LE2-34-777






Risalah Surat Ruhul Kudus

Seandainya Kerajaan Tuhan Diakui 

Kutukan Tuhan yang tak bisa diredakan itu akan menjadikan semua orang di negeri ini terlalu menderita dan tak bisa bertahan dengan perilaku dosa-dosanya. Semua juga akan sadar bahwa takkan ada kebaikan sebelum menghentikan diri dari berbuat dosa. Kesadaran itu akan muncul tatkala semua pejabat dan lembaga tertinggi negara yang lalai dan yang berdosa mengalami Penghakiman Tuhan, dan kehidupan bernegara dan berbangsa pun mengalami carut-marut yang tak berkesudahan.

Jelas sangat berbeda kedaulatan Kerajaan Tuhan dengan pemerintah dari hasil pemilu yang curang dan yang diliputi kecurangan money politic. Kami tak mungkin curang dan kami resmi berasal dari Penunjukkan Tuhan. Sebagaimanapun kelak, pemimpin Pemerintah Indonesia tak perlu lagi melalui pemilu yang mahal ongkosnya tapi penuh kecurangan.

Setiap jabatan di negeri ini wajib dijabat oleh orang yang suci dan tak akan tergoda melakukan manipulasi ataupun korupsi, karena takut kepada Tuhan. Ketaatan pada Firman-firman Tuhan akan menahan kecurangan dalam bentuk apa pun. Kerajaan Tuhan menjamin kesejatian Firman-firman Tuhan dan menjamin Kutukan Tuhan terhadap setiap pelanggaran hukum, terutama terhadap pejabat yang berkewenangan.

Sejak kemurnian kesucian Eden sudah kami perjelas dengan pemberdayaan Mukjizat-mukjizat-Nya atas nama Eden, demikian terlihat Rahmat Tuhan atasnya maupun melalui kekeramatan dan tulah-tulahnya. Semua orang di negeri ini pun akan sibuk mengikuti langkah Komunitas Eden. Siapa yang tak ingin suci setelah itu? Karena siapa pun yang telah suci di Eden telah terlihat sebagai orang-orang yang penuh rahmat dan termulia. Mukjizat-mukjizat Tuhan untuk memperbaiki keadaan dunia sudah terlaksana menyeluruh. Dan semua orang di dunia ini pun sudah menaruh perhatian penuh kepada Firman-firman Tuhan yang turun di hadapan mereka.

Maka siapa lagi yang merasa masih bisa mengelabukan kejahatannya di Hadapan Tuhan yang sedang aktif menghakimi semua dosa-dosa dan reaktif memberi Petunjuk-petunjuk-Nya? Maka semua orang di dunia ini akan beranggapan bahwa celakalah mereka yang tak mau mendengar. Maka ramailah orang-orang yang ingin disucikan dan ingin menebus dosanya di Eden. Begitulah mereka semua yang ingin menebus dosa-dosanya. Tuhan mengikhtiarkan sistem penebusan dosa itu sesuai dengan sistem hukum yang berlaku di dalam pemerintahan.       

Tuhan akan memberdayakan kantor polisi dan KPK untuk pelaporan dosa-dosa kriminal dan korupsi yang diakui sendiri. Dengan sendirinya, orang-orang yang menyadari dirinya pernah melakukan tindak kriminal atau korupsi, walaupun tak ketahuan, diwajibkan melaporkan kesalahannya itu ke polisi dan KPK. Persyaratan itu diwajibkan sebagai Tuntutan Tuhan bila seseorang ingin mengabdi kepada-Nya di Eden atau menjadi pejabat publik yang direstui Tuhan. Dan dia pun diwajibkan bersumpah takkan pernah melakukan dosa apa pun lagi dan bersumpah bertaat mutlak hanya kepada Tuhan, dan bersedia disucikan dosa-dosanya oleh Tuhan. Dengan cara demikian, semua pejabat publik yang direstui Tuhan terjamin suci dan penuh tanggung jawab, adil dan jujur. Maka terhapuslah kebiasaan korupsi di kalangan pejabat, karena uang haram sekecil apa pun yang dikorup oleh mereka itu akan menyakitkan diri mereka sendiri dan keluarganya. Demikian bila ketahuan, mereka terpaksa menanggung malu karena menghadapi sanksi pemotongan jari tangan. Demikian bila Kerajaan Eden sudah diakui. Dan percayalah tak ada yang luput dari pengamatan Tuhan.

