LE2-34-777






Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan

Penzalim Kerajaan Eden Dikutuk Menjadi Iblis 

“Dan semua orang yang tersebutkan sebagai penzalim Kerajaan dan Surga-Ku dan para Rasul-Ku, maka Kutetapkan perubahan kodratnya menjadi iblis atau setan. Dan sejak Ketetapan-Ku ini telah Kumaklumatkan, daripadanya telah terjadi keterikatan ruh iblis dengan semua orang yang telah menzalimi Eden. Dan tiadalah mereka dapat bebas lagi dari keterkutukannya itu.

“Karena mereka itu telah Kutetapkan tak Kuberikan Rahmat-Ku lagi, maka mereka merasa selalu gelisah dan kehilangan akal. Dan mereka mudah mengecam dan marah, selalu mengomel dan merusuhi, mulai menjadi kejam dan sering tak puas, sering dilanda kebuntuan akal, hingga putus asa dan gelap mata. Demikian sifat-sifat buruk telah mulai meliputi diri mereka.

“Orang-orang itu mudah menempuh jalan pintas yang salah dan berisiko, apalagi bila dengan sengaja mereka mencari ilmu gaib untuk mencari jalan pintas untuk mengatasi masalah-masalahnya. Maka, tak kuasa lagi mereka menghadapi penguasaan iblis atas ruh mereka. Kekuatan gaib jin bila menyesatkan, seakan tak berujung. Tanpa disadari mereka berubah menjadi musyrik dan keji. Tak disadari, mereka itu memang jauh sudah tersesat, tak tahu cara melepaskan diri. Maka, keputusasaannya dan kesesatannya itu telah menyatu pada dirinya. Dan itulah awal jalan takdirnya yang menuju ke perubahan kodrat menjadi iblis.

“Tiadalah terukur dosa orang-orang yang menzalimi Kerajaan dan Surga-Ku serta Utusan-utusan-Ku. Dan pada hari Jumat, tanggal 20 Juli 2007 pukul 09.35 WIB, Aku menetapkan pembalikan nasib terhadap semua orang yang kualat terhadap Utusan-Ku yang budiman.

“Ketahuilah, tak ada jalan apa pun bagi mereka. Bahkan telah sampai Kuangkat Rahmat-Ku atas bangsa Indonesia sebagai akibatnya. Sungguh tak terbilang orang-orang sebangsanya yang turut menderita, sebagaimana sesungguhnya para penzalim Eden-lah yang mengakibatkan Kutukan-Ku itu terlepas. Namun pada kenyataannya, penzaliman atas para Utusan-Ku dan penistaan atas Kerajaan dan Surga-Ku itu tersaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, tapi mereka itu hanya mendiamkannya. Demikian Aku berhak mengangkat Rahmat-Ku atas bangsa ini.

“Aku Tuhan Yang Maha Adil. Tiadalah Aku melepas Fatwa-fatwa Mahkamah Pengadilan-Ku sebelum Ketentuan-Ku terhadap semua orang yang terlibat atas penganiaya Lia Eden dan Komunitas Eden itu Kusebutkan paling awal, dalam kategori Fatwa-Ku atas mereka yang mendapatkan hukuman terburuk. Karena bila Aku telah menyebutkan Hukuman-Ku yang terburuk, berarti sudah terjadi Neraka itu, yang di dalamnya adalah orang-orang yang paling terkutuk. Dan orang-orang yang Kusebutkan paling terkutuk adalah mereka yang Kusebutkan sebagai orang-orang yang telah Kupastikan berubah kodrat menjadi iblis.

“Aku mempermaklumatkan pada saat ini setan atau iblis telah terlepas dari kutukannya. Maka, dengan yang demikian itu, jadilah Kutukan-Ku kepada para penzalim Utusan-Ku itu Kugambarkan sebagai orang yang Kukutuk menjadi iblis. Dan merekalah yang akan menggantikan posisi iblis yang sudah melewati masa kutukannya. 

“Suatu contoh dari apa-apa yang mendapatkan hukuman yang terburuk, Kuperimbangkan dengan mereka yang terbaik dan yang dapat Kuterima di Surga Eden. Dan apabila penjelasan atas mereka itu belum tuntas, sehingga tak tercakup penjelasan secara mendalam penyebab kehadiran Kutukan-Ku, dan menjadikannya sebagai kronologi penyebab Neraka itu terhadirkan, kamu pun belum akan mendapatkan pengertian tentang Surga Eden. Jadilah Neraka sebelum Surga-Ku diakui. Dan jadilah Surga Eden diharapkan bila kutukan Neraka tak berkesudahan.

“Semua himpitan keadaan itu mengibaratkan Pensucian-Ku. Keadaan Neraka itu tak mungkin ada duanya pada masa sebelum maupun setelahnya, karena tiadalah pergolakan bencana-bencana yang berkesinambungan dan menyeluruh, tanpa bisa dipertanyakan mengapa semua itu datang secara tiba-tiba dan amat menakutkan. Tak ada yang pasti kecuali satu jalan, yaitu jalan menuju kiamat. 

“Kesalahan menzalimi Rasul-Ku di akhir zaman ini tak dapat dipertimbangkan dengan apa pun, karena mereka itu adalah orang-orang yang zaman dulu pun berdosa telah menzalimi Rasul-Ku. Mereka telah kedapatan menzalimi Rasul-Ku lagi pada saat ini.
“Adapun itu sudah menjadi takdir mereka. Sekali saja orang itu berdosa menzalimi Rasul Tuhan, panggilan menemui takdir menjadi iblis sudah tertanam pada ruh mereka, sehingga kecenderungannya pun tertuju kepada takdirnya itu.

“Demi segala penjelasan tentang Peraturan Hukum-Ku di Hari Penghakiman ini, Kududukkan mereka semua sebagai orang-orang yang berkewenangan mengadili Lia Eden, dan sebagai ulama-ulama yang menzaliminya. Yang demikian itu kiranya dapat mengajarkan umat manusia agar jangan sekali-kali melawan Rasul-Ku, karena mereka itu adalah termasuk orang-orang yang akan berakhir di dalam kodrat yang terburuk.

“Kesakralan dan pengeramatan Rasul-Ku niscaya Kuutamakan, karena Hari Penghakiman yang disampaikannya itu sudah merupakan suatu yang maha penting dari-Ku. Dan seluruh umat manusia dan seluruh makhluk-Ku terlibat di dalamnya. Dan Penyelamatan-Ku justru terhambat oleh perbuatan mereka. 

“Dan apakah yang bisa mempermaklumkan itu kalau Utusan-Ku dinistakan? Tentulah mereka yang menzalimi Utusan-Ku itu yang niscaya patut Kunistakan dan mereka Kupandang sebagai orang-orang yang menjalani hukuman terberat dari-Ku, lebih dari siapa pun di dunia ini.

“Ketetapan-Ku ini adalah pengawalan dari pengumuman Fatwa Mahkamah-Ku secara langsung, demi menyatakan hukum akhirat yang takkan tertulis sebelum datangnya Hari Pengadilan-Ku. Maka dengan itu, Kumaklumatkan bahwa Aku bersumpah telah berkenan meresmikan tegaknya Mahkamah Agung Tuhan di dunia. Jadilah, maka jadilah tegaknya supremasi hukum dunia dan akhirat di kalangan umat manusia.”

Jakarta, 16 Oktober 2007, Pukul 13.00 WIB
 
< Prev
Donwload Fatwa Mahkamah Tuhan 
Download PDF