LE2-34-777






Surga

Sumpah Tuhan untuk Surga Eden 

“Ketahuilah, Surga itu adalah Janji-Ku yang pasti. Dan tiadalah dapat diperoleh Surga bagi manusia itu di alam gaib atau di alam ruh. Karena sesungguhnya, dunia kemalaikatanlah Surga di alam ruh itu. Dan tiadalah umat manusia yang menemui ajalnya itu suci dari dosa-dosanya. Maka manalah umat manusia itu sanggup meraih kodrat malaikat bila tidak murni kesuciannya? Oleh karena itu, Kuturunkan Surga Eden ke dunia ini agar umat manusia sanggup disucikan sampai murni dan sanggup hidup di alam Surga-Ku yang nyata, yaitu Surga Eden. Dan menjadilah termungkinkan menemui-Ku di Surga kemalaikatan yang kekal di alam akhirat. Hanya di zaman akhirlah Kulakukan penyeleksian pengalihan kodrat seluruh makhluk-Ku sehingga Kujaminkan Surga Eden bagi yang terselamatkan.

“Bukankah kandungan Ayat-ayat Suci-Ku yang menyatakan tentang Surga itu harus nyata dan terbuktikan kebenarannya selagi umat manusia ingin tahu keadaan yang sebenarnya sehingga dipercaya Surga itu dapat diraih oleh umat manusia? Siapa yang pernah berpulang dari kematian sehingga sanggup meyakinkan keadaan Surga yang di akhirat? Siapa-siapa yang ke Neraka dan siapa-siapa yang diterima di Surga, tak pernah ada orang yang tahu. Sesungguhnya, di alam dunia inilah sudah dapat terjelaskan siapa-siapa yang terpilih ke Neraka dan siapa-siapa yang terpilih ke Surga-Ku dan terlihat keadaannya.

“Segala kenyataan adalah yang menjadi Ajaran-Ku. Dan bilamana hal itu terjadi bukan dalam kehidupan manusia melainkan di alam gaib, bagaimanalah itu dapat kekal sebagai ajaran yang diimani. Suatu saat akan tampil dorongan dari golongan umat manusia yang mulai mempertanyakan keabsahan Hakikat Surga. Bila bertambah banyak umat manusia yang skeptis untuk mempercayai adanya Surga, bagaimanalah itu dapat terlaksana sebagai ajaran yang kekal untuk umat manusia. Padahal Surga sudah Kunyatakan sebagai Janji-Ku. Dan jalan menuju Surga itulah yang Kujadikan ajaran agama. Maka, sungguh muskil kalau Aku mendatangkan ajaran agama tapi Surga itu seakan fiktif, hanya terjadi di alam baka. Dan tak satu pun orang yang dapat menerangkan keadaan yang sebenarnya. Bagaimana Aku bisa dipercaya kalau Aku tak menepati Janji-Ku itu di hadapan umat manusia? Sementara para Rasul-Ku sebelumnya hanya Kupersiapkan menghadirkan Ajaran-ajaran-Ku. Surga belum waktunya Kuturunkan, sebelum waktunya kiamat. Ancaman-Ku atas Neraka dan Janji-Ku atas Surga, itu pun hanya harus diyakini. Karena Ketentuan-Ku atas keduanya itu harus ditanamkan agar menjadi pengikat iman. Sebaik seluruh umat manusia yang mengimaninya terbangkitkan semuanya di zaman akhir ini dan mereka semua akan mendapati keadaan Neraka dan Surga-Ku itu. Dan siapa-siapa yang selamat karena mengimani Kitab-kitab Suci-Ku dan Ajaran-ajaran-Ku, mereka itulah yang mendapati Surga di akhir zaman. Dan siapa-siapa yang celaka karena melanggarnya, merekalah yang mendapati Siksa-Ku di Neraka.

“Neraka akhirat itu sesungguhnya adalah penempatan kodrat menjadi iblis. Dengan apa  dapat menyimbolkan keadaan Neraka akhirat dan penyiksaan di dalamnya? Sebab tak mungkin Aku mengancamkan Neraka kalau bukan dari siksanya yang pedih sehingga ditakuti. Dan dengan apa Aku harus mengancam agar umat manusia jangan berbuat keji? Yaitu dengan penderitaan berat yang ditakutinya. Dan penderitaan itu adalah rasa kesakitan yang pedih yang ditanggung fisiknya. Rasa tersayat, terbakar, luka dan lain sebagainya, fisik manusialah yang merasakan sakit. Perasaan manusia yang sakitlah penderitaan siksa itu. 