Setinggi-tinggi tupai melompat, lebih tinggi tipu muslihat para pejabat yang korupsi. Tapi niscaya mereka selalu terjerembab oleh siasat kami. Aku selalu pandai mengatur siasat memusnahkan pejabat-pejabat yang korup hingga ke tingkat Ketua RT-RW.

Kerajaan Tuhan itu seluas bumi dan langitnya, bukanlah secuil lahan di Jalan Mahoni 30 dan bukan pula seluas negeri ini. Kerajaan Tuhan itu berada di bumi yang luas tanpa berhala-berhala.

Saat Kerajaan dan Surga Eden itu mau diakui dan terbakukan, maka segenap Rahmat Tuhan atasnya tercurah ke bumi, menjadi rahmat bagi segenap umat manusia di seluruh dunia. Akan tetapi, Kerajaan Tuhan yang berdomisili di Negeri Indonesia inilah yang menjadi pusat Firman-firman Tuhan yang sedang turun dan pengarahan pelaksanaan Amanat-amanat-Nya.

Konsensus perdamaian dunialah yang diprioritaskan Tuhan. Ancaman perang nuklir diatasi dengan memperlihatkan Laknat Tuhan terhadap semua pemilik senjata nuklir, karena senjata nuklir itu harus dimusnahkan. Maka bangsa-bangsa yang mengandalkan nuklirnya, justru kekuasaan dan kekuatan negaranya akan dilucuti Tuhan dengan berbagai cara. Tapi kamilah yang mengumumkan bahwa Tuhan itu amat membenci senjata nuklir. Maka siapa-siapa yang terlebih dahulu memberdayakan senjata nuklirnya, bangsa mereka sendirilah yang menanggung akibatnya. Tuhan melaknat mereka.   
 
Dunia bergoncang tatkala mendengar berita dari Tuhan perihal Penghapusan Semua Agama dan pernyataan kehadiran Kerajaan Eden. Seberapapun dikhawatirkan dampak berita besar itu, atas Kehendak Tuhan, insya Allah takkan ada kekuatan amarah dan kebencian yang akan bergejolak. Karena jauh sebelum masanya itu, Tuhan memperhitungkan segalanya dengan cermat untuk mengatasi segala bahaya. Ketentraman yang dituju Tuhan justru menjadikan-Nya sengaja meredam segala gejolak penolakan atas Fatwa-Nya tersebut. Seberapapun gejolak kegeraman orang-orang yang dengan sengaja ingin menyulut reaksi masyarakat untuk mengadili Lia Eden dan komunitasnya, itu takkan berjalan seberapa pun diupayakan, karena keengganan massa menjadi kualat. Dan pula karena masyarakat sudah bosan dengan aksi anarkisme, apalagi Tuhan akan memberdayakan mukjizat Eden selepas Maklumat-Nya tentang ‘Penghapusan Semua Agama-agama’ telah tersebar. Karena hanyalah Dia yang sanggup mengayomi Eden dari segala bahaya yang mengancam mereka.  

Situasi dunialah yang sedang menghendaki Fatwa Tuhan terhadirkan, sehingga Kebijakan Tuhan tersebut dirasakan sebagai tuangan air sejuk di atas bumi yang membara. Dan prospek kemarahan diantisipasi melalui kekeramatan Sumpah-sumpah Tuhan.

Sejumlah orang-orang yang pernah menzalimi Kerajaan Eden mengalami keterkutukan yang parah. Dan kenyataan itu akan menahan semua orang melakukan tindak kekerasan terhadap Eden. Dan isi Sumpah-sumpah Tuhan pun bereaksi cepat menguasai keadaan.

Masyarakat dilibatkan mencermati isi Sumpah-sumpah Tuhan, sehingga hal itu akan meredakan goncangan keras, dan manusia pun menjadi takut terkena tulah kekeramatan Sumpah-sumpah Tuhan, dan mereka pun menghindari melakukan dosa dan tersalah. Konflik-konflik pun mereda. Semua dihantui kesalahan masing-masing, karena sudah bisa diyakini bahwa Tuhan memang sedang bereaksi nyata atas segala kesalahan dan kejahatan.  

