LE2-34-777






Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan

Ajaran Trinitas Membebani Yesus dan Roh Kudus 

“Sebagai pemimpin malaikat yang ruhnya adalah ruh matahari, tentu ketika bumi ini hancur, matahari pun terikut binasa. Karena tiadalah jaringan magnet semesta tak saling berkait. Demikian tata surya Bimasakti pun mengalami kiamatnya. Dan Roh Kudus-Malaikat Jibril yang kalian kenal itu pun akan binasa ditelan black hole, iblis alam semesta.

“Maka tiadalah ada yang kekal kecuali Aku. Maka tiadalah Roh Kudus dan Yesus itu kekal sekekal Aku. Maka janganlah pemujaan atas keduanya itu digabungkan dengan-Ku, apalagi disejajarkan.

“Sungguh Aku ini Maha Kuasa. Dan tiadalah Yesus dan Roh Kudus itu maha kuasa. Apalagi ruh Yesus itu bukanlah ruh mega yang dapat meliputi ruh-ruh di luar dirinya sebagaimana ruh mega Roh Kudus. Tapi Roh Kudus yang dikenali sebagai pembawa Wahyu-wahyu-Ku dan memberi kemaslahatan bagi umat manusia, itu saja dapat binasa sebagaimana kebinasaan matahari. Maka, sudahi penyekutuan mereka dengan-Ku. 
 
“Sungguh Aku ini Tuhan Yang Maha Adil dan Sempurna Keadilannya. Oleh karena itu, Sikap-Ku itu niscaya sama terhadap semua Rasul-Ku. Kalau ada agama yang Kupentingkan lebih dari yang lainnya, sehingga Aku mengistimewakannya dengan memberikan anak tunggal-Ku, satu-satunya anak yang Kumiliki, maka akan jadi apa Keadilan-Ku? Dan apabila Aku tak adil seperti itu, Hari Kiamat pun tak menjadi apa-apa kecuali kehancuran total seluruh alam semesta. Karena tak mungkin ada keseimbangan alam yang akan terjaga secara kekal dan berkesinambungan kehidupannya, karena Aku tak terjamin Keadilan-Nya.

“Siapa pun tahu bahwa Kemahadilan-Ku seksama kesempurnaannya. Oleh karenanya, jangan pernah ada lagi penuhanan atas Yesus, sebagaimana kecintaanmu kepada-Ku jangan disejajarkan dengan Roh Kudus dan Yesus, karena mereka itu adalah ciptaan-Ku yang Kucintai. Jangan memaksa Aku menghakimi kesalahan itu, sehingga mereka yang Kucintai itu harus menderita.

“Demikian Aku menghakimi Roh Kudus yang dinyatakan sebagai anak domba yang disembelih, karena telah membiarkan Lia Eden terjerumus melakukan dosa-dosa, walau dia sudah menyertai Lia Eden sejak dilahirkan, dan untuk selama hidupnya. Jadilah kesalahannya itu menyatakan sebagai ketidaksempurnaannya, karena tetap saja dia tak sanggup menghadirkan penyelamatan dan pensucian yang sempurna sebelum mengorbankan Lia Eden melakukan dosa-dosanya.

“Sungguh semua makhluk-Ku tak sanggup sempurna sebagaimana Kesempurnaan-Ku. Para malaikat saja berpembatas, apalagi umat manusia. Oleh karena itu, sekali lagi jangan menuhankan apa pun kecuali Aku, Tuhan Yang Maha Esa.

“Sungguh A. Mukti Day itu reinkarnasi Yesus yang sedang malang karena tak Kusertakan dalam Kerasulan Eden pada saat ini. Tiadalah dia Kutampik dari Surga Eden, melainkan dia hanya Kunampakkan sebagai manusia biasa yang tak berdaya dan tak ikut berada di kalangan para Rasul tatkala Kerajaan dan Surga-Ku turun ke bumi. Tapi, sebagaimana Janji-Ku di Surat Al Maa-idah ayat 116-120, Kujanjikan kepadanya Surga dan Kerajaan-Ku di bumi ini setelah umatnya berhenti menuhankannya, karena dia dan ibunya adalah orang-orang yang benar.  

