| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Surat Ruhul Kudus | |||||||||
|
Mukjizat Eden Namun sebagai imbangannya, aku, Ruhul Kudus pun telah sampai pula pada saatnya dapat menjelma menjadi manusia sempurna di tengah masyarakat, sampai masyarakat terbiasa kami temui. Aku selalu ada sebagaimana Lia Eden yang tak pernah berpisah denganku sesaat pun. Dari keberadaan figurnya saja sudah terjamin umat manusia itu takkan pernah kehilangan aku, sehingga aku yang gaib ini akan selalu dapat terlacak keberadaannya karena ada dia. Sebagaimana Lia Eden itu terfungsikan sebagai jasadku, karena pada dirinyalah berada ruhku yang mapan. Walaupun demikian, penampakan penjelmaanku selalu hadir di manapun diperlukan, sehingga dapat dibahaskan sebagai Ketentuan Tuhan menghadirkan malaikat menjadi Rasul-Nya. Demikian itu Tuhan menjaminkan Rasul-Nya yang malaikat dapat dipercaya selalu ada, dan tak pernah menghilang dan tak bisa terlacak, sehingga umat manusia tak perlu ragu-ragu akan kehilangan Petunjuk-petunjuk-Nya, dan akan tertipu oleh mahluk gaib yang menyesatkan dan tak bisa dimintai pertanggungjawaban.Penjelmaanku ini diratifikasikan oleh Surat Al Israa ayat 95, Surat An Najm ayat 5 dan 6 serta Surat Maryam ayat 17. Tiadalah sesuatu menjadi sempurna bilamana bukan merupakan Perjanjian Tuhan dalam Kitab Suci. Surat Al Israa ayat 95:
Surat An Najm ayat 5 dan 6:
Surat Maryam ayat 17:
Aku menjelma secara fisik dengan sempurna demi menyatakan Kerajaan Tuhan, sehingga Kerajaan Tuhan tiadalah hanya sebuah definisi, melainkan Tahta Suci Kerajaan Tuhan itu benar-benar terfungsikan melalui hierarkinya secara langsung dari Tuhan. Dan aku, Ruhul Kudus, tersanggupkan menyapa manusia secara nyata, dan tampil sebagai sosok manusia. Tiadalah Lia Eden yang sanggup melaksanakan dan mengemban Amanat-amanat Tuhan yang maha berat atas seluruh masalah di dunia ini, karena dia hanyalah seorang manusia yang berpembatas dan kurang pengetahuan. Namun akulah, Malaikat Jibril-Ruhul Kudus, yang berkewenangan dan sanggup menanggulangi apa pun. Namun sosokku harus jelas diketahui secara meluas, sehingga tak perlu diprediksi melalui berbagai perwujudan. Akan ramai diperbincangkan penampakan-penampakan gaib di kalangan manusia. Di zaman akhir ini, sengaja Tuhan membuka tabir gaib. Banyak kekuatan gaib menginduksi. Penampakan-penampakan gaib sering terjadi oleh karena berbagai alasan. Oleh karenanya, akan menjadi rancu interpretasi umat manusia terhadap informasi-informasi dari alam gaib bila aku tak menetapkan sosok penjelmaanku. Namaku akan ramai diperdebatkan bila tak ditetapkan dengan pasti wujud sosok penjelmaanku. Oleh karena itu, telah ditetapkan sosok penampakanku hanya serupa saja, yaitu menyosok sebagaimana sosok Lia Eden. Akan banyak orang yang mengaku sempat mendapat petunjuk dari Ruhul Kudus. Pengilhaman dariku semacam itu memang suka kulakukan. Tiadalah aneh kejadian seperti itu pada saat ini. Hal ini adalah semacam penyebarluasan tanda kedatangan Ruhul Kudus. Tapi setan licik pun mau menggunakan kesempatan sebanyak-banyaknya di masa keterbukaan tabir gaib ini dengan menempatkan diri mereka sebagai ruh-ruh keramat yang mengajari. Maka banyaklah orang-orang sakti mandraguna yang juga memiliki serat-serat pewahyuan yang isinya pun sarat dengan kata-kata bijaksana. Namun bila diamati dengan cermat, sesungguhnya wisik-wisik itu secara tersamar telah menyesatkan, karena mereka selalu menggunakan medium dan rapalan. Batu-batu aji dan keris pusaka yang dijadikan