“Anjuran-anjuran-Ku yang baik Kujanjikan Surga bila dipatuhi. Dan Pengancaman-Ku atas Neraka seharusnya berhasil baik untuk membuat manusia bertaubat. Maka Surga-Ku dan Neraka-Ku tentulah berada dalam kehidupan umat manusia di dunia dan di dalam masa yang bersamaan.  

“Siksa Neraka itu sesungguhnya penderitaan hidup di dunia ini, terutama ketika Aku sudah mendatangkan Hari Penghakiman. Siapa-siapa yang mengalami penderitaan buruk, nasib yang amat mengenaskan dan tragis, mereka itulah yang sedang merasakan Neraka-Ku. Pada kenyataannya, mereka tak menyadari kalau mereka sedang di Neraka, karena mereka menganggap Neraka itu berada di akhirat. Tapi Aku-lah yang memberitahukan bahwa Neraka dan Surga itu sesungguhnya di bumi ini.

“Sungguh Siksa-Ku atas fisik lebih terasa pada manusia. Dan itulah sebenar-benarnya siksa. Tiadalah arwah itu dapat merasakan siksa sebagaimana ketika masih hidup. Maka manalah manusia di alam ruh itu bisa merasakan siksa atas dosa-dosanya.

“Janggallah bila manusia beranggapan bahwa siksa Neraka itu di akhirat, karena tiadalah ruh itu dapat merasakan kesakitan ataupun penderitaan hidup dan celaka, sehingga anggapan bahwa siksa Neraka itu di alam kematian hendaklah diperbaiki.
 
“Sungguh ruh itu takkan merasakan sakit, pedih, perih, terluka, berdarah dan bernanah,  takut, cemas, lemah, keletihan, kelaparan, tersiksa, teraniaya, dan bahkan takkan dapat merasakan hampa sekalipun, karena itu semua hanya dirasakan oleh manusia melalui fisiknya. Jadi bagaimana siksa atas ruh itu? Pertukaran kodratlah penderitaan bagi ruh itu. Jadilah mereka itu naas ketika Kuberitahukan hendak Kujadikan apa mereka pada saat kebangkitannya kembali ke dunia. Karena sesungguhnya setiap ruh yang akan Kuangkat, terjadilah dialog, pembicaraan antara malaikat dengannya, yang memberitahukan apa yang akan terjadi padanya akibat dosa-dosanya atau karena amal perbuatan baiknya. Dan pada setiap nyawa yang akan dicabut, mereka itu sudah disadarkan kejadian berikutnya atas dirinya, yaitu Ketetapan-Ku atas kodratnya. Karena itulah setiap orang yang sedang menunggu ajalnya memberikan reaksi yang tak sama. Sungguh pada saat menjelang maut itulah Kami memberitahukan penetapan takdir kodrat setiap makhluk. Dan semenjak itu mereka menunggu ketetapan atas kodrat ruhnya itu sampai waktunya. Dan tiadalah makhluk ruh itu malu atau merasa nista dan terhina lagi atas kodratnya setelah terbangkitkan. Kenaasannya akan dirasakan ketika dia masih di alam ruh selama menantikan  keadaan peralihan kodratnya sendiri, saat kelak bila dibangkitkan dalam kehidupan duniawi. Mereka menontoni kehidupan duniawi dengan penuh penyesalan karena mereka tahu apa yang segera akan mereka alami bila mereka hidup lagi di alam manusia. Itulah siksaan di akhirat. Tentu mereka tahu apa-apa yang terjadi atas mereka kelak, karena undang-undang hukum di alam akhirat termaklumi oleh seluruh makhluk ruh sebagaimana umat manusia paham atas Undang-undang dan Hukum-Ku yang berasal dari Ajaran-ajaran-Ku di dunia ini. Walaupun berbeda peraturan hukum dunia dan akhirat, namun Peraturan dan Undang-undang Hukum-Ku terjamin kukuh dan kekal dan wajib dipatuhi oleh semua makhluk di dunia maupun di akhirat.

“Di dunialah siksa Neraka itu. Di zaman akhirlah Neraka yang sesungguhnya Kuhadirkan. Tiadalah menjadi Neraka Penghakiman sebelum Kuadakan Surga. Dan tiadalah menjadi Surga sebelum Neraka itu sudah menghakimi. Keduanya terjadi semata-mata demi Hari Penghakiman-Ku.

