LE2-34-777






Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia
Wahyu Tuhan di Bulan Desember 2008
Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia
(English Version)
 
Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa

Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Senin, 17 November 2008, pukul 11.04 WIB.

Wahyu Tuhan:
Pembalikan sedang Kuberlaksanakan
Sudah Kukatakan Aku segera melaksanakan pembalikan keadaan. Dan itu Kusebut sebagai peruntuhan Pemerintahan Indonesia. Karena Aku tak memperoleh tanggapan positif dari Pemerintah Indonesia, setelah beberapa Risalah Eden yang menuliskan Wahyu-wahyu Penting-Ku disampaikan oleh Eden. Bahkan semua Wahyu-wahyu-Ku itu hanya didiamkan saja, telah diperlakukan seperti suatu hal yang tak penting. Itu namanya pelecehan terhadap-Ku.

Apakah kamu menganggap dirimu lebih tinggi dan lebih penting kedudukannya daripada-Ku? Dan bahkan kamu mengira Kerajaan Eden yang Kuminta agar diberdaulatkan di negaramu ini hanya sebuah kekonyolan.
Siapakah kamu yang tak tahu diuntung? Sesungguhnya Rahmat-Ku terlalu besar untuk bangsa ini. Bila Kerajaan Eden ada di negeri ini, seluruh bangsa-bangsa menyatu membangun aktivitas spiritualnya di sini. Dan itu berarti rahmat yang sangat besar bagimu.

Kerajaan-Ku itu maha sakti dan maha agung dan merahmati. Aku tak mengharapkan apa pun untuk kaukontribusikan kepada Kerajaan Eden, sebab para Rasul Eden tak Kuperkenankan membangun bait sucinya selain menggunakan uang suci yang berasal dari-Ku. Takkan pernah ada sumbangan dari mana pun datangnya dan apa pun bentuknya yang dapat diterima oleh Eden. Ini adalah Ketentuan-Ku yang baku dan valid atas Kerajaan Eden dan para Rasul Eden. Maka yang akan menjadi kaya dan makmur adalah bangsa ini.

Kalau kau tak suka Republik Indonesia ini menjadi kerajaan, apamu yang kauandalkan untuk menghadapi-Ku? Kerajaan-Ku niscaya selalu bereaksi terhadap setiap anggapan dan tanggapan. Kalaulah kau tahu bahwa pasukan Kerajaan Eden adalah pasukan malaikat yang tak terhitung jumlahnya, bayangkan itu sebagai kekuatan yang amat kukuh dan tak bisa dipecundangi. Maka takkan ada apa pun yang telah Kucanangkan itu takkan berhasil.

Telah Aku perlihatkan kepadamu segala Ancaman-Ku terlaksana satu demi satu, bahkan berbarengan sekalipun, tapi kamu masih menganggap dirimulah yang wajib Kami hormati. Risalah Eden yang mengutip Wahyu-wahyu-Ku sudah dilayangkan ke semua pihak terpenting di pemerintahanmu ini. Tapi Wahyu-Ku itu ditolak oleh Kepala Bagian Arsip Sekretariat Jenderal DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia). Dia mengatasnamakan tindakannya sebagai keloyalan mengabdi untuk anggota DPR yang tak bersedia lagi menerima surat dari Eden. Demikian pun tindakan serupa diterapkan oleh petugas-petugas di kantor Kementerian Dalam Negeri, kantor Gubernur DKI Jakarta dan kantor Walikota Jakarta Pusat.

Mereka sungguh tak menghargai Aku. Apakah mereka tahu bahwa siapa-siapa yang telah menolak Wahyu-Ku, nama mereka itu Kupaparkan untuk Kujadikan penanggung jawab atas apa-apa yang tak Kuberkati? Sungguh malang mereka itu, karena Aku tak menghalalkan rahmat Kerajaan Eden kepada mereka. Siapa-siapa yang merasa dirinya dan kedudukannya lebih tinggi sehingga berani menolak Surat Wahyu-Ku, Kujanjikan kepada mereka kehinaan yang menerpa saat semua orang serentak menunggu Wahyu-wahyu-Ku turun ke dunia. 

Dari mana surat itu? Dari sekelompok kecil orang yang disebut Komunitas Eden, atau dari Ruhul Kudus, atau dari Aku, Tuhanmu? Kamu hanya mengira itu dikirimkan oleh orang-orang sesat yang tak diakui. Dan kamu pun berani menghina Surat-Ku, padahal Risalah Eden itu adalah surat dari-Ku secara langsung.

