| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Surat Ruhul Kudus | |||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dan Inilah Kesaksianku Aku telah berjanji takkan surut terhadap gugatanku ini sampai semua orang mempersaksikan Pengadilan Tuhan terhadap mereka semua yang terlibat. Dan kami percaya bahwa PT Lapindo Brantas telah terkurung Kutukan Tuhan, itu karena rekanan pemegang sebagian saham PT Lapindo Brantas yaitu PT Medco telah memecat Agus Susilo, salah seorang pengikut Eden yang mulia karena konsekuensinya menjadi pengikut Eden. Alangkah naifnya jabatan yang dipertaruhkan dengan keyakinan. Tapi PT Medco yang tak dirugikan apa-apa oleh Eden dan Agus Susilo karena keyakinannya itu, telah memaksa Agus Susilo untuk memilih jabatannya atau Eden.Siapa yang salah kalau sesungguhnya keyakinannya yang tak membahayakan siapa-siapa itu ditakuti oleh PT Medco? Tuhan menganggap itu sebuah kebijakan PT Medco yang keterlaluan. Begitulah luapan lumpur panas di Sidoarjo menjadi terkenal dengan sebutan luapan ‘Lumpur Lapindo’. Kalaulah penjelasanku ini akan disesalkan oleh para rekanan pemilik saham Lapindo Brantas yang lainnya, sehingga dipertanyakan apa dosa mereka sehingga terikut terpuruk oleh ulah PT Medco, tentu ada pasal dosa di antara mereka semua, sehingga mereka semua terpaut dalam sebuah keterkutukan dengan PT Medco. Bak memakan getah dosa bersama-sama. Sekarang sudah bermunculan sumber-sumber luapan lumpur di tempat-tempat lain. Itu tandanya Tuhan memang ingin mendudukkan peristiwa lumpur Lapindo itu secara umum. Kekualatan PT Medco-lah yang telah membuat banjir lumpur di Sidoarjo itu disebut lumpur Lapindo, tapi risiko yang harus ditanggung PT Lapindo Brantas ingin kunyatakan bahwa itu tak layak, sebaik yang harus menanggungnya itu sesungguhnya adalah yang telah menzalimi Kerajaan-Nya. Alangkah sulitnya menghadapi dosa-dosa kekualatan, tapi ini adalah penjelasan dari Tuhan. Jangan tak mempercayai penjelasanku ini, karena aku wajib menjelaskan setiap risiko melawan Rasul-Nya. Bahwa pada kenyataannya Agus Susilo dipecat karena memilih Eden daripada jabatannya, itu telah tertulis dan itu harus dijawab Tuhan, apa Tindakan-Nya atas hal itu, sebagaimana setiap kelangsungan Fatwa-fatwa-Nya harus berdasarkan sebuah penyebab yang beralasan. Dan setiap kutukan yang terberat, niscaya selalu terkait dengan kekualatan. Dan Kutukan Tuhan terhadap Lapindo Brantas yang bernasib demikian sengaja kuungkapkan terkait dengan kesalahan PT Medco, supaya Pengajaran Tuhan ini bermaslahat untuk menerapkan kepatuhan terhadap Kerajaan Tuhan, sehingga takkan ada lagi pihak yang bermasalah dengan para Rasul Tuhan di Eden di masa depan. Mengapa kutukan itu terjadi di Jawa Timur? Itu karena Agus Susilo ketika itu berdomisili di Pandaan sebagai kepala pabrik mie instan Salam Mie, anak perusahaan PT Medco. Dan Komunitas Eden sedang melakukan jihad perlawanan terhadap kemusyrikan ke seluruh Tanah Jawa dan saat itu mereka sedang menyampaikan Peringatan Tuhan terhadap para dukun dan tempat-tempat pengeramatan di Jawa Timur, sehingga sampailah mereka melawat ke tempat kediaman Agus Susilo di Pandaan. Pada saat itulah Agus Susilo diperingatkan oleh atasannya di PT Medco, dan diminta memilih antara Eden atau jabatannya, atau mengundurkan diri. Tak ada yang berani berhadapan langsung dengan para dukun sakti yang sangat menjadi problem pada saat ini, dan jumlah mereka sangat banyak dan ilmunya pun amat sakti. Tuhan memerintahkan Komunitas Eden menemui mereka satu per satu yang tersebar di seluruh Jawa ini. Dan mereka dititahkan Tuhan untuk berterus terang menyampaikan kesalahan dan kesesatan mereka dan Ancaman Tuhan terhadap profesi mereka itu. Dengan mengorbankan berbagai hal, Komunitas Eden dan Agus Susilo mendatangi mereka semua satu per satu, sehingga sampailah ke Jawa Timur, di Pandaan, yang mengakibatkan Agus Susilo dipecat. Siapa yang bisa menghentikan kemusyrikan bangsa Indonesia itu? Para ulama saja banyak melakukan hal itu, memperkaya diri sendiri dan membagikan ilmu kanuragan kebal. Menganggap kesaktiannya yang didapat dari