| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Surat Ruhul Kudus | |||||
|
Surga Terbuka
Surat Maryam ayat 61:
Adalah Janji Tuhan ini yang sedang ditepati. Surga Eden telah terikat oleh Sumpah Tuhan yang memberkati. Saat Neraka sedang bergejolak di negeri ini, kembali kami menawarkan Surga Eden lagi. Sesungguhnya Ketetapan Tuhan ini sangat dinanti semua orang, karena sungguh banyak orang-orang susah di dunia ini. Akulah Ruhul Kudus yang sedang membukakan Surga di dunia ini, sehingga janganlah menganggap kami ini hanya petualang yang berdusta. Karena sungguh bangsa ini sedang membutuhkan Pertolongan Tuhan. Dan kamilah pelaksana segala yang dititahkan Tuhan untuk Anda semua.Sudah akan semakin bertambah himpitan itu karena telah turun Ketetapan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa, yang telah melepas penggenapan Kutukan-Nya atas Pemerintah dan Negara Indonesia, dan telah dimulai sejak penetapan penolakan Mahkamah Agung Republik Indonesia atas permohonan kasasi Lia Eden. Pengakuan terhadap Kerajaan Eden tak mungkin lagi bisa diundur. Terlalu banyak masalah di dunia dan di negara ini yang harus ditangani oleh kami. Tanpa pengakuan bangsa ini, Tuhan belum mau memberlakukan Pengampunan-Nya dan pemberdayaan Mukjizat-Nya untuk memulihkan keadaan buruk di negeri ini. Kemurkaan Tuhan takkan surut sebelum Kerajaan-Nya mau diakui. Sementara masyarakat tak tahu-menahu mengapa menjadi begitu banyak malapetaka. Tuhan bisa dianggap pembenci dan angkara murka, padahal penzaliman atas Lia Eden serta penolakan atas Kerajaan dan Surga-Nya itulah yang telah membuat Pertolongan Tuhan lamban tercurah. Kalau kutukanlah yang diandalkan dapat menyadarkan bangsa ini, taklah Tuhan itu bijaksana. Adalah Tuhan itu Maha Bijaksana. Pada saat Kutukan-Nya membara, Surga Eden telah pula sampai waktunya dinyatakan keberkahannya, dan mukjizatnya diberdayagunakan. Surga Eden akan bekerja menjadikan apa yang sudah dijanjikan Tuhan. Dari Tuhan tak hanya ada malapetaka dan guntur, dan petir yang membunyikan sangkakala serta api yang membakar, tapi juga kebaikan-kebaikan yang ajaib. Banyak hal yang akan terjadi. Mukjizat Kerajaan dan Surga Eden meliputi segala yang terbaik bagi umat manusia. Selintas Surga Eden itu layaknya dirasakan seperti sebuah janji saja. Selayak hanya khayalan, sehingga berita tentang kedatangan Surga ini tak terlalu dianggap penting, dan tak dihargai sebagai berita terbaik dari segala berita yang terbaik. Surga itu tak ada padanannya, sehingga apa pun yang pernah dijadikan harapan semua orang, takkan ada yang lebih baik dari berita datangnya Surga dari Tuhan di negeri ini. Mengapa tak disambut dengan sukacita? Alangkah perjanjian atas Surga sudah terlanjur diyakini akan didapati setelah ajal. Walaupun pada kenyataannya setiap orang yang menemui ajalnya selalu diharapkan sampai ke Surga, namun pernyataan tentang Surga Eden ini sepertinya lebih indah bila hanya tertulis saja, bukan lugas sebagai kenyataan. Nampaknya angan-angan Surga dianggap jauh lebih menyenangkan dan lebih bisa diyakini bila Surga itu masih fiktif, dan tertera di suatu tempat, di langit antah-berantah, walau tak pernah ada yang datang dari Surga dan memberitakan keadaan Surga yang sesungguhnya. Segala kesenangan Surga yang dibayangkan belum pernah menjadi kenyataan. Tak dinyana