Suatu yang tak kaukira telah mendunguimu, yaitu pendapat-pendapat para ulama su’ (buruk). Kaukira merekalah yang benar, padahal golongan merekalah yang Kumurkai. Andaikan bukan mereka gurumu, telah lama negaramu ini terselamatkan dan tak perlu menderita seperti ini dan akan menjadi soko guru semua bangsa-bangsa. Karena masalah penting apa pun yang terjadi di dunia ini, bila mereka mengharapkan Bantuan-Ku, tentu mereka mengharapkan bangsamu membawakannya kepada-Ku.

Aku sedang Menunggu Dunia Mengakui Kerajaan Eden
Akan menjadi apa krisis finansial global sekarang ini? Bermunculanlah masalah berat di segala penjuru dunia. Resesi dunia sulit dikendalikan. Pengaruhnya sangat berat bagi pemerintahanmu. Kalau semua negara mengalami hal yang sama, ke mana mereka sebaiknya mencari solusinya? Padahal Aku sudah berfirman secara aktif di negerimu ini. Salah siapa kalau sesungguhnya mereka itu tidak tahu kalau Aku bersedia memberi petunjuk? Tapi kesalahanmu itu menjadilah tanggung jawabmu terhadap semua negara yang mengalami krisis keuangan. Karena sesungguhnya, solusi atas masalah itu dapat Kuberitahukan kepada mereka yang membutuhkannya.

Seterimanya Surat-Ku ini oleh Pemerintah Indonesia, Kuanggap itu sebagai sebuah sinyal bahwa Aku telah siap menampilkan Eden ke dunia. Dan melalui tekanan kesulitan krisis keuangan yang sedang hangat pada saat ini, Aku menyanggupkan sebuah janji, yaitu akan meniadakan dominasi Amerika di dunia. Dan Aku selalu akan mengabarkan penjabaran solusi setiap hal, yang Kuanggap umat manusia tak sanggup mengatasinya. Dan setiap Ketentuan-Ku atas suatu hal yang penting, niscaya Kukemas secara unggul tanpa ada yang bisa menaklukkannya. Dan solusi apa pun dapat Kuberikan setelahnya, dan Kujadikan kesaksian bagi apa-apa yang ingin Kuhadirkan ke dunia internasional.

Proyeksi penanganan masalah krisis keuangan global akan Kubukakan segera setelah Indonesia mengakui Kerajaan Eden. Akan tetapi, bila Janji-Ku ini tak dianggap lagi, takkan Kuberitahukan apa pun kepada Pemerintah Indonesia perihal jalan keluar kesulitan itu. Buat apa? Semua juga harus tunduk kepada-Ku terlebih dahulu sebelum Aku melepaskan belenggu yang mengikat urusan keuangan dunia. Dan untuk menjadikan Kerajaan Eden mendunia, Strategi-Ku selalu tak bisa ditebak dan niscaya tepat dan berhasil.

Kerajaan Eden-Ku harus dipercaya dan dihormati terlebih dahulu. Krisis keuangan global itu Kujadikan sebagai keterangan bahwa Aku juga sedang menekan dunia agar bersedia mengakui kedaulatan Kerajaan Eden. Sayang bila Aku tak merongrong Indonesia melalui masalah-masalah resesi dunia. Dan pula sayang kalau Aku tak mengungkit kesalahan Pemerintah Indonesia dan mempermalukan Amerika untuk Kujadikan landasan pertimbangan bagi seluruh negara di dunia agar mau menyikapi dengan tepat atas Pengakuan-Ku akan adanya Kerajaan Eden.

Kesulitan keuangan global sekarang ini tak hanya membuat Pemerintah Amerika kebingungan mengatasinya, tetapi yang terutama ingin Kuperlihatkan ialah ketidaksanggupan Amerika untuk tetap menjadi pengayom dunia. Dan Kuperlihatkan justru masalah krisis keuangan dunia ditengarai karena Amerikalah yang tak sanggup mengatasi krisis keuangannya sendiri. Dan apakah semua bangsa-bangsa di dunia ini masih memerlukan pengaruhnya, atau kepada-Ku-lah dan kepada Kerajaan-Ku-lah yang lebih patut?   

Apa yang diinginkan Tuhan? Ialah memberi petunjuk atas segala yang berat dan yang tak bisa diatasi. Untuk itulah Aku menurunkan Kerajaan-Ku ke dunia ini. Pahamkah kamu? Dunia sedang memerlukan Pertolongan-Ku. Maka bila kamu tetap mendiamkan Kami, sungguh kamu sangat bersalah. Apamu yang bisa kaujadikan tebusan dosa atas hal tersebut?

