LE2-34-777






Surat Ruhul Kudus untuk Pemerintah Indonesia

Surat Ruhul Kudus untuk Pemerintah Indonesia 

 

Atas Nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun

Sudah waktunya kami mengungkapkan Rahasia Tuhan yang terbaik sebelum menjadi lengkap Kutukan-Nya. Adalah aku, Malaikat Tuhan, yang menurunkan Wahyu-wahyu-Nya, mau dipercaya atau tidak. Akan tetapi kami sudah lama mengawali segala Amanah-amanah yang diturunkan-Nya. Apa pun yang terburuk yang sedang digenapi-Nya saat ini dan yang segera akan datang, tetap saja itu semua adalah pemurnian dan pensucian menjelang Ketetapan Tuhan yang terbaik, yaitu Surga dan Kerajaan-Nya. Tiadalah sebuah kesempurnaan apabila belum lengkap seutuhnya peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunnya bala Kutukan Tuhan atas negeri ini.



Dan adalah sebuah kesempurnaan datangnya Surga dan Kerajaan Tuhan setelah sempurna pula peringatan-peringatan yang telah disampaikan-Nya. Dan telah pula terlengkapi persyaratan Hukum-hukum Tuhan yang telah dilanggar oleh umat manusia yang diperingatkan. Dan telah terlengkapi pelanggaran Hukum Tuhan karena vonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah diputuskan atas Lia Eden dan Wahyu Andito Putro Wibisono. Mereka berdua telah diputuskan melanggar hukum negara atas aktivitas mereka menyebarkan Fatwa Tuhan tentang Penghapusan Agama Islam dan Penghapusan Semua Agama. Sungguh tak layak persidangan tersebut, karena telah melanggar Ketentuan Tuhan yang terkeramat.

Wahyu Tuhan

“Aku sangat tersinggung ketika Fatwa-Ku tentang Penghapusan Semua Agama disidangkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan cara yang sangat ceroboh dan menghinakan. Tak ada jalan lain bagi-Ku selain wajib menampakkan Murka-Ku lagi. Jadilah, maka jadilah luapan lumpur di Carenang, Serang, Banten itu tak dapat dihentikan luapannya, sebagaimana malapetaka yang terjadi di Sidoarjo.

Mawas dirilah atas hal itu, agar luapan lumpur yang akan menenggelamkan kawasan itu tak lagi memakan korban sebanyak pengorbanan penduduk Sidoarjo dahulu.

Janji-Ku adalah pasti, karena Aku-lah Tuhan yang berfatwa, dan Fatwa-Ku itu harus dipercaya berasal dari-Ku semata. Maka Aku membuktikan apa yang diakibatkan atas penyidangan Fatwa-Ku tersebut.

Buktikanlah terlebih dahulu bahwa bangsa dan Pemerintah Indonesia bersedia memberdaulatkan Kerajaan Eden dan membiarkan bermaslahat Fatwa-Ku sehingga Aku berkenan mencabut Kutukan-Ku itu. Namun akan Kubiarkan segala bencana Kutukan-Ku terlaksana memaksimal, apabila Wahyu-Ku yang terkini masih tetap ditanggapi dingin dan ditolak.

Dan Aku bersumpah bahwa tak tertolak lagi Kerajaan dan Surga-Ku setelah Aku menjadikan Kerajaan-Ku secara nyata. Dan Aku menjadikan nyata melalui penjelmaan Malaikat Jibril menjadi manusia. Dan dialah sebagai Raja Eden. Sudah waktunya umat manusia menyimak Firman-firman-Ku dari Eden. Terimalah Karunia-Ku ini”.

Jakarta, 29 Juni 2009

Aku tak menjawab vonis Hakim atas Lia Eden dan Wahyu Andito Putro Wibisono dengan segera, karena secara hukum Lia Eden-lah yang wajib mengajukan memori bandingnya. Namun aku sedang menyusun jadwal-jadwal Peradilan Tuhan atas hal itu melalui perubahan-perubahan drastis di tengah masyarakat dan melalui keadaan alam yang memburuk.

Tengarailah luapan lumpur di Carenang, Serang, Banten, niscaya itu sama keadaannya dengan bencana lumpur Porong, Sidoarjo. Sungguh luapan lumpur Porong, Sidoarjo tak dapat dibantah sebagai Kutukan Tuhan akibat pemenjaraan Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman pada tahun 2006 lalu. Di dalam persidangan ke 13, 12 Juni 2006 lalu, pada saat itu luapan lumpur belum banyak menyembur, tertera Firman Tuhan yang dinyatakan dalam persidangan tersebut bahwa luapan lumpur Porong, Sidoarjo itu akan segera menenggelamkan wilayah Sidoarjo. Dan Tuhan berpesan agar penduduk di sekitar luapan lumpur tersebut sebaiknya dievakuasi supaya tak terlalu berat tanggungan yang diakibatkannya. Namun Firman Tuhan tersebut tak ditanggapi sama sekali walaupun Majelis Persidangan dan kerumunan wartawan yang meliput jalannya sidang waktu itu berkesaksian atas Firman Tuhan tersebut. Dan Firman Tuhan tersebut telah pula kami cantumkan dalam risalah Eden dan sudah tersampaikan ke tengah masyarakat dan pemerintah.

