| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan | |||
|
Perubahan Kodrat Bisa Drastis karena Pengkultusan “Melalui Penjelasan-Ku ini, Kuharapkan umat manusia berhati-hati atas perbuatan-perbuatannya. Dan ketahuilah bahwa setiap Utusan-Ku jangan dikultuskan, apalagi dituhankan, karena takdir para Nabi Utusan-Ku itu adalah takdir bagi orang-orang yang terpilih dari mereka yang Kusucikan, yang pada sesungguhnya mereka itu berada dalam perjalanan takdirnya kembali ke kodrat yang termulia. Karena setelah mereka itu berhasil menyampaikan Ajaran-Ku, setelah wafatnya, jadilah mereka malaikat. Itulah Surga yang Kujaminkan kepada para Nabi dan Rasul-Ku. “Oleh karena itu, jangan pernah menganggap Rasul-Ku itu adalah tuhan atau selayak tuhan. Karena perputaran kodrat memungkinkan para Nabi itu berasal dari kodrat yang terburuk, yang sedang berpulang ke kodrat termulia.“Bilamana Yesus itu dijadikan tuhan, tiadalah dia mungkin dapat mempertahankan dirinya tetap berada di strata umat-Ku yang termulia lagi. Karena penuhanan atas dirinya itulah yang mencelakai diri dan kodratnya. “Siapa-siapa yang dituhankan bersama Diri-Ku, akan Kuperlihatkan bahwa tuhannya itu sama sekali tak patut disejajarkan dengan-Ku. Dan apabila umatnya tak juga sanggup memulihkan penuhanan atas dirinya, maka umatnya akan mempersaksikan Yesus Kubangkitkan sebagai nabi yang menebus dosa umatnya, sebagai orang yang Kutelantarkan nasibnya. “Tiadalah dia terlihat sebagai orang yang penuh rahmat sebagaimana seharusnya dia Kuperlakukan, padahal dia telah berjasa menyampaikan ajaran Kristen. Akan tetapi, oleh karena penuhanan atas dirinya itulah yang terpaksa membuat dia harus Kuperlihatkan jauh dari Rahmat-Ku. Karena kalau dia itu adalah Tuhan, justru dialah yang seharusnya bisa memberi rahmat dan berkah bagi umatnya. Apalagi yang akan dikatakan umatnya bila dia Kuperlihatkan tak sanggup merahmati dirinya sendiri. Bahkan Hukuman-Ku tak cuma itu saja. Dan bahkan dia terancam akan berubah kodrat menuju kodrat iblis yang terburuk. Karena siapalah yang bisa disebut menjadi tuhan kalau dia Kuperlihatkan terancam akan menjadi iblis? “Ibunya, Maria, Kuangkat sebagai Ratu di Surga-Ku. Dan sebagai perimbangannya, Yesus bernasib malang. Ini pun Kujadikan pendalaman pengertian atas Keadilan-Ku bahwasanya Maria dan Yesus yang tak meminta diri mereka dikultuskan sedemikian rupa oleh umat Kristen, namun kesalahan itu mengabadikan Ketetapan-Ku atas Lia Eden yang tak mungkin dapat dikultuskan oleh karena dosa-dosa perzinahannya. Demikianpun reinkarnasi Yesus, anaknya, A. Mukti Day. “Jadilah mereka berdua Kuhadapkan pada takdir yang berat sehingga mereka harus memperjuangkan diri mereka terlepas dari Kutukan-Ku, yakni menghadapi kungkungan iblis yang digdaya. Demikian itu karena pengkultusan terhadapnya. Karena Aku-lah mereka berdua itu menjadi mulia. Dan karena perbuatan umatnyalah mereka itu menjadi hina. “Namun demi Pengajaran-Ku atas kesalahan pengkultusan oleh umat terhadap para Utusan-Ku, Kusajikan Lia Eden yang bertahta di Surga Eden tapi bukan sebagai istri-Ku, melainkan hanya istri Malaikat Jibril. Dan Kujanjikan kepadanya Surga kekal di akhirat dan menjadi matahari, tapi dia harus menaklukkan dajjal yang berkuasa, Nyi loro kidul yang disembah oleh sebagian bangsa Indonesia, dan diperistrikan oleh raja-raja Jawa, dan dikeramatkan oleh presiden-presiden Indonesia. “Dan peranan Yesus yang dituhankan umatnya Kutiadakan di Majelis Kerasulan. Dan Kubiarkan dia berhasil dirayu oleh Maike, seorang perempuan yang sejak bayi sudah diserahkan ayahnya ke Ratu Kidul demi mendapatkan pengayoman. Maka jadilah Maike itu inkarnasi Nyi loro kidul, sehingga Mukti terlepas dari sisi ibunya. Dan atas kehendaknya sendiri, dia menjauhkan dirinya dari pengayoman Ruhul Kudus. Dan tiadalah dia yang terlihat mendatangkan Surga Eden dan Kerajaan Eden. Padahal bila seandainya dia itu adalah Tuhan atau anak Tuhan, niscaya dialah yang seharusnya terlihat menjadi Utusan-Ku yang bertahta di Surga-Ku dan Kerajaan-Ku. Walaupun ibunya, Maria, yang menjadi Utusan-Ku di akhir zaman ini, akan tetapi Lia Eden tersaksikan sebagai perempuan yang bernoda sebelumnya. Demikian keduanya terhinakan akibat pengkultusan diri mereka oleh umat Kristen. “Tiadalah kemuliaan bagi semua Utusan-Ku selain mereka itu Kuberikan kemuliaan. Dan tiadalah kemuliaan dari-Ku itu patut menjadi pengkultusan, sebagaimana Maria disebutkan sebagai Bunda Allah, dan Yesus yang dituhankan. Aku menghakimi Maria dan Yesus sebagaimana kenyataan pada diri Lia Eden dan A. Mukti Day yang Kuhinakan. “Sungguh mulia mereka di Sisi-Ku sebenarnya. Tapi Pengajaran-Ku bagi umat Kristen harus Kuperlihatkan. Jadilah mereka Utusan-Ku yang malang. Demikian perjalanan takdir keduanya Kubukakan sebagai bagian dari regulasi ruh, rahasia semesta alam. “Demikian Kupermaklumkan kepadamu penyesuaian keadaan ini dalam Al Quran Surat Al Anbiyaa ayat 91, sebagaimana tercantum: Surat Al Anbiyaa ayat 91:
“Dalam kisah ini, Kujadikan Lia Eden atau Maria atau Maryam, dan A. Mukti Day atau Yesus sebagai bukti Kekuasaan-Ku bagi semesta alam, karena Aku ingin menjelaskan perubahan kodrat Maryam atau Maria atau Lia Eden yang akan menjadi matahari. |
|||
| < Prev | Next > |
|---|