LE2-34-777






Risalah Surat Ruhul Kudus

Kerajaan Eden dan Surga Eden
Terjamin oleh Sumpah-sumpah Tuhan Yang Maha Keramat 

Adapun itu juga berarti sahlah aku dan Lia Eden atas penobatan Tahta Suci Kerajaan Eden yang sudah berlaku dan dipatuhi segenap malaikat dan jin, serta iblis sekalipun. Dan setelah tergenapi Sumpah-sumpah Tuhan atas Kerajaan dan Surga Eden, tiadalah umat manusia diperbolehkan mengingkarinya lagi. Karena manalah ada mahluk di dunia ini yang sanggup mengatasnamakan Sumpah-sumpah Tuhan yang maha keramat, sebagaimana yang kami lakukan pada saat ini. Tak seorang pun yang sanggup membawa Sumpah Tuhan itu ke hadapan umat manusia tanpa Restu Tuhan. Terlalu berat risiko tulahnya, tak tertanggungkan!

Apa pun Sumpah-sumpah Tuhan itu, harus diyakini. Karena kalau itu tak diyakini, tulah-tulah Sumpah Tuhan sanggup membenamkan negeri ini ke dalam laut. Jangan tak percaya pada ancaman kami ini!

Kedudukan kami telah dibakukan dan disahkan secara Hukum Tuhan. Segala hal yang berkenaan dengan Kerajaan Eden dan Surga Eden telah terbakukan oleh Sumpah-sumpah Tuhan yang lengkap, tak dapat lagi surut oleh apa pun. Bahkan kekuatannya sebagai kekuatan yang terkuat meliputi langit dan bumi, dan tak bisa diingkari.

Sumpah-sumpah Tuhan yang sudah terhadirkan dapat menguasai keadaan, seberapa pun buruknya ataupun kondisi kesulitannya. Oleh karena itu, setiap upaya penumpasan kejahatan oleh Kerajaan Tuhan niscaya berhasil. Demikianpun upaya perubahan keadaan untuk perbaikan dan kemaslahatan dapat berhasil, dan keadilan kami pun merujuk kepada Kemahaadilan Tuhan.

Doa kami amat makbul dan bermanfaat. Takkan ada kecurangan, ketidakadilan ataupun manipulasi dalam setiap ketetapan maupun saran kami. Kami juga dapat mengendalikan keadaan yang tak suka berkompromi dengan persyaratan-persyaratan kami yang dianggap sulit, atau tak sanggup diadakan, karena persyaratan kami selalu terpulang kepada segala azas kemurnian. Sehingga apa pun yang tampil menjadi kendala kami, niscaya akan mengalami kegagalan atau kehancuran.

Dan sia-sia ketidakpercayaan Anda terhadap Niat Baik Tuhan ini. Dan sia-sialah segenap upaya yang bermaksud meniadakan eksistensi kami ini. Karena kehancuran negeri ini tak lain karena perbuatan mereka yang tak menginginkan kami.

Dan sudah tampil secara terbuka kesalahan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan ketuanya, Bagir Manan, sebagaimana fatwa Mahkamah Agung yang aneh dan di luar akal dalam kasus persengketaan tanah di Meruya Selatan, dan kasus penyuapan terhadap Ketua Mahkamah Agung oleh pengacara Probosutedjo, Harini Wiyoso. Dan tatkala Mahkamah Agung berperkara dengan Badan Pemeriksa Keuangan, rusak dan hancurlah sistem hukum antar kelembagaan. Semua orang menginginkan Pemerintah Indonesia menegakkan hukum dan menepati janji-janjinya, padahal lembaga hukum yang tertinggi saja korup.

Korupsi di tubuh Mahkamah Agung memang dapat dipersoalkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Saatnya Mahkamah Agung memperjuangkan dirinya, menghindari Penghakiman Tuhan atasnya. Sayangnya keprihatinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memusnahkan kesempatan untuk membongkar secara keseluruhan dosa-dosa mafia peradilan dari tingkat teratas. Karena bila peristiwa itu dijadikan tonggak perbaikan secara menyeluruh, kiranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat berhasil menghadapi belantara kejahatan mafia peradilan dengan sekali pukul. Tiadanya kesempatan bagi Mahkamah Agung untuk membela dirinya, jadilah ini sebagai alasan untuk menghakimi semua hakim yang suka menerima suap, berikut seluruh aparat hukum yang terkait. Kalau Bagir Manan itu hanya dipensiunkan atau dicopot dari jabatannya, lain kali masih akan ada lagi ‘Bagir Manan-Bagir Manan’ baru yang dimungkinkan sama-sama menyukai suap, dan mutu Mahkamah Agung akan tetap seperti itu.
 
Tentu sulit memperkarakan Bagir Manan. Karena siapa hakim yang lebih berkewenangan darinya, dan siapa yang lebih unggul daripadanya? Itulah sebabnya lebih disukai jalan kompromi. Tapi di balik itu, sungguh ironis nasib perguruan-perguruan tinggi Fakultas Hukum yang takkan lagi dapat menentukan pijakan ajaran hukum. Dan sia-sialah upaya penegakan hukum. Dan tata hukum tak lagi dapat menentramkan rakyat. Keadilan takkan dapat tercapai. Suap-menyuap di peradilan pun semakin tak terkendali. Siapa yang bersalah? Tentu sikap kompromi atas masalah Mahkamah Agung.