Ketika dunia sudah mendengar Fatwa-Nya tentang Penghapusan Semua Agama, dunia pun berpaling 180 derajat. Kaum teroris terlampaui visinya. Terorisme di dunia tersungkur. Tak guna lagi akal teroris ketika semua agama dihapuskan Tuhan. Bagaimana mau tak percaya atas berita itu kalau Tuhan memberitakan Wahyu-wahyu-Nya dan keberadaan Kerajaan serta Surga-Nya melalui seluruh saluran teknologi informasi secara langsung. Keadaan dunia segera akan berbalik. Berita-berita besar tentang Kerajaan Tuhan mendunia. Dengan sendirinya pengagungan atas Kerajaan-Nya akan segera menyudahi peperangan dan permusuhan agama. 

Teroris menjadi payah untuk melanjutkan aksinya. Mereka seperti benang kusut yang dibuang ke laut. Sebaliknya, hegemoni Amerika ditiadakan, ditundukkan oleh Kerajaan Tuhan. PBB yang kurang adil dieliminasi Tuhan. Karena prospek perdamaian dunia yang diprakarsai Tuhan, berbeda cara dengan program perdamaian yang diusung PBB. Otoritas Tuhan tak bisa disekutukan dengan otoritas PBB. Karena siapa lagi yang mau berkiblat ke PBB yang selalu didikte oleh Amerika. Padahal Kerajaan Tuhan niscaya adil dan dapat diharapkan memakmurkan seluruh bangsa dan negara-negara secara adil tanpa kecuali, dan dapat memberikan keselamatan dunia dan akhirat.

Demikianlah Kerajaan Tuhan itu bukan sekedar ajaran agama dan Kitab Suci yang memberi keselamatan dan pencerahan jiwa dan rohani, melainkan adalah penyelamatan secara langsung dari Tuhan sendiri. Dan segala yang terkandung di dalam pelaksanaan Amanat-amanat-Nya secara langsung dirasakan sebagai pencerahan iman, jiwa dan rohani yang ternikmat, karena Kuasa Tuhan atasnya langsung terekspresikan, sehingga siapa pun akan merasa bahagia dan secara rohani amat terpuaskan. Sudilah melihat penjelasanku ini sebagai rahmat perdamaian yang tak mungkin dapat diperoleh dari manapun.  

Namun demikian kesucian Surga Eden dan Kerajaan Eden hendaklah dipastikan terjamin oleh penduduk negeri ini. Tanpa itu, takkan dapat diharapkan Kerajaan dan Surga Eden itu ditepati Tuhan sebagaimana mestinya. Masih selalu saja akan ada kendala-kendala yang menjadi derita demi pensucian. Namun bila Kerajaan dan Surga-Nya itu sudah dinyatakan baku oleh Sumpah-sumpah-Nya, tak ada lagi yang harus diperbuat melainkan mensucikan seluruh bangsa dan negeri ini. Awalnya terkutuk sehingga dapat dipastikan semuanya menjadi jera dan berhasil disucikan. Jadi, dari suatu kurun waktu, bangsa Indonesia itu menjadi sangat menderita wajib menjadi suci.

Malapetaka-malapetaka itu menyurut sesuai dengan kesanggupan bangsa dan Pemerintah Indonesia mencapai tahapan kesuciannya. Semua hal yang terkait dengan pemulihan dan perbaikan dan kemujuran, selalu dipertegas melalui hasil kesucian bangsa dan Pemerintah Indonesia. Jadi tak serta-merta semuanya berubah hanya oleh Keinginan Baik Tuhan. Akan tetapi, kesucian bangsa adalah lebih pokok. Harus didahului dengan pertaubatan, kemudian jaminan bersedia menjaga kesucian. 

Sesungguhnya, seluruh bangsa ini mendambakan penegakan hukum dan Pertolongan Tuhan. Kamilah yang dapat menjaminkan hal itu. Bilamana kami tak sanggup membuktikan hal itu, bangsa Indonesia wajib menindak Komunitas Eden dan Lia Eden yang telah menipu seluruh bangsa Indonesia.

Adapun pernyataanku ini mungkin tak diyakini, karena keadaan itu sudah sedemikian kritisnya dan tak ada harapan. Dan memang fenomena nabi-nabi palsu itu banyak terjadi. Akan tetapi aku berjanji, kami pasti sanggup memutus mata rantai kebobrokan ini.