medium memberi petunjuk tapi mengizinkan pengkultusan terhadap dirinya. Apalagi mereka mempergunakan nama-nama baik yang dikeramatkan. Sesungguhnya setan itu amat licin dan tak menyukai kebajikan. Bila dia berkata-kata bijaksana sekalipun, selalu saja ada penyesatan yang terkandung. Misalkan seorang dukun meminta tumbal, jelas dikatakan bahwa itu kesesatan. Bila seorang kyai memberikan tasbihnya untuk dipakai berzikir karena dianggap di dalam tasbih tersebut ada jaminan doa yang dapat dikabulkan Tuhan, karena tasbihnya bermukjizat bila dipakai berzikir, dan umatnya pun memberi imbalan atas pemberian tasbih tersebut, tapi orang tak menganggap itu keterlaluan dan penyesatan karena itu dilakukan oleh orang yang dianggap kyai. Dan ayat-ayat/mantera yang dirapalkan itulah tanda ketidakmurniannya. Karena bila itu mukjizat murni dari Tuhan, taklah seperti itu cara memperoleh Mukjizat-Nya. Rapalan ayat-ayat suci itu mendekatkan kebiasaan pembacaan mantera-mantera kuno untuk menghadirkan suatu mukjizat. Alam ruh memang seperti itu. Persepakatan dengan makhluk ruh biasanya melalui sumpah keloyalan terhadapnya. Siapa-siapa yang berhikmat dalam komunikasinya ke alam ruh, keajaiban-keajaiban seketika dapat terjadi. Hal itu menuai kebiasaan menyembah ruh-ruh keramat atau arwah leluhur. Hukum di alam akhirat tersebutkan bahwa ulah penerobosan makhluk jin ke alam manusia dapat dikategorikan sebagai kejahatan. Mereka itulah yang memberdayagunakan kemagisannya untuk mempesona manusia. Rapalan yang terpakai untuk mendatangkan komunikasi itu, sebutkan saja itu hanya sebuah cara yang populer, sesungguhnya merupakan siasat jin yang ingin menjadikan dirinya sakral. Begitulah ayat-ayat suci pun terpakai untuk hal-hal yang menyimpang. Tapi peribadatan yang murni terhadap Tuhan tiadalah melalui rapalan-rapalan, karena Tuhan tak bisa dipaksa memberikan Mukjizat-Nya. Mukjizat Tuhan takkan diberikan hanya karena puji-pujian untuk-Nya dirapalkan. Tiadalah Tuhan itu tergila-gila dengan puji-pujian. Sedapat-dapatnya umat manusia mau memahami bahwa kebiasaan zikiran itu kurang tepat. Tuhan memang sudah Maha Terpuji. Puji-pujian tak membuat-Nya bangga dan berbahagia sehingga bersedia memberikan Mukjizat-Nya atau Rahmat ataupun Pengampunan-Nya. Ketakutan bersalah atau berbuat dosa karena cinta dan takut kepada-Nya adalah yang lebih disukai-Nya daripada puji-pujian. Penilaian itu menempatkan Tuhan secara tidak logis. Karena untuk apa Tuhan mengharuskan memuji-muji diri-Nya supaya mau memberikan Mukjizat-Nya ataupun Pengampunan-Nya. Penyesalan dan penebusan kesalahan/dosalah yang mendatangkan ketulusan Pengampunan-Nya. Ketawakalan mempertahankan kesucianlah yang membuat-Nya tulus memberikan Mukjizat-Nya. Sungguh nonsens bila menzikirkan puji-pujian terhadap-Nya di malam Lailatul Qadr, demi memperoleh mukjizat dari-Nya. Kebiasaan iktikaf di akhir bulan Ramadhan perlu kuluruskan. Sungguh nonsens bila memperkirakan Mukjizat Tuhan dapat diperoleh dengan cara demikian, hanya dengan cara berkomunikasi sekian hari, memuji-muji Dia. Mukjizat untuk Rasul Tuhan saja harus ditempuh melalui pensucian 12 tahun, dengan pengorbanan yang besar sekali. Beruntunglah mereka yang selalu menebarkan kebaikan, karena tanpa diminta pun Tuhan akan lebih memilih orang-orang yang semacam itu untuk diberinya hidayah. Tuhan lebih menyenangi bila umat manusia memandang Dia sebagai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dan melalui anggapan itu, manusia pun menyayangi-Nya dengan cara banyak