Surga itu di dunia. Dan ketika itu terjadi, angan-angan tentang Surga di alam baka tetap lebih disukai, karena itu berkesan kekal dan murni. Karena siapa yang mau percaya bahwa Surga itu di dunia? Angan-angan umat manusia atas Surga selama ini tak berpijak kepada logika. Padahal alam ruh tak memberi kesenangan manusiawi. Semua kesenangan manusiawi dikisahkan akan diperoleh di Surga tanpa pengupayaan apa pun, selain menjadi pemberian instan dari Tuhan, karena sudah menjadi hak bagi orang-orang yang di Surga. Sekekal kehidupan di alam baka. Selama itukah Tuhan memberdayakan Mukjizat-Nya untuk membahagiakan orang-orang yang sudah meninggal? Seberapa banyak pahalanya ketika mereka masih hidup, sehingga bisa memperoleh jaminan Surga yang kekal? Karena kehidupan di alam ruh itu tak ada kematian. Cobalah diperhitungkan lamanya usia manusia, dan sebanyak-banyaknya hitungan kebajikan dalam masa kehidupannya. Layaklah manusia itu memperoleh Surga yang kekal bila seandainya amal kebajikan umat manusia itu sebanyak usianya, padahal tak ada orang yang seperti itu. Lalu bagaimana Perhitungan Tuhan Yang Maha Adil bila diperkirakan Surga akhirat itu adalah muara bagi semua orang baik yang berpulang kepada-Nya? Surga akhirat terlalu muskil bagi semua orang bila tak tahu untuk apa Tuhan menghadirkan Surga Eden ke dunia. Bagaimana kami harus menjelaskan kalau semua manusia menyangka demikian keadaan Surga itu? Padahal manusia yang mati, ruhnya telah terpisah dengan jasadnya. Seberapapun kebahagiaan yang diharapkan tentulah merupakan kebahagiaan ruh dan jiwa. Tidaklah sama kebahagiaan hakiki ruh dengan kebahagiaan jasmani. Ketika sesuatu itu tak terjamah, manusia pun menyukainya sebagai angan-angan yang terindah selamanya. Indah untuk dikisahkan dan dijadikan angan-angan. Namun Tuhan harus memastikan Janji-Nya atas Surga itu suatu saat tergenapi. Tapi bayangan manusia tentang keadaan Surga di tempat antah-berantah yang penuh keajaiban, dipandang Tuhan sebagai sesuatu kriteria yang wajib disertakan bila Surga itu sudah membumi. Memandang hal itu, kiranya Tuhan pun wajib menjadikan Surga Eden bernuansa kegaiban yang terbaik, dan yang berguna, dan yang mendidik, dan yang suci. Dalam kriteria itulah, maka keajaiban Surga Eden tak tampil sebagaimana imajinasi dalam film-film dan sinetron. Tatkala Sumpah Tuhan atas Surga-Nya telah diwahyukan, seberapapun nilai Surga dan nilai Sumpah Tuhan, mampukah Lia Eden bertahan dari tulah yang seberat-berat tulah, bila dia sampai berani berdusta tentang hal itu? Lalu, kalau dia benar atas Janji Tuhan itu, bagaimana dia mengatasnamakan Surga itu atas dirinya? Bagaimana membuktikannya? Dan bagaimana cara dia menghadirkan kesenangan-kesenangan surgawi yang bisa dinyatakan untuk mendukung pernyataannya? Apabila dia gagal menghadirkan kesenangan-kesenangan surgawi itu, harus diapakan dia supaya masyarakat tidak terganggu oleh pernyataan-pernyataannya? Dan harus diapakan Komunitas Eden yang selalu bersamanya? Wahai umat manusia, bila Lia Eden itu tetap masih hidup dan dia senang mengurusi Wahyu-wahyu dan Amanat-amanat Tuhan bersama sahabat-sahabatnya di Eden, dan tak risih dengan anggapan orang atas diri mereka, maka alangkah payahnya Anda mencari kenaasannya. Kalau Anda belum juga mau mempercayainya, kenaasanlah bagi Anda sendiri. Karena