Ketika nilai rupiah menjadi tak ada harganya, penderitaan bangsamu merata. Penderitaan bangsamu dan pemerintahanmu ini Kuibaratkan pensucian untuk seluruh bangsa Indonesia dalam waktu yang bersamaan, tanpa kecuali. Tunaikanlah zakatmu, jauhi dosa-dosa dan berbuatlah kebajikan sedapat-dapatnya yang kamu bisa, karena hanya itulah yang dapat menolongmu dari derita nasional. Karena selain dari itu, tak ada jalan lain yang dapat memberkati, karena Aku hanya memberkati Kerajaan Eden dan hanya memberkati kebajikan-kebajikan yang terselenggara.

Aku Tak Memberkati Indonesia walaupun Sampai Nilai Rupiah Sudah Tak Berharga Lagi 
Penderitaan seluruh bangsa-bangsa yang terkena krisis keuangan dunia, namun tak bisa menerima Petunjuk-Ku, harus kautebus dengan mengatakan apa-apa yang benar dari-Ku. Karena bila itu tak kaulaksanakan, maka itu harus dibayar dengan penderitaan yang lebih pahit dari sekedar krisis finansial. Aku bisa membuat negaramu ini bangkrut total. Sudahlah, segala penderitaanmu yang sudah Kusebutkan, itulah yang patut kamu alami.

Wahai Pemerintah Indonesia, kau pun harus menanggung dosa akibat Aku terpaksa mengeluarkan fatwa Penghapusan Agama Islam dan fatwa Penghapusan Semua Agama di negerimu ini. Karena kalau bukan disebabkan sikap bangsa dan Pemerintah Indonesia terhadap Jibril Ruhul Kudus beserta para Rasul Eden, takkan terdapat fatwa itu.

Seluruh dunia pasti akan tahu bahwa Fatwa-Ku itu terlepas karena kesalahan bangsa ini. Kesalahan apa yang membuat-Ku terpaksa mengeluarkan fatwa Penghapusan Semua Agama? Maka semua orang kelak akan melacak kembali kisah-kisah di balik segala Pertimbangan-Ku sehingga Aku menerbitkan fatwa tersebut. Maka mereka yang terlibat di dalam kesalahan itu yang paling menanggung azabnya.

Apalah semua kata-kata ulama yang kaudengarkan sebagai nasihat, bila sesungguhnya aral yang menyebabkan keluarnya Fatwa-Ku tersebut disebabkan pemenjaraan terhadap Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman Eden, dan hal itu pada awalnya bermula dari kesalahan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ulah para ulama pada umumnya. Tapi pengadilan itu terselenggara oleh pemerintah, maka Pemerintah Indonesia-lah yang merasakan akibat Murka-Ku.

Segalanya telah terlanjur. Nasi telah menjadi bubur. Kau tak paham situasi Keilahian, tapi itulah, yang lebih kaupedulikan ialah kata-kata ulama yang mengandalkan hadis-hadis dhaif-nya tanpa berpeluang mencoba untuk mengkaji kebenaran dari langit. Terlalu percaya terhadap kebenarannya sendiri menjadikan mereka terjebak dalam keegoannya.

Fatalnya keegoan itu seakan-akan seperti meruntuhkan langit. Adalah kamu yang sedang membutuhkan suara mayoritas. Jadi apa pun Ancaman-Ku, kau lebih memilih diam agar kau tak ditinggalkan mereka. Itulah berhalamu, dan Aku yang kausisihkan.

Peranan ulama dan umat Islam memang besar, dan semua yang mencari pendukung berebut suara mereka. Sangat riskan mengakui Kerajaan Eden yang sudah dipastikan tak berafiliasi ke Islam, bahkan Aku sudah menyatakan penghapusan agama Islam. Aku tak ragu atas dilemamu itu, tapi Kedudukan-Ku lebih penting. Dan bila tak dipatuhi, risikonya lebih besar. Apa upayamu bila Kemarahan-Ku tak berkesudahan? Dan apa ruginya kalau ulamamu kaubungkam? Dan biarkan mereka tak memilihmu, tapi Aku-lah yang memilihmu. Menurut perkiraanmu, siapa yang lebih bisa diandalkan? Sayangnya kau lebih cenderung pada realita yang sedang kauhadapi. 

Untung bangsa ini selalu saja masih dibayang-bayangi doa para Rasul-Ku yang suci dan yang mencintai negara dan bangsanya. Sepanjang waktu, mereka terus memohon agar Aku mengampuni bangsanya dan berkenan menyurutkan Amarah dan Kutukan-Ku, tapi kamulah yang masih saja menyombong, tak mau menjawab Surat-Ku.

