas diri Wowiek Prasantyo hanya kuarahkan sebagai suri
percontohan penghakiman langsung dari Tuhan tanpa campur tangan siapa
pun. Tanpa kasus Wowiek Prasantyo di Eden, taklah mudah bagi kami untuk
memperagakan Penghakiman Tuhan yang sesungguhnya, karena jangkauan
penjelasan semacam itu di masyarakat tak dapat dikaitkan secara
langsung. Berbeda bila ulasan Penghakiman Tuhan itu berasal dari
kalangan Eden sendiri. Untuk itulah aku menyurati Polda Metro Jaya yang
telah pernah menyidik kaum Eden. Karena menurutku, Polda Metro Jaya
layak kuakui sebagai institusi hukum yang mengenal secara baik
Komunitas Eden.
Adapun itu juga ingin kuangkat sebagai bagian pensucian Polri yang
pernah telah salah tangkap atas para Rasul Tuhan yang budiman dan yang
suci murni. Dan pula penuturanku dan penghakimanku ini ingin kuambil
sebagai kesaksian yang sahih atas perjalanan sejarah para Nabi Eden
yang dikasihi Tuhan, bahwa setiap panorama peristiwa yang terjadi di
Eden adalah isian Kitab Suci.
Kami tak mengusulkan penangkapan dan pemenjaraan atas diri Wowiek
Prasantyo, walaupun korban penipuannya sudah cukup banyak dan dia patut
dipenjara. Ini bukanlah pengaduan dan pelaporan kejahatan sebagaimana
yang sewajarnya diadakan oleh warga negara yang telah tertipu. Aku
hanya ingin menjadikan hal ini sebagai pengetuk hati Polri untuk
terbiasa melawan kebathilan yang sesungguhnya dan tak menzalimi
orang-orang yang tak bersalah atau salah tangkap.
Adapun ini akan kujadikan pula sebagai tuntunan bagaimana cara
mengakhiri kesalahan salah tangkap yang dilakukan oleh Polri. Polda
Metro Jaya yang bertanggung jawab atas pemenjaraan Rasul Eden,
terkhusus Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden yang masih mendekam di
penjara LP Cipinang pada saat ini, padahal aku ingin membuktikan dia
adalah reinkarnasi Nabi Muhammad yang suci dan budiman. Maka
sesungguhnya bila Polda Metro Jaya tetap tak menyesali perbuatannya
atas salah tangkap terhadap Rasul Tuhan dan membiarkan Yang Mulia
Muhammad Abdul Rachman Eden tetap berada di dalam penjara LP Cipinang
tanpa mengupayakan pembebasannya melalui jalur hukum yang khusus,
terpaksa Tuhan akan terus membiarkan Polri selalu tergelincir melakukan
kesalahan salah tangkap. Dan itu akan sangat mempermalukan jajaran
Polri. Dan Tuhan pun akan melepas Kutukan-Nya ke jajaran Polri sebagai
tuntutan Pembalasan-Nya selepas surat kami ini tak mendapatkan
tanggapan baik dari Polda Metro Jaya. Dan Polri takkan pernah bisa
tampil sebagai penegak hukum andalan pemerintah dan bangsa karena
takkan dijumpai lagi kebenaran sikap Polri menghadapi keadaan yang
terusuh nanti karena telah kehilangan pegangan.
Bangsa Indonesia ini sedang dikutuk Tuhan. Tak ada kuasa dan kekuatan
apa pun di negeri ini dapat tuntas menangani apa pun. Kekuatan itu baru
bisa diberikan apabila Petunjuk-petunjuk Tuhan dariku dihargai.
Sungguh kebiasaan salah tangkap untuk Polri pada saat ini itu adalah
semacam Pembalasan Tuhan atas perbuatan Polri terhadap Utusan-Nya.
Adakah Polri dapat lepas tangan atas terungkapnya kasus-kasus salah
tangkap? Dan apakah Polri dapat menghindari kejadian-kejadian semacam
itu lagi kalau Tuhan sudah berketetapan membalaskan salah tangkap atas
Rasul-Nya dengan cara semacam itu? Dan kepadakulah terpulang
penyelamatan keadaan yang sedang menimpa siapa pun yang ingin
diperbaiki Tuhan. Sungguh bila Polri ingin tak terpenjara oleh
kasus-kasus salah tangkap lagi, maka bebaskanlah Yang Mulia Muhammad
Abdul Rachman Eden.
