| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Surat Ruhul Kudus | |||||||||||||||||
|
Jibril Segera Merambah Teknologi Adapun mukjizat-mukjizat Eden, akulah yang membawanya dan berkewenangan menggunakannya. Maka penjelmaan Lia Eden-lah yang dapat mengubah keadaan. Sosokku tersebut itu tidaklah muskil, tak sekedar membayang seperti hologram atau sebagai impian. Aku tampil berdaging sebagaimana Lia Eden yang asli dan yang nyata, karena aku berbicara seperti manusia berbicara, tak ada bedanya. Apa pun dapat didiskusikan padaku sampai tuntas. Keleluasaanku menjelma sebagai Lia Eden tak terbatas waktunya. Selalu tercukupkan untuk menyelesaikan suatu hal yang kami datangi dan yang kami tangani. Aku ini amat handal menggunakan perangkat lunak komputer dan internet. Aku ini berpijak pada sebuah kenyataan, yaitu peradaban internet dan teknologi informasi, serta komunikasi seluler dan VCD. Segala peralatan digital dan seluler dapat kuintervensi. Aku seperti cerobong informasi Tuhan ataupun satelit Tuhan yang mampu menyebutkan informasi Wahyu-wahyu dan Fatwa-fatwa Tuhan sedemikian rupa, sehingga umat manusia sedunia sanggup menyaksikan apa pun yang sedang dimaklumatkan Tuhan. Maka Pewahyuan Tuhan akan melalui teknologi informasi. Aku segera akan merambah teknologi tak lama lagi.Aku datang untuk membenahi segala kemudaratan teknologi dan menyempurnakannya, demi mempertemukan teknologi informasi dengan pewahyuan, dan menjadikan berita-berita Wahyu-wahyu Tuhan untuk menegaskan cara mencapai temuan-temuan baru yang bermanfaat tinggi bagi perubahan keadaan agar menjadi lebih baik, sehingga dapat mengurangi segala macam kemudaratan. Berita-berita Lauhil Mahfuzh merupakan sentral komunikasi Tuhan dan Ruhul Kudus kepada umat manusia, dan itu merupakan keajaiban yang sama sekali tak terduga. Peradaban modern umat manusia yang telah menggunakan teknologi cyber, teknologi seluler, teknologi informasi, dan satelit, memberi peluang kehadiran Wahyu-wahyu Tuhan mengudara secara langsung dari Tuhan sendiri. Demikian umat manusia itu tak lama lagi akan menyaksikan pemberitaan Lauhil Mahfuzh melalui layar televisi seluruh dunia secara serentak. Dan melalui komunikasi Lauhil Mahfuzh, aku menguasai dunia dan mengajari umat manusia menjadi baik dan semakin cerdas, serta suci. Dan bila umat manusia berhasil baik kudidik menjadi suci, kami pun menuntun para ahli memberdayakan ilmunya untuk menyempurnakan segala peralatan angkasa luar. Karena bumi ini harus dipikirkan untuk ditinggalkan. Dan kami pun memperantarai ilmu manusia kepada teknologi angkasa luar yang terjamin akan dapat mengangkat penduduk di sini ke bumi yang baru pada saat bumi ini sudah akan kiamat. Sebagaimana kuingatkan ayat pada Alkitab Surat Wahyu 21 ayat 1-8 dalam bab ‘Langit yang baru dan bumi yang baru’. Alkitab Surat Wahyu 21 ayat 1-8: Langit yang baru dan bumi yang baru