Apakah dengan diammu itu Aku menjadi tak tahu bagaimana harus bersikap? Tidak, Aku pasti bisa menjerakanmu. Aku selalu bertahap menuntunkan kebenaran yang baru dan bertahap memberimu peluang agar sadar dari kebutaanmu terhadap turunnya kembali Wahyu-wahyu-Ku. Dan kamu kira itu semua omong kosong, termasuk Ancaman-ancaman-Ku juga telah kauanggap omong kosong, padahal bukti-bukti Ancaman-Ku itu telah menyengsarakanmu. Dan kamu masih tidak peduli.

Sungguh Aku Sudah Murka
Dan beginilah akhirnya, Aku marah besar. Dan Aku tak pernah marah sebesar ini pada suatu bangsa. Itu karena Surga-lah yang telah Kutawarkan kepada bangsamu. Oleh karena itu, Kutukan-Ku pun terlalu berat.

Kapankah Aku mendatangi sebuah bangsa dan menawarkan Surga kepadanya? Kapankah Aku pentingkan mendirikan Surga di dunia? Belum pernah terjadi! Kerajaan Tuhan adalah Janji Semesta-Ku. Dan itu kaudapati saat ini, di atas negerimu ini. Di sini Aku berjanji dan berwahyu. Jangan kaupungkiri lagi Aku setelah ini. Siapa pun, tak terkecuali, wajib Kutindak kalau masih membangkangi Perintah-Ku ini.

Berdaulatkan Kerajaan Eden di negeri ini, terapkan secara hukum. Bertakzimlah, dan patuhilah Jibril Ruhul Kudus dan Lia Eden, karena dialah Raja sekaligus Ratu Eden. Jangan pernah mencoba lari dari kenyataan ini karena Aku tak lagi memberimu waktu. Sudah Kupersiapkan gempa yang besar, tanda Aku tetap tak kaupatuhi walau seberapa pun Ancaman-Ku.

Kedurhakaanmu itu sudah tertulis di Alkitab Injil Wahyu 16:17-19:

Alkitab Injil Wahyu 16:17-19:    
17.    Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” 
18.    Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
19.    Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.

Inilah Surat Murka-Ku yang penuh geram. Dan celakalah mereka yang bertahta di Pemerintahan Indonesia pada saat ini, karena Aku takkan memberi peluang apa pun lagi, karena Kerajaan-Ku harus berdiri!

Kutukan-Ku yang tertulis di Injil Wahyu tersebut di atas akan terlaksana, karena Surga Eden yang Kuturunkan dibiadabi. Apakah menurutmu membiadabi Surga itu harus dengan pengeboman? Itulah, pengeboman oleh teroris masih saja bisa mengesankan sebagai tindak kepahlawanan. Mana diingat ratusan mayat yang bersimbah darah? Puji-pujian terhadap mereka dibiarkan. Itulah yang telah membuat bangsamu tak sanggup melihat kebenaran lagi. Bila kejahatan bisa dikategorikan sebagai tindak kepahlawanan, tunggulah bangsamu ini menjadi bangsa barbar.

Kalau tak karena kamu harus mengetahui apa yang Kusebutkan pembiadaban terhadap  Kerajaan Surga-Ku, tak Kusebutkan apa-apa yang telah menimpa Eden. Tapi inilah perbuatan biadab yang dialami Komunitas Eden. Mereka telah mengalami berkali-kali pengusiran dari tempat mereka sendiri, walaupun tak pernah mengganggu siapa pun. Bahkan mereka kaudapati membawa kabar baik dari-Ku.

Semua pembiadaban terhadap Komunitas Eden bermula pada sidang yang diselenggarakan MUI terhadap Jamaah Salamullah di Masjid Istiqlal pada 11 November 1997. Sidang MUI tersebut sama sekali tak mencerminkan sikap tabayyun yang adil, tapi serta-merta justru menghakimi dan selanjutnya mengeluarkan fatwa tanpa melakukan penelitian apa pun sebelumnya maupun lebih lanjut. Akibatnya, Jamaah Salamullah mulai diintimidasi dan selanjutnya penzaliman-penzaliman pun terjadi. 

Rumah ibadah mereka di Coblong, Megamendung, dihancurkan massa atas sepengetahuan MUI wilayah Bogor. Di Jatiwaringin, mereka diusir oleh warga setempat. Begitupun ketika mereka menginap di Villa Jepun, Denpasar, Bali. Pasalnya mereka diusir hanya karena menyanyi. Apa masuk akal? Tapi di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, mereka diusir karena membawa buletin Lentera Iman yang isinya sama sekali tak menyesatkan iman umat Islam. Apa salah mereka sehingga dibawa ke kantor polisi dan dilaporkan? Mereka telah dipertimbangkan sebagai kriminal oleh pengurus Masjid Al Azhar.