rapalan ayat-ayat suci itu adalah pemberian sejati dari Tuhan. Sementara Tuhan itu takkan pernah memberikan mukjizat dengan cara seperti itu. Sungguh mengagumkan kesaktian paranormal dan para dukun pada saat sekarang ini, dipamer-pamerkan dan dikomersilkan. Lain lagi perilaku para santri dan para ulama yang membangun kisaran pesantrennya melalui pengaruh kesaktian sang guru waskita, membagikan aji-ajian dan ilmu kebal, mendirikan laskar pengaman yang berilmu kebal, memberi peluang kepada premanisme dan anarkisme. Allahu Akbar, semua itu tipu muslihat jin alias dosa kemusyrikan. Semua itu dimungkinkan terjadi, karena pada zaman akhir ini tabir kegaiban memang sedang terbuka. Tanda itulah ciri khas Padang Mahsyar. Siapalah yang dapat mengira kalau keterbukaan hijab yang dialami banyak orang di masa ini sesungguhnya adalah fenomena hari pertemuan sebagai tanda Hari Penghakiman. Tengoklah Surat Qaaf ayat 22-37. Surat Qaaf ayat 22-37:
Pengertian Surat Al Qaaf ayat 22-37: Kutipan ayat 22: Sungguh engkau berada dalam kelalaian tentang ini. Maka Kami bukakan darimu apa yang menutupimu, maka penglihatanmu hari ini sangat tajam. Pengertian ayat 22: Ketika sungguh banyak orang yang lalai dan bersekutu dengan jin, mereka menjual ilmu gaibnya dan mencelakai orang lain. Kemusyrikan pun marak tak terkendali. Banyak orang membutuhkan jasa supranatural. Tak alang kepalang kemudaratannya, tapi tak bisa ditindak. Karena masyarakat dan pamong sama-sama takut pada ilmu gaib mereka. Ketika perilaku kaum supranatural itu tak ada yang bisa memberantasnya walau sangat meresahkan masyarakat, demikian Tuhan sengaja membuka tabir gaib yang selama ini terpilah dan tertutup. Maka jadilah terbuka Padang Mahsyar. Dan Tuhan pun menyatakan Hari Penghakiman-Nya karena siapa yang sanggup melerai persekutuan manusia dengan jin. Keadaan yang rancu ini tak dapat dihentikan kecuali ada petunjuk dan penyelamatan langsung dari-Nya. Itu sebabnya Tuhan pun mendatangkan Surga dan Kerajaan-Nya yang maha keramat dan yang berkekuatan gaib tertinggi dan terkuat. Maka semenjak Tuhan ingin menyudahi keliaran jin dan setan mempengaruhi umat manusia yang gampang ditipu, dibukalah sekalian tabir gaib itu. Sehingga pada saat itu banyak yang terbuka hijab mata hatinya. Indra batinnya menjadi tajam, dan penglihatan pun menjadi sangat tajam. Kutipan ayat 23: Dan telah berkata yang menyertainya, “Inilah (catatan amalmu) yang tersedia pada sisiku.” Pengertian ayat 23: Dan kami memberitahu Anda semua bahwa kami adalah Ruhul Kudus dari Sisi Tuhan yang selalu melayangkan risalah-risalah sebagaimana yang Anda baca ini. Kami sampaikan apa-apa yang berasal dari Tuhan. Kami sebutkan catatan kesalahan-kesalahan dan kami jelaskan apa-apa Balasan Tuhan. Tentu semua catatan dari Sisi Tuhan itu akan semakin jelas bila telah sampai waktunya kami munculkan hal itu melalui layar televisi dan internet. Kutipan ayat 24: (Allah berfirman), “Lemparkanlah oleh kamu berdua ke dalam jahanam setiap orang yang ingkar lagi penentang, Pengertian ayat 24: Dari kalimat ‘Lemparkanlah oleh kamu berdua ke dalam jahanam setiap orang yang ingkar lagi penentang’, tertanda suatu kesan ada dua orang yang dititahkan Tuhan untuk melaksanakan Penghakiman-Nya. Taklah berbeda kalimat itu dengan pengakuan kami berdua yang ditunjuk Tuhan sebagai Hakim-Nya. Nah, ternyata Ucapan Tuhan itu sengaja ditujukan terhadap kami berdua, yaitu aku dan Lia Eden, yang dititipi Tuhan Penghakiman-Nya dan Surga-Nya. Maka jelaslah takdir Lia Eden bersamaku melalui ayat ini. Dan ayat tersebut di atas adalah bukti bahwa atas Izin-Nya kami berdua menjadi Hakim-Nya. Kepada kamilah berdua penjelasan pasal-pasal Hukum Hakiki Tuhan yang tersebar. Dan itu untuk memberitahukan pasal-pasal Hukum Tuhan bagi para pengingkar Kerajaan-Nya. Dari pengingkaran itu, menjadilah Neraka Jahanam. Sungguh isi risalah kami inilah sebagai wujud kenyataan ayat tersebut di atas. Kutipan ayat 25: yang enggan berbuat kebajikan, melampaui batas lagi ragu-ragu, Pengertian ayat 25: Mayoritas penduduk negeri ini adalah umat Islam. Para ulamanya adalah tokoh-tokoh