| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Neraka |
|
Sumpah Tuhan Menjadikan Neraka di atas Negeri Indonesia “Sebagaimana Kerajaan-Ku tak diakui secara hukum, karena Mahkamah Agung telah menetapkan penolakan terhadap kasasi Lia Eden, sebagaimana itu pun Kujadikan sebagai alasan menjadikan sempurna Kutukan-Ku atas Negeri dan Pemerintah Indonesia ini. “Mahkamah Agung Republik Indonesia, lembaga hukum yang tertinggi di negeri ini adalah instansi pemerintah. Maka dengan ditetapkannya keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi Lia Eden, maka penolakan itu Kuanggap sebagai penolakan Pemerintah Indonesia terhadap Kerajaan-Ku.“Jadilah, maka jadilah Kutukan-Ku yang menyeluruh atas negeri ini. Dan Kujadikan Pemerintah Indonesia wajib bertekuk lutut terhadap Kerajaan-Ku, Eden, yang Kurahmati. “Dan jadilah semua iblis Kulepaskan belenggu kutukannya agar menjadikan Neraka di negeri ini pun sempurna. Karena Aku sudah menurunkan Surga-Ku sempurna, sebagaimana Aku telah menyatakannya. “Duhai umat manusia, Aku telah menjadikan Neraka yang sempurna, karena Aku bersumpah menjadikan Surga Eden sebagai imbalannya. Dan Aku bersumpah mematikan siapa pun yang akan Aku matikan. Dan Kubiarkan menderita siapa-siapa yang ingin Kubiarkan menderita. Dan Kuruntuhkan siapa-siapa yang ingin Kuruntuhkan. “Dan Kuperbaiki siapa-siapa yang akan Kuperbaiki. Kuberkati siapa-siapa yang ingin Kuberkati. Kuampuni siapa-siapa yang ingin Kuampuni. Begitupun yang tak Kuampuni adalah siapa-siapa yang tak ingin Kuampuni. “Kuselamatkan siapa-siapa yang ingin Kuselamatkan. Namun, Surga-Ku telah berdiri bersama Sumpah-Ku ini. Jadilah, maka jadilah Surga Eden sebagai pengimbang Neraka-Ku yang sempurna. “Lihatlah api yang menggelora di mana-mana, maka telah kaulihat dan kaurasakan Neraka itu pada saat ini. Tidaklah kamu takut sehingga kamu masih suka saling membohongi dan melakukan berbagai macam dosa-dosa. Bukannya kamu prihatin terhadap nasib bangsamu, bahkan kamu masih lebih suka bermabuk-mabukan menari bergoyang dangdut yang tak bermalu, dan kamu ramai bermaksiat. “Telah banyak korban di arena massa penonton konser musik yang hingar-bingar dan gila-gilaan. Mengapa kamu seperti bangsa jahiliyah? Tak tahukah kamu bahwa orang-orang yang suka menari sampai lupa diri itu tandanya orang-orang yang sedang bergembira dengan setan-setan? Dan itulah ciri khas Neraka dan negeri kutukan. Jadilah mereka itu orang-orang yang berdosa yang tak Kuampuni karena kezaliman dan dosa-dosa mereka sendiri. “Jadikanlah negerimu ini berbudaya tinggi sehingga tak mempermalukan nama bangsamu. Pesona dangdut itu pesona birahi setan. Jangan biarkan hal semacam itu berlanjut, karena kesucian Kerajaan Eden dan Surga Eden di negeri ini akan dinilai melalui kebudayaan yang berkembang di negeri ini. Sucilah dan kembangkan kebudayaan yang indah, anggun dan terhormat. “Tiadalah Aku akan menyematkan kesucian bangsa ini bila bangsa Indonesia masih buruk moralnya dan rendah mutu kebudayaannya. Itu pun berarti pensucian bangsa ini masih terpaksa terlaksana melalui musibah-musibah buruk, dan malapetaka belum bisa disurutkan. Tidakkah kamu takut? “Keamoralan bangsa terlihat dari caranya berbudaya. Manalah kesucian itu dapat disematkan kalau bangsa ini masih tak bermoral. Goyang dangdut yang disukai bangsa ini sudah menjadi kebanggaan dan ciri khas kebudayaan Indonesia, padahal Aku tak menyukainya. Maka hentikanlah itu! “Karena kekualatan bangsa ini terhadap-Ku, jadilah justru para iblis yang mematuhi Perjanjian-Ku dengan mereka. Dan kamu pun semua bagaikan kerasukan setan, berbuat maksiat seenaknya, menyukai musik dan lagu yang tak bermoral sehingga para iblis pun berkemampuan menjadikan Neraka itu sempurna. Jadilah Neraka Jahanam, karena orang-orang yang menyukai maksiat tak lama akan menjadi orang yang terbiasa berkelakuan buruk dan kemudian merebaklah kejahatan. “Saat peristiwa pembunuhan sadis