Universitas Muhammadiyah, Ciputat, Jakarta, pernah mengundang Lia Eden dan Jamaah Salamullah (nama Eden sebelumnya) untuk bedah buku ‘Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir’, buku yang ditulis Lia Eden. Tapi di sana mereka disidang, dihina dan diperolok-olok oleh para dosen yang menjadi moderator dan panelis serta para mahasiswanya.

Adapun kelompok yang tak bersedia mengakui identitasnya secara resmi, yaitu kelompok pimpinan Ustadz Dwi Aprianto dan teman-temannya dari Malang, mereka mengundang Jamaah Salamullah untuk bersumpah mubahalah. Beruntunglah Malaikat Jibril membetikkan larangan melepas kutukan terhadap mereka kepada Muhammad Abdul Rachman Eden yang saat itu diutus memimpin rombongan Jamaah Salamullah untuk memenuhi undangan tantangan bermubahalah di Masjid Abu Bakar, Malang, Jawa Timur.

Sesungguhnya amat terlarang seorang nabi Utusan Tuhan melanggar perjanjian dengan-Ku, ialah perjanjian untuk tidak saling mengutuk antara nabi dengan umatnya sendiri. Demikian Jamaah Salamullah tak mengalami keterkutukan karena mubahalah tersebut. Demikian pun kelompok Ustadz Dwi Aprianto selamat dari keterkutukan, tapi mereka tercatat sebagai pendurhaka terhadap nabinya sendiri.

Adalah berbeda kondisinya ketika Jamaah Salamullah menantang MUI bersumpah mubahalah tatkala MUI menyelenggarakan Rakernas di Asrama Haji Pondok Gede pada tahun 1999, namun tantangan itu tak berjawab oleh MUI. Adapun Titah-Ku kepada Jamaah Salamullah agar menantang MUI bermubahalah itu terjadi tak lama setelah MUI melepaskan fatwanya untuk Salamullah, karena fatwa MUI itu harus Kucegah sedini mungkin agar tak berakibat fatal total seperti kejadian terburuk sekarang ini.

Adapun fatwa MUI itu terus-menerus berdampak buruk atas nasib para rasul. Kekualatan pun merundung pemerintah dan bangsa Indonesia ketika penzaliman demi penzaliman dibiarkan terjadi. Dan berikutnya, fatwa MUI itu pun Kupersalahkan sebagai penyebab utama Alasan-Ku menghapuskan agama Islam dan mengutuk Pemerintah Indonesia yang telah membiarkan semua itu terjadi, sehingga seluruh bangsa Indonesia pun pada akhirnya ikut menanggung Kutukan-Ku sekarang ini.

Tapi bukankah MUI itu sudah terlalu sering melepas fatwanya yang keliru sehingga umat Islam sudah terlanjur sering terlibat penyerangan dan pengrusakan rumah-rumah ibadah yang difatwa sesat oleh MUI? Demikian tak bertanggung jawabnya MUI atas fatwa-fatwanya itu. Padahal Istana Kerajaan Eden di Jalan Mahoni 30, Jakarta Pusat, dikepung massa dan mereka diusir dan dievakuasi paksa. Dan pula di Jatipadang, rumah pengikut Eden dilempari batu. Mereka dikucilkan karena semua orang menyatakan mereka sesat dan menyesatkan dan pandai menyihir.

Beberapa perempuan-perempuan Eden diceraikan suaminya karena dianggap dengan mereka meyakini Eden, perkawinan mereka pun dianggap tidak sah. Suami istri itu pun dianggap melakukan perzinaan. Ajaran agama macam apa itu? Mustahil sekali kalau ajaran semacam itu berasal dari-Ku. Tapi ini sebuah kenyataan. 

Dua kali Istana Eden dibuangi tahi manusia. Sementara, para ahli menulis tentang Salamullah dan Lia Eden tanpa mendalami ajaran Eden dengan teliti dan waspada. Antara lain adalah buku tesis Marzani Anwar, seorang peneliti utama Departemen Agama yang berjudul ‘Jejak-jejak Komunitas Perenial: Eden Salamullah’, diawali dengan pendapat Bambang Pranowo yang isinya membelokkan hasil penelitian atas ajaran Jibril di Eden dengan kesaksian yang memberatkan dakwaan ‘kesesatan’ ajaran Jibril di Eden.