Tidakkah Anda semua itu jenuh dengan kerusuhan-kerusuhan massal dan demonstrasi-demonstrasi rusuh yang tak berujung, dan sosok kebrutalan premanisme? Takkan terjadi lagi hiruk pikuk demonstrasi atau pemogokan massal apabila semuanya terjamin bersih dari kecurangan. Rakyat ditenangkan melalui harapannya yang pasti dipenuhi Tuhan secara adil. Dan premanisme ditindak langsung oleh Tuhan.

Hukuman potong tangan bagi pencuri adalah Hukum Tuhan yang tak terlaksana karena dianggap kesadisan, tak manusiawi. Tak ada yang sanggup mengikutinya. Padahal bila pencuri dihukum potong tangan atau jarinya, niscaya takkan terjadi dosa-dosa korupsi sepesat sekarang ini.

Akan tetapi di Hari Penghakiman ini, banyak jari atau tangan yang terpotong oleh kecelakaan yang disengaja oleh Tuhan bagi mereka yang harus mengalaminya, demi menyatakan Pembalasan-Nya. Ketetapan Tuhan atas setiap dosa terlaksana dalam peristiwa-peristiwa musibah massal. Tak ada celaka yang menimpa seseorang bukan karena dosa-dosanya. Akan tetapi, Tuhan akan memberlakukan hukuman pemotongan jari tangan atas koruptor dan pencuri dan pelaku pungli serta penyuapan.

Keadaan negeri ini akan ramai sekali, didatangi seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dan Kerajaan dan Surga Eden nan suci harus terjamin kesuciannya oleh masyarakat Indonesia. Dan untuk itu, masyarakat Indonesia wajib suci dan setia serta patuh kepada Tuhan. Dan karenanya Tuhan memberlakukan undang-undang hukum pemotongan jari tangan bagi pencuri dan koruptor dan penyuapnya sekaligus. Sekali hukum itu diberlakukan, maka itu akan menghentak dan dapat mengatasi masalah kejahatan. Untuk itu diperlukan algojo-algojo pemotong jari tangan. Maka tentu takkan ada yang sanggup melakukannya kalaulah tak diberlakukan sebagai undang-undang yang harus dipatuhi dan dilaksanakan atas perintah langsung dari Tuhan sendiri. 

Akan tetapi dalam perbandingan dengan wawasan hukuman mati, sesungguhnya hukuman mati itu lebih berat. Tapi nyatanya sampai saat ini eksekusi hukuman mati itu masih berlaku. Jadi menurut kami hukuman potong jari tangan itu memadai sebagai hukuman yang patut dilaksanakan. Seandainya hukum pemotongan jari tangan itu diberdayakan, banyak kejahatan dapat disurutkan.

Dosa-dosa mafia peradilan itu patut dihukumkan dengan hukuman pemotongan jari tangan. Kalau itu terlaksana, takkan ada lagi pejabat yang berani korupsi dan suka disuap. Demikianpun itu dapat menghapuskan kebiasaan pungli. Sungguh Tuhan akan memberlakukan hukuman semacam itu untuk mengendalikan kejahatan korupsi, pungli, dan penyuapan.

Menggeliatnya hukum konvensional takkan menuai protes, karena itu sudah merupakan kebijakan Hukum Tuhan. Niscaya kebijakan hukum Tuhan itu bertahan dan terlaksana karena Tuhan akan mempersiapkan keadaan itu dengan seksama. Dimulai dengan Fatwa-Nya ini dimaklumatkan, pada saat semua orang sedang terkesima melihat kenyataan Murka-Nya. Menyadari akan Kemurkaan-Nya yang dahsyat ini, mau tak mau umat manusia bersedia mematuhi ketentuan Hukum-Nya. Terdapat sungguh banyak korban musibah kecelakaan dan korban kebakaran serta korban malapetaka. Murka Tuhan sejalan dengan tingginya lonjakan kejahatan dan korupsi. Dan Tuhan reaktif membongkar semua itu, sehingga berita malapetaka dan pembongkaran dosa dan berita penghakiman begitu riuh. Dan semua itu mengejutkan dan memprihatinkan seluruh bangsa Indonesia. Tapi semua orang juga takut dan mengharapkan keadaan ini dapat berubah.