Jajaran Polri tak menganiaya Rasul Eden, bahkan telah menyidik mereka
dengan ramah dan peduli terhadap kemungkinan ketidaksalahan Lia Eden
dan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Hanya saja Polda Metro Jaya
lebih suka kalau kebenaran mereka berhasil terbukti di persidangan
pengadilan. Padahal di zaman ini, manalah mungkin ada penegak hukum
yang bisa murni terbebas dari kemudaratan doktrin-doktrin ulama yang
sudah dipakemkan. Kiranya Kemahaadilan Tuhan dan kebenaran suci ajaran
Nabi Muhammad harus dikaji melalui penangkapan dan pemenjaraan
reinkarnasi Nabi Muhammad terlebih dahulu. Tanpa melalui wawasan
semacam itu, bagaimana Tuhan akan menasihati umat Islam? Polda Metro Jaya juga telah pernah menyidik hampir semua anggota Eden dan telah memperlakukan mereka semua dengan baik dan berbudaya. Untuk itu, kami haturkan terima kasih. Karena itulah aku ingin melibatkan jajaran Polda Metro Jaya juga untuk melihat bagaimana cara Penghakiman Tuhan atas Wowiek Prasantyo saat kami sudah berupaya menyadarkan Wowiek agar bersedia membayar hutang-hutangnya terhadap Komunitas Eden yang terhormat. Untuk mengetahui hal itu, kami persilakan menelusuri SMS yang ditujukan untuk Wowiek pada nomor handphonenya di 0811835234. Dan inilah pesan SMS kami untuk Wowiek:
Jangan mengira kamu bebas dari tanganku. Hartamu akan kusita semuanya, tanpa ampun. Dan aku hanya menyisakan untukmu sedikit bila kaubayarkan hutangmu kepada Rachman, dan akan kusisakan longgar bila kaubayarkan kepada semua orang Eden yang berpiutang kepadamu. Camkanlah karena sudah waktunya aku bertindak tegas kepadamu.
Seberapa pun ancaman kami, semua itu tak terkait dengan siapa pun
personal di Eden, karena mereka juga serupa statusnya, hanya sebagai
penonton yang sedang menunggu Ajaran Tuhan yang sedang kami peragakan
turun melalui peristiwa penghakiman atas Wowiek. Adapun reaksiku dan
Reaksi Tuhan dalam peristiwa ini terpulang kepada ajang peristiwa yang
sedang terjadi di Eden dan atas apa-apa yang direaksikan Polda Metro
Jaya terhadap surat kami ini.
Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden sedang dipenjara ketika dia
menerima hak waris dari orang tuanya sebesar 100 juta rupiah. Padahal
dia telah pernah melepaskan hal waris itu secara resmi di tengah
keluarganya pada tahun 1997 karena ingin memfokuskan segenap perhatian
dan pengabdiannya kepada Tuhan di Eden. Dan dia kembali menolaknya
ketika keluarganya datang ke LP Cipinang menawarkan hak waris tersebut.
Tapi keluarganya tetap bertahan ingin memberikan hak waris itu kepada
anak-anak Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden, si kembar Angel dan
Bidadari. Akan tetapi, Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden lebih
suka menggunakan uang tersebut untuk membayarkan hutang-hutang para
Rasul Eden yang belum sanggup berhenti total bekerja karena masih
menanggung hutang yang harus dilunasinya terlebih dahulu.
Tuhan memang tak mengizinkan seluruh Komunitas Eden mencari nafkah lagi
karena kesucian mutlak yang dipersyaratkan Tuhan takkan dapat terpenuhi
oleh mereka, kecuali mereka bertakwa hanya dinafkahi langsung dari
Tuhan saja, maka mereka diwajibkan total berhenti bekerja semuanya.
Akan tetapi, sebagian masih terkendala karena harus melunasi hutang.
Mempertimbangkan kendala-kendala Komunitas Eden untuk bersuci mutlak
itulah, maka uang warisan itu walhasil ingin dijadikan pelunasan hutang
sahabat-sahabatnya di Eden.
Demikian terungkitlah kenangan hutang Wowiek yang sempat kami biarkan
berlalu, yang disangka oleh para Rasul Eden itu adalah sebagai tuntunan
keikhlasan secara utuh. Sungguh Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden
itu amat pengasih karena dia telah bersedia membayar hutang Wowiek
kepada saudaranya, demi tanggung jawabnya telah melibatkan saudaranya
itu kepada Wowiek dan berhasil menipunya sebesar 27 juta rupiah.