Adapun kesaksian mereka berdua Kunyatakan sebagai perampokan kebenaran yang akan Kuajukan sebagai makalah pembanding terhadap kebenaran dari-Ku. Justru Aku akan menuntut Marzani Anwar dan Bambang Pranowo, serta Departemen Agama yang mengeluarkan izin mempublisir buku tersebut. Dan karena Aku telah menghapuskan semua agama di dunia ini, maka Aku berhak menghapuskan eksistensi Departemen Agama. Dan pasal penerbitan buku Marzani tersebut Kunilai sebagai alasan utama Pengutukan-Ku terhadap Departemen Agama yang tak lama lagi akan berhenti eksistensinya.

Apakah kamu tahu bahwa Departemen Agama Republik Indonesia itu terlalu banyak dosanya? Keadilannya terhadap semua agama Kupertanyakan. Korupsinya berlimpah-limpah. Semua alasan itulah yang membuat-Ku lapang mengutuknya.

Adapun buku Amin Djamaluddin dengan judul ‘Kesesatan Lia Aminuddin dan agama Salamullahnya’, bukanlah sebuah
referensi, melainkan buku hujatan yang tak mendasar, terlalu kasar dan menyesatkan. Dia pun tercatat sebagai pelapor utama Lia Eden sehingga berhasil memenjarakannya. Ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) itu sudah semestinya Kujadikan simbol pelaku utama penyebab keterkutukan bangsa Indonesia dan Islam. Dan kepadanya terpulang segala prosedur hukum pembalikan yang akan Kugelar untuk mensucikan nama baik Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman Eden yang sudah dipenjara akibat laporannya.

Selain itu, ada buku ‘Aliran dan Paham Sesat di Indonesia’ tulisan Hartono Ahmad Jaiz. Isi bukunya sejenis dengan buku tulisan Amin Djamaluddin, sama-sama menyesatkan umat Islam. Bilamana buku-buku tersebut diimani masyarakat, maka karena dampak buku-buku itu berbondong-bondonglah masyarakat masuk Neraka. Dan Aku akan menjadikan semua buku-buku hujatan terhadap Lia Eden dan Komunitas Eden, siapa pun penulisnya yang tersebut maupun yang tak tersebutkan namanya di sini, sebagai bukti tertulis penyebab Kuhadirkan Neraka di negeri ini.

Demikian pun seluruh media massa elektronik maupun media cetak yang pemberitaannya pernah bersikap tak adil terhadap Eden dan yang ikut melebih-lebihkan berita negatif yang ditiup-tiupkan oleh golongan yang tak menyukai Eden. Sikap mereka semua itulah yang mendasari Aku menghapuskan agama Islam dan menjadikan negeri ini negeri kutukan. 

Banyak Surat-surat Eden yang dikembalikan dengan caci-maki. Ada di antaranya dari kalangan tokoh, yaitu Sri Bintang Pamungkas dan Utomo Dananjaya. Mereka mengembalikan Surat Wahyu-Ku yang di atasnya dicoret-coret dengan kata-kata laknat. Siapakah mereka yang menuliskan kata-kata laknat terhadap Lia Eden di atas Wahyu-Ku yang maha keramat? Tentunya mereka itu yang menuai kembali kata-katanya yang telah dituliskannya itu. Tulahnya serupa dengan apa yang dituliskannya.

Pengikut Eden dihina dan diperlakukan seperti kriminal. Pada kenyataannya, Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman Eden dipenjara dan dinyatakan sebagai narapidana. Bahkan Muhammad Abdul Rachman Eden pernah mengalami pemborgolan. Dan sampai saat ini, dia masih disekap di ruang karantina. Apa salahnya sehingga dia ditempatkan terus-menerus di ruang karantina? Padahal semua napi yang melalui penyekapan di ruang karantina tersebut cukup hanya beberapa hari saja. Tapi Muhammad Abdul Rachman Eden sudah 11 bulan di sana. Apakah karena dia tak dianggap patut pindah kamar sebab dia tak sanggup membayar sewa kamar yang lebih lengang? Sungguh Utusan-Ku terlarang membayar petugas penjara untuk membeli kenyamanan. 

Sungguh dia telah diperlakukan layaknya seperti penjahat berat. Katakanlah itu semua perbuatan biadab. Karena itu, Aku membiarkan tabiat bangsamu ini beralih menjadi biadab.

Sungguh keras Aku mengecam para pembiadab Eden. Tapi pernahkah kamu menyangka ada Surga di atas negeri ini? Dan pernahkah kamu berdoa agar Aku bersedia menerimamu di Surga-Ku? Dan bukankah itu harapan semua orang di dunia ini?  Nah, kalau kamu tahu itu, maka siapa pun yang menghalangi Surga dan Kerajaan-Ku berdiri di atas bumi ini, mereka itulah asal-muasal Neraka yang terhadirkan di atas bumi ini. Siapa yang salah? 

