| Maret 2009 |
| Desember 2008 |
| Oktober 2008 |
| Mei 2008 |
| Risalah Sumpah Tuhan |
| Risalah Fatwa Mahkamah Tuhan |
| Risalah Surat Ruhul Kudus |
| Download Risalah |
| Surat Pengantar |
| Penghapusan Semua Agama |
| Surga |
| Neraka |
| God's Revelation |
| Holy Spirit's Letter |
| Wahyu Tuhan untuk Kepolisian Republik Indonesia |
| Wahyu Tuhan di Bulan Desember 2008 | |
|
Atas Nama Tuhan Yang Maha Melindungi Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Jumat, 14 November 2008, pukul 09.50 WIB. Wahyu Tuhan: Aku, Tuhan, Harus Dipatuhi Aku Maha Perkasa Melindungi Kerajaan Eden dan segenap pengikut Eden. Seraya Aku hadapkan mereka dan institusi Istana Kerajaan Eden ke tangan Kepolisian Republik Indonesia, agar diamankan dari tindak kekerasan oleh kaum yang marah kepada Eden. Itu pun kalau hal semacam itu sampai terjadi. Aku mempersiapkan segala hal yang dimungkinkan terjadi atas Eden, karena Aku sudah menyatakan fatwa Penghapusan Agama Islam sekaligus fatwa Penghapusan Semua Agama. Menurut-Ku, hal itu tak mungkin tak menuai prahara besar apabila telah terbangkitkan protes dan penolakan atas Fatwa-Ku tersebut. Fatwa-Ku itu tak mungkin dapat diurungkan, seberapa pun besarnya protes dan penolakan atasnya. Dan niscaya Aku dapat memastikan Fatwa-Ku itu akan memperbaiki keadaan dunia. Berkenaan dengan hal itu, niscaya akan Kubuatkan peristiwa besar yang akan melibatkan dunia. Tertera Pandangan-Ku tentang hal itu, yaitu bahwa institusi keagamaan dunia dan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) akan menyesalkan Pemerintah Indonesia, yang canggung dan telah sejak lama mendiamkan saja Maklumat Fatwa-Ku itu. Padahal fatwa tersebut sudah Kusampaikan pada persidangan Lia Eden di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada 23 Juni 2006, yang diketuai oleh Hakim Lief Sofijullah.
Adapun dunia memang akan sangat heboh oleh Keputusan-Ku itu. Betapa pentingnya Fatwa-Ku itu untuk dipikirkan oleh PBB, yang Kumaknai sebagai kepentingan utama mereka. Kuyakinkan kepadamu bahwa mereka akan bersikap bijak mempertimbangkan dampak-dampak Fatwa-Ku tersebut, karena mereka dapat menilai betapa pemberitahuan atas fatwa itu memerlukan suatu keberanian yang tak terhingga. Adanya keberanian menyampaikan fatwa yang maha berat itu menandakan kekuatan itu tentu berasal dari-Ku.
Tiadalah fatwa itu dapat dibandingkan dengan apa pun. Dan niscaya semua pihak menginginkan perubahan. Dan tak ada otoritas mana pun di dunia ini yang sanggup mengatasi kemelut keagamaan sekarang ini. Dan kebanyakan mereka itu memang sangat menginginkan adanya solusi yang diturunkan Tuhan, tapi tak tahu bagaimana cara mendapatkannya. Demikian pengharapan mereka terjawab oleh Fatwa-Ku ini.
Maka mereka pun akan berhati-hati dan akan menggunakan fatwa itu untuk melihat indikasi perubahan yang meliputi masalah keagamaan di dunia ini. Turunnya Fatwa-Ku itu takkan menjadi buah simalakama karena siapa pun yang berhadapan dengan terorisme dan anarkisme dapat Kupastikan menang. Dan siapa-siapa yang segera bisa menerima isi Fatwa-Ku ini dan memberlaksanakannya, mereka itulah yang Kulimpahi rahmat. Setidaknya adalah rahmat ketentraman hati. Dan niscaya Kuanugerahi mereka kemakbulan doa dan kelapangan pandangan, sehingga mereka pun menjadi orang-orang yang cinta damai. Kegelisahan mereka pun hilang dan itu pun mencerdaskan dan menjadikan mereka bijaksana. Itulah Karunia-Ku bila membela Fatwa-Ku. Orang-orang yang lapang hatinya dan aktif mengupayakan perdamaian berada dalam naungan rahmat yang besar. Dan itu berarti keberhasilan dan kesejahteraan. Apa-apa yang berbenturan dengan isi Fatwa-Ku, niscaya akan kalah atau gagal. Ketahuilah bahwa bila lembaga-lembaga keagamaan di negeri ini menyangka hal ini dapat dianggap sepele dan boleh didiamkan saja, tentu itu akan Kugunakan untuk mengurung mereka dengan problem-problem keagamaan yang semakin berat dan semakin sulit dan menyebalkan.
Kerusuhan-kerusuhan yang ditimbulkan oleh golongan yang anti-penyatuan agama meresahkan mereka sendiri. Pemikiran-pemikiran mereka membodohi diri mereka sendiri. Lagi pula, Aku niscaya takkan memberikan peluang apa pun. Kegagalan-kegagalan mereka membuat mereka tak sanggup berpikir dan selalu salah, gelisah dan resah, padahal mereka sudah tahu Aku tak berpihak kepada mereka. Jadi untuk apa mereka harus bersikeras menempuh jalan itu? Sungguh aneh!
Dan indikasi itu dapat meyakinkan mereka yang berkepentingan untuk mengambil langkah. Dewan Keamanan PBB dan berbagai institusi perdamaian dunia merupakan organ dunia yang sangat berkepentingan dengan Fatwa-Ku itu. Demikianlah mereka menjadi bersikap bijak menanggapi Fatwa-Ku tersebut. Mereka sadar tak mudah menerapkan Fatwa-Ku itu, tapi itu mereka rasakan bila belum terlihat keadaan yang terburuk di dunia ini. Maka berhati-hatilah bila ingin memberi tanggapan negatif. Karena bila berpihak pada yang berlawanan dengan Ketetapan-Ku ini, maka tak mudah mengolah alasan untuk dibenarkan, sebab kamu akan terlihat sebagai orang yang memusuhi Tuhan. Bila agamamu yang kaubela, apakah Tuhanmu membela agamamu?
Dan Aku selalu akan menjadikan apa-apa yang menurut-Ku dapat memberikan keleluasaan penerapan Fatwa-Ku yang kudus tersebut. Walaupun tak ada yang bergembira mendapati Fatwa-Ku itu, tetapi banyak pihak yang merasakan lega karena melihat gelagat adanya solusi atas