“Sungguh Neraka dan Surga itu terliputi kegaiban. Sehingga pada saat menjelang tiba, di kalangan umat manusia pun terjadi perubahan perilaku. Masalah-masalah kegaiban pun meruyak di kalangan manusia sebagaimana komunitas paranormal sibuk memperagakan daya kemampuan gaibnya dan setan-setan pun amat berkemampuan menyesatkan umat manusia. Dan terbukalah pintu gerbang Neraka, yaitu yang didahului dengan tanda-tanda meruyaknya kesesatan di kalangan para dukun, paranormal dan semua orang yang mengandalkan kekuatan gaib. Mereka percaya itu sebagai perolehan kesaktian dan mukjizat yang berhasil diraih karena ritual tertentu yang dilakukannya, padahal setan itu sangat dekat dengan orang-orang yang mencari ilmu gaib. Sehingga kesesatan yang mendayagunakan kekuatan gaib itulah yang menyebabkan umat manusia yang telah beriman sekalipun terpengaruh ikut tersesat, sehingga ayat-ayat suci pun dipergunakan untuk menghadirkan mukjizat-mukjizat jin yang disangka berasal dari-Ku.

“Ketika hal itu menarik minat masyarakat dan berpengaruh kuat, demikian Kukatakan pintu gerbang Neraka pun terbuka. Dan setan-setan pun sangat mudah menguasai manusia yang berakal maupun yang kurang berakal. Dan ketika masyarakat dan pemimpin masyarakat serta pemimpin-pemimpin bangsa terikut tersesat, jadilah kebiasaan melakukan hal-hal yang buruk di kalangan pemerintahan dan rakyatnya, sehingga terciptalah segala perbuatan zalim dan keji, sampai-sampai Pernyataan-pernyataan-Ku dan Bantuan-Ku dinafikan, dan bahkan Rasul-Ku dituduh sesat dan menyesatkan.

“Dan tatkala Kerajaan-Ku dan Surga-Ku terikut dizalimi, jadilah Neraka yang sesungguh-sungguhnya. Dan menjadilah kutukan dan pembinasaan. Demikian Neraka Kuaktifkan dan menjadikan korban-korban bencana alam. Pemenjaraan, kecelakaan, sakit parah, terkena musibah berat, kehilangan harta, menjadi pailit dan menderita dinistakan, semua itu pembalasan atas dosa-dosa.

“Tiadalah manusia itu merasakan surgawi walaupun kaya raya dan berkuasa, karena mereka tiadalah tentram dan suci. Dan ketika Aku memberdaulatkan Kerajaan Surga-Ku, kemenangan atas kesucianlah Surga-Ku itu. Dan itu adalah kebahagiaan hakiki.

“Kalau Wahyu-wahyu dalam Kitab-kitab Suci-Ku itu dipercaya, maka harus ada pembuktiannya. Di dunia inilah terlihat siapa-siapa yang masuk Surga, sehingga tak disangsikan lagi keadaan yang Kumaksudkan dalam kandungan Ayat-ayat Suci-Ku. Oleh karena itu, Aku sudah menyatakan telah Kuturunkan Surga Eden. Umat manusia tak perlu lagi mempertanyakan bagaimana keadaannya karena sedang Kusajikan. Inilah Janji-Ku atasnya sedang Kupenuhi.

“Sungguh Aku-lah yang memilih siapa-siapa yang Kudekatkan ke Surga-Ku dan siapa-siapa yang Kujauhkan daripadanya, dan siapa-siapa yang Kutolak, dan pula Aku yang menetapkan siapa-siapa yang siap Kuuji. Dan sungguh Aku-lah jua yang memberi kemenangan bagi siapa-siapa yang Kuanggap dapat meraih kemenangan menjadi Komunitas Eden. Sungguh mereka adalah orang-orang yang sudah Kusucikan dan yang selamanya tersanggupkan melalui segenap Ujian-ujian-Ku, karena mereka tak mungkin lagi berbalik menjadi orang yang sanggup melakukan dosa.  
 
“Surga Eden adalah Surga malaikat di alam nyata, karena manusia menjadi akrab dengan malaikat dan ada malaikat yang menyosok menjadi manusia sebagai Rasul-Ku dan menjadi Raja di Eden. Dan umat manusia sanggup merasakan kehadirannya. Dialah yang akan membangun sosok-sosok malaikat di kalangan umat manusia. Pensuciannya akan menjernihkan ruh umat manusia menjadi sejernih malaikat. Dan dapat ditengarai Firman-firman-Ku yang sedang turun dan gelagat Sikap-Ku. Demikian Kutukan-Ku terlihat dan Penolakan-Ku atas doa dan demikianpun pengabulannya. Dan begitupun Penyelamatan dan Rahmat-Ku dapat dirasakan.