Semua orang di negeri ini menantikan penindakan tegas terhadap para pelaksana hukum di negeri ini. Karena di kalangan merekalah yang saat ini justru penuh korupsi, dan mereka itu sendiri yang mengkhianati hukum. Dan tak ada yang dapat menindak karena mereka berada dalam posisi jabatan sebagai pejabat penegak hukum. Hukum itu kini sudah terbolak-balik.

Sumpah Tuhan tentang penegakan Mahkamah Agung-Nya di sini sudah dinyatakan-Nya. Dan itu berarti akan ada Undang-undang dan Peraturan Hukum Tuhan yang mutakhir, yang diwahyukan-Nya, demi membenahi segala masalah mutakhir yang belum pernah tercantumkan dalam Hukum-hukum-Nya di masa lampau, oleh karena keadaan peradaban dan perilaku umat manusia belum semultikompleks seperti keadaan pada saat ini.

Kejahatan umat manusia sekarang ini sudah keterlaluan dan berlapis-lapis. Ketentuan Tuhan atas pasal-pasal hukumnya belum dapat dicantumkan di dalam Kitab-kitab Suci yang terdahulu secara rinci, tersurat. Maklumlah pada zaman Rasul-rasul dahulu, kejahatan itu belum seberat dosa umat manusia pada saat ini.

Setiap Kebijakan Hukum Tuhan akan tertuang melalui peristiwa-peristiwa pelanggaran hukum yang sarat disoroti. Baiklah kubayangkan kepada umat manusia, betapa kesalahan Ketua Mahkamah Agung, Bagir Manan. Dalam Pertimbangan Tuhan, dia itu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kebingungan semua orang di negeri ini yang mencari kebenaran hukum, karena dia adalah tokoh paling terkemuka, yang paling tinggi kewenangannya, tapi telah mengelabukan hukum untuk kepentingannya. Karena itu Tuhan menjadikan pula kasus Bagir Manan untuk membuka jalan bagi kehadiran Mahkamah Agung Tuhan.    

Sungguh sudah terbuka berbagai kesalahan besar Mahkamah Agung. Namun kesalahan fatalnya justru adalah penolakan kasasi Lia Eden. Maka tak berguna lagi mengagungkan fatwa-fatwa Mahkamah Agung Republik Indonesia, selayak Tuhan menghadirkan selalu ketidakmapanan fatwa-fatwa Mahkamah Agung. Dan Indonesia segera mengalami keruntuhan hukum.

Setelah Fatwa-fatwa Mahkamah Agung Tuhan tersebar dan menjadi perhatian semua orang di dunia, terjadilah pengakuratan Peraturan dan Undang-undang Hukum Tuhan secara kelembagaan. Menjadilah rujukan untuk merekonstruksi ketentuan-ketentuan hukum yang dilematis dan yang mengalami kebuntuan.

Banyak hal di dunia ini yang telah membuat hukum itu terbolak-balik. Terhadap jihad teroris, sebagian orang menganggap hal itu baik dan benar. Padahal itu merupakan kejahatan atas nama agama dan Tuhan. Penanggulangan bahaya terorisme menghadirkan juklak pembunuhan massal dan penghalalan menginvasi negara-negara yang dianggap sebagai biang teroris. Kebenaran hukum pun tergantung pada amunisi perang. Siapa yang kalah dan siapa yang menang, semuanya merasa merekalah yang benar dan yang menegakkan hukum.   

Pensucian Mahkamah Agung Republik Indonesia sedang berlangsung. Mahkamah Agung RI akan dibuat Tuhan menjadi Mahkamah Agung terbaik dan suci. Menjadi lembaga hukum yang tertinggi dengan sepatutnya. Tapi biarkan Dia meratakan seluruh lembaga-lembaga hukum terbuka kesalahan-kesalahannya dahulu. Tak sepatutnya memenjarakan ramai-ramai para hakim, jaksa, polisi, pengacara, dan petugas penjara. Tapi bagaimana meluruskan hukum kalau tak begitu caranya? Niscaya akan ada kesempatan menjadikan seluruh lembaga hukum itu mengalami ketidakberdayaan menghadapi ketidakpercayaan masyarakat. Berangkat dari sanalah Mahkamah Agung Tuhan menjadi perhatian dan diyakini. Dan aku pun berkiprah membenahi para hakim dan semua aparat hukum.

Sebab itu kami menghakimi mereka secara menyeluruh, seperti memberantas hama. Seluruh lembaga hukum di negeri ini tampil bermasalah dan terungkap korupsi dan menerima penyuapan. Sejak saat ini mereka itu mudah tertangkap tangan. Apa pun yang terjadi, akan mencapai penumpasan total mafia peradilan. Katakanlah kalau mereka itu memang patut dienyahkan Tuhan sampai ke akar-akarnya. Dan semua itu mungkin bagi Tuhan.