panutan. Mereka itu yang membawa bangsa Indonesia semuanya menjadi kualat karena memusuhi kami. Padahal mereka itu dinilai Tuhan sudah melampaui batas. Karena mereka itu rajin mengejar materi dan kedudukan. Mereka menjadi kaya raya dan populer serta berpengaruh, padahal mereka sebenarnya hanya mengajarkan umat untuk beribadah, mengaji dan menganjurkan berkelakuan baik. Tapi mengapa mereka berlomba-lomba mencari kekayaan dan popularitas? Begitulah mereka tersesat karena mengejar materi dan kedudukan. Dan mereka pun memberi contoh buruk bagi kaumnya. Maka mereka tak layak dimasukkan Tuhan ke dalam golongan orang-orang yang merayakan Kerajaan dan Surga-Nya. Sehingga dengan kesadaran mereka sendiri dan melalui jalan pemikiran logika sendiri, mereka mengutuk para Rasul dan menzaliminya. Tuhan menitahkan kami untuk menyebutkan Penghakiman Tuhan atas orang-orang yang ingkar dan menjadi penentang atas kami. Dan mereka dimurkai Tuhan karena enggan berbuat kebajikan, karena lebih suka bermusuhan dan saling menyiasati. Percaturan politik dan perebutan kekuasaan membuat orang-orang lupa daratan dan melampaui batas. Ketika kami alihkan perhatian mereka kepada Kerajaan Eden, mereka mengingkarinya atau ragu-ragu. Kutipan ayat 26: yang mengadakan Tuhan yang lain beserta Allah. Maka lemparkanlah dia oleh kamu berdua ke dalam siksaan yang keras. Pengertian ayat 26: Sungguh kami telah memperingatkan kemusyrikan bangsa Indonesia ini karena umat Islam di sini sungguh rajin beribadah, menyembah dan berdoa kepada Allah, tetapi mereka juga suka menyekutukan Tuhan dengan banyak hal. Maka Tuhan sekali lagi menitahkan kepada kami berdua agar menyatakan hukuman Siksa Tuhan atas dosa orang-orang musyrik dan pengingkar yang telah menzalimi Rasul Tuhan. Sungguh karena kemusyrikan merekalah, sehingga mereka tak sanggup melihat Hidayah Tuhan dan akhirnya mereka menentang Rasul-Nya. Demikian tak dapat dihindarkan, datanglah Siksa Tuhan yang keras sebagaimana dengan yang telah dirasakan pada saat ini. Kalaulah bukan karena dosa-dosa mereka sendiri, tidaklah mereka semua itu akan terjerumus memusuhi Rasul Tuhan. Kutipan ayat 27: Berkata yang menyertainya, “Wahai Tuhan kami, aku tiada menyesatkannya, akan tetapi dia berada pada kesesatan yang jauh.” Pengertian ayat 27: Komunitas Eden sudah difatwai MUI sebagai kelompok orang-orang yang sesat dan menyesatkan. Mereka hanya dianggap sebagai aliran baru yang sesat dan aku dianggap sebagai Jibril palsu yang telah menyesatkan. Sedemikianlah aku mengaku bahwa tiadalah aku menyesatkan masyarakat di sini. Akan tetapi MUI itulah yang berada pada kesesatan yang jauh karena fatwa-fatwanya semakin menyuburkan pertentangan agama, sementara dosa kemusyrikan dibiarkannya. Kutipan ayat 28: Allah berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di Sisi-Ku dan sungguh Aku telah mendahulukan ancaman kepadamu. Pengertian ayat 28: Misi perdamaian yang dititahkan-Nya telah kami sampaikan. Aku telah lama datang memperingatkan Ancaman-ancaman Tuhan jauh sebelum masa kejadian-kejadian buruk dan malapetaka itu sampai. Tapi tiadalah itu dipedulikan. Umat Islam semakin keras menentang kami, tapi juga semakin sesat dan zalim. Mereka menjadi pembenci dan pemarah dan Tuhan pun murka dan menurunkan Ancaman-Nya. Sungguh Tuhan telah mendahulukan Ancaman-Nya, yaitu pada awalnya Dia hanya mendahulukan ancaman yang lebih lunak, yaitu mencabut ruh dan mukjizat Al Quran. Tapi umat Islam tetap tak mau mempedulikan-Nya dan jadilah Ketetapan-Nya yang maha keras. Dan sungguh Tuhan telah menghapuskan agama Islam sesudah itu. Itulah Ancaman Terkeras Tuhan bagi umatnya. Kutipan ayat 29: Tiadalah dapat diganti Keputusan-Ku dan Aku tiada berlaku aniaya terhadap hamba-hamba-Ku.” Pengertian ayat 29: Saat ini telah ditetapkan Tuhan penghapusan agama Islam dan setelahnya adalah penghapusan seluruh agama-agama. Maka, kata Tuhan, ‘Tiadalah dapat diganti Keputusan-Ku dan Aku tiada berlaku aniaya terhadap hamba-hamba-Ku.’ Sungguh Ketetapan Tuhan itu telah terlepas dan secara Hukum Tuhan hal itu telah baku. Dan dalam ayat ini Tuhan sudah berpesan bahwa tiadalah yang dapat mengubah Keputusan-Nya itu. Karena sesungguhnya Tuhan hanya ingin menyatukan semua umat dan memudahkan semua umat mencapai Surga-Nya. Dan tiadalah Dia berlaku aniaya terhadap hamba-hamba-Nya. Kutipan ayat 30: (Pada hari kiamat) Kami berkata kepada Jahanam, “Apakah engkau sudah penuh?” Ia berkata, “Apakah ada tambahan?” Pengertian ayat 30: Sungguh berbondong-bondong orang masuk Neraka. Dan Neraka itu adalah kecelakaan massal, peristiwa kebakaran, bencana-bencana alam, dan wabah penyakit. Tapi para jahanam masih terus bertambah. Premanisme dilibatkan dalam siasat-siasat politik dan dijadikan debt collector dan dipergunakan dalam aksi penggusuran. Sungguh sulit memberantas premanisme, karena jasa mereka dihalalkan. Demikian para penjahat menduduki kedudukan penting dan dibutuhkan. Tiadalah mereka itu takut melihat Murka Allah, sehingga kami yang membawa Surga Eden ini kesepian karena dihindari. Umat manusia lebih suka berfoya-foya dan melakukan kejahatan. Penjara penuh sesak. Justru Neraka lebih ramai. Walau terlihat Tuhan sudah murka, tapi dosa masih terus bertambah, dan berbondong-bondong orang ke sana. Penjara sudah penuh sesak, tetapi pelaku kejahatan bahkan semakin bertambah. Di dalam lembaga pemasyarakatan justru subur perdagangan narkoba, tak jarang melibatkan petugas penjara dan aparat hukum. Tak berkurang kejahatan selama orang dipenjara. Petugas dan napi sama-sama melakukan kejahatan, tak pandang bulu. Begitulah Neraka semakin penuh sesak. Kutipan ayat 31: Dan Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, tiada jauh. Pengertian ayat 31: Seperti pernyataan kami selalu bahwa Tuhan telah mendatangkan Surga di dunia ini. Maka tiadalah Surga itu jauh di awang-awang. Kutipan ayat 32: Inilah apa yang dijanjikan kepada kamu bagi setiap orang yang kembali (taat kepada Allah) lagi memelihara (aturan Allah). Pengertian ayat 32: Surga itu adalah Janji Tuhan yang sedang ditepati-Nya. Sungguh Surga itu adalah kedamaian dan kebahagiaan bagi semua orang yang taat kepada Allah dan memelihara Aturan-Nya. Kutipan ayat 33: (Yaitu) orang yang takut kepada Yang Maha Pemurah (sekalipun) dia tidak melihat-Nya, dan dia datang dengan hati yang taubat, Pengertian ayat 33: Yakinilah Surga itu sudah ada, dan bertaubatlah karena Surga itu suci. Dan mereka yang mau bertaubat itu mendatangi Eden karena mereka yakin Tuhan sedang berfirman lagi. Sungguh Tuhan itu kini sedang tampil nyata walaupun tak terlihat. Kutipan ayat 34: masuklah ke dalamnya dengan sejahtera, itulah hari kekekalan. Pengertian ayat 34: Demikian Surga Eden itu adalah Janji Allah yang sedang ditepati-Nya. Adapun Surga yang kekal di alam akhirat itu adalah dunia kemalaikatan. Dan melalui kesucian Surga Eden, umat manusia bisa sampai ke Surga akhirat yang kekal. Kutipan ayat 35: Mereka memperoleh di dalamnya apa-apa yang mereka kehendaki, dan di sisi Kami masih ada tambahannya. Pengertian ayat 35: Di Surga Eden, doa itu sangat makbul dan Tuhan mencurahkan Rahmat-Nya. Segala yang diharapkan dipenuhi-Nya. Tapi Tuhan selalu melebihkan Pemberian-Nya kepada orang-orang suci karena Eden adalah Surga yang berkelimpahan rahmat. Dia suka memberikan Rahmat Karunia-Nya yang tak terduga dan yang lebih baik dari yang dibayangkan. Kutipan ayat 36: Dan berapa banyak umat telah Kami binasakan sebelum mereka, mereka lebih besar kekuatannya, maka mereka telah menjelajah negeri-negeri. Adakah (bagi mereka) tempat lari (dari Ketentuan Allah). Pengertian ayat 36: Sungguh Kalimat Tuhan ini sudah kami cantumkan dalam risalah ini, bahwa Tuhan akan membinasakan negeri ini sebagaimana Tuhan sebelumnya telah melakukan beberapa kali terhadap umatnya. Padahal mereka lebih besar kekuatannya. Adakah perjanjian dengan Tuhan itu boleh dilecehkan? Padahal dalam perjanjian dengan Tuhan, Dia itu tak boleh disekutukan, dan sungguh terlarang Firman-firman-Nya dilecehkan. Dan binasalah bangsa Indonesia karena kemusyrikannya dan telah mengingkari Firman-firman-Nya, dan telah menolak Kerajaan-Nya, dan melecehkan Surga Eden, dan telah menzalimi para Rasul-Nya, dan telah