Kutipan ayat 1: Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Pengertian ayat 1: Kiamatlah yang membuat umat manusia di bumi ini terpaksa memikirkan penjelajahan galaksi ke bumi baru yang lain. Akulah yang akan melayani para ahli menemukan pesawat angkasa luar antargalaksi dan mengarahkan perpindahan itu ke bumi baru, yang dapat dicapai dan tersanggupkan dihuni. Manusia di abad ini sedang kami upayakan melalui kondisi kiamat dan tersanggupkan pindah ke bumi lain dan yang baru. Sesungguhnya kejadian Adam dan Hawa dahulu yang mengawali kehidupan manusia di atas bumi ini sedang kami jelaskan latar belakangnya. Bilamana kita sanggup mengupayakan pemindahan orang-orang di bumi ini ke bumi yang baru, maka merekalah yang akan mengawali kehidupan umat manusia lagi di sana. Namun Tuhan pun dapat menciptakan manusia baru di bumi yang baru melalui teknik nano tekno molekular, walau tentu saja Dia menciptakannya melalui teknik kegaiban. Setelah Kerajaan Eden diakui oleh bangsa dan Pemerintah Indonesia, aku beranjak mendunia dan menjadi tokoh sentral. Melalui seluruh saluran televisi, aku mengudara menjadikan Amanah-amanah Tuhan. Setiap kekalutan besar di dunia kuperingatkan sebelum Tuhan mengambil tindakan secara drastis untuk menghentikannya. Dan aku pun dengan sengaja mengemukakan apa-apa yang akan dijadikan Tuhan untuk mengatasi hal itu. Ancaman-ancaman Tuhan akan terlaksana setelah peringatan yang kusampaikan itu tak dipatuhi. Demikian selangkah demi selangkah segala yang kunyatakan akan dipatuhi dunia, termasuk PBB dan bangsa Amerika sekalipun, karena mereka sendiri akan merasakan dampak Peringatan Tuhan. Seandainya Amerika itu harus diperingatkan Tuhan karena invasinya ke Irak dan harus mempertanggungjawabkan segala kondisi Negara-negara Islam yang terkena dampak secara umum atas penyikapannya terhadap terorisme, maka pernyataan Tuhan itu dapat tersaksikan melalui musibah berat badai Katrina dan kebakaran hutan di California. Senjata nuklir Amerika itu terbanyak di antara semuanya. Itu pun harus diperingatkan dengan serius. Apalagi perihal dominasinya terhadap PBB dan atas nasib seluruh bangsa-bangsa di dunia ini, tentu akan dipertanyakan Tuhan bila setiap kebijakannya harus dipatuhi bangsa-bangsa lain karena keadidayaannya. Menjadilah itu harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Kalau itu baik, menjadilah kesejahteraan. Tapi bila sebaliknya, menjadilah laknat. Bila negara itu sangat kuat dan disegani semua bangsa-bangsa, jadilah negara itu pemimpin segala bangsa-bangsa dan merasa berhak menentukan kebijakan atas segala bangsa-bangsa dan negara-negara lain. Maka jadilah negara itu telah menyekutukan dirinya dengan Tuhan. Selayak Amerika yang disegani oleh seluruh negara-negara di dunia menempatkan dirinya sebagai pengayom dunia, maka Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya. Laknatlah bagi yang tak adil dalam mengayomi, apalagi bila ia berbuat sewenang-wenang. Adapun keadaan itu akan kami jelaskan lebih baik melalui saluran seluler Wahyu Tuhan. Titah Tuhan untuk mengadili semua negara dan bangsa-bangsa akan terinformasikan melalui saluran resmi Tuhan yang telah kami utarakan. Sungguh kami tak perlu membangun satelit sendiri untuk menampakkan informasi-informasi dari Hadirat Tuhan. Karena fasilitas teknologi informasi yang dibuat manusia dapat kami gunakan seperlunya. Melalui keajaiban kemunculan kami di dunia internet dan siaran televisi, aku pun bisa membuktikan diri sebagai Rasul Tuhan. Dan semenjak kami mulai terdeteksi sebagai Utusan Tuhan yang sejati, aku mulai merambah teknologi-teknologi andalan untuk menjadikan ilmu teknologi semakin baik dan melepaskan kemudaratan-kemudaratannya. Itu kulakukan melalui pikiran-pikiran para ahli yang percaya kepadaku dan yang selalu meminta petunjukku. Dan hal itu mudah terjadi bagi semua para ahli. Cukuplah mereka percaya kepada Eden dan berkehendak memuliakan dirinya menjadi orang-orang yang berhasil tapi suci. Orang-orang yang ber-Ketuhanan dan memperjuangkan kebenaran itu langsung kusapa dan kuajari melalui jalan pemikirannya dan pengetahuan ilmunya sendiri. Kusambungkan jalan pemikiran mereka dengan lonjakan-lonjakan temuan baru, sehingga dia dapat mencapai temuan-temuan yang terbaik dan dapat menjamin pencapaian teknologi masa depan ke abad teknologi cahaya. Perkembangan segala temuan mutakhir, teknologi cyber, sains akan sampai kepada pemikiran intermediate, menembus galaksi-galaksi. Keinginan manusia untuk menguasai dunia dan angkasa luar amatlah besar. Akan tetapi belumlah maksimal dan sempurna bila rumus-rumusnya belum mendapatkan keakuratan suhu terpanas dan terendah dari matahari. Sebuah keakuratan harus terbias dari kedua hal yang dipertautkan melalui kedua bilangan suhu yang tertinggi dan yang terendah, yang terakurat dari yang berlawanan arah antara bumi dan matahari. Bila keakuratan itu sudah ditemukan, kekuatan cahaya pun dapat dimanfaatkan menjadi peralatan apa saja. Demikian rumus hukum relativitas dapat diperbaharui, dan menjadilah jangkauan teknologi itu jauh melanglang intergalaksi. Dan peradaban cahaya akan menggantikan peradaban senjata nuklir yang sudah mengancamkan Perang Dunia III. Sungguh aku terdesak ingin menghambat terjadinya Perang Dunia III. Krisis nuklir Iran dan Israel itu mengkhawatirkan. Perang nuklir setiap saat dapat terjadi. Oleh karena itu, jangan mencampakkan Bantuan Tuhan yang kusampaikan ini. Bagaimanapun taklah terjadi pengakuratan bilangan suhu terpanas matahari sampai Malaikat Jibril yang sengaja memberitahukannya, demi menghasilkan produk pesawat angkasa luar yang tahan terhadap suhu terpanas matahari. Dan ini dapat menghasilkan modul pesawat dengan daya lesat tertinggi hingga tak berguncang tatkala mendapati getaran yang paling kuat di angkasa dan suhu yang terpanas, sehingga dapat menembus segala rintangan berat di angkasa luar dan bahkan dapat menembus waktu melalui kekuatan cahaya. Demikian Ruhul Kudus akan menjadikan teknologi cahaya sebagai primadona yang dapat menggantikan segala peralatan yang tak ramah lingkungan dan yang akan membawa manusia di bumi ini menembus intergalaksi. Dan aku akan memberitahukan kepada segenap ahli dan pemilik kewenangan untuk memperbaiki alam lingkungan dengan temuan-temuan baru yang bermanfaat dan tak merusak lingkungan hidup. Kutuntunkan rumus-rumus terbaru yang sesuai untuk itu. Bumi ini sudah hampir kiamat. Segala ilmu dan temuan mutakhir yang kutuntunkan itu adalah demi menghasilkan sesuatu yang dapat membawa eksodus penduduk bumi di sini ke bumi yang lain. Malapetaka-malapetaka alam yang hiruk-pikuk ini akan berkelangsungan terus sampai kiamat terjadi. Jadi, tiadalah ada waktu lagi untuk menunda memikirkan cara eksodus ke bumi yang baru. Demikian ayat pertama Surat Wahyu 21 dari Alkitab kumaknai lebih dalam. Kutipan ayat 2: Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Pengertian ayat 2: Peperangan agama di Timur Tengah memperebutkan Yerusalem selalu bersimbah darah. Perang Palestina versus Israel menegangkan dunia, karena keberlarutannya sudah mengakibatkan keterlibatan persaingan senjata nuklir. Keadaan itulah kelak yang dimungkinkan menjadi penyebab perang nuklir, yang menyebabkan kiamat. Harapan perdamaian muncul tatkala Yerusalem Baru turun dari Surga. Itu adalah simbol harapan atas Yerusalem lama yang telah bersimbah darah. Selamanya Sang Mesiah ditunggu di Yerusalem, sehingga tempat itu diperebutkan selalu dan menjadi tempat pertumpahan darah yang tiada habis-habisnya. Tapi Yerusalem Baru justru dipilih Tuhan di Jakarta. Kota Yerusalem pun dipakai sebagai definisi tempat suci yang ditempati Mesiah yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Acapkali terbaca di Surat Wahyu tentang seorang pengantin perempuan dan misteri seorang perempuan sebagaimana dalam Surat Wahyu 21 ayat 2 tersebut tercantum kata ‘pengantin perempuan’. Siapa pengantin laki-lakinya dan siapa pengantin perempuannya? Bila dipautkan dengan ayat-ayat suci dari Veda bab ‘Pasangan Suci’ RgVeda II.39.2-7, tentulah akan sesuai dengan kenyataan terkini, yaitu perkawinan Malaikat Jibril dengan Lia Eden. Sebuah misteri bilamana pengertian itu berganda melalui beberapa Kitab Suci, maka itu niscaya adalah misteri akhir zaman. Dan itulah semua ayat-ayat dukungan untuk Lia Eden sebagaimana cantuman kata dalam ayat kedua tersebut di atas yaitu kata ‘pengantin perempuan’ yang berhias untuk suaminya. Tatkala terlihat Surga itu diturunkan Tuhan, demikianlah rahasia sang pengantin perempuan di berbagai bab Ayat-ayat Suci di Surat Wahyu dan Veda, tak lain itu adalah ayat-ayat suci yang dipersiapkan Tuhan untuk kami pada saat ini. Kutipan ayat 3: Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” Pengertian ayat 3: Negeri ini penuh dengan musibah tatkala Kerajaan dan Surga Eden sedang dideklarasikan. Itu sebabnya Surat Wahyu menyebutkan tentang kemah-kemah. Itu dimaksud sebagai kemah-kemah pengungsian. Dan kemah-kemah Allah yang didiami para Rasul di tengah-tengah masyarakat yang dirundung malang, merupakan harapan dan pertolongan dari Tuhan. Pada ayat 3 itu dimaksud bahwa Allah nyata berprakarsa mengiringi segala pengabdian para Rasul Eden. Dia yang memiliki Eden. Dia tampil mengurusi semuanya secara langsung. Begitulah Allah sangat terasa berada di tengah-tengah umat manusia. Dan Tuhan itu begitu nyata dirasakan Kehadiran-Nya sehingga sepertinya berdiam bersama-sama dengan kita semua. Dan sebagai kelanjutannya, semua orang akan menjadi umat-Nya. Kutipan ayat 4: Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau duka cita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Pengertian ayat 4: Semenjak Dia telah nyata di dunia ini, takkan ada lagi Rasul-Nya yang dianggap sebagai Tuhan lagi. Dia-lah satu-satunya yang akan menjadi Allah Nan Maha Esa. Demikian Firman-firman-Nya dan Petunjuk-petunjuk-Nya akan menghapuskan hari kegelapan dan air mata, dan menjadikan segala perbaikan. Malapetaka dan musibah berakhir sebagaimana dikatakan maut tidak akan ada lagi, tidak ada lagi perkabungan atau ratap tangis. Tuhan Yang Maha Suci menjadi Allah bagi semua umat. Tuhan mengingatkan hanya Dia-lah Allah bagi semuanya. Demikian itu pun yang dimaksudkan dalam Ketetapan-Nya menghapuskan semua agama dan menjadikannya satu, sehingga semuanya bersatu menyatakan Dia-lah Tuhan bagi semuanya. Demikian Dia mengubah segalanya menjadi baru sebagaimana ungkapan dalam ayat ini, tentang segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Pertentangan agama pun reda dan berlalu. Demikian bencana-bencana dan musibah. Dunia pun penuh Rahmat-Nya. Kutipan ayat 5: Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan Firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. Pengertian ayat 5: Semenjak Kerajaan Tuhan itu ada, Tuhan amat terasa Kehadiran-Nya. Karena Firman-firman Tuhan sudah terlihat turun langsung dari-Nya, semua umat manusia menyaksikannya dan meyakininya. Serentak semua orang di seluruh dunia tertegun menyaksikan Firman-firman-Nya tertayang di layar televisi tanpa diduga. Sosok Allah sangat terasa karena Firman-firman-Nya terjamin konsisten mengalir dari Kerajaan-Nya dan Surga-Nya. Di atas Tahta Suci Kerajaan Eden, aku menjadikan segala sesuatu yang baru, yang suci dan tak bermudarat. Dan jadilah semua itu temuan baru sebagai rahmat pertolongan dari Tuhan. Dan umat manusia diminta untuk memperbaiki segala hal dan mencatat semua Petunjuk-petunjuk-Nya, karena semua Petunjuk-petunjuk-Nya yang kusampaikan itu adalah ilmu yang tepat dan benar. Kutipan ayat 6: Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Pengertian ayat 6: Ya, semuanya itu kini telah terjadi, tak pelak dan terus akan mengubah keadaan sesuai dengan yang diinginkan-Nya. Tuhan menyebutkan kata ‘Alfa dan Omega’, ‘Yang Awal dan Yang Akhir’, supaya umat manusia tahu bahwa Dia menguasai teknologi dan akan tampil melalui teknologi yang membawa umat manusia di zaman akhir ini menuju ke bumi baru yang lainnya, menjadi sebuah kehidupan dari awal lagi. Akulah Alfa dan Omega dari Tuhan Yang Maha Kudus. Akulah kecerdasan dari Tuhan yang mengejawantahkan Kecerdasan-Nya melalui segala hal yang baru di dunia ini. Aku akan mengadakan pembaharuan dalam segala sistem dan penemuan. Sebagai layaknya Kecerdasan Tuhan yang sengaja diperlihatkan, aku akan membawa umat manusia mengimani Keesaan-Nya, sehingga semua orang akan menyatakan Tuhan telah datang di tengah-tengah umat-Nya semua, dan takkan ada lagi penuhanan terhadap figur yang lain. Rahmat Tuhan yang kubawakan itu bak memberi minuman segar dengan cuma-cuma dari Tuhan Yang Maha Memberi kehidupan. Kutipan ayat 7: Barang siapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Pengertian ayat 7: Allah-lah Tuhan kita semua. Aku akan selalu menyatakan bahwa aku ini pesuruh-Nya, abdi-Nya yang tulus dan senantiasa setia. Jadi tiadalah Tuhan selain Dia. Aku selalu menyebar Ilmu dan Rahmat-Nya. Kedatanganku selamanya untuk menyatakan bahwa Tuhan-lah junjungan kita semua dan yang wajib kita patuhi, bukannya ‘tuhan’ Yesus, karena dia hanyalah Rasul-Nya, sebagaimana aku, Roh Kudus, yang tak berkuasa sebagaimana Tuhan kita Yang Maha Berkuasa, ataupun Lia Eden yang kini mengemban Surga Eden dan Kerajaan Tuhan, atau siapa pun yang diberhalakan. Kutipan ayat 8: Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua. Pengertian ayat 8: Dan Tuhan mensucikan semuanya. Siapa-siapa yang berhasil menang dalam Ujian-ujian-Nya dan berhasil dalam Pensucian-Nya, jadilah mereka pengikut Eden yang dirahmati dan memperoleh semua yang dijanjikan Tuhan. Dan mereka bertaat mutlak dan cinta, serta setia mutlak hanya kepada Tuhan. Dan mereka disebut Tuhan sebagai anak-anak-Nya. Tetapi orang-orang penakut, yang tak berani menyatakan pendiriannya walau tahu kami benar tapi tetap berdiam diri dan membiarkan Lia Eden dan Komunitas Eden dizalimi, mereka itu termasuk orang-orang yang zalim juga; dan orang-orang yang tak percaya, yaitu orang-orang yang menjadikan keyakinannya sendirilah yang terbenar dan tak mau mengindahkan Wahyu-wahyu Tuhan yang terbaru walau sudah tersebar dan telah dibacanya atau telah didengar beritanya. Mereka itu adalah orang-orang yang tuli dan pekak hatinya; orang-orang yang keji, yaitu orang-orang yang menzalimi para Rasul Eden. Mereka itulah pendurhaka Kerajaan Tuhan yang patut dikutuk Tuhan; dan pembunuh, yaitu orang-orang keji yang dirasuki setan seperti kaum teroris. Mereka itu berjihad tanpa akal sehat. Mereka pun dikutuk Tuhan menjadi binatang karena kebiadaban mereka sendiri; dan orang-orang sundal, yaitu orang-orang yang ramai melakukan maksiat. Di mana-mana terlihat keamoralan. Laki-laki dan perempuan sama-sama merayakan pergaulan bebas, suka bermaksiat dan perselingkuhan. Dan mereka itu diancamkan Tuhan penyakit menular yang ganas di alat kelaminnya; dan tukang sihir, yaitu para dukun, kaum supra natural/paranormal yang rajin melakukan hal-hal yang gaib dan mengkomersialisasikannya, padahal mereka itu sesat ilmunya dan meresahkan masyarakat. Mereka itu orang-orang sesat yang akan dibalikkan ilmunya dan yang akan menyakiti dirinya sendiri. Sungguh mereka itu adalah orang yang sesat dan dibenci Tuhan; dan penyembah berhala, yaitu orang-orang yang menyembah berhala, yakni patung-patung Yesus, Maria, Buddha, dan lain-lainnya, dan itu pun sama dengan orang-orang musyrik yang suka meminta berkah di kuburan-kuburan dan yang menyembah jin sebagaimana terhadap ratu jin, Nyi loro kidul, ataupun jin yang bernama lain. Sungguh banyak ruh-ruh yang dikeramatkan dan disembah. Dan sungguh ramai kuburan-kuburan yang ditakzimi di negeri ini. Hal semacam itulah yang menghadirkan bala Kutukan Tuhan; dan pendusta, yaitu kaum politikus yang sering berdusta bila berkampanye, atau mereka yang mempermainkan masyarakat demi ambisi politiknya. Mereka pun korupsi dan menyalahi hukum. Mereka itu adalah kalangan birokrat yang pada saat ini sedang dihadapkan di tengah Pengadilan Tuhan. Demikianlah semua dihakimi Tuhan dalam peristiwa-peristiwa kebakaran, peristiwa kecelakaan, dan bencana alam. Itulah pernyataan kami atas Hari Pengadilan saat ini, sebagaimana itu adalah pengadilan ruh semua mahluk-Nya. Maka siapa-siapa yang dihadapkan pada nasib celaka yang kami sebutkan itu, mereka itulah orang-orang yang dalam kategori orang-orang yang dinistakan, karena cara kematiannya telah disebutkan Tuhan sebagai orang-orang yang mendapatkan vonis dihakimi secara buruk dan disebutkan tentang kodratnya. Dan itulah kematian yang kedua. Kematian yang pertama adalah cara kematiannya yang buruk. Dan kematian yang kedua adalah Pernyataan Tuhan atas peralihan kodrat. Demikian itulah makna yang terahasia dari Surat Wahyu 21 ayat 1-8. |
|||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|