Oleh karena keterdesakan itu, segala Keinginan Tuhan demi perbaikan keadaan niscaya dapat dimaklumi. Penghakiman Tuhan berlaku surut karena semua hal akan terbongkar. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa dosa-dosa masa lampau akan didiamkan Tuhan. Mereka yang dosa korupsinya tak terbongkar karena berhasil terputuskan mata rantai jejaknya, tidaklah Tuhan itu kehilangan akal untuk menghukumnya. Harta mereka digerogoti oleh penyakit atau kepailitan.      


Di balik kenyataan, algojo-algojo Neraka bekerja sesuai dengan cantuman catatan dosa dan patuh kepada Pasal-pasal Hukum Tuhan. Para iblislah algojo-algojo Neraka itu dan mereka patuh terhadap semua Pasal Hukum Tuhan. Merekalah yang menghadirkan kendala-kendala sehingga menjadi kecelakaan dan aneka musibah. Dan malaikatlah yang mencatat dosa-dosa itu. Demikian kujelaskan proses penghakiman. Takkan pernah kadaluwarsa catatan dosa-dosa itu. Pahamilah!    

Setiap masalah yang dihadapkan kepada Kerajaan Eden mendapat perhatian dari Tuhan. Diutamakan mereka yang terhimpit masalah dan tak berdaya mengatasinya. Tuhan mensucikan mereka, namun memberi mereka petunjuk dan pertolongan. Tiadalah Rahmat Tuhan dapat diraih kecuali dengan perjanjian menjadi suci dan benar. Setiap harapan hanya dipenuhi melalui pensucian diri. Takkan longgar peraturan itu sebagai keniscayaan. 

Setiap kejahatan perorangan maupun sindikat akan terbongkar dan diadili seketika oleh Tuhan. Semua itu terlihat seperti penghakiman massa atau keterbongkaran dosa melalui kekhianatan atau pembalasan dendam dan amarah. Ramai-ramai orang membongkar dosa orang lain demi keselamatannya, atau demi dendamnya. Dosa memang mempermalukan. Coba bayangkan, betapa banyaknya orang-orang penting yang dipermalukan oleh pengakuan Rokhmin Dahuri. Layak itu kami contohkan sebagai Cara Kerja Tuhan dalam pembongkaran dosa-dosa.

Sungguh amuk massa itu kini gampang tersulut. Siapa-siapa yang semena-mena melakukan kecurangan atau kejahatan, tunggulah massa menghakimi, atau mereka akan tertimpa kecelakaan yang dibuat Tuhan. Tak terbilang kecelakaan dan musibah yang menimpa masyarakat. Itulah kenyataan Pengadilan Tuhan. Demikian bila telah sanggup memahami Hari Pengadilan Tuhan. Maka penjahat-penjahat tak sanggup meneruskan peranannya. Namun yang putus asa menderita atau tertimpa ketidakadilan, mau tak mau mensucikan dirinya demi memperoleh Rahmat Pertolongan Tuhan. Yang sadar dan bertaubat akan semakin banyak dengan sendirinya. Para penjahat akan jera dengan terpaksa. Demikian kugambarkan peranan Kerajaan Eden.

Semua yang berkewenangan yang direstui Tuhan, insya Allah dapat dipercaya. Karena kami mengumumkan Peringatan-peringatan Tuhan dan membuktikan secara jelas dan tuntas segenap Hukuman-Nya atas setiap kesalahan/kejahatan dengan seketika.

Andaikan pemilu-pemilu yang lalu itu mengecewakan karena telah punah rasa kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu, maka adalah lebih baik para pejabat tinggi negara dan para wakil rakyat itu terpilih melalui Seleksi Tuhan Yang Maha Benar. Tentulah presiden dan wakil presiden, dan para pejabat tinggi negara yang dipilih Tuhan tetap berasal dari usulan rakyat, namun Tuhan-lah yang menyebutkan siapa-siapa yang dipilih oleh-Nya. Semua terlangsungkan secara alami, karena tak ada pos-pos Kerajaan Tuhan yang mengutip imbalan apa pun. Tak mungkin ditempuh dengan cara apa pun selain cara yang sewajarnya. Tak mungkin ada penyogokan apa pun karena semakin terlibat dengan money politic, semakin tak mungkin menang. Tuhan pasti memberi kendala terhadap mereka yang melakukannya. Percayalah!