semakin larut dia, akan semakin disukai dan digantungi harapan. Karena Tuhan menjadikan dia terlalu layak untuk diharapkan memperbaiki keadaan. Dia mengemban Surga Eden, dan itu berarti segala-galanya. Kalau semua orang mau mensyukuri ini, banyak hal yang tiba-tiba menyentak berubah. Keadaan yang lusuh niscaya juga akan berubah. Karena banyak orang yang cukup bijak untuk menghentikan kesalahan-kesalahannya demi bisa sampai ke Surga yang sudah di depan mata. Dan itu cukup dapat mengubah keadaan. Aura Keilahian di Eden itu sangat signifikan. Sinar wajah orang-orang di Eden terang berkilauan. Auranya nyaman, tanda mereka adalah orang-orang suci. Untuk hal yang satu itu saja, sungguh mereka tak sanggup memalsukannya. Mana mungkin sinar aura dapat dihadirkan sendiri? Kalau itu saja terlihat nyata, masih maukah Anda menuduh mereka sebagai orang-orang yang sesat dan menyesatkan? Orang-orang di Surga hanya semacam, yaitu orang-orang yang auranya bening dan bersinar, selalu berkata jujur dan tak suka mendebat kasar, selalu menepati janji-janjinya dan tulus, dan mempunyai pendapat yang selalu sama di antara mereka satu sama lainnya. Loyalitas mereka tinggi, dan amat takut melakukan kesalahan. Kalau orang-orang suci itu semakin banyak di dunia ini, betapa itu akan menenteramkan. Pelanggaran hukum akan surut dengan sendirinya. Semua orang berbahagia karena ancaman-ancaman hidup pun surut drastis. Surga itu seindah yang dibayangkan, dan tentu seindah yang akan dinyatakan-Nya. Tapi tentulah Surga di dunia itu tidak fiktif dan penuh misteri mistik, harus nyata dan mendasar walaupun kegaiban tetap meliputinya. Karena pada kenyataannya nanti, Surga Eden benar-benar membumi, senyata kebahagiaan yang dirasakan. Getaran Tuhan dan reaksi malaikat sangat dapat dirasakan secara umum. Firman-firman Tuhan mengguyur, begitupun Mukjizat-mukjizat-Nya. Malaikat terlihat reaksinya, berbicara menyambut setiap pertanyaan dan memberi ilmu apa saja. Mukjizat Tuhan memang yang akan paling diantusiasi. Banyak antusiasme mengharapkan Surga Eden itu penuh mukjizat keajaiban-keajaiban yang menyenangkan. Tapi jangan mengharapkan keajaiban lampu Aladin atau kedipan mata Jinny, karena itu tidaklah logis. Keajaiban-keajaiban di Surga Eden terpaut dengan isi Sumpah Tuhan, sebagaimana yang telah tertuang dalam Risalah Eden. Banyak hal yang dapat diperhitungkan sebagai Kado Tuhan yang memberikan surprise bagi mereka yang tabah disucikan, atau yang baru saja berhasil melampaui ujiannya dengan sukses. Ada kalanya keajaiban yang tak terduga terjadi di Surga Eden. Sebuah keajaiban dari Surga baru terasa kalau lulus dari Ujian Tuhan. Jadi jangan mengharapkan hal itu bila Anda hanya sekedar sebagai penonton, tapi mau selamat dan mengharapkan dibagikan keajaiban dan kenikmatan Surga. Namanya juga di dunia, segala sesuatu niscaya melalui sistem alamiah (sunnatullah), harus melalui sistem sebab akibat dan pengupayaan. Namun keadaan surgawi itu niscaya bernuansa mistis dan sarat mukjizat. Kalau tidak, itu bukanlah Surga. Surga Eden harus setara dengan yang diimpikan umat manusia tentang Surga di alam baka. Kalau tidak, umat manusia akan kecewa dan tentu itu akan memberi dampak kepada keimanannya terhadap Kemahakuasaan Tuhan. Demikian antusiasme berkomunikasi dengan Tuhan. Malaikat dan bidadari merupakan