| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Sumpah Tuhan | |||||
|
Sumpah Tuhan atas Ratifikasi Alkitab “Di dalam Surat Wahyu 19 ayat 7 dan 8 bab ‘Perjamuan Kawin Anak Domba’, Aku memperlihatkan kesamaan esensinya dengan Ayat Suci Veda pada bab ‘Pasangan Suci’. Adanya pengantin perempuan yang terahasia dalam kedua Kitab Suci itu merupakan rahasia takdir Lia Eden yang Kunikahkan dengan Malaikat Jibril (Roh Kudus) yang Kusebutkan dalam ayat tersebut sebagai Anak Domba. Itu adalah Malaikat Jibril-Ruhul Kudus, karena pengorbanan Malaikat Jibril sebagai anak domba yang disembelih untuk menyatakan kesediaannya bersalah demi menyanggupkan dosa-dosa Lia Eden terhadirkan untuk disucikan dan menjadilah itu sebagai suri tauladan perdana cara menjalani penebusan dosa dan pensucian Lia Eden di hadapan Majelis Kerasulan Eden. “Kujadikan Lia Eden perempuan yang berdosa hingga harus disucikan. Dan pensuciannya itu pun menjadi pengajaran dan contoh bagi mereka yang disucikan di Eden dan kemudian menjadi contoh bagi pensucian semua orang yang bersedia disucikan hingga tuntas di Eden.“Semenjak dia telah suci, Kutitahkan dia menggantikan pakaian kesehariannya dengan kain lenan putih sepanjang 7 meter sebagai tanda dia telah melepas keduniawian dan telah diberkati Tuhan kesuciannya. Dan kain lenan putih yang digunakannya itu terlihat berkilauan oleh karena aura Eden. “Roh Kudus yang suci, yang memperistrikan Lia Eden, sudah mengawal Lia Eden sejak lahirnya sehingga semua dosa-dosa Lia Eden adalah tanggungannya. Demikian dia menjadi anak domba yang kemudian disembelih sebagai persembahan penebusan dosanya karena telah membiarkan Lia Eden berdosa walaupun dia sudah bersamanya selalu sejak Lia Eden dilahirkan ke dunia. Demikian upacara penyembelihan anak domba sebagai tebusan Ruhul Kudus sudah diupacarakan pada tanggal 11 Januari 2003. “Demikian Kuratifikasikan Surat Wahyu 19 ayat 7 dan 8 itu untuk Kupertemukan dengan bab ‘Pasangan Suci’ dari Veda, yang Kumaksudkan demi mengukuhkan kesahan dan makna pernikahan suci Lia Eden dan Roh Kudus. Demikian Aku bersumpah atas ratifikasi Surat Wahyu 19 ayat 7 dan 8 untuk Lia Eden dan Roh Kudus.” Demi menempatkan keterangan atas Sumpah Tuhan yang tertera, maka kami lampirkan kutipan Alkitab Surat Wahyu 19 ayat 7 dan 8: Perjamuan Kawin Anak Domba
|
|||||
| < Prev | Next > |
|---|