Akan tetapi, walaupun demikian, rasa persaudaraan yang telah terjalin
erat di antara mereka itulah yang tak memungkinkan Komunitas Eden
mempersoalkan hutang-hutang Wowiek itu secara hukum, apalagi
mengupayakan penangkapan dan pemenjaraan atas diri Wowiek. Sementara
itu, aku sendiri pun lebih berkepentingan menangani kasus hutang dan
pengkhianatan Wowiek itu melalui caraku sendiri demi melancarkan sistem
Hukum Tuhan untuk penghakiman Yudas.
Tentu di balik itu ada juga penjelasan lanjutan sejarah Kristen dan di
dalamnya terkandung pelurusan akidah umat Kristen. Terlebih aku ingin
membuka wawasan Polri tentang Hari Penghakiman Tuhan di tengah bangsa
ini. Tanpa kasus penghakiman atas Wowiek yang sengaja kami beritahukan,
takkan pernah terbukti sistem Penghakiman Tuhan secara langsung dari
Sisi-Nya.
Wowiek sang Yudas masih harus kami hakimi sampai tuntas. Untuk itulah
jajaran Polri terkhusus Polda Metro Jaya ingin kami ikutsertakan
menyidik cara Penghakiman Tuhan yang langsung dari Sisi-Nya. Biarlah
Anda semua yang membersihkan aneka kejahatan di negeri ini. Tapi kami
hanya berkepentingan meluruskan akidah umat Kristen melalui pijakan
peristiwa sejarah kerasulan pada masa kini.
A Mukti Day reinkarnasi Yesus terbawa oleh Wowiek Prasantyo dalam
bisnis hypnotherapy yang kularang itu. Begitulah ingin kumasukkan
kesalahan Wowiek yang melibatkan A Mukti Day dalam bisnis tersebut.
Padahal kalau dia ‘Tuhan’ Yesus, dia adalah orang yang sempurna dan
bisa memberkati umat, bukannya mengandalkan keahlian menghipnotis
dijadikan mata pencahariannya.
Begitulah penyaduran makalah tentang Yesus di akhir zaman ini niscaya
tak bisa mengabaikan runtutan penghakiman kami terhadap Yesus dan
Yudas. Demikianlah pembelaan Ruhul Kudus terhadap Yang Mulia
reinkarnasi Muhammad dan demikian pulalah rentetan pengadilan Ruhul
Kudus terhadap Yudas sang penipu dan Yesus yang harus dinafikan sebagai
Tuhan. Kiranya A Mukti Day dan Wowiek saat ini sudah lama berjalan
sendiri-sendiri, tapi kami hanya ingin menyadurkan persahabatan mereka
di zaman baheula sampai di masa kini. Semua itu hanya diperuntukkan
demi penjelasan identitas ruh masing-masing.
Aku hanya ingin menguakkan sistem Keadilan Tuhan dan pengenalan aneka
keragaman Cara Tuhan menghakimi dosa-dosa manusia. Anggap saja suratku
ini juga untuk mengetuk hati nurani Polda Metro Jaya untuk
mengungkapkan kesucian para Rasul Eden. Semoga ketukan hati nurani
Polda Metro Jaya dapat menyudahi pemenjaraan atas Yang Mulia Muhammad
Abdul Rachman Eden, karena sesungguhnya setiap kesalahan wajib
dipertanggungjawabkan dan diselesaikan oleh yang berwajib.
Sungguh pada saat ini sudah sampai waktunya jadwalku menduniakan
Kerajaan Eden. Kiprahku untuk itu akan segera terlaksana sedikit waktu
lagi. Itu dikarenakan para Rasul Eden sudah suci semuanya dan telah
menapak pada kriteria kesucian mutlak. Oleh karena itu, aku wajib
membawa mereka meniti perjalananku menguak takdir Eden mendunia. Dan
itu amat terkait dengan keadaan yang terburuk yang akan menimpa
Indonesia. Oleh karena itu, perlu kuperjelas Nubuah Tuhan untuk
Indonesia.
Selama perhelatan Pemilu 2009, kuakui bahwasanya takkan ada pilihan
benar dan kemenangan yang terbakukan. Semua pihak yang berpemilu tak
berpeluang menang, apa pun yang diandalkannya. Maka itu berarti
kepolisian akan sangat sibuk mengurusi masalah-masalah kekerasan dampak
pemilu dan pilkada. Carut-marut pemilu dan keterporakan pasca kerusuhan
yang terparah menjadikan Polri sibuk sekali, sesibuk masyarakat
mengatasi kuman-kuman.