“Adalah malaikat yang terpuji dan tak bernoda itu sesungguhnya tak selamanya mampu mempertahankan kodratnya yang termulia di Sisi-Ku.

“Dan adalah umat manusia, makhluk-Ku yang termulia kedua setelah malaikat. Dan adalah umat manusia yang diturunkan dari kodrat malaikat. Dan adalah umat manusia pula yang dapat mengakibatkan perubahan kodrat malaikat menjadi manusia. Sebagaimana umat manusia yang tak mengindahkan malaikatnya ketika melakukan perbuatan dosa-dosa keji. Adalah kesalahan malaikat bila dia gagal memperbaiki tabiat manusia yang dijaganya. Yang demikian itulah yang menyebabkan malaikat terkutuk dan mengalami perubahan kodrat. 

“Dan adalah umat manusia yang seringkali tak sanggup menahan hawa nafsu kejinya sehingga telah berlumuran dosa. Orang-orang yang keji inilah yang dapat berubah menjadi iblis/setan. Dan malaikatnya terpaksa berubah kodrat menjadi manusia.

“Sungguh manusia itu selalu disertai malaikatnya. Dan suara malaikatnya itulah yang menjadi suara hati nurani pada manusia.

“Ketika malaikat berubah kodrat menjadi manusia, habitatnya pun berubah sepenuhnya manusiawi. Dan pengalaman apa pun kemudian yang ditemuinya dalam kehidupannya, tiadalah malaikat yang telah berubah kodrat menjadi manusia itu dapat mengelakkan diri dari kesengsaraan yang penuh godaan, dan yang dimungkinkan dia memperturutkan nasib menuju ke perubahan kodrat yang terburuk.

“Demikian Ajaran-ajaran-Ku Kuturunkan demi menjaga kodrat-kodrat mulia. Namun ketika ajaran agama menyesatkan dan menghadirkan perbuatan keji, jadilah agama itu kuda besi iblis.

“Penyimpangan agama dan kemudaratannya yang terlalu buruk, itulah dosa-dosa mutakhir yang amat berbahaya dan yang Kumurkai. Dan sampailah Aku kepada Perjanjian-Ku dengan iblis. Dan kodrat mulia manusia pun diperebutkan oleh iblis. Karena dosa-dosa itu Kuanggap dosa mutakhir yang paling Kubenci di antara semua dosa.

“Seandainya umat manusia tahu sebab apa mereka berubah kodrat menjadi binatang atau iblis, tiadalah mereka semena-mena melakukan dosa lagi, terkhusus dosa keagamaan. Untuk itulah Aku mempermaklumatkan pada saat ini keadaan dosa yang sanggup mengubah kodrat menjadi iblis, dan sebaliknya keadaan yang dapat mengubah kodrat manusia menjadi malaikat.

“Demikian Aku memfatwakan apa-apa yang menjadi Ketetapan-Ku di Hari Penghakiman ini, bahwa Aku mendirikan Kerajaan-Ku untuk membahanakan Ketetapan-ketetapan Fatwa Pengadilan-Ku ke dunia. Dan Aku mendirikan Surga Eden demi mensucikan umat manusia dan mengalihkan kodrat manusia menjadi malaikat, dan untuk menjaga populasi malaikat dan manusia, agar seimbang siklus regulasi ruh.

“Namun demikian, di Hari Penghakiman ini, Aku menghidupkan Neraka dan melepas kutukan demi melepas iblis dari kodratnya, dan itu demi keterakhiran kodrat iblis di akhir zaman ini. Dan mereka pun berfokus pada aktivitas Neraka dan menghakimi tuntas semua dosa-dosa atas Izin-Ku. Merekalah algojo-algojo-Ku di Neraka. 