melampaui batas dosa-dosanya. Tiadalah bangsa Indonesia bisa menghindari kutukannya, dan tiadalah tempat untuk menghindar. Walau telah menjelajahi negeri-negeri yang dikutuk Tuhan seperti Palestina, Irak, tetapi Kutukan Tuhan di Indonesia inilah yang paling bermakna. Karena semua yang terjadi di dunia ini dipertimbangkan kejadiannya melalui keadaan yang terjadi di Indonesia. Peristiwa Kerasulan justru tercatat menyejarah melalui segala keadaan yang terjadi di Indonesia. Kutipan ayat 37: Sesungguhnya yang demikian itu peringatan bagi siapa yang mempunyai hati atau mempergunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikan. Pengertian ayat 37: Sungguh inilah kesaksian Hari Penghakiman dan kami mencatatkannya untuk menjadi ajaran dan peringatan bagi orang-orang yang mau mendengar dan yang terbuka hatinya. Dan jadilah mereka saksi Kebenaran Ilahi. Ayat-ayat tersebut sangat tersesuaikan dengan risalah ini. Bisakah menghadirkan risalah yang isinya sesuai dengan keadaan alam dan keadaan masyarakat yang sedang terjadi? Wawasan peristiwa-peristiwa di masyarakat tercantum secara rinci sesuai dengan runtutan ayat-ayat Surat Qaaf tersebut di atas. Sedang rincian ayat-ayatnya sangat tepat dan sesuai dengan rincian penjelasan kami dalam risalah kami ini. Padahal isi risalah kami ini terdiri dari penjelasan peristiwa-peristiwa masa kini. Adakah yang sanggup merincikan penjelasan yang seperti itu? Seandainya aku ini bukan Rasul Tuhan dan seandainya Kitab Suci Al Quran itu tiadalah akurat hingga akhir zaman, maka tiadalah ayat-ayat di Surat Qaaf itu dapat dijadikan rujukan keadaan masa kini. Dan hanyalah Malaikat Jibril yang dapat mengakuratkan isi Kitab-kitab Suci melalui sejarah peradaban umat manusia dan menyesuaikan semuanya melalui Wahyu-wahyu Tuhan yang terbaru yang sedang diturunkan-Nya. Wahai umat manusia, yakinilah segenap Fatwa-fatwa Tuhan yang terkini karena melalui itulah Anda bisa mencapai Surga. Sudahkah Anda semua bersujud mengimani Hari Penghisaban Dosa? Nah, inilah hari itu. Oleh karena itu, ingin kujelaskan bahwa Ilmu Tuhan itu mapan melalui pensucian diri. Memperoleh kewaskitaan melalui proses pengamalan kebajikan, keluhuran dan kesucian diri yang terpelihara. Kewaskitaan semacam itu ditandai dengan kerendahan hati dan ketulusan. Ilmu laduni dari Tuhan pantang dibanggakan dan dipamerkan apalagi dikomersilkan. Dan tak mungkin dapat dibangkitkan sebagai kekuatan pemaksaan. Pasukan laskar pengaman itu tak lebih adalah alat pemaksaan politik atau penjagaan terhadap huru-hara yang lazim terjadi pada mukernas ormas. Aneh, mukernas kok dijaga ketat? Itu tandanya ada ketidakberesan dalam keberimanan dan keberagamaan. Karena sesungguhnya peristiwa itu hanya dijadikan wahana isu politik dan terpakai untuk persaingan, bukannya untuk memuliakan Tuhan dan Ajaran-Nya. Para Rasul Tuhan tak menjadi sakti walau mereka itu pembawa Amanat-amanat Tuhan secara langsung. Mereka terpelihara dalam Rahmat Tuhan, dapat menyembuhkan dan waskita, karena kesucian yang mereka peroleh dari kemenangan-kemenangan mereka melalui Ujian-ujian Tuhan Yang Maha Waskita. Itu pun berlaku tanpa rapalan-rapalan ayat-ayat suci. Perlawanan terhadap kemusyrikan sampai ke Jawa Timur oleh Komunitas Eden bersama Agus Susilo ditandai Tuhan sebagai perlawanan yang berbahaya dan penuh pengorbanan. Oleh karena itu, pemecatan terhadap Agus Susilo itu mapan sebagai Alasan Tuhan untuk membangkrutkan pabrik mie instan Salam Mie di Pandaan dan PT Medco. Mengapa kutukan itu di Sidoarjo? Demikianpun salah seorang pengikut Eden yang lainnya, Sri Murdiningsih Sunardi yang amat mencintai suaminya, akan tetapi suaminya mengkhianatinya dengan alasan tak menyukai istri dan anak-anaknya jadi pengikut Eden, dan mereka bercerai. Suami Sri Murdiningsih berselingkuh, tapi memfitnah Eden. Demikian peristiwanya itu terjadi di Sidoarjo saat Irawan Muripto sedang bertugas di sana. Pemfitnahan terhadap Eden dan pengkhianatan atas cinta sejati para Rasul Tuhan sebagaimana yang dialami Sri Murdiningsih dan anak-anaknya, Lala dan Andito, terhadap Irawan Muripto, tak sanggup kami