kebahagiaan hakiki yang dapat diperoleh di Surga Eden. Getaran Suara Tuhan terasa ketika menanggapi doa. Malaikat dapat bercanda dengan manusia, saling mengasihi dan aktif membela dan memberi petunjuk. Tuhan didapati menegur langsung kesalahan-kesalahan atau kelalaian. Tapi juga dapat dirasakan tuangan Rahmat-Nya secara langsung. Sangat terasa Cinta Tuhan yang memenuhi segenap jiwa semua orang di Surga Eden. Dan itu mengikat kekal kesetiaan dan cinta semua orang di Eden. Surga Eden menjadi Surga dunia yang mengandung kegaiban, sebagaimana Surga Eden juga akan terpampang memiliki kebahagiaan-kebahagiaan yang ajaib. Sungguh keajaiban-keajaiban itu menjadi logis tatkala umat manusia mengerti Hukum-hukum Tuhan di akhirat. Karena Tuhan hanya memberikan Mukjizat-Nya melalui jalan kesucian dan melalui ketentuan prinsip-prinsip hukum akhirat yang dapat disesuaikan dengan sistem kehidupan manusia yang telah direstui-Nya, di Surga. Dan itu tak diberikan atas permintaan seberapa pun dizikirkan dan dipuasakan, melainkan Pemberian Tulus Tuhan adalah karena kesucian yang berhasil diperjuangkan. Tentu ada bedanya kecantikan dan awet muda karena operasi plastik, dengan kecantikan dan awet muda karena berada di Surga. Surga selalu memberi kebahagiaan. Tatkala Surga itu sudah ada, kebahagiaan dan kenikmatan manusiawi dihadirkan Tuhan sebagai pemenuhan Janji-Nya. Di Surga Eden, kecantikan atau ketampanan dan awet muda seiring dengan kesucian yang dicapai. Kecantikan alami (inner beauty) memancar dari wajah-wajah suci tanpa make-up. Aura kecantikan atau ketampanan yang bersinar itu terlihat amat berbeda dengan aura masyarakat umum. Di manapun mereka berada, akan terasa aura mereka membuat hati nyaman dan menentramkan. Dan mereka pun awet muda dan dikaruniai kecerdasan, panjang akal, dan kesigapan yang tepat mengalir dengan sendirinya. Tak ada rasa was-was dan curiga-mencurigai. Rezeki terjamin. Segala makanan dan minuman menjadi lebih lezat dari sebelumnya. Segala kenikmatan menjadi lebih nikmat, termasuk seks. Petunjuk Tuhan selalu mengiringi, maka takkan pernah salah jalan. Semua itu diperoleh sebagai jaminan atas kesucian. Apa yang paling dibayangkan oleh umat manusia tentang kesenangan dirinya yang dapat diperoleh di Surga hakiki itu? Ialah seperti kemudahan hidup ala Aladin dengan lampu mukjizatnya. Dianggap semua yang diidam-idamkan di Surga seketika akan tersedia secara gaib, tentu tidaklah sama. Tapi kalau hal itu yang selama ini dibayangkan umat manusia, maka Tuhan pun mengiringkan Surga Eden dengan sesuatu yang akan terlihat keajaibannya. Keajaiban Surga Eden bukan seperti menyalakan lampu dengan kedipan mata, untuk itu David Copperfield tak ada tandingannya. Tapi Tuhan tak mau dipersoalkan kemistisan Surga-Nya, tak juga mau dipuja hanya karena Keajaiban Mistis-Nya. Tuhan lebih suka diamati melalui Keadilan-Nya, karena keajaiban mistis Surga Eden tak terukur. Dinamika kehidupan di Eden seluruhnya terliputi Kegaiban Tuhan yang tak terlihat oleh karena Komunitas Eden senantiasa diajarkan mengupayakan segala hal secara alami dan bekerja keras. Mereka seperti tak memiliki daya gaib sedikit pun. Akan tetapi Surga Eden kubayangkan tak lain sama dengan Surga hakiki yang berpijak di atas bumi, penuh kegaiban dan mukjizat. Sungguh Surga Eden berani tampil sebagai