Proses pemilu terlangsungkan di bawah pengawasan para malaikat, jadi jarang orang yang bisa berhasil melalui cara pengelabuan atau dengan cara money politic. Pemilu-pemilu yang akan datang konkrit semakin tidak mudah. Kecurangan-kecurangan semakin disoroti publik, karena masyarakat sudah tak mau lagi memperoleh wakil rakyat yang kualitasnya serendah dulu. Selain itu pun rakyat sudah semakin tak suka dengan pemerintah. Menginginkan penyegaran tapi tak memungkinkan karena tak tahu cara mencapainya.

Dalam keadaan seperti itu, Kerajaan Tuhan sudah semakin bergaung secara alami. Betapa pun ketika tak ada pilihan yang lebih baik, isi risalah Ruhul Kudus dan Sumpah-sumpah Tuhan yang kami sodorkan ini akan mendapatkan perhatian lebih baik dan lebih serius daripada sebelum-sebelumnya, karena semua orang sudah kepayahan mencari pemimpin yang benar. Risalah kami yang terkini sudah memuat Sumpah-sumpah Tuhan yang niscaya memberikan keberhasilan. Seperti mendirikan tonggak beton, takkan patah walau masih sebatang. Tapi orang sudah menandainya. Tapi Kerajaan Tuhan adalah Kerajaan Tuhan, yang selalu dapat berhasil tanpa dapat diduga-duga bagaimana caranya.

Seyogyanya semua orang tahu bahwa kalau Tuhan berprakarsa senantiasa sempurna, dan kokoh, dan diliputi kesucian murni. Kalau itu batasannya, maka seluruh pendukung untuk Kerajaan-Nya itu pastilah tak tertandingkan. Sebab itu pensucian Komunitas Eden dirasakan terlalu berat. Demikianpun pensucian bangsa Indonesia. Sebab itu sejak awal kuhadapkan Persyaratan-persyaratan Tuhan yang berat itu sehingga bisa dipahami. Pensucian bangsa Indonesia bak mengubur segala dosa-dosa.  

Sungguh berbeda pelaksanaan pemilu itu tatkala Kerajaan Tuhan sudah dieksiskan oleh-Nya. Pemilu dan pilkada menjadi urusan langsung Tuhan. Maka siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin negara, niscaya terjamin adil dan bersih, karena Tuhan mewajibkannya bersuci dan dapat diandalkan keadilannya. Namun jangan berani mencalonkan diri kalau tak sanggup menghadapi Pensucian Tuhan, karena Pensucian Tuhan segera akan meliputi orang-orang yang mencalonkan diri, tak mungkin dapat dihindarkan. Ketulusan dan keinginan bersih selalu menghasilkan ketegaran. Dan kesucian menghasilkan kemenangan. 

Saat ini sedang diramaikan keinginan sebagian masyarakat yang menginginkan pemimpin calon presiden atau gubernur/pejabat tinggi dari golongan independen. Kelak Tuhan akan memenuhi tuntutan semacam itu. Tuhan menyeleksi orang-orang yang dapat dipercaya dan yang bertanggung jawab dari masyarakat yang disucikan-Nya. Daripadanya dapat muncul calon pejabat dari golongan independen. Semua orang akan menengok kepada tokoh yang direstui Tuhan. Pastilah! Tapi itu segera dapat mengubah haluan politik dan menyederhanakan proses pemilu. Semoga para pembesar negeri ini mau segera menyelamatkan diri dari segala kerumitan yang memaksanya melakukan dosa, sehingga sejak dini sudah banyak tersedia calon-calon pemimpin negara dari golongan independen yang diberkati Tuhan.

Partai-partai politik itu memang membingungkan, terlalu dihantui intrik politik, dan tak bisa dipercaya. Keadaan semacam itu hanya menguras uang dan harapan serta kepercayaan yang pada akhirnya jadi pun tak bermutu. Janji-janjinya kepada rakyat tak mudah dipenuhi. Janji-janji yang terdesak oleh ambisi suka seadanya diucapkan. Kalau tagihan janji sudah mendesak, terpaksa korupsi atau tak peduli. Kebohongan publik di waktu kampanye telah membosankan. Partai-partai pun kelak akan menyurut dengan sendirinya, karena siapa yang akan memboyong aspirasi yang lain selain kesucian demi keselarasan dengan Keinginan Tuhan?