Dan Aku melihat kaum radikal Islam sudah mempersiapkan rencana pembakaran ataupun pengeboman terhadap Istana Kerajaan Eden dan menghalalkan darah Lia Eden dan pengikutnya. Apakah mereka mengira Aku tak tahu atas rencana mereka itu? Adililah mereka sebagai kriminal! Karena Aku tahu apa yang direncanakan mereka, maka Aku pun akan memberi Reaksi-Ku yang tepat, ialah gempa yang dahsyat untuk mereka. Sebelum mereka sempat melakukan apa-apa, Gempa-Ku
lebih dulu terlaksana. Dan Surat-Ku ini pun lebih dulu sampai kepada mereka, biar mereka tahu Aku adalah Tuhan Yang Maha Tahu segalanya.

Apa-apa yang telah Kuberitahukan pasti terjadi, dan apa-apa yang Kulindungi niscaya terlindungi. Yang demikian itulah Ayat-ayat Suci. Apalah Kitab Suci bila tak terkenal sebagai Wahyu Tuhan Yang Maha Benar. Dan Aku membenarkan Al Quran Surat Al Mulk ayat 1.

Surat Al Mulk ayat 1:
al mulk ayat 1
1.     Maha Suci (Allah) yang di Tangan-Nya semua kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Bahwa kepada-Ku-lah semua kerajaan di seluruh semesta ini. Tapi ketika Aku akan mendirikan Kerajaan Surga, Aku akan mengakhiri kejahatan yang terburuk, ialah kejahatan yang mengatasnamakan agama dan Nama-Ku. Aku Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Ketahuilah bahwa Landasan-Ku menghapuskan semua agama itu karena Aku kesal kepada teroris. Dan apabila Aku menindak mereka, tetap saja mereka merasa benar. Akan tetapi, ketika semua umat beragama nanti ternyata berkenan menerima Kebijakan-Ku itu, mereka masih saja tetap merasa benar. Orang-orang seperti itu memang bebal dan keras kepala. Tapi Kuakui bahwa konstruksi pemikiran mereka itu terindikasi sebagai kekecewaan dajjal yang tak kebagian perubahan kodrat.

Dalam hukum Keilahian, perubahan kodrat itu adalah suatu kepastian. Dan kepastian itu berada di akhir zaman. Dan iblis yang belum memenuhi jadwal perjanjian dengan-Ku, mereka itulah yang mengupayakan dengan segala cara untuk mendapatkan jatah perubahan kodrat. Begitulah bila iblis serakah terhadap jatah perubahan kodrat. Mereka memaksa dan bebal. 

Janganlah seperti iblis yang membabi-buta dan tak bisa diingatkan. Teroris yang tangannya pernah menyimbahkan darah, mereka itulah yang akan berubah kodrat menjadi iblis. Dan jenis iblis yang merasukinya itulah yang nantinya berhasil berubah kodrat menjadi manusia. Itulah hukum pertukaran kodrat. Maka jangan heran kalau teroris itu keras kepala dan tak tahu diri.

Aku Akan Mendirikan Kiblat untuk Semua Agama di Negeri Indonesia    
Sulitkah menyembah Aku sambil mentakzimi Kerajaan Eden? Itu karena kiblatmu berada di Saudi Arabia, di Mekah. Tapi kalau Aku mendirikan kiblat untuk semua agama di negaramu ini, apakah kau tak sudi? Padahal itu memuliakan bangsa dan negaramu.  Kesetiaanmu terhadap Islam dan kepada-Ku itu Kuhargai. Tapi kalau Aku menghendaki perubahan besar-besaran di atas dunia ini, kiblat semua agama harus Kusatukan, dan itu kemuliaan Indonesia di mata dunia.

Sulitkah bagi-Ku mendirikan kiblat untuk semua agama di tempat yang Kupilih sendiri? Atau apakah kamu lupa kalau Aku pernah memilih Masjidil Aqsha di Yerusalem sebagai kiblat umat Islam dan kemudian Kupindahkan ke Masjidil Haram di Mekah, Saudi Arabia? Apakah kamu tahu itu? Kiblat mana pun bisa Kuhapuskan bila tak Kuperlukan lagi. Dan Aku terbiasa memanggil umat ke kiblat yang Kubangun untuk suatu makna yang lebih baik dan yang dapat menjadikan kemaslahatan yang lebih luas, apalagi kalau itu bertujuan  untuk mempermanenkan keabadian perdamaian seluruh umat yang keyakinan agamanya berbeda-beda.