pembawa Rahmat Tuhan. Segala keanehan yang diharapkan, takkan terjadi sampai Tuhan sendiri yang menghendakinya. Namun segala harapan dan doa tidaklah mustahil dikabulkan dengan cara yang ajaib, walau tak seajaib yang dibayangkan kebanyakan orang. Karena keajaiban yang semacam itu tidaklah logis. Kehadiran segala yang didambakan itu datangnya secara sunnatullah, sekonyong-konyong datang dari arah yang tak terduga. Karena malaikat berprakarsa menghadirkannya segera. Tentu saja mustahil menghadirkan sajian hanya dengan mengedipkan mata atau menggosok lampu mustika. Akan tetapi, segala keinginan itu terhadirkan secara sunnatullah sebagaimana doa yang dikabulkan. Hanya saja doa-doa dan harapan, dengan kenyataan doa yang terkabulkan itu taklah memakan waktu lama. Hanya persoalan waktu saja. Demi untuk meyakinkan bahwa Tuhan itu nyata tatkala Kerajaan-Nya sudah dimaklumatkan, maka Tuhan suka memberikan kejutan-kejutan yang membahagiakan. Hakikat Surgawi di dunia belumlah dapat tampil nyata bila kami hanya menyatakan tentang kemakbulan doa atau komunikasi langsung dengan Tuhan dan para malaikat. Umat manusia masih selalu menginginkan yang lebih nyata dari itu. Adakalanya kepuasan batin lebih bisa dirasakan bilamana Tuhan melakukan sesuatu yang muskil tapi menyenangkan manusia. Karena itulah malaikat dititahkan Tuhan menjadikan hal-hal yang muskil tapi menyenangkan, yaitu rezeki yang langsung diberikan Tuhan. Akan tetapi, rezeki yang ingin kusebutkan berikut inilah yang terbilang sebagai keajaiban khusus yang tak terduga. Karena ternyata Tuhan itu terlalu maju dari yang dipikirkan secara umum. Tuhan membagikan uang secara langsung. Siapa yang percaya? Mudah bagi Tuhan mengumpulkan uang-uang sitaan dari tempatnya, dan begitupun membagikannya kepada siapa yang dipilih Tuhan. Sudah lumrah bila semua orang penuh harap ingin dibantu keuangannya oleh Tuhan. Suatu pemberian yang tanpa persyaratan apa pun. Sebuah hibah langsung dari Tuhan. Siapa yang mengira? Dan yang terawal ingin kami sampaikan adalah Kemahapemurahan Tuhan kepada orang-orang miskin yang teraniaya atau yang tertimpa musibah berat, dan mereka yang tak mendapatkan pertolongan. Tuhan akan memberikan uang bantuan secara langsung. Oleh karena itu, kepada mereka yang terdesak oleh kehimpitan ekonomi, semoga Tuhan mengabulkan doa Anda. Namun tiadalah Tuhan mengabulkan doa mereka yang sengaja ingin mencoba-coba walau tak terdesak, dan dia bukanlah tipe orang jujur dan yang sedang kehilangan akal karena penderitaannya. Karena sesungguhnya, Tuhan itu Maha Penolong dan Maha Mengetahui siapa-siapa yang patut ditolong-Nya. Mukjizat pertolongan uang dari Tuhan ini kedengarannya sangat muskil dan tak mungkin menjadi kenyataan. Namun pada saat ini, ada ribuan korban lumpur panas di Sidoarjo yang kehilangan rumah dan mata pencahariannya. Dan sungguh banyak penggusuran pedagang kaki lima dan rumah-rumah penduduk miskin. Setiap saat orang-orang miskin terus bertambah. Dan mereka semua dibiarkan amat menderita tanpa ada upaya pertolongan atas nasib mereka. Pertolongan Tuhan akan hadir di tengah mereka. Tuhan sedang berperkara dengan Pemerintah Indonesia, dan mempersoalkan kesewenang-wenangan penggusuran dan tuntutan ganti rugi yang tak digubris. Namun Tuhan akan dengan nyata menyita uang-uang hasil korupsi atau