“Dan ketika Aku menghidupkan Neraka di negeri ini, jadilah keramat segala kejadian. Banyak hal yang janggal terjadi. Banyak kelahiran di kalangan manusia dan binatang yang aneh bentuknya, membuat bulu roma berdiri. Bahkan banyak kejadian aneh yang meliputi segala hal. Begitupun tanaman, banyak yang mengalami persilangan di luar akal. Jadilah itu semuanya sebagai fenomena Neraka atau negeri kutukan. 

“Sungguh ruh-ruh iblis di akhir zaman ini tak menyisakan kekejamannya lagi. Mereka terpuaskan habitatnya. Tapi sungguh nanti, semenjak ruhnya berpindah kodrat, taklah dia mau menjadi iblis lagi. Bukan penyesalan atau pertaubatan yang menyebabkannya, akan tetapi naluri ruh mereka itu memang sudah Kugantikan.

“Kutukan-Ku sudah habis waktunya atas mereka. Iblis harus Kubahagiakan setelah sekian lama Kunistakan. Maka, ketika dia telah menjadi suatu makhluk yang lain, menjadi makhluk yang baik, secara naluri mereka itu merasa bosan dan tak mau lagi berbuat jahat. Kesedihan melihat kejahatan dan ingin menyudahinya, justru itulah yang cenderung dirasakannya. Demikian naluri manusia itu sesungguhnya. Maka sesungguhnya, sifat manusiawi itu tumbuh dari kejenuhan iblis merasakan dosa, atau itu pun datang dari naluri malaikat. Sifat-sifat baik manusia itu adalah fitrah manusia.

“Hanya karena kodrat manusia itu berada di antara kodrat malaikat dan kodrat iblis, maka Aku menjadikan kehidupan manusia itu merupakan pusaran percaturan pertukaran kodrat di antara seluruh makhluk-Ku yang termulia dan yang ternista. Ketentuan terjadinya dosa-dosa dan kebajikan-kebajikan itu hanya bisa nyata di alam kehidupan manusia. Di kehidupan manusialah segala kejadian itu Kupertimbangkan untuk setiap Ketentuan-Ku atas kodrat-kodrat seluruh makhluk-Ku dan ciptaan-Ku.

“Naluri iblis yang terkutuk itu justru meruyak di kalangan manusia yang segera menggantikan kodrat iblis. Namun perlu Kujelaskan bahwa perubahan kodrat iblis menjadi manusia tetap menjalani sanksi Hukuman-Ku. Maka iblis-iblis yang terlahir menjadi manusia itu, secara bertahap Aku perbaiki nasib dan wujudnya.

“Sebelum beranjak terbangkitkan menjadi manusia normal di kemudian hari pada kelahirannya yang berikutnya lagi, terlebih dahulu dia terlahir menjadi bayi-bayi cacat. Itu sebabnya terlihat banyak sekali bayi-bayi cacat yang keterlaluan kecacatannya pada saat ini. Sementara para orang tua yang melahirkan anak-anak yang seram fisiknya itu, menjadilah orang tua yang penuh ujian. Dan semua itu adalah sebagai pernyataan takdir pembalasan atas dosa jua, dosa yang terkini maupun dosa yang terbawa oleh ruhnya.

“Orang-orang yang melahirkan anak-anak cacat seperti itu sedang diingatkan atas sebuah kutukan. Seperti orang yang sedang menimang iblis, demikian itu Kusimbolkan. Tiadalah orang-orang yang penuh rahmat karena kebajikan-kebajikannya akan Kuperkenankan menimang mantan iblis. Niscaya itu dialami hanya kepada para orang tua yang sedang Kuhakimi dosa-dosanya jua.

“Sungguh jadikanlah Penjelasan-penjelasan-Ku ini untuk mengkaji dan mengimani apa-apa yang sedang terjadi pada saat ini. Semua keadaan yang terburuk maupun yang terbaik adalah berasal dari-Ku.    
 
< Prev   Next >
Donwload Fatwa Mahkamah Tuhan 
Download PDF