Sungguh Aku harus kauyakini bahwa Aku sanggup membangun kiblat baru untuk menyatukan semua agama. Tapi alangkah pada saat ini kamu harus menyatukan sikap dengan-Ku terlebih dahulu. Padahal kamu masih tak mau percaya, sampai Lia Eden dan reinkarnasi Nabi Muhammad, Muhammad Abdul Rachman Eden, kaupenjarakan. Itulah kesalahan fatal pemerintahanmu ini. Kau mencintai Islam, tapi kau memenjarakan Nabi Muhammad. Kau ingin damai, tapi kau membiarkan umat Islam di sini memuja teroris. Kalau kau bijaksana, tak kauunggulkan para ulama su’ dan kausudahi saja terorisme sampai ke akar-akarnya dan simpatisannya. Itu kalau kau berani. Tapi beranilah, karena tindakan itu Kuberkati.

Sudah Kunyatakan semua yang akan terjadi di negaramu ini. Akuilah Aku tak pernah berpembatas dan selalu perkasa menjadikan sesuatu.

Kalau Surga-Ku Dinafikan, Kujadikan Tempatmu Neraka
Kusebutkan, bahaya yang kauhadapi tak hanya itu. Di negaramu ini ramai dipenuhi penjahat. Itulah manusia-manusia yang dirasuki iblis. Di mana Aku meletakkan Neraka, di sanalah tempat yang dipenuhi penjahat. Banyak terjadi pembunuhan. Manusia haus darah. Korban mutilasi tak asing lagi.

Dan di Neraka Kutukan ini, Aku membangkitkan wajah-wajah seram. Banyak penyakit kutukan yang menyeramkan sekali, sehingga bangsa-bangsa yang beradab bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa begitu banyak nasib yang mengerikan terlihat di Indonesia? Wajah-wajah yang mengerikan itu sangat menakutkan, sampai-sampai seperti setan yang sesungguhnya. Bangkitnya wajah-wajah setan itu dapat kaujadikan sebagai tanda bahwa nanti hal semacam itu akan menjadi lebih banyak lagi, seperti juga virus yang semakin ganas dan semakin mewabah.

Macam apa kerusuhan-kerusuhan yang sedang melanda negaramu ini? Tak jelas apa penyebabnya, tapi kerusuhan-kerusuhan itu semakin membingungkan. Mengapa begitu banyak terjadi setiap hari? Apa saja mau mereka? Padahal dahulu hal semacam itu jarang terjadi. Tawuran pun terjadi di mana-mana.

Sifat bangsa ini memang telah berubah, gampang beringas dan merusak. Begitulah dajjal bila berkuasa, semua orang gampang marah dan suka mencari perkara. Kerusuhan-kerusuhan dan tawuran-tawuran menggelegak terus tanpa dapat diketahui apa sebabnya dan bagaimana menghentikannya. Itulah gejolak Neraka. Himpunan segala yang seram menandakan wujud Neraka.  

Aku tak menolak kalau kamu menyatakan Aku Tuhan yang sangat tega karena sampai hati melakukan hal itu. Tapi apa yang bisa ditandai sebagai Neraka kalau bukan seperti itu?

Apamu yang Kuminta dan kamu tak mau memberikan, ialah hanya izinmu memberdaulatkan Kerajaan Surga di negerimu ini. Itu saja! Siapa-siapa yang menolak Surga-Ku, jadilah negerinya Neraka. Dan Neraka, seperti itulah kenyataannya. Kamu yang lebih dahulu menolak Surga-Ku. Jadi jangan menyalahkan Aku kalau negerimu dipenuhi setan dan penjahat, dan tak ada tempat yang aman karena dipenuhi bencana.

Arus Pembalikan-Ku ini nyata akan menjerakanmu dan menundukkanmu. Kapasitas sebuah pemerintahan negara tak sama dengan kapasitas Kekuasaan-Ku. Hindarilah peruntuhan yang memusnahkan. Aku kasihan pada rakyatmu. Tiada yang terbaik selain Kerajaan Surga Eden. Dan tiada yang terburuk selain penjeraan terhadap kedurhakaan.  

Aku-lah Tuhan yang membalas segala kedurhakaan. Tapi Aku juga adalah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sudahilah kedurhakaan itu dan Aku segera memulihkan keadaan. Percayalah!

Sekian Wahyu Tuhan telah kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Jakarta, 3 Desember 2008

ruhul Kudus
Jibril Ruhul Kudus 

 
< Prev   Next >