mengamalkan kebajikan. Melalui zikiran umat manusia hanya berdiam diri sambil memuji-muji tanpa menghasilkan kebajikan. Itu kan seperti orang yang cari muka saja. Di dalam Kemahapemurahan-Nya, Tuhan itu amat bijaksana dalam memberikan Mukjizat-Nya. Dia selalu menjadikan Mukjizat-Nya sebagai hadiah ketabahan dan ketawakalan atas Ujian-ujian-Nya yang berat dan itu dapat diberikan hanya kepada para Utusan-Nya. Jadi kalau Anda bukan Utusan Tuhan, jangan mengharapkan Mukjizat-Nya. Utusan-Nya saja tak mudah memperoleh Mukjizat-Nya. Sungguh selama ini mukjizat yang aneh-aneh yang ternyata sanggup diperagakan sebagian orang-orang tertentu, hanyalah keajaiban murahan yang dapat diperoleh kapan saja dengan cara-cara musyrik. Dan hasil kegaiban semacam itu dilaknat Tuhan, karena ada saatnya pengalihan kodrat antar manusia dan jin yang bersekutu. Mereka akan saling berganti kodrat, karena sesungguhnya peralihan kodrat menjadi manusialah yang diincar para jin, sehingga mereka berani menerobos lintas gaib demi menipu manusia. Kalau rapalan dianggap dapat menghadirkan mukjizat azimat, anggapan semacam itu harus diluruskan. Karena kalau tidak, kesesatan itu akan dibiarkan Tuhan menjadi semakin jauh dan semakin besar kemudaratannya. Kemurnian ibadah adalah berdoa dengan tulus kepada-Nya. Jangan sampai disekutukan dengan cara-cara ritual seperti itu, supaya semua terjaga di dalam konsep keyakinan monotheisme. Perubahan zaman sedang terjadi. Tuhan ingin mengikat segenap cara peribadatan ke arah monotheisme absolut. Itu sebabnya aku muncul menjelma sebagai Lia Eden yang memfisik, untuk menunjukkan kedekatan Tuhan dan malaikat dengan manusia, dan untuk menampik cara-cara ritual mistik yang salah. Tidaklah mendua nasihatku ini. Di lain sisi aku melarang manusia mempercayai mistik kampungan karena memperantarai Tuhan dengan benda-benda aji dan pusaka keramat. Namun sebaliknya aku menganjurkan mereka mematuhiku sebagai Ruhul Kudus, dan menghormati Lia Eden sebagai Ratu Eden. Aku tak menyekutukan diriku dan Lia Eden terhadap Keesaan Tuhan. Tapi bila semua Risalah Eden tersebar bagi publik tanpa identitas Rasul Tuhan yang bertanggungjawab atas seluruh Wahyu-wahyu Tuhan, bagaimana itu dapat berkelangsungan secara konsisten, sehingga sanggup berdaya guna dan mengubah keadaan dan dapat diyakini? Padahal hanya kepada sosok kami berdua sajalah yang dapat dihadapkan sebagai Pembawa Titah Tuhan. Dan bila kami tak dihargai dan tak dipatuhi, bagaimana Tuhan mau memberkati? Aku wajib memberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan yang berhati bersih. Dan aku pun selalu akan membalas suara hati nurani orang-orang yang berada dalam pencarian spiritual untuk bertemu dengan Tuhan. Karena pada saat ini, sungguh banyak orang-orang yang kecewa atau putus asa menghadapi kesulitan-kesulitannya maupun yang kehilangan pegangan rohaninya. Hal itu kulakukan demi mengimbangi maraknya kesesatan. Pada masa sekarang ini, terlalu banyak kegandrungan sesat yang membanggakan penampakan-penampakan ruh-ruh yang dikeramatkan, sampai-sampai kesesatan itu tak lagi dapat dikenali arahnya. Pengeramatan atas segala hal sudah tak masuk akal lagi, itulah kemusyrikan yang telah lancung dan kemudaratannya telah menjadi kutukan. Pengakuan atas penjelmaanku itu dapat dipastikan akan menyurutkan kemusyrikan, karena semua orang musyrik takkan gegabah lagi menokohkan jin atau arwah yang dikeramatkan setelah penampilanku yang nyata di kalangan umat manusia. Karena untuk apalagi mengharapkan