LE2-34-777






Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan

Tuhan Adil di antara Malaikat dan Iblis 

“Sebanyak malaikat yang menjalankan Perintah-Ku, sebanyak itu pun iblis yang bekerja untuk-Ku. Seperti itulah banyaknya umat manusia yang beriman kepada-Ku, dan sebanyak itu pula umat manusia yang jahat. Dan Aku niscaya adil di antara mereka semuanya.

“Ketika Surga-Ku Kuturunkan, para malaikat bersuka ria menyelamatkan umat manusia. Seperti itu pun ketika Neraka juga Kujadikan, para iblis bersuka ria menyesatkan umat manusia. Umat manusia kelak bersuka ria menyambut Kerajaan dan Surga-Ku. Demikian Aku membahagiakan segenap makhluk-Ku yang saling berbeda habitat.

“Keluhuran dan kekejaman sama-sama Kunaungi, karena semua itu bagi-Ku adalah kehidupan di Alam-Ku. Tak mungkin Aku hanya menyejahterakan malaikat saja oleh karena mereka itu adalah kebaikan, dan Aku harus mengenyahkan iblis hanya karena mereka adalah kejahatan.

“Dari mana keakhiran bila bukannya dari pemusnahan? Dari mana datangnya pemusnahan bila bukannya dari pembusukan atau keparahan? Dan itulah pekerjaan iblis. Sebab itu ada keawalan oleh karena ada keakhiran. Dan setiap keawalan itu terbitnya melalui kemurnian atau kesejatian. Dan itulah tugas malaikat. Kepada malaikat selalu Kukatakan, ‘Murnikan dan perbaikilah dan sucikan!’ Dan kepada iblis Kukatakan, ‘Rusakkan dan enyahkan!’ atau ‘Hancurkan!’

“Setiap Ketentuan-Ku selalu mendua arah dan tetap adil di antara keduanya. Sungguh Aku adalah Tuhan dari kedua makhluk-Ku yang berlawanan takdirnya itu. Segenap kejahatan iblis, Aku-lah yang memberikan sifat seperti itu. Demikian keluhuran dan cinta hakiki malaikat, itu pun berasal dari-Ku.

“Katakanlah, Aku ini Tuhan Yang Maha Menciptakan sifat-sifat jahat karena Aku-lah yang menciptakan iblis atau setan. Semua sifat jahat mereka, Aku-lah yang memberinya. Dan Aku-lah Tuhan Yang Maha Baik karena Aku pula yang menciptakan malaikat yang membiaskan kebaikan ke seluruh bumi dan umat manusia.

“Oleh karena itu, bila Neraka Kunyatakan di dunia, iblis pun berduyun-duyun bersuka ria menjadikan Neraka itu, sehingga Aku melihat para malaikat dan umat manusia gundah gulana dan berduka cita. Tapi Aku senang memberikan Surga-Ku, dan Kerajaan-Ku turun ke dunia juga. Demikian malaikat dan manusia pun bersuka ria.

“Salahkah bila Aku ini senang melihat semua makhluk ciptaan-Ku itu berbahagia? Dan Maha Benarlah Aku karena kesucian dan kebenaran serta sifat baiklah yang Kuutamakan. Dan itu bukan ketidakadilan pada pihak kejahatan atau iblis, melainkan di dalam kesukacitaan iblis, mereka itu tak kenal batas karena kebrutalan dan kesadisan memang adalah optimalisasi kegembiraan iblis. Padahal pihak malaikat tak urung harus berbahagia secara optimal juga. Dan kepuasan kebajikan itu adalah Surga yang diperjuangkan dan kebenaran yang dimenangkan.

“Dan Aku menyukai ketentraman, sehingga Aku tak menyukai kejahatan yang melampaui batas. Padahal jarang ada kebajikan yang melampaui batas. Dalam batas lini itulah Aku mengeksiskan pembelaan atas kebenaran dan kebajikan lebih daripada menjaga keseimbangan di antara keduanya. Lagi pula kebenaran dan kebajikan itu adalah pelanggeng kelestarian alam dan yang memberikan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat di kalangan umat manusia.   