katakan sebagai penyebab malapetaka di Sidoarjo, melainkan mendustakan Kerajaan Tuhan dan Surga-Nya secara langsung telah dilakukan oleh Irawan, orang yang amat dicintai Rasul-rasul Tuhan di Eden. Dan fitnahnya itu digunakan untuk membenarkan dirinya yang sedang berselingkuh dengan wanita-wanita lain. Dua keluarga pengikut Eden telah dilukai hatinya dan ditelantarkan karena mereka meyakini Eden. Kedua peristiwanya terjadi di Jawa Timur, Pandaan dan Sidoarjo. Demikian bila Kutukan Tuhan itu ingin dihubung-hubungkan dengan Pembalasan Tuhan terhadap penzaliman para Utusan-Nya dengan Kutukan-Nya di Jawa Timur. Anda semua kuberitahu tentang hal ini demi memahami masalah kekualatan dan demi dapat menilai harkat kerasulan dan kekeramatan Kerajaan Eden. Maka pelajarilah hal-hal yang dapat menimbulkan Kutukan Tuhan agar tak ada lagi yang tersalah semacam itu. Ketahuilah, takkan ada kutukan kalau tak ada kesalahan fatal terhadap para Rasul Tuhan. Malapetaka luapan lumpur di Porong-Sidoarjo itu sungguh aneh dan mengerikan. Misterinya adalah kutukan karena penzaliman terhadap Kerajaan-Nya dan penganiayaan dan pemfitnahan terhadap Rasul-Nya. Sebagaimana lumpur panas Sidoarjo itu meluap pertama kalinya adalah pada saat Lia Eden diajukan ke persidangan Pengadilan. Ketahuilah, tak ada jalan untuk mengatasi hal ini. Sudah tertutup semua jalan. Sia-sialah mencari penyebab dan menindak secara hukum orang-orang yang dianggap bersalah. Padahal kami sudah menjelaskan siapa-siapa yang bersalah sebenarnya. Bagaimana mungkin malapetaka sedahsyat itu bisa ditimpakan kesalahannya terhadap orang-orang yang mengebor mencari sumber minyak? Padahal kami menyatakan justru presidenlah yang paling utama wajib bertanggung jawab atas kekualatan ini, karena dialah pemimpin tertinggi di negeri ini. Wahai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, janjiku telah Anda sia-siakan. Surat-suratku tak Anda pedulikan. Tak langgeng jabatan Anda itu, tapi dosa-dosa kekualatan Anda kepada Tuhan sudah pasti kekal, karena manalah Anda sanggup membatalkan tulisan kami ini. Dan manalah Anda bisa menghapuskan nama Anda dari Risalah-risalah Kitab Suci yang sedang kami bakukan ini. Masih ada waktu untuk menghindar dari kefatalan dosa. Akui Kerajaan Eden dan bersumpahlah ikut mensucikan bangsamu. Dan patuhilah aku dan Tuhan. Setiap Tekanan Tuhan terhadap Anda, niscaya itu adalah bagian dari pelaksanaan Kutukan-Nya. Kami wajib membuka hal ini, demi menjadi pengalaman Ajaran Tuhan yang sedang diperagakan bagi umat manusia di zaman akhir ini. Bumi sudah bergetar, gempa-gempa sudah berdatangan, tsunami akan datang. Semua itu menyengsarakan rakyat Anda. Masihkah Anda mau meninggikan kedudukan Anda di atas Tahta Suci Kerajaan Tuhan? Sigaplah menanggapi pernyataan kami ini. Karena tenggang waktu kompromi dari Tuhan sudah hampir habis. Akuilah Kerajaan dan Surga Tuhan. Dan kami pun segera memulihkan keadaan. Semoga Anda tabah dan bersedia membahaskan risalah kami ini dalam jajaran kabinet Anda dan bangsa Anda. Taubat Nasional yang Anda selenggarakan telah diabaikan Tuhan, sebagaimana Anda telah menyaksikan sendiri tak ada pengurangan bencana-bencana apa pun setelahnya, bahkan yang terjadi lebih banyak dan lebih keras lagi. Akuilah itu! Kalau Taubat Nasional telah diabaikan Tuhan, apalagi yang bisa Anda lakukan? Hanya perhelatan Taubat Nasional yang mengindahkan Kerajaan Eden, Malaikat Jibril-Ruhul Kudus, dan pengagungan atas Surga Eden-lah yang dapat dikabulkan Tuhan. Berdoalah atas nama Kerajaan-Nya dan mohonlah ampun atas perlakuan bangsa dan Pemerintah Indonesia terhadap kami. Hanya itulah cara untuk mengurangi penderitaan bangsa Indonesia. Jangan tak mau mendengarkan kami. Tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi dan tsunami di Indonesia telah diributkan. Gejala-gejala yang ada itu sepadan dengan peringatan kami ini, padahal kami ini adalah Suara Tuhan. Berita dari CNN itu adalah hasil pemantauan Pacific Tsunami Warning Center Hawaii dan Japan Meteorological Agency. Walaupun ramalan itu tak berhasil terbukti, tapi tanda-tanda berikutnya akan digemakan