hasil kejahatan. Dan uang-uang itulah yang dibagikan kepada rakyat miskin yang membutuhkan. Pembagian uang-uang tersebut tak melalui Komunitas Eden, melainkan akan diberikan langsung kepada orang yang membutuhkannya. Kalau uang-uang haram di brankas atau di dompet dapat mendadak hilang, dan uang yang dibagikan Tuhan pun tiba-tiba akan mengisi saku-saku atau rekening orang-orang tertentu yang dipilih Tuhan, nun itulah kuasa Hari Penghakiman. Jangan bertanya kepada polisi atas uang Anda yang hilang mendadak dari tempat penyimpanannya yang terkunci, karena polisi tak mungkin dapat menangkap pencurinya. Lagi pula aku sudah mengumumkan tentang Penghakiman Tuhan atas uang-uang haram. Introspeksi saja jati diri uang Anda yang hilang itu. Kalau berasal dari kecurangan, maka ikhlaskan saja diambil Tuhan. Setidaknya Anda harus bersyukur, karena uang haram itu sudah sepantasnya memenjarakan Anda atau mencelakai Anda. Dan kalau Tuhan sudah menyita uang Anda dalam jumlah yang cukup besar, bolehlah Anda menganggap itu lebih baik daripada celaka atau tertimpa musibah kebakaran. Uang hasil curian atau korupsi wajib dibalaskan dengan kecurian juga, atau diludaskan oleh api. Maka jangan mempertanyakan apa dosa orang-orang yang hartanya ludas dimakan api. Sungguh kobaran api itu meludaskan apa saja dan tak berbelas kasihan. Banyak juga orang-orang kecil yang semakin sengsara karena rumahnya kebakaran. Tahukah Anda bahwa tidak langka orang kecil yang tak jujur dan sengaja melakukan kejahatan? Bahkan di kalangan bawah, perilaku buruk itu sebenarnya lebih banyak. Karena itu adalah lebih baik uang-uang haram itu disita Tuhan, karena itu dapat dianggap sebagai tebusan kesialan. Sesungguhnya Tuhan Maha Tahu seberapa uang-uang haram di antara uang-uang halal yang dimiliki setiap orang. Dan Tuhan hanya menyita sejumlah yang diharamkan-Nya. Jadi adalah lebih baik uang haram Anda itu disita Tuhan. Ketahuilah bahwa keadaan semacam itu selalu akan terjadi di mana-mana, selama Kerajaan Tuhan ini dianggap perlu difungsikan Tuhan. Demikian peristiwa kehilangan uang secara gaib, dan Pertolongan Tuhan secara gaib dalam bentuk apa pun dapat saja sering terjadi di negeri ini, segera tak lama lagi. Hal semacam itu akan menjadi kelaziman sampai semua orang bertaubat dan tak berani lagi mencari uang haram. Pemberian bantuan uang secara langsung dari Tuhan adalah suatu kejutan yang membahagiakan, namun itu pun merupakan Jati Diri Tuhan sehingga Eksistensi-Nya dapat dirasakan oleh umat manusia secara langsung. Sumpah-sumpah Tuhan yang sudah tersebar mendasari keajaiban-keajaiban yang diciptakan Tuhan. Dengan demikian, tuah Sumpah Tuhan dan Kerajaan serta Surga-Nya sudah mengimplementasikan Kasih Sayang-Nya. Sebagaimana Kerajaan Tuhan itu maha gaib, begitulah kegaiban Kerajaan Tuhan akan meliputi negeri ini. Akan banyak terjadi kejutan-kejutan yang tak masuk akal tapi baik. Namun, risikonya suatu hari kelak semua orang jadi pada menunggu dibagikan duit oleh Tuhan. Tentu saja itu tak mungkin, karena Tuhan hanya memberkati yang baik dan yang jujur saja, dan yang mutlak membutuhkan pertolongan dan yang sudah berusaha keras menghidupi dirinya. Tatkala Tuhan menurunkan ke bumi Kerajaan-Nya, Kekuatan Gaib-Nya pun meliputi Kerajaan-Nya, dan menjadi nyata di kalangan umat manusia. Banyak hal yang