“Setiap penyesalan yang menjadi pertaubatan dan kesadaran, menjadi kesucian dan kebenaran. Kalaulah kejeraan yang dapat menghasilkan penyesalan dan pertaubatan, maka Surga Eden itu memang terdahului oleh Neraka yang optimum. Bila Surga Eden itu harus menunggu waktu baru bisa diyakini, Aku pun meyakinkan umat manusia untuk memilih Surga atau Neraka.  

“Semenjak Kutukan-Ku sempurna di negeri ini, konflik laten antara malaikat dan iblis pada saat ini sedang dalam penyurutannya, karena Aku sedang menitahkan para malaikat menyudut ke pinggir dan tak berbicara dan tak bekerja melakukan penyelamatan. Jeda waktu malaikat tak bekerja itu Kugunakan untuk menyatakan Neraka sedang terlaksana. Dengan demikian, Penghakiman-Ku pun juga terlaksana sehingga banyak kemalangan dan musibah buruk yang sedang terjadi. Terpaksa Aku membiarkan para iblis bekerja ekstra, melaksanakan Neraka dan pengutukan.

“Demikian Kujadikan semua orang gamang terhadap dosa-dosa mereka sendiri. Karena sesungguhnya pengadilan kodrat itu dapat dialami setiap orang di dalam kondisi masa kutukan iblis yang berakhir di akhir zaman ini. Pada saat ini, godaan iblis itu merata, memabukkan, menguasai serta memperbudak. Dan pada saatnya, menjadilah penghancuran.

“Ketetapan dan Fatwa dari Mahkamah Pengadilan-Ku yang tersebut sekarang ini adalah sebagai pengajaran atas Hukum-hukum-Ku yang terberat, dan yang hanya dapat Kukemukakan pada saat Hari Penghakiman di zaman akhir. 

“Demi malaikat yang suci dan demi sejahat-jahatnya iblis dan setan, Aku memperlakukan kedua ras yang terbaik dan yang terburuk itu sama di dalam penentuan Hukum-Ku. Karena Aku Maha Adil memperlakukan semua makhluk ciptaan-Ku. Dan Kutukan-Ku itu berputar selamanya, demikianpun pensucian berkelangsungan sekekal kehidupan. Namun di akhir zaman inilah segala Ketetapan-Ku memperjelas setiap Keadilan-Ku.

“Aku Maha Adil memberlakukan seluruh Perundang-undangan Hukum-Ku. Lia Eden Kusucikan demi keratuannya di Surga Eden dan Kerajaan Eden. Akan tetapi, dia berawal dari manusia yang berdosa.

“Kuabadikan dia sebagai suri tauladan pensucian demi Surga-Ku, tapi juga sebuah keniscayaan ingin Kuunjukkan bahwa Lia Eden itu juga adalah reinkarnasi Eva/Hawa. Sehingga ketika tiba masa akhir zaman, di pundaknyalah Maklumat-Ku atas Hari Penghakiman dan pengupayaan nasib umat manusia agar tetap berada di kodratnya yang mulia, walaupun dalam sisi yang lain ingin Kuungkapkan sistem balik regulasi ruh melalui dirinya itu. Karena sesungguhnya Kerajaan-Ku yang ada di pundaknya itu taklah bisa Kutitipkan kepada nasib kodrat manusia yang beralih dari yang termulia, melainkan justru yang berbalik arah dari kodrat terburuklah yang lebih dapat menjamin kemuliaan Kerajaan-Ku.