“Sungguh umat manusia di abad ini hendaknya bersyukur. Karena dengan adanya Surga Eden, komunikasi dengan Tuhan itu menjadi lancar dan Aku terlihat selalu memberi reaksi dan selalu memberi petunjuk-petunjuk penyelamatan. Kesucian yang Kubangun justru akan menentramkan, karena hukum akan terpatuhi.

“Sumpah-Ku berkekuatan gaib, maha dahsyat. Dan semenjak Sumpah-sumpah-Ku sempurna Kuturunkan, kekuatan gaib menyeluruh bekerja menjadi kekuatan penghakiman dan pula menjadi penyadaran. Dan selanjutnya merupakan karunia rahmat yang tak terduga. Dan kekuatan gaib meliputi Surga dan Kerajaan Eden, kelak akan ditengarai sampai semua orang yakin telah datang Surga Eden dan Kerajaan Eden di dunia, yang takkan disesali walau kutukanlah yang mendahului kehadirannya, karena rahmat dan mukjizatnya jauh lebih baik dan segera bekerja memulihkan, dan memperbaiki segala keadaan buruk.

“Situasi buruk apa pun akan berakhir. Namun sebelumnya, keparahan keadaan segera mencapai titik maksimal. Tapi Aku bekerja lebih serius menyatakan Kehadiran-Ku secara langsung. Tangan-Ku segera mengangkat Eden agar tak terlalu lama beban kevakuman Rahmat-Ku dirasakan sehingga dapat dengan segera menuntaskan masa Kutukan-Ku.

“Sungguh Aku sudah menuntaskan Wahyu Sumpah-sumpah-Ku pada saat sekarang ini. Dan itu berarti sudah akan terjadi keterpurukan dan kebinasaan tak lama lagi. Jadilah Anda semua yang mengetahui Wahyu-wahyu Sumpah-Ku ini hendaklah berkesaksian atas segala kejadian yang telah Kuperingatkan. Dan jadilah saksi atas Sumpah-sumpah-Ku ini.

“Kuayomi negeri ini dari kehancuran total walaupun Neraka Kunyatakan di sini, karena Aku dengan segera mendirikan Kerajaan Surga-Ku di sini. Tapi sungguh segala keadaan Neraka sedang Kunyatakan di negeri ini. Maka janganlah kamu zalim karena kehinaan negeri dan bangsa ini sedang semakin memburuk. Karena kalau Neraka sedang tersaksikan di negeri ini, kezaliman bangsalah yang terlihat nyata. Dan bangsa yang zalim dan biadab, jadilah hina di antara semua bangsa-bangsa. 

“Maka tiadalah janggal kesewenang-wenangan menggusur rumah rakyat dan menghancurkannya. Maka tiadalah merasa biadab dan keji karena menghancurkan rumah-rumah ibadah dan rumah-rumah makan di bulan puasa. Dan tiadalah merasa aneh dan berdosa membuat ketentuan peraturan daerah pelarangan memberi sedekah kepada pengemis dan pelarangan berbelanja pada pedagang kaki lima. Tak juga berperasaan membiarkan orang-orang miskin meneriakkan hak-haknya dan memohon dilindungi dan tak menghiraukannya. Dan tiadalah merasa risih menari-nari bergembira ria di tengah meluasnya penderitaan bangsanya. Dan sungguh kerasukan narkoba itu telah menjadikan umat manusia bergelimangan dosa-dosa besar. Begitulah bila iblis itu sudah mendominasi dan kau tak tahu jalan keluarnya.

“Dan sungguh keterlaluan karena masih mau korupsi selagi negaranya mengalami keterpurukan. Dan tak merasa bersalah menggunakan jasa preman untuk menguasai dan memaksakan kehendak. Premanisme menjadi kekuatan pemaksaan yang disukai dan telah menjadi kewajaran. Dan tiadalah merasa malu berfoya-foya padahal negaranya banyak hutang dan telah miskin, sehingga terlihat begitu banyak penduduknya menjadi pengemis dan anak-anak jalanan, berebutan sembako dan zakat, dan menjadilah kerusuhan.
 
“Tiadalah Neraka itu melainkan kezaliman bangsa yang terkutuk, dan semua itu telah terbukti nyata.  Dan jadilah miskin dan jahiliyah. Demikian Kuhinakan negeri dan bangsa ini. Dan jadilah negeri ini penuh petaka dan musibah. Dan jadilah itu sebagai kenyataan Neraka.  
 