Bencana lumpur Sidoarjo adalah malapetaka yang terburuk bagi Indonesia. Kalau itu tak mau diakui sebagai Kutukan Tuhan atas kesalahan Pemerintah Indonesia terhadap Eden, jadilah kutukan yang berikutnya yang disertai penjelasan yang lebih pasti.
Tak dapat dipungkiri, kedua malapetaka itu sama-sama terjadi pada saat penyidangan atas Eden. Satu kebetulan yang hanya bisa diterangkan melalui Bahasa Tuhan. Segala musibah yang dahsyat niscaya berasal dari Tuhan. Dan setiap peristiwa yang terburuk niscaya mempunyai alasan dari Tuhan. Dan kami sedang mengajarkan Hukum Tuhan atas Kutukan-Nya.

Adapun kesalahan berikutnya pada saat ini adalah lebih berat karena pada kenyataannya Fatwa Tuhan yang terkeramat telah diadili dan telah dinyatakan sebagai pelanggaran hukum pidana bagi Lia Eden dan komunitasnya yang telah bersusah payah menyampaikannya ke publik dan Pemerintah Indonesia. Maka tentulah resiko kutukan itu pun harus setimpal, sehingga adalah lebih baik bila kami berterus terang menyatakan bahwa penenggelaman oleh luapan lumpur di Carenang, Serang, Banten itu kelak berakibat lebih buruk dibandingkan yang terjadi di Sidoarjo. Ketahuilah bahwa kali ini Fatwa Tuhan yang terkeramatlah yang telah dihinakan.

Saatnya kami sebutkan bahwa semburan lumpur dan gas di Carenang, Serang, Banten, itu adalah Kutukan Tuhan berikutnya sebagai akibat dari penganiayaan terhadap Lia Eden dan komunitasnya. Adapun bencana luapan lumpur di Carenang, Serang, Banten, segera akan mengalami gejala semacam yang terjadi di Sidoarjo. Sekali lagi kami menghimbau agar pemberitaan dari kami ini jangan lagi ditanggapi dingin sebagaimana Firman Tuhan yang kami sampaikan di persidangan tahun 2006 dahulu.

Seksamalah mengevakuasi penduduk dan seksamalah menyelamatkan investasi-investasi yang berada di daerah sekitar luapan lumpur Carenang, Serang Banten, agar tak terjadi lagi kekalapan dan saling menyalahkan. Dan Pemerintah Indonesia mau lepas tanggung jawab dari kesalahannya, ketika tak sanggup lagi mengatasi luapan lumpur yang tak bisa dihentikan.

Kalau saja Firman Tuhan kala itu mau serius ditanggapi dengan segera, takkan kerugian negara dan penduduk korban lumpur Sidoarjo seburuk yang dialami sekarang ini. Nah, sekarang sikapi peringatan kami ini dengan baik dan seksama, karena niscaya keadaan luapan lumpur di Carenang, Serang, Banten itu lebih buruk dari keadaan di Sidoarjo.

Sungguh tak hanya itu saja wujud Murka Tuhan. Pemusnahan melalui bencana kebakaran yang berkobar-kobar setiap hari itu adalah merupakan perwujudan api neraka. Dan musibah kecelakaan-kecelakaan yang terjadi setiap hari itulah siksa neraka. Dan kejahatan-kejahatan yang berangkara murka itu pun adalah fenomena neraka jahanam, dan penyakit berat yang mengerikan itu tak lain adalah penampakan dosa yang dihakimi di neraka, dan kejahatan metafisis yang sedang marak itulah neraka seutuhnya.

Jangan tak mengindahkan peringatan kami ini karena kami sudah sungguh serius memperingatkan. Takkan ada yang dapat dicapai oleh Pemerintah dan bangsa Indonesia sebelum mau menghadapi kenyataan Kehendak Tuhan pada bangsa dan negara ini.

Sudah menjadi Ketetapan Tuhan bahwa seluruh dunia sedang mengalami gejolak perubahan. Oleh karena itu, tak terhindarkan liputan malapetaka di seluruh dunia, begitulah takdir akhir zaman sebelum peristiwa penjelmaanku sebagai manusia. Akan tetapi terkhusus atas negeri ini kami nyatakan sebagai negara yang akan ditenggelamkan Tuhan.

Surga dan Kerajaan-Nya adalah fokus Karunia-Nya, maka maha keramat. Ketika Ketentuan-Nya itu ditolak dan dilecehkan, niscaya Kutukan Tuhan pun tak terhingga beratnya dan tak ada yang memadainya.