Telah tertulis peringatan ini. Wahai para aparat hukum yang berdosa, cermati Cara Tuhan membalas dosa-dosamu! Yakinlah!

Mahkamah Agung Tuhan sudah diresmikan melalui Sumpah-Nya. Jadi apalagi yang akan dihasilkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia yang telah terbakukan mengingkari Kerajaan Tuhan yang maha adil? Kelak Fatwa-fatwa Tuhan selalu hadir menyelesaikan masalah-masalah. Dan itu selalu berhasil mengatasi masalah dengan baik, dan bermaslahat menjujurkan bangsa. Ketika semua orang takut kepada Tuhan tapi merasa bahagia atas Keadilan-Nya, maka semua orang akan menunggu Fatwa Tuhan yang memberkati dan menyelesaikan setiap masalah.

Saat ini Tuhan sedang menggugurkan fatwa-fatwa pengadilan dan Mahkamah Agung karena kesalahan mereka sendiri. Itu sebabnya sudah terlihat fatwa-fatwa pengadilan yang sesat, sebagaimana yang telah ketahuan itu adalah kasus Risman Lakoro, korban peradilan sesat di Gorontalo yang dipenjara karena divonis telah membunuh anaknya, tapi ternyata anaknya itu masih hidup.

Keadaan yang tak patut itu kelak akan sampai kepada kelancungannya, karena Tuhan ingin mengembalikan dosa-dosa mafia peradilan menjadi peradilan sesat. Dan semua orang pun tak sudi mempertimbangkan fatwa-fatwa mereka lagi. Demikianlah semua orang kemudian kehilangan arah hukum dan skeptis, sehingga tercurah harapan pencerahan hukum dari Tuhan secara langsung. Azas kemurnian kebenaran pun berlaku dan terjaminkan.

Ramainya korupsi yang diperbincangkan itu meliputi segenap lapisan. Dan Tuhan-lah yang membongkar semuanya. Dalam penemuan Badan Pemeriksa Keuangan, telah hilang sebagian uang pengganti oleh Kejaksaan Agung. Alangkah buruknya kejadian itu. Jaksa-jaksa memang sangat buruk dosa-dosanya. Sungguh keterlaluan. Maka apalah kejahatan orang-orang yang disita uangnya itu kalau uang haram itu dimakan Kejaksaan Agung? Seperti pepatah populer dari dalam penjara ‘uang jin dimakan oleh setan’, demikianpun Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia juga telah tercela oleh korupsi para menterinya.

Dan telah pula ramai diperbincangkan aliran dana non-budgeter Departemen Kelautan dan Perikanan dari mantan menterinya, Rokhmin Dahuri, ke tim sukses capres dan cawapres Pemilu 2004. Ketidaksahan pemilu perlu dipertimbangkan walaupun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mau mengakuinya. Tapi siapa yang bisa luput dari uang semacam itu saat pemilu? Selayak Tuhan itu tak mungkin bisa dikelabukan, tentu itu adalah cacat hukum atas semua kewenangan hukum yang tertinggi di Indonesia. Begitulah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun senantiasa tak sanggup merealisir ucapan-ucapannya di hadapan publik, karena Tuhan menghadapkan kepadanya masalah-masalah berat yang tak sanggup ditanganinya.

Undangan-undangan interpelasi di DPR kepadanya, menandakan telah luntur kewibawaannya. Apalagi telah dimulai kampanye terselubung para calon presiden. Partai-partai mulai memikirkan koalisi demi memenangkan Pemilu 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semakin merosot kewibawaannya oleh ambisi orang-orang di sekelilingnya maupun oleh lawan-lawan politiknya. Bak tenggelam di tengah badai. Sungguh negara ini sedang diliputi bah kesulitan. Penderitaan ditinggalkan rahmat semakin terasa karena banyak investor memindahkan bisnisnya ke negara lain. Pabrik-pabrik besar yang mempekerjakan ribuan buruh terpaksa ditutup. Pengangguran bertubi-tubi, kebakaran datang bertubi-tubi, kebakaran pasar-pasar dan kios tak hanya melumpuhkan perdagangan setempat, melainkan juga menimbulkan rumor politik yang tak bertanggung jawab. Separatisme muncul dari berbagai daerah, menandakan Pemerintah Indonesia tak solid dan terancam bubar. 

Tuhan telah mengangkat Rahmat-Nya dari Indonesia. Tunggulah semua sikap terlihat mengamini hal tersebut. Satu persatu Rahmat Tuhan itu terasa sirna.

Kalau tak yakin bahwa Rahmat Tuhan sedang diangkat, panjatkanlah doa kepada-Nya agar Dia mengembalikan Rahmat-Nya itu dan tunggulah Jawaban-Nya. Dan aku tak sangsi menyatakan bahwa hanya dengan mengakui Kerajaan Eden dan Surga Eden sajalah yang sanggup membawa Rahmat Tuhan itu tercurah kembali.
 
< Prev   Next >
Donwload Risalah Ruhul Kudus   
Download PDF