pemberkatan dari ruh-ruh yang muskil yang tak dapat dikenali tuntas identitasnya bila Ruhul Kudus sudah datang menyatakan Firman-firman Tuhan. Maka segala pengeramatan atas berhala-berhala akan menjadi kadaluwarsa dan terasa sebagai kebodohan bila masih diberlakukan. Sekaligus ingin kunyatakan bahwa itulah salah satu Cara Tuhan untuk mengatasi kemusyrikan yang merajalela. Tak kuakui sosok-sosok lain yang ingin dianggap sebagai penampakanku. Dengan mengumumkan sosok yang baku, maka dapat dikenali dengan mudah sosok penjelmaanku. Dan aku sanggup ditanyai dan memberi jawaban atas segala hal dari Tuhan, dan yang dapat menjamin kedigdayaan Kerajaan Tuhan dalam pandangan umat manusia. Tuhan mengakui Kerajaan Eden adalah Kerajaan-Nya. Aku pun nyata dapat menjelma. Sesulit apa sih mengakui Kerajaan Tuhan ini? Padahal sesulit-sulitnya mendapatkan pengakuan itu, namun adalah lebih sulit menggambarkan bagaimana caranya bangsa ini mampu mengatasi Kemurkaan Tuhan. Oleh karena itu, semenjak Kerajaan Eden dan Surga Eden resmi diberkati Tuhan oleh Sumpah-sumpah-Nya di Rutan Pondok Bambu kamar A15, sejak bulan Mei hingga Oktober 2007, maka aku telah dapat menjelma secara sempurna sebagai wujud Lia Eden. Itu karena kewajibanku mensucikan Lia Eden dipertimbangkan Tuhan telah berhasil menjadikan Lia Eden dan segenap Komunitas Eden suci sesuai yang dipersyaratkan Tuhan. Jadilah Lia Eden dinobatkan keratuannya setelah kesuciannya stabil dan terjamin. Oleh karena itu, Sumpah Tuhan atas penobatannya barulah terlaksana pada tanggal 10 Juni 2007, justru pada saat dia masih menjalani pemenjaraan atas dirinya. Deklarasi God’s Kingdom terlaksana pada bulan Desember 2005, di Jalan Mahoni 30, Senen, Jakarta Pusat. Tapi ruh dan mukjizat serta kekeramatan Kerajaan Eden baru terfungsikan setelah hadir Sumpah-sumpah Tuhan yang berhasil diraih melalui pensucian-pensucian berat Ruhul Kudus pada Lia Eden dan Komunitas Eden selama masa pemenjaraan ini. Bagi Lia Eden dan Komunitas Eden, masa pemenjaraan itu bak pensucian di kawah Candradimuka atau titian Sirathal Mustaqim. Beberapa terpaksa dikeluarkan dari Eden karena tak sanggup menggenapi persyaratan ketat Tuhan. Pengakuanku bahwa aku akan menjelma serupa dengan Lia Eden dapat diperhitungkan sebagai mukjizat yang mapan, karena selamanya aku akan tampil seperti Lia Eden secara sempurna di mana-mana sampai publik terbiasa kami sapa. Sosok kami itu sungguh identik, tak ada perbedaannya, kecuali penjelmaan Jibril itu berkarakter laki-laki dan mapan ilmunya. Itu sebabnya penampilan fisik Lia Eden yang mutakhir cenderung maskulin. Aku ini malaikat dan sanggup berbicara dalam bahasa apa pun, dan dapat membahaskan ilmu apa pun yang tertuang dan yang dipertanyakan. Tanda tanganku adalah LE2 yang akan dikenali, karena itu akan kami pakai untuk legalitas fatwa-fatwa Kerajaan Eden. Tanda tangan LE2 terlukiskan oleh awan di langit dalam rekaman Eden di Dusun Coblong, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada tahun 2001. Dan tanda tangan LE2 itu pun tak lain bermakna bahwa aku, Malaikat Jibril, serupa dengan Lia Eden. Oleh karena LE2 itu juga berarti Lia Eden ada 2, yaitu dia dan aku yang menjelma. Kuakui akulah Lia Eden 2 tersebut. Tanda tanganku itu dapat dianggap sebagai legalitas Penghakiman Tuhan atas rekening-rekening yang isinya kami sita. Jadi kalau mau mengusut ke mana larinya uang Anda itu, jangan ragu-ragu mencari jejaknya ke website www.le2-34-777.info, yang baru dapat dihubungi setelah Lia Eden bebas. Karena