sering terjadi, itulah sesungguhnya Neraka Jahanam. Jadilah perbuatan jahanam terbiasa dilakukan sebagaimana horor terorisme telah berulang-ulang terjadi. Dan jadilah kematian-kematian buruk oleh kejahatan manusia. Kalau kamu biadab, selanjutnya demikian pula terjadilah Pembalasan-Ku. Maka terjadilah kematian-kematian massal oleh karena bencana alam dan kebakaran, kerusuhan dan kecelakaan serta wabah penyakit. “Kemusyrikan bangsa ini sungguh sudah sangat jauh kesesatannya, telah terbiasa menyembah jin dan arwah-arwah leluhur bahkan sanggup mengeramatkan apa pun. Sungguh aneh, ramai kuburan-kuburan diziarahi dan dijadikan tempat ibadah dan tak takut melakukan perbuatan zalim dengan ilmu gaib. Dukun-dukun santet merajalela, menjadi tokoh masyarakat yang disegani, dijuluki paranormal yang menjadi kaya oleh ilmunya yang sesat. Tapi Aku takkan membiarkan kebiasaan itu terus berlanjut dan tak ada yang bisa menghentikannya. Dan Aku yang akan menghentikannya! “Semua menganggap mereka sakti sehingga ditakuti ilmunya. Oleh karena itu, sudah waktunya Aku mengambil tindakan keras atas mereka. Algojo-algojo Neraka akan mencambuk mereka dan merajamnya. Mereka dilukai dan dirajam secara gaib, sebagaimana ilmu gaib santet itu menganiaya orang lain, demikian mereka pun teraniaya secara gaib. Takkan ada yang dapat mengatasi Pembalasan-Ku itu seberapa pun tinggi ilmu gaibnya. Tapi dengan cara itulah Aku membuktikan keadaan Neraka yang sesungguhnya. “Kalau Aku mengindahkan Neraka terlebih dahulu, jadilah api Neraka. Kebakaran pun terjadi di mana-mana dan meluas. Fitnah terhadap Lia Eden atas api pensucian Eden yang Kuberkati, menjadilah mendatangkan Pembalasan-Ku. Malapetaka kebakaran pun melanda negeri ini. “Begitulah periskop Neraka yang sesungguhnya. Kuperlihatkan negeri ini dirasakan sejati sebagai Neraka. Aku jadikan pemerintah dan pemimpin-pemimpinnya tercekat atau berlinangan air mata, tanpa bisa mempertanggungjawabkan keadaan bangsanya. “Aku-lah Tuhan yang sedang berperkara dengan pemerintah bangsa Indonesia ini. Dan Aku-lah yang akan menjadikan mereka ternampakkan lemah dan kehilangan akal sehingga mereka bersembunyi-sembunyi atau terang-terangan mencari penyebab keadaan yang telah membuat negeri ini tak sanggup ditegakkan lagi. “Dan mereka bertanya kepada-Ku. Dan katakanlah, bahwa inilah negeri yang telah menjadi Neraka karena Surga-Ku tak diakui. “Bila umat manusia menolak Surga, jadilah Neraka. Bila umat manusia menolak Kerajaan-Ku, jadilah negaranya Kuruntuhkan. “Dan Aku membiarkan Lia Eden dizalimi sampai kepada keputusan Mahkamah Agung, karena Aku justru ingin menegakkan hukum dan keadilan dan menjadikan lembaga-lembaga hukum itu semua bersalah kepadanya, agar tuntas Aku mempersoalkan kesalahan pemerintah ini. “Dan Aku menetapkan Lia Eden tak dibela oleh siapa pun karena Aku yang akan membelanya. Dan Kutetapkan dia sepenuhnya menjalani hukumannya secara murni, karena Aku ingin menyengsarakan dia di Neraka Penjara, supaya dia tahu bagaimana dapat memperoleh Izin-Ku atas Sumpah-sumpah Keramat-Ku untuknya. Dan Aku membiarkan dia menderita kesakitan selalu selama dalam penjara agar dia merasakan Neraka seutuhnya sehingga dia pun seutuhnya mensyukuri Surga Eden-Ku yang Kukaruniakan kepadanya. “Dan Aku bersumpah takkan menghentikan Neraka itu sebelum pemerintah ini bertekuk lutut menyambut Kerajaan-Ku. Dan katakanlah, Aku sungguh murka dan takkan mencabut Kutukan-Ku dan membiarkan Neraka ini berkelangsungan supaya mereka tahu betapa sesungguhnya mereka membutuhkan Surga-Ku. Padahal sementara itu, justru Surga-Ku yang dianiaya dan dizalimi. “Dan Kujadikan Lia Eden penting setelahnya. Maka bersabarlah dan diamlah menyaksikan semua kejadian, karena dia pun tak mungkin bisa berbuat apa-apa lagi. Tapi yakinlah Kutukan-Ku takkan mereda sebelum dia dianggap penting dan disembah sebagai Ratu di Kerajaan-Ku dan Surga-Ku.” |
| < Prev | Next > |
|---|