“Datanglah Surga-Ku. Berdirilah Kerajaan-Ku. Cukuplah Kutukan-Ku. Bagimu semua Tahta Suci Kerajaan Tuhan, kemuliaan yang tiada taranya di dunia ini.

“Kerajaan-Ku maha mulia sehingga dapat mengakhiri kehinaan dan kemalangan bangsa Indonesia. Sungguh negeri dan bangsa ini akan menjadi suci dan dihormati, dan Rahmat-Ku selalu mengiringi kesucian.

“Kebahagiaan sempurna di Eden ialah Rahmat-Ku yang selalu bersama orang-orang suci. Dan tiadalah muskil menjadi orang suci tanpa noda, karena Aku telah dapat menjaminnya bahwa hal itu sudah ada di dunia ini. Demikian kesucian Komunitas Eden Kujadikan contoh bagi sesamanya. 

“Dan adalah Komunitas Eden, sejumlah kecil orang yang telah berhasil mengungkapkan kebahagiaan surgawi di alam dunia ini, selayak mereka Kujadikan contoh sebagai orang-orang yang sudah suci yang berada di Surga yang sedang terbuka. Kodrat malaikat tak dapat diraih sebelum pensucian total di Surga Eden. Dan Surga Akhirat-Ku seakan sudah terbayangkan semenjak telah terbuka Surga Eden di dunia ini.

“Melalui pengakuan dosa secara rinci yang jujur dan tulus dan mengikhtiarkan penebusan dosa yang pernah diperbuat dengan sempurna, Kuampuni dosa-dosa mereka. Prosesi pengakuan dosa Kusempurnakan dengan sumpah takkan menyentuh dosa sekecil apa pun lagi dan bersumpah bertaat mutlak, cinta mutlak dan setia mutlak hanya kepada-Ku. Dan dengan api pensucian yang disulutkan kepada sekujur tubuh mereka, dengan demikian melalui itu Kami jerakan mereka dari keinginan berbuat dosa lagi. Dengan api itu pula, Aku memadamkan hawa nafsu mereka.

“Dan Kuujikan kesucian mereka setiap saat dan itu berlaku untuk selama-lamanya. Tiadalah mereka itu dapat menyentuh dosa apa pun lagi, karena Ujian-ujian-Ku kepada mereka semakin lama semakin mengukuhkan kesucian.

“Aku mengekalkan kesucian mereka dengan sumpah. Sumpah merekalah yang menjaga mereka tetap suci sehingga mereka layak mengabdi kepada-Ku di Kerajaan-Ku dan Surga-Ku. Dan tiadalah ada seorang pun yang dapat beranjak ke Eden sebelum memaklumi tata cara Pensucian-Ku di Eden.

“Jadilah suci dan beranilah disucikan dengan api. Api Pensucian-Ku tak membakar hangus dosa-dosa yang telah diakui, tapi akan membakar hangus atas dosa-dosa yang tak diakui dan yang berani diulanginya lagi. Jadilah suci, dan Api-Ku takkan membakarmu.

“Jadilah suci tanpa noda, wahai umat manusia yang Kuampuni. Aku bersumpah telah membuka Surga-Ku di dunia ini. Dan mereka yang telah Kujaminkan Kuterima di Surga Eden, mereka itulah yang akan menjadi malaikat dan bidadari di alam Surga Akhirat. Dan itulah Surga yang kekal karena kekekalannya bermilenium. Kekekalannya itu sampai kepada masa penyeleksian dan pembakuan kodrat ruh di zaman akhir. Masa itu terjadi niscaya di hari menjelang kiamat di suatu bumi yang akan berakhir sebagaimana pada keadaan yang diderita bumi ini dan para makhluk yang menghuninya pada saat ini.

“Sungguh bumi itu sangat banyak di alam semesta. Dan Kujadikan kiamat pada suatu bumi dan Kuhadirkan bumi baru bagi umat manusia. Dan janganlah itu menjadikanmu durhaka kepada-Ku sebagaimana kamu menganggap Aku ini Tuhan yang sudah terlalu lama dan tak sesuai dengan zaman modern lagi. Sungguh Aku ini Maha Perkasa lagi Maha Kuasa selama-lamanya.

“Demi keagungan dan kesakralan Surga Eden, Aku bersumpah atasnya. Jadilah Surga-Ku di atas bumi, Surga Eden. Dan berdirilah Surga Eden karena Sumpah-Ku ini.” 
 
< Prev   Next >