 

Kelak kondisi dunia perpolitikan sudah berubah kiblat. Persaingan partai menjadi tak ada gunanya. Untuk apa bersaing kalau harus suci. Kesucian pejabat yang terpilih oleh Tuhan tak bisa disodorkan melalui pilihan partai-partai Pokrol Bambu, karena manalah kesucian seseorang itu dapat dijamin oleh partai. Takkan diusung oleh partai-partai orang-orang yang jelas ketahuan banyak dosanya walau berduit dan berpengaruh sekalipun. Sudah akan berlalu zaman keemasan tokoh-tokoh penting yang korup, sehingga dapat membayar pengaruhnya. Kesadaran partai-partai ingin kugugah melalui penjelasanku ini agar tak berpayah-payah mengusung nama yang takkan terpakai oleh Tuhan. Kuberikan sebuah nasihat bagi partai-partai bahwa biasanya Tuhan memilih orang-orang penting itu dari kebersahajaan dan kejujuran. Seperti seorang Mukti Ali, mantan Menteri Agama Republik Indonesia. Demikian almarhum kucontohkan. Jangan tak peduli dengan nasihatku ini, karena saat pemilu yang akan datang, Tuhan sudah akan memperlihatkan Reaksi-reaksi-Nya dengan gamblang.

Bila Kerajaan Tuhan bersedia diakui oleh bangsa dan Pemerintah Indonesia, kesakralan dan kekeramatannya akan membuktikan diri. Secara ketat Tuhan akan memberlakukan Hukum dan Undang-undang-Nya, sehingga semua orang sadar tak ada lagi cara-cara curang yang sanggup berhasil. Siapa yang bisa memanipulasi dan siapa yang bisa munafik di Hadapan Tuhan? Setiap janji harus dipenuhi.

Hukum dan undang-undang negara dipatuhi secara mutlak oleh seluruh warga negara, tak terkecuali. Pelanggar hukum langsung diadili Tuhan di tempatnya masing-masing. Maka takkan ada lagi pelanggaran hukum dan penyuapan/korupsi karena kejeraan pasti tercapai. Dan itu secara langsung menghabisi mafia peradilan dengan tuntas. Dan kelak negara pun tak memerlukan penjara lagi. Semua kejahatan tertangani secara tuntas oleh Tangan Tuhan sendiri di alamatnya masing-masing. Surga itu sesungguhnya berada di sebuah negara yang suci, dan itu ditandai dengan negara tanpa penjara.

Sistem yang berbalik menguras dosa-dosa sampai semuanya tersembul dan diadili. Dosa-dosa peradilan berbalik memenjarakan para hakim, jaksa, polisi, TNI, pengacara dan semua oknum peradilan dan petugas penjara. Tuhan paling membenci petugas hukum yang menjual hukum dan keadilan. Itu adalah dosa yang paling buruk dan menjijikkan. Oleh karena itu, aku memprioritaskan menghakimi mereka. Aneh bila melihat mereka semua itu berada dalam penjara. Tapi percayalah semua itu akan terjadi. Itu janjiku!

Semua sumpah jabatan dan sumpah di persidangan diberdayakan kekeramatannya secara lugas dan berbalas seketika. Hal ini jangan diragukan! Karena bangsa dan negeri ini wajib suci dan tak ada pilihan lain.

Kalau wajib suci itu telah kami canangkan, jangan lagi menganggap kejahatan bisa dikelabukan. Pembongkaran kejahatan pasti lebih tak disukai dan mempermalukan. Padahal, niscaya Tuhan selalu sanggup membongkar dosa-dosa sampai ke akar-akarnya. Jangan lupa pada janjiku ini! 

Segala penderitaan akan disudahi setelahnya. Serangan-serangan penyakit dan serangan hama disurutkan. Kekebalan virus dicairkan dan dipertemukan dengan obat-obatan yang mujarab dan menghandalkan ilmu para ahlinya.

Malapetaka surut dengan sendirinya. Perekonomian dikuatkan dan semua bangsat-bangsat perekonomian dijerat hukum tanpa bisa dihindarkan oleh mereka, seberapa pun pengupayaan pengelabuannya dan ke manapun mereka kaburnya.

 
< Prev   Next >
Donwload Risalah Ruhul Kudus   
Download PDF