“Kesucian tanpa noda hanya dapat diraih oleh mereka yang mengalami kehidupan yang sedang berbalik ke kodrat termulia, tak sebagaimana bagi mereka yang sedang berjalan menurun, yaitu mereka yang terlepas dari kodrat termulia. Mereka itu tak tahan terhadap godaan iblis, padahal Kerajaan dan Surga-Ku harus dipertahankan kesuciannya selama-lamanya. Tiadalah manusia itu sanggup bertahan mengemban Kerajaan dan Surga-Ku itu bila dia dalam peralihan menuju ke kodrat yang lebih buruk, sebaik manusia itu berpulang ke kodrat yang termulia lagi.

“Sebaik apa pun manusia yang baru terlepas dari kodrat malaikat, taklah dia sanggup menghindar total dari rayuan iblis dalam dirinya, sebagaimana itu adalah habitat alamiah umat manusia. Tiadalah setan itu mau berhenti menggoda umat manusia, karena itu pun habitat alamiah iblis sebagaimana itu sudah tertulis dalam Al Quran Surat Al A’raaf ayat 16-17.

Surat Al A’raaf ayat 16-17:

Fatwa01Al_Araaf_16&17.JPG
16.
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan duduk (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. kemudian aku akan mendatangi mereka dari hadapan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
 
“Sungguh iblis dan setan itu tak pernah jauh dari manusia sehingga di akhir zaman ini akan banyak perubahan kodrat manusia yang menjadi iblis. Jadi, untuk apa manusia itu gamang untuk disucikan, padahal perubahan kodrat menjadi makhluk yang berkodrat buruk lebih terjamin mengancamkan dan sulit dihindarkan.

“Kesenangan duniawi yang kotor lebih disukai. Mungkinkah manusia dapat mengatasinya kalau Aku tak segera memberitahukan ancaman-ancaman atas hal itu? Akuilah bahwa umat manusia sekarang itu sudah liar seperti binatang. Bahkan, atas nama penelitian mencari keakuratan kodrat dan persilangan habitat. Telah ada upaya penelitian persilangan antara embrio manusia dan embrio binatang. Ketahuilah bahwa itu adalah pelanggaran yang fatal. Karena bila umat manusia menginginkan hal itu, maka akan Kujadikan di Neraka ini ada manusia setengah hewan atau sebaliknya. Biar umat manusia sadar bahwa ilmu pengetahuannya yang besar kemudaratannya itu sama saja dengan melecehkan Aku.

“Demikian akan Kubuktikan iblis-iblis yang telah sampai waktunya berubah kodrat akan menyerupai hewan setengah manusia atau sebaliknya. Dan yang itu Kunyatakan sebagai takdir iblis yang lebih beruntung daripada yang Kubangkitkan menjadi hama serangga, ulat atau virus.

“Sungguh iblis-iblis itu harus kauperangi, sebagaimana mereka itu bangkit menjadi virus yang mematikan atau menjadi hama yang datang menyerang sawah ladang dan perumahan, sehingga kamu kewalahan dan terusir oleh mereka. Sungguh itulah penampakan Neraka.

“Sedapat-dapatnya umat manusia perlu tahu bahwa iblis adalah makhluk-Ku yang juga Kusayangi. Dan Aku akan membuktikan hal itu. Sebagaimana keliaran manusia melalui ilmu pengetahuan dan teknologinya dapat menjadikan bom nuklir dan peralatan perang canggih, semua itu berasal dari akal iblis. Namun jangan mengira Aku suka kalau kejahatan dan kekejaman yang berkuasa, sehingga membiarkan kehidupan dunia dan umat manusia terancam kiamat. Karena Aku berupaya keras menyelamatkan alam semesta dan kehidupan manusia, sehingga Aku menurunkan Surga-Ku dan Kerajaan-Ku. Dan Aku kerahkan bala bantuan seluruh para malaikat. Dan malaikat Kutitahkan mempengaruhi manusia untuk menjadikan peralatan persenjataan mutakhir itu dimusnahkan, dan menggantikannya dengan produk teknologi yang berguna untuk kesejahteraan dan perdamaian.  

 
< Prev   Next >