| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Sumpah Tuhan | |||||||||||||
|
Sumpah Tuhan atas Ratifikasi Ayat-ayat Suci Veda, “Dan Aku bersumpah bahwasanya ayat-ayat ‘Pasangan Suci’ dari Kitab Suci Veda sesungguhnya itu adalah simpanan bukti kesahan perkawinan Malaikat Jibril-Ruhul Kudus atau Dewa Surya dengan Lia Eden. Demikian Aku membahasakan takdir kemalaikatan di dunia yang nyata, sekaligus mengangkat perihal penjelmaan Jibril yang serupa dengan Lia Eden melalui rahasia dalam Veda. Sebab itulah disebutkan adanya dua wanita dan pasangan pengantin dalam bab ‘Pasangan Suci’. Itulah sebuah misteri Veda yang terjawab, karena tiadalah itu bisa terjawab sebelum tiba waktunya. Karena tiadalah suatu keadaan dan perumpamaan yang dapat menjawab misterinya itu, karena takdir pasangan suci takkan terjadi tanpa Kehendak-Ku. Dan dalam keadaannya yang sesuai, telah tiba waktunya rahasia itu terbuka dengan sendirinya. “Dan hanya atas Kehendak-Ku-lah semata jawaban itu dapat memenuhi kriterianya secara jelas dan pasti. Karena sungguh Malaikat Jibril menampakkan diri sama sebagai Lia Eden sehingga disebutkan ‘laksana dua wanita yang memakai perhiasan’ dan ‘laksana pengantin dalam masyarakat’, karena pada saat bersamaan dia pun laki-laki, malaikat yang menikahi Lia Eden yang tampil nyata di masyarakat. Keadaan yang tercantum dalam Veda itu baru valid terjadi pada saat ini. Demikian Aku mengesahkan perkawinan Malaikat Jibril dengan Lia Eden. Dan akan terdapati kesaksian-kesaksian atas keduanya itu memenuhi semua keadaan yang tercantum dalam kalimat-kalimat bab ‘Pasangan Suci’ dalam Veda. Dan Aku pun membuktikan kebenaran dan kekekalan Kitab Suci Veda.“Demi mengadakan di dunia ini contoh perkawinan Surga, yaitu perkawinan di antara malaikat dan bidadari yang masih berstatus sebagai manusia yang suci, itu demi mengemukakan keadaan Surga yang hakiki di dunia ini. Demikian Aku mengedepankan perkawinan Surga antara Malaikat Jibril dan Lia Eden sebagai pasangan suci. Demikian itulah keadaan pasangan suci ini kembali membumi sejak perkawinan yang serupa antara Dewa Surya dan Kunti dan antara Roh Kudus dan Maria. Demikian Kuberitahukan Lia Eden pun pernah terbangkitkan sebagai Kunti, Hawa atau Eva, Maria, Joan of Arc dan R.A. Kartini. “Lia Eden adalah seorang perempuan yang selalu memberi jejak sejarah. Demikian dia berkali-kali bereinkarnasi sebagai perempuan yang mencatat sejarah. Demikianpun Kujelaskan tentang kelahiran Yesus oleh Bundanya, Maria. Dan sesungguhnya, dari rahim Maria itu terlahir anak Roh Kudus, karena hanya makhluk ciptaan-Ku-lah yang berhak menikah. Dan tiadalah Aku menikah dengan apa pun sebagaimana Aku adalah Yang Maha Pencipta, tak dianakkan dan tak diperanakkan, tidak beristri dan tak dipersuamikan. Dan tiadalah Aku membutuhkan perempuan dalam Kehidupan-Ku. Dan tiadalah Aku itu laki-laki ataupun perempuan, karena Aku adalah Maha Ruh Yang Maha Meliputi segalanya. “Dan karena Aku Maha Esa dan selalu ada selama-lamanya, tiadalah Aku pernah berawal, tiada pula Aku pernah berakhir. Aku-lah yang menjadikan segala hal dari awalnya, dan Aku pula yang menjadikan segala keakhiran yang meliputi multi alam semesta dan seluruh makhluk. “Demikian Aku memberi penjelasan tentang status Yesus sebagai anak Allah. Semua Utusan-Ku niscaya Kusebut sebagai anak-Ku. Sebutan itu sebagai pernyataan Cinta-Ku dan Kedekatan-Ku kepada Yesus sebagaimana Aku mencintai segenap Utusan-Ku. Dan Kusebutkan Yesus itu anak-Ku sebagaimana Ruhul Kudus itu kini memperanakkan semua orang suci di Surga Eden. “Aku adalah Allah bagi semuanya dan Bapa dan Ibu bagi semuanya. Panggillah Aku Tuhan atau God atau Allah atau Bapa, tapi Aku adalah Tuhanmu. “Demi meluruskan hubungan-Ku dengan Yesus dan Maria, Kuturunkan Roh Kudus-Malaikat Jibril menjadi suami Lia Eden untuk diimani sebagai ayah para nabi dan orang-orang suci di Eden. Sungguh jangan samakan Roh Kudus itu dengan Allah, sebaik dia itu adalah malaikat yang menjadi Perintah-Ku saja. Sebab itu, jangan pula menyebut Yesus itu Allah, karena Roh Kudus itu saja bukan Allah. “Demi mengatasi masalah permusuhan dan penyimpangan agama, Aku mendatangkan Ruhul Kudus atau Dewa Surya sekaligus juga adalah Dewa Wishnu yang berpasangan dengan Lia Eden. Dan telah Kuabadikan pasangan ini melalui ayat suci dari Kitab Veda, RgVeda II.39.2-7, bab ‘Pasangan Suci’. Merekalah berdua pasangan suci yang akan mendamaikan dunia dan agama-agama. “Oleh karena itu, Aku bersumpah membenarkan bahwa merekalah pasangan suci yang sudah Kuabadikan dalam Veda. Sungguh Kerajaan dan Surga-Ku-lah yang diemban Pasangan Suci itu.” Demi menempatkan keterangan atas Sumpah Tuhan yang tertera, kami lampirkan kutipan dari Kitab Suci Veda, ‘Pasangan Suci’, RgVeda II.39.2-7: Pasangan Suci
|
|||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|