kembali oleh mereka nantinya. Tapi peringatan kami ini memakai bahasa kekualatan yang dapat ditelaah melalui segala keadaan buruk yang sedang melanda Indonesia. Telah dinyatakan ada 13 gunung di negeri ini yang tiba-tiba menjadi aktif. Apa saja yang terberat dapat terjadi dari refleksi keaktifan 13 gunung di Indonesia. Saat kutulis risalah ini, Gunung Kelud telah siap meletus. Camkanlah hal itu. Jangan menjauhiku dan pura-pura tak tahu. Jadikan segala anjuranku dalam risalahku ini. Jangan salah tanggap lagi! Negara yang terkutuk tak bisa melakukan apa-apa karena harus tunduk pada Ketetapan Tuhan. Namun bila Anda bersedia mengakui Kerajaan Tuhan ini, kami akan membantu Anda memadamkan luapan lumpur panas di Porong-Sidoarjo. Percayalah, niscaya kami sanggup mengatasi hal itu. Karena bencana itu memang terhadirkan oleh karena Tuhan-lah yang ingin Kerajaan-Nya diakui. Bila Firman Tuhan bertanggapan dengan bencana alam yang terburuk yang dihebohkan dan yang telah mengakibatkan keputusasaan, bilamana lumpur Lapindo itu bisa dihentikan melalui Firman Tuhan juga, maka hal itu dimungkinkan dapat segera menyurutkan kerusuhan-kerusuhan dan kejahatan-kejahatan. Analoginya searah jarum jam kekuatan magis itu, takkan berbalik tanpa membatalkan Sumpah Tuhan. Namun apakah yang bisa membatalkan Sumpah-sumpah Tuhan yang telah diwahyukan-Nya dan telah tertulis? Tulah-tulah Sumpah Tuhan hanya bisa disurutkan juga hanya melalui sumpah, yaitu sumpah kenegaraan atas nama segenap bangsa Indonesia demi menyatakan taubat dan pengakuan atas kedaulatan Tahta Suci Kerajaan Eden di Negara Indonesia. Dan semua yang terlibat dalam penzaliman Eden dihukum oleh pemerintah atas Nama Tuhan. Dan apabila banjir lumpur panas di Porong-Sidoarjo itu tak terkendali dan telah menenggelamkan ribuan rumah penduduk, maka yang patut disalahkan itu adalah semua yang berwenang mengadili dan yang menghakimi Lia Eden. Karena Peringatan Tuhan tentang hal itu sudah dinyatakan-Nya dan justru ditujukan kepada Majelis Hakim dan Tim Jaksa Penuntut Umum yang sedang membacakan tuntutannya kepada Lia Eden pada tanggal 23 Juni 2006. Terlampir rekaman peristiwanya dalam VCD Eden. Dan tiadalah bencana buruk lumpur panas Sidoarjo itu bertepatan waktu awal semburannya yang justru terjadi pada saat masa awal-awal persidangan Lia Eden di bulan Mei 2006, kalau itu tak saling berkaitan secara langsung. Justru pada saat itu Jaksa Penuntut Umum menolak eksepsi Tim Penasihat Hukum Lia Eden, dan sebagai bukti keadaan itu terkait langsung, kami mempunyai dokumentasi bahwa sebelum Tuhan meluapkan lumpur itu, Tuhan telah memerintahkan pada saat itu Lia Eden dan komunitasnya memakai baju kabung kain hitam demi mendahului pernyataan perkabungan atas Kutukan Tuhan di Sidoarjo. Hari perkabungan itu tertanggal 2 Mei 2006. Hal tersebut sudah kami peringatkan melalui spanduk Eden yang terpampang pada setiap hari persidangan (foto terlampir). Spanduk itu berbunyi ‘Jibril Mengadili Penyidangan Lia Eden’. Maka inilah risalah pengadilan Mahkamah Allah sebagai tindak lanjut pernyataan kami pada spanduk di persidangan dahulu itu. Mana mungkin semua itu hanya kebetulan, kalau sesungguhnya keadaan luapan lumpur panas itu sudah kami peringatkan sebelum semuanya terlambat. Dan pula pada saat itu telah pula diperingatkan bahwa luapan lumpur itu akan menenggelamkan wilayah itu. Padahal waktu itu luapan lumpur baru saja terjadi, belum memperlihatkan dampak yang sebegitu berat sebagaimana kenyataan sekarang ini. Dan kami telah memberi nasihat bahwa sia-sialah upaya untuk memadamkan luapan lumpur itu, karenanya adalah lebih baik mengungsikan penduduk di sana sebelum kerugian menjadi lebih besar. Kalau nasihat kami itu diperturutkan tentu taklah akan terjadi kebingungan dan penderitaan berat sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Namun tersia-siakan nasihat baik kami itu. Segala nasihat yang diturunkan Tuhan, bilamana tak ditanggapi sebagaimana mestinya, maka Kutukan Tuhan pun terlaksana sebagaimana mestinya. Sungguh Tuhan itu Maha Kasih lagi Maha Pengampun. Namun bila Rahmat Pertolongan-Nya