Dan sudah terfokus segala penghambatan yang dilakukan Tuhan untuk
menggagalkan Pemilu 2009. Maka adalah lebih baik Polri mengejawantahkan
Amanat Tuhan untuk menyelamatkan negeri ini dengan mau menerima
petunjuk-petunjuk dariku dan sedikit mengabaikan harapan partai-partai
yang sedang berpemilu. Karena Anda semua sudah kuberitahukan bahwa
pemilu ini akan gagal dan akan mengakibatkan chaos. Persiapkan segenap
kekuatan Polri untuk mengendalikan ke-chaos-an, karena itu pasti
terjadi. apa-apa yang telah dipesankan Tuhan dan apabila hal itu
ditanggapi dengan baik dan dipersiapkan maka itulah penyelamatan bangsa
yang paling tepat dan efisien.
Dan adalah lebih baik Polri segera mengurusi pembebasan Yang Mulia
Muhammad Abdul Rachman Eden yang tak bersalah, agar Tuhan memperbaiki
kinerja Polri dan dapat tampil paling awal mengamankan keadaan buruk
negeri dan bangsa ini. Karena hanya melalui cara ini sajalah Tuhan
ridho mengayomi Polri dengan mengarahkan kinerja Polri agar segera
dapat memulihkan keamanan dengan cara yang efisien dan tepat.
Untuk itu, aku bersumpah menyatakan kesaksianku atas Ketetapan Tuhan
yang ingin melenyapkan kedaulatan negara Indonesia akibat penzaliman
terhadap Rasul Tuhan. Sudahilah pemenjaraan Yang Mulia Muhammad Abdul
Rachman Eden. Karena Polda Metro Jaya-lah pihak yang mengawali
penangkapan atas dirinya, maka kutuntutkan pula Polda Metro Jaya-lah
yang layak memperjuangkan kebebasannya.
Demikian kuhaturkan secuplik petunjuk demi pengamanan bangsa Indonesia. Atas perhatiannya, kuucapkan terima kasih.
Jibril Ruhul Kudus |
|
| Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia
Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
(English Version)
Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa
Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Minggu, 23 November 2008, pukul 09.30 WIB.
Wahyu Tuhan:
Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku
memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun
telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu.
Sampailah Aku pada... + Selanjutnya |
Wahyu Tuhan
|
| Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya
Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya
Kepada Yang Terhormat
Kapolda Metro Jaya
Irjen (Pol) Adang Firman
Di tempat
Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa
Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena... + Selanjutnya |
Maklumat Ruhul Kudus
|
| Tentang Hari Penghakiman
“Demi Keadilan-Ku yang Seksama dan Sempurna”
Tentang Hari Penghakiman
“Aku, Tuhan Yang Maha Kuasa, berketetapan menyatakan Fatwa Pengadilan-Ku yang tersebut sebagai berikut:
“Demi Keadilan-Ku yang kekal dan berimbang, demi Ruhul Kudus yang suci
dan demi kodrat iblis yang sedang mengubah, Aku, Tuhan Yang Maha Suci
dan Maha Adil, sedang mengadili seluruh makhluk-Ku di Hari Penghakiman
ini. Ruh-ruh mereka pada saat ini sedang Kutetapkan... + Selanjutnya |
Fatwa Ruhul Kudus
|
| Surga Terbuka
Surga Terbuka
Surat Maryam ayat 61:
61.
(mereka memasuki) surga-surga ‘Adn yang dijanjikan Allah Yang
Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, (meskipun surga itu) belum
terlihat. Sesungguhnya adalah Janji-Nya itu pasti ditepati.
Adalah Janji Tuhan ini yang sedang ditepati. Surga Eden telah terikat
oleh Sumpah Tuhan yang memberkati. Saat Neraka sedang bergejolak di
negeri ini, kembali kami menawarkan Surga... + Selanjutnya |
Surat Ruhul Kudus
|
Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa
Kepada seluruh umat manusia di dunia, kami hadapkan website baru
Malaikat Jibril- Ruhul Kudus, yang dikelola langsung oleh Malaikat
Jibril dari alamnya sendiri. Semoga keadaan dunia dan kehidupan umat
manusia di seluruh dunia dapat menjadi baik dan tenteram kembali.
Atas Nama Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Benar, kami meyakini semua ini berasal dari-Nya.
Eden