LE2-34-777






Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan

Regulasi Ruh 

“Sungguh regulasi ruh itu berputar seperti roda. Siapa yang berpulang ke kodrat yang termulia, itu adalah keberuntungan. Dan siapa-siapa yang terlepas dari kodrat yang termulia, kelak tak sanggup mempertahankan dirinya terjerumus ke dalam pertarungan menghadapi perjalanan menempuh kodrat terburuk. Sungguh siapa pun itu akan sampai kepada kodrat terburuk, yaitu iblis, bahkan malaikat sekalipun.

“Begitulah, ada malaikat ketika menjadi manusia, dia hanya menjadi manusia biasa yang membawa kebaikan bagi lingkungannya saja. Tapi bila malaikat ingin Kujadikan penuntun, jadilah dia nabi atau rasul dalam bidang apa saja yang akan membawa manusia merasakan Rahmat-Ku yang dibawa olehnya. 

“Adalah Surga Eden yang sedang diemban Lia Eden. Dan adalah dia yang sedang berpulang ke kodrat yang termulia menemani Ruhul Kudus. Dan setelah kelak datang keberhasilan yang terjamin oleh Sumpah-sumpah-Ku, maka Kujawabkan suatu rahasia terpenting di dalam regulasi ruh, bahwa adalah keniscayaan iblis itu dapat meraih kedudukan terbaik di Surga, seperti Lia Eden yang dulu pernah terkutuk menjadi ular. Apakah yang harus Kubahaskan bila dinamika pensucian di Surga itu bukanlah mengenai orang yang paling disoroti, yaitu Lia Eden, dan para Rasul di Eden? Melalui dirinya itulah dapat terungkap rahasia Akhirat-Ku.  

“Bumi itu juga bergulir dihuni oleh umat manusia. Prasejarah peradaban manusia sekarang di bumi ini taklah mencakupi catatan sejarah asal-muasalnya, karena peradaban manusia di bumi ini silih berganti. Kiamat bumi ini telah beberapa kali terjadi. Ajaran Veda yang telah berumur berjuta tahun itu sebagai buktinya. Demikian Kujadikan Kitab-kitab Suci itu abadi dan tersesuaikan satu sama lainnya, agar umat manusia selalu terayomi oleh Ajaran-ajaran-Ku dan menjadi keabadian sejarah ajaran-ajaran yang telah Kuturunkan, tanda Aku selama-lamanya ada, dan selalu mengayomi umat manusia.

“Dan pada suatu saat di awal kehidupan umat manusia di bumi ini setelah melampaui kiamat yang sebelumnya, Kuciptakan Hawa/Eva menjadi pendamping Adam, dari ruh ular yang sudah habis masa kutukannya. Oleh karena itulah di dalam kisah Nabi Adam, syahdan, karena Hawa-lah mereka berdua tak tahan kepada godaan ular, sehingga mereka terdampar keluar dari Surga. Sungguh itulah kisah di balik ketergodaan Hawa oleh ular. 

“Di masa kini, Aku menampakkan Surga-Ku lagi di dunia. Kuperlihatkan Adam dan Hawa sama-sama menanggung beban beratnya Surga demi menyelamatkan umat manusia. Hawa Kubebani tugas terberat, melaksanakan Wahyu-wahyu-Ku dan mengadakan Kerajaan-Ku di kalangannya. Untuk itu dia harus bertakwa penuh dan memberi pengorbanan yang luar biasa. Tapi Adam dituntun Hawa kembali ke Surga. Dan dia tersaksikan sedang menebus dosa seluruh umat manusia yang bergelimang dosa. Karena itu Adam terlihat kembali ke Surga bersama kutukan atas dirinya, sebagai pengorbanan penebusan dosa seluruh manusia. Demikian Kupersaksikan pengorbanan reinkarnasi Nabi Adam, yaitu Aminuddin Day, yang adalah mantan suami Lia Eden, reinkarnasi Hawa/Eva. Kujaminkan kisah keduanya itu sebagai sejarah kembalinya Adam dan Hawa ke Surga.     
  
“Kodrat iblis menuju Surga menjadi malaikat atau bidadari juga sedang Kusajikan. Seperti itulah kelaziman regulasi ruh yang Kupermaklumatkan demi menjadikan umat manusia paham tentang perputaran kodrat yang lazim.
 
< Prev   Next >
Donwload Fatwa Mahkamah Tuhan 
Download PDF