Tengarailah itu melalui peristiwa-peristiwa luapan lumpur yang terjadi di berbagai wilayah negeri ini dan gelombang pasang yang akhir-akhir ini mengancam perairan seluruh Indonesia. Begitupun ancaman gunung-gunung meletus dan gempa. Apakah semua itu tak berarti apa-apa bagi bangsa ini, padahal sungguh mudah mengusaikan segala bencana-bencana itu. Maka, terimalah Kehendak Tuhan untuk bangsa dan negara ini.

Jangan lagi berfokus mengatasnamakan alasan-alasan teknis dan melogikakan segala malapetaka yang terjadi dengan perumpamaan-perumpamaan analisa yang tak mencukupi, karena sudah kujelaskan segala hal dengan telak. Jangan malu mengakui keterkutukan tersebut. Karena bila selalu ingin lari dari kenyataan itu, keterkutukan itu akan semakin berat dan takkan pernah dapat dicapai penyudahannya. Dan nasib bangsa Indonesia kian menderita, namun pemerintahnya pun takkan bisa menemukan jalan penyelamatan bagi negara dan bangsanya, walau cara apa pun telah diupayakan. Karena Rahmat Tuhan harus dipercaya hanya berasal dari Kehendak-Nya, yaitu memberdaulatkan Kerajaan Eden.

Aku akan menjelma demi mengatasi segala keadaan buruk yang terjadi. Kujanjikan aku akan datang sekitar bulan Juli 2009 ini. Justru pada saat Tuhan ingin memalingkan masyarakat Indonesia dari Pemilu 2009 menjadi pemberdaulatan Kerajaan-Nya. Aku akan menjelma demi menyatakan Pertolongan Tuhan langsung dari-Nya dan nyata berasal dari-Nya. Ketika peristiwa itu dapat membuktikan sebagai Pertolongan Tuhan yang langsung dari-Nya, semoga Kerajaan Eden pun dapat diberdaulatkan secara hukum oleh bangsa Indonesia.

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa, aku sudah harus datang untuk mengesahkan Fatwa-Nya tentang Penghapusan Semua Agama. Tanpa penjelmaanku sebagai manusia, takkan Fatwa Tuhan itu dapat dipercaya berasal dari-Nya. Sungguh tiadalah Lia Eden, Wahyu Andito Putro Wibisono dan Muhammad Abdul Rachman itu kriminal yang patut dipenjara. Aku datang untuk membebaskan mereka semua.

Atas Nama Tuhan Yang Maha Bijak dan Maha Pemurah, atas Rahmat-Nya dan Yang Maha Pengampun, terimalah dan simaklah memori banding yang diajukan Lia Eden ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta. Semoga kebenaran Eden dapat terkuak dan dapat melampaui stigma-stigma keagamaan dan semoga masyarakat Indonesia tersanggupkan menikmati Kemahabijaksanaan Tuhan setelah menyadari betapa kekualatan itu telah menghadirkan Kutukan-Nya yang keras.

Sekian dan terima kasih.

Jakarta, 29 Juni 2009
Ruhul Kudus

Jibril Ruhul Kudus
 

Risalah Eden

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono  (English Version) Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Minggu, 23 November 2008, pukul 09.30 WIB. Wahyu Tuhan: Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu. Sampailah Aku pada...
+ Selanjutnya

Wahyu Tuhan
Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya

Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya Kepada Yang Terhormat Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Adang Firman Di tempat Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena...
+ Selanjutnya

Maklumat Ruhul Kudus
Tentang Hari Penghakiman

“Demi Keadilan-Ku yang Seksama dan Sempurna” Tentang Hari Penghakiman “Aku, Tuhan Yang Maha Kuasa, berketetapan menyatakan Fatwa Pengadilan-Ku yang tersebut sebagai berikut: “Demi Keadilan-Ku yang kekal dan berimbang, demi Ruhul Kudus yang suci dan demi kodrat iblis yang sedang mengubah, Aku, Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Adil, sedang mengadili seluruh makhluk-Ku di Hari Penghakiman ini. Ruh-ruh mereka pada saat ini sedang Kutetapkan...
+ Selanjutnya

Fatwa Ruhul Kudus
Surga Terbuka

Surga Terbuka  Surat Maryam ayat 61: 61. (mereka memasuki) surga-surga ‘Adn yang dijanjikan Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, (meskipun surga itu) belum terlihat. Sesungguhnya adalah Janji-Nya itu pasti ditepati. Adalah Janji Tuhan ini yang sedang ditepati. Surga Eden telah terikat oleh Sumpah Tuhan yang memberkati. Saat Neraka sedang bergejolak di negeri ini, kembali kami menawarkan Surga...
+ Selanjutnya

Surat Ruhul Kudus


Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa

Kepada seluruh umat manusia di dunia, kami hadapkan website baru Malaikat Jibril- Ruhul Kudus, yang dikelola langsung oleh Malaikat Jibril dari alamnya sendiri. Semoga keadaan dunia dan kehidupan umat manusia di seluruh dunia dapat menjadi baik dan tenteram kembali.
Atas Nama Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Benar, kami meyakini semua ini berasal dari-Nya.

 Eden