menggejala dihakimi Tuhan secara gaib, demikianpun Pemberkatan-Nya. Sesudah eksis Kerajaan Tuhan itu, sungguh sarat peristiwa-peristiwa yang membuktikan tuah maupun tulah kekeramatan Kerajaan-Nya. Manusia jangan bermimpi akan segera menikmati kebahagiaan-kebahagiaan Surga-Nya dan rahmat Kerajaan-Nya, karena semua kebahagiaan itu tercurah hanya bilamana kejahatan telah tertumpas. Semua orang menantikan penumpasan kejahatan. Seyogyanya hal itu pun dapat dianggap berkah karena keberadaan Kerajaan-Nya di dunia. Tuhan memberi uang kepada orang-orang miskin yang teraniaya atau yang terkena musibah melalui cara gaib. Itu adalah janji kami. Seandainya Sikap Tuhan itu ingin dicermati secara jujur, taklah pernah ada kegaiban yang senyata sekarang ini. Kegaiban yang menyesatkan saja kini sudah tampil nyata. Hipnotisme menggejala dijadikan terapi, tapi juga sudah menjadi kejahatan yang licin. Kejahatan gendam tak ada yang sanggup memberantasnya. Maka tentu Penghakiman Tuhan terhadap kecurangan atau kejahatan haruslah dahsyat. Dan karunia Rahmat-Nya yang meliputi Kerajaan dan Surga-Nya haruslah tampil nyata. Teknik pengaliran bantuan dari Tuhan itu tak bisa disamai oleh kekuatan jin atau setan yang sanggup memberikan ilmu pesugihan kepada seseorang. Tidaklah jin itu sanggup memblokir dan menyita semua uang-uang haram di dalam brankas dan membagikannya ke masyarakat. Daya kemampuan jin tak sedahsyat itu. Yang kami lakukan adalah semata-mata daya mukjizat Hari Penghakiman. Tapi kalau Tuhan berkehendak menghakimi dan hal itu harus nyata di kalangan umat manusia, mengapa tidak? Maka, bila Tuhan ingin memberi bantuan terhadap semua orang miskin di dunia ini, jangan menganggap itu tak mungkin. Apalah kata-kataku ini. Anda bisa saja menuduhkan akal-akalan mencari perhatian. Tapi manalah janji yang tak harus kami tepati? Dan manalah Janji Tuhan itu palsu? Seusai Janji Tuhan ini kami sebarluaskan, jadilah banyak peristiwa kehilangan uang dari simpanannya. Bahkan kami dapat mengalirkan keluar uang dari rekening Anda di bank sekalipun tanpa dapat dihindarkan. Percayalah! Sebaik ini telah kami cantumkan, maka jangan lagi mencari uang haram. Semua uang haram dapat kami ambil, di manapun Anda menyimpannya. Terpulang kepada kami uang haram siapa yang akan kami sita, termasuk uang yang di brankas bank. Banyak bank yang kehilangan uang di brankasnya. Siagalah menghadapi peristiwa itu. Uang deposito di bank dianggap halal. Padahal bunga deposito itu haram, karena adalah semacam riba, apalagi bila yang didepositokan itu adalah uang haram hasil korupsi atau hasil kecurangan atau kejahatan. Kini jarang uang halal murni, apalagi kalau berjumlah amat besar. Demikian Tuhan memperlihatkan Penghakiman-Nya terhadap uang-uang haram yang disimpan di bank. Demikian uang itu kami bagikan kepada mereka yang amat memerlukannya, secara gaib juga. Uang-uang tersebut bukan lagi sebagai uang haram ketika dibagikan karena Tuhan-lah yang sudah menyitanya. Dan pula Tuhan tak menikmati uang tersebut, melainkan itu disita demi penghakiman dan demi pemberian bantuan bagi yang amat membutuhkannya. Sungguh Kerajaan Tuhan itu secara de facto belum diakui, namun Tuhan sudah memastikan Kerajaan-Nya harus bisa mengayomi. Dan untuk itu, Figur Tuhan seakan tampil nyata dan berprakarsa secara nyata, sebagaimana ingin kukutipkan dari Al Quran Surat Al A’raaf ayat 7. Surat Al A’raaf ayat 7:
Demikian saat ini kami telah mengabarkan suatu tindak Kebijaksanaan Tuhan atas penghakiman uang-uang haram dan itu akan terbukti secara nyata. Karena itu, Tuhan terlihat bertindak secara nyata sehingga kami dapat membuktikan kebenaran Surat Al A’raaf ayat 7 tersebut di atas, bahwa tiadalah Tuhan itu selalu gaib, melainkan dapat bertindak secara nyata. Dan tiadalah Tuhan dapat memelihara kehidupan seluruh mahluk-Nya di langit dan di atas bumi bilamana Dia bukanlah Yang Maha Gaib, sebaik Dia Maha Berkemampuan menjadikan Kehendak-Nya ditampilkan nyata. Sungguh saat ini kami sedang mengabarkan reaksi-reaksi Tuhan yang nyata. Sebagaimana tidaklah Dia selamanya gaib. Bahkan dikatakan-Nya bahwa Dia sekali-kali tidak pernah gaib, sebab segala kenyataan dalam kehidupan nyata itu adalah pekerjaan Tuhan semata-mata. Sungguh segala urusan duniawi di dunia ini tak ada yang luput dari-Nya. Dan tiadalah Dia gaib ketika Dia berkehendak menjadikan apa pun di hadapan umat manusia. Dan umat manusia itu nyata karena fisiknya, tapi tiadalah mereka itu percaya ada Tuhan Yang Maha Perkasa, bila Tuhan tidak sekali-sekali melakukan hal yang dapat dirasakan secara nyata. Yang demikian itulah maknanya bahwa Tuhan tak hanya menguasai kegaiban. Karena bila Dia berkehendak melakukan sesuatu yang dapat dirasakan secara nyata langsung dari-Nya, niscaya Tuhan berkemampuan. Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan Dia bisa melakukan hal itu kapanpun Dia menghendaki-Nya, dan untuk selama-lamanya. Maka ketahuilah bahwa Tuhan itu selamanya dapat melakukan hal-hal yang nyata, sebagaimana hal itu sedang terjadi pada saat ini. Di Masa Penghakiman ini, Tuhan menyita uang-uang haram dan membagi-bagikannya. Kategori kesucian Komunitas Eden sudah memenuhi Persyaratan-Nya. Oleh karena itu, telah sampai kepada saat yang ditetapkan Tuhan untuk memberdayakan mukjizat Kerajaan Eden, yaitu tepat pada tanggal 7-7-2007, sebagaimana mukjizat angka 7 Ruhul Kudus sudah tergenapi dengan kehadiran tiga kali angka 7 dalam perhitungan tanggal yang berlaku. Maka sesuai dengan hal itu, tertimpalah ketakutan bagi orang-orang yang memusuhi kami, karena sudah nyata yang kami perjuangkan ini adalah Kerajaan Tuhan dan Surga Tuhan yang positif benar dan tak main-main. Dan semenjak tanggal 7-7-2007, keadaan akan berubah cepat, dan datanglah kekuatan yang maha dahsyat yang akan membenahi. Dan tiadalah Tuhan hanya menurunkan Murka-Nya dengan dahsyat, melainkan Kutukan-Nya itu disertai pula pemberdayaan Mukjizat-mukjizat-Nya yang besar dan yang memperbaiki keadaan. Kepada kamilah mukjizat-mukjizat perbaikan keadaan. Ketahuilah, kebenaran tak lagi lemah dan tak berdaya. Terbukalah segala kedok kejahatan sehingga seringkali publik terperanjat oleh berita-berita besar pembongkaran dosa oleh Tuhan. Tuhan membangkitkan kekuatan kebenaran yang murni dan gigih sampai Anda tahu itulah kekuatan Kerajaan Tuhan. Kesucian yang kami tuju adalah kesucian sejati. Maka yang berlaku adalah azas kemurnian. Dan kekuasaan yang tertinggi pada hari ini adalah Kekuasaan Tuhan yang sedang memfisik, sehingga semua orang tak ada yang akan dapat mengelabukan dosanya atas perbuatan jahatnya, dan tak pula dapat mengingkari Eden lagi. |
|||||
| Next > |
|---|