diabaikan, bangsa ini sendirilah yang dirugikan dan celaka. Setiap hari berita duka dari korban lumpur panas di Porong-Sidoarjo disiarkan media elektronik maupun media cetak. Tak ada yang mau bertanggung jawab sepenuhnya, padahal sungguh mudah untuk mengatasi hal itu. Bebaskan Lia Eden dan Komunitas Eden dari segala tekanan. Akui Kerajaan Eden, berdaulatkan Kerajaan Eden dalam hukum yang berlaku. Jadikan Kerajaan Eden sebagai wilayah Otoritas Tuhan yang tak dinaungi di bawah hukum Negara Indonesia sehingga tak ada kewenangan yang diatasnamakan di atas Nama Tuhan dan Kerajaan Eden. Dan akulah yang akan menanggulangi malapetaka itu. Tuhan telah bersumpah untuk memberikan ganti rugi kepada para korban lumpur Lapindo di Sidoarjo. Bilamana kami telah bersumpah untuk hal itu, alangkah berbahayanya bila Pemerintah Indonesia ini masih menganggap sepele pernyataan-pernyataanku ini dan Sumpah-sumpah Tuhan. Atas Nama Tuhan, jangan pernah menolak Rahmat Tuhan yang sudah dicantumkan dalam Sumpah-Nya. Sungguh! Semua peringatan kami di persidangan Lia Eden tentang hal itu terdokumentasi oleh Eden. Oleh karena itu, yang patut dituntut oleh warga yang mengalami musibah lumpur panas di Sidoarjo adalah semua yang terlibat menyidangkan Lia Eden, karena sesungguhnya kutukan itu datang menimpa disebabkan vonis pengadilan atas Lia Eden yang dimurkai Tuhan. Namun sebaliknya, bila kami nanti ternyata tak mampu menghentikan luapan lumpur Lapindo Brantas, berantaslah Komunitas Eden. Penjarakan mereka semua atau hukum mati mereka semuanya! Akankah bangsa Indonesia terus termangu-mangu menghadapi malapetaka lumpur panas itu selama-lamanya? Karena tiadalah itu akan padam kecuali bersedia memuliakan Kerajaan Tuhan dan bertaat kepadaku. Sungguh Kerajaan Tuhan dan Surga Eden tak ternilai oleh apa pun. Itu sebabnya Penekanan Tuhan atas hal itu pun juga berupa bencana yang dahsyat. Adalah lebih baik mengalah daripada terus-menerus menderita. Dan adalah lebih baik menggugat penguasa yang lalai dan tak melakukan upaya bantuan yang memadai dan pula tetap belum mau menyadari kekualatannya kepada Tuhan. Dan sungguh bangsa Indonesia ini wajib menuntut para pelapor dan penggugat terhadap Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman Eden serta semua pihak yang terlibat dalam penyidangan atas Eden, karena Kutukan Tuhan benar-benar berasal dari perbuatan mereka itu. Itulah sebabnya Tuhan menjanjikan kepada kamilah masalah penanggulangan luapan lumpur tersebut. Keanehan musibah lumpur panas di Sidoarjo tersebut niscaya mencengangkan dunia. Keanehan kedua kelak yang akan terlihat itu adalah Penanganan Tuhan atas Kutukan-Nya di sana. Dan tersembulnya Mukjizat Tuhan di tengah kesibukan hiruk-pikuk bencana di sana pun akan menarik perhatian dunia. Yang mana yang lebih bisa dipercaya, keterkutukan bangsa Indonesia atau kezalimannya diperbandingkan pada berita-berita muskil yang nyata di sana sebagai Tanggapan Tuhan yang memiliki Kerajaan Eden? Kedua-duanya akan tampil nyata, tapi yang satunya akan tampil keliru dan akan dihujat. Sungguh seluruh umat manusia dan seluruh bangsa-bangsa itu menyadari bahwa mereka semua membutuhkan kehadiran Kerajaan Tuhan dan Pertolongan-Nya pada saat ini. Maka jangan menahan eksistensi Kerajaan Tuhan. Sumpah-sumpah Tuhan demi pengukuhan Kerajaan dan Surga Eden telah lengkap dinyatakan-Nya. Maka yang akan terjadi itu hanyalah penekanan dari-Nya terhadap bangsa dan Pemerintah Indonesia. Sumpah-sumpah Tuhan untuk tujuan itu semuanya telah diwahyukan-Nya. Dan itu berarti tak ada lagi yang kami tunggu demi melaksanakan terobosan jalan menuju pengakuan atas Kerajaan dan Surga Eden oleh bangsa dan Pemerintah Indonesia sehingga segala andalan mukjizat Kerajaan Tuhan telah dapat terfungsikan. Amin. Demikian kami sampaikan. Semoga Kerajaan Tuhan ini tak lagi ditabukan membahaskannya. Sungguh kami berduka menyampaikan berita berat ini. Namun kami akan menepati janji membawakan Rahmat dan Pertolongan Tuhan. Amin. Jakarta, 23 Oktober 2007, pukul 14.50 WIB Ruhul Kudus |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev |
|---|