dari liputan kebebasannya, ada Perjanjian Tuhan terhadapnya. Bahwa mukjizat Eden baru akan diberdayakan Tuhan setelah kebebasannya. Aku berkenan menjawab apa pun keberatan Anda atas uang Anda yang hilang itu. Aku berkewenangan membongkar kejahatan dari uang-uang haram yang berada di mana saja. Website itu merupakan pusat informasi dariku sendiri secara langsung. Jadi segala pertanyaan akan kujawab sendiri. Begitulah aku bisa tampil memfisik nyata, dan aku pun bisa dihubungi secara langsung melalui sistem internet. Sebagaimana itulah komunikasi di dunia maya yang mentransparankan sistem Pengadilan Tuhan. Suatu hari komunikasi dunia maya pada akhirnya akan dikuasai oleh Tuhan. Mukjizat kami itu dapat mengubah keadaan dengan cepat. Oleh karena itu, atas Perkenan Tuhan Yang Maha Baik, saat ini kami pun mengumumkan akan hal itu, agar pemerintah dan masyarakat di dalam negeri dan masyarakat dunia bisa memahaminya, bahwasanya dengan penampilan penjelmaanku secara nyata, maka dunia layak menerima Kerajaan Eden dan Surga-Nya. Adapun keajaiban itu sebagai jawaban yang mempertanyakan bagaimana wujud Kerasulan Malaikat Jibril yang sesungguhnya. Harus ada bukti logis dan yang didukung oleh cantuman tentang hal itu secara tersirat maupun tersurat di dalam Kitab-kitab Suci-Nya, sehingga dapat dipercaya dan nyata sebagai Mukjizat Tuhan yang bermanfaat dan berhasil. Wujud penjelmaanku yang serupa dengan Lia Eden tak dapat dipungkiri bahwa itu adalah Mukjizat Tuhan untuk akhir zaman ini. Dan penampakanku itu akan mendunia. Aku akan tampil di berbagai belahan dunia tanpa dapat diprediksi oleh siapa pun. Siapa yang tak ingin dibantu Tuhan persoalan-persoalan sulitnya? Dan siapa yang dapat ditemui Jibril secara langsung? Maka penampakanku itu amat diharapkan semua orang. Padahal persyaratan kami adalah kebenaran yang suci dan kesulitan yang tak tertanggulangi. Sehingga siapa-siapa yang sangat mengharapkan pertemuannya denganku, terpaksa mau bersuci dengan sungguh-sungguh. Karena hanya melalui cara itu sajalah kita dapat bertemu, apakah itu melalui pertemuan dalam mimpi, pengilhaman, maupun pertemuan secara fisik. Sungguh aku jangan diharapkan hadir melalui cara yang lain dan dengan sosok yang lain. Oleh karena itu, perlu kami umumkan penampakan Jibril yang serupa dengan Lia Eden, agar dikenali dan masyarakat tahu apa yang sedang terjadi. Dan aku akan mendatangi orang-orang yang ingin kami beri petunjuk dari Tuhan, demi perbaikan keadaan, atau demi menemui orang-orang tertentu yang termasuk dalam kategori yang menerima Penghakiman-Nya. Kejutan-kejutan sikap Jibril selalu ada kaitannya dengan masalah-masalah sulit dan muskil, serta masalah berat yang tak dapat diatasi. Seyogyanya Anda tahu kalau Tuhan itu selalu ingin dipandang dari peristiwa-peristiwa berat dan pelik yang tak teratasi kecuali oleh Kekuatan-Nya. Sifat Tuhan itu tertera akan sering dirasakan umat manusia justru di masa akhir zaman ini. Banyak peristiwa-peristiwa berat yang terjadi dan mendapat Tanggapan Tuhan, dan Dia pun memberikan Petunjuk-petunjuk-Nya atas masalah itu. Maka menjadilah itu merupakan pengkongkritan Wahyu-wahyu-Nya. Penghakiman atas dosa-dosa besar termasuk dalam peristiwa-peristiwa berat. Maka, siapa-siapa yang terlibat dalam peristiwa berat itu, dialah yang sedang diangkat sosoknya sebagai orang-orang yang sedang dihakimi Tuhan. Dan apabila orang-orang yang terlibat itu berada dalam posisi yang paling celaka, ketahuilah bahwa dia itulah yang sedang dipandang Tuhan sebagai orang yang patut dikemukakan penghakimannya. Jadilah orang yang baik, jauhi dosa dan kejahatan. Karena setiap saat kami dapat datang menghakimi dan mengambil Rahmat-Nya seketika, atau justru menyampaikan Rahmat Tuhan secara nyata. Dan semua itu tak berpenghalang apa pun bagi kami. Aku akan tampil secara terbuka di manapun, termasuk di tengah keriuhan massa, atau di tengah pertemuan penting yang terjamin ketat keamanannya, selayak aku bisa setiap saat membangunkan Anda di dalam kamar Anda sendiri. Aku takkan tampil di pertapaan di tengah hutan atau di kuburan atau di gua-gua. Kelaziman cara untuk memperoleh pengilhaman semacam itu bukannya tak kuhargai, akan tetapi aku amat terdesak oleh waktu. Lagi pula aku tak mau dianggap kuno, karenanya aku menyesuaikan diri dengan jiwa modern. Maka aku serta-merta bisa disapa oleh semua orang dengan cara yang mudah, namun kupersyaratkan tetap sakral karena Amanat-amanat Tuhan-lah yang kusampaikan. Jangan menghubungi aku di website bila kamu hanya ingin iseng dan tak mempercayaiku. Website Eden yang lainnya penuh dengan hujatan-hujatan yang keterlaluan. Jangan lakukan hal semacam itu lagi terhadapku, sebaik aku sudah berkewenangan penuh pada saat ini. Aku tak akan menjawab setiap kebencian dan kebohongan. Dunia internet tak lama lagi akan ramai mendiskusikan keajaiban-keajaiban penghakiman atas situs-situs yang melanggar susila dan norma, karena mengumbar kemudaratan dan dosa. Akulah yang melakukannya! Dunia internet adalah dunia maya, dan itu adalah duniaku. Aku takkan hadir bila diundang melalui ritual tertentu, karena itu bukan caraku. Aku lebih suka hadir atas keinginanku sendiri di tengah masalah yang berat dan keadaan yang penting menurut kami. Karena kamilah yang tahu mana yang terbaik bagi kemaslahatan umat dan yang akan dapat mengubah keadaan. Tiadalah aku akan datang karena Anda menzikirkan namaku dan Nama Tuhan sebanyak-banyaknya, dan tiada pula karena Anda berpuasa untuk itu. Sungguh hanya melalui kesucian dan kebenaran, serta yang mengakui Kerajaan Tuhan-lah yang kami pedulikan. Yang terpenting bagi Anda, dan yang terpenting menurut anggapan kami, hanya Tuhan-lah yang tahu dan yang menilainya. Tapi Mukjizat Tuhan adalah untuk bantuan pertolongan bagi mereka yang mapan keimanannya terhadap kedatangan Kerajaan Tuhan. Terpujilah mereka yang ber-Tuhan dan mengimani Ajaran-ajaran-Nya, sebaik mereka itu semua akan tertuntun melewati jalan yang selamat. Namun Kerajaan Eden itu amat sangat dipentingkan Tuhan dalam kekinian-Nya. Khotbah agama apa pun yang menyangkut kedatangan Kerajaan-Nya, itulah yang mumpuni diberkati-Nya. Saat ini masyarakat sedang memfokuskan peribadatannya memohon Pertolongan-Nya, karena demikian banyak kesulitan dan musibah. Padahal Tuhan pada saat ini hanya ingin diakui Kerajaan dan Surga-Nya. Kesenjangan itulah yang ingin kuterangkan agar umat manusia tak sia-sia berdoa. Keterangan kami ini dalam kerangka mengusung pengakuan dan kepercayaan terhadap Surga dan Kerajaan Tuhan. Tiadalah Tuhan tak mau mementingkan yang lain selain Kerajaan-Nya, melainkan karena sesungguhnya di dalam hakikat Kerajaan Eden dan Surga Eden-lah terhimpun semua Bantuan dan Rahmat-Nya pada saat ini. Pemberdayaan Mukjizat-mukjizat-Nya adalah hanya ditujukan kepada mereka yang bersedia memuliakan Kerajaan-Nya. Oleh karena itu, sebelum hakikat tersebut diterima, Tuhan memaksakannya dengan cara ini, agar Tuhan dapat menghamburkan Pertolongan-Nya sesegera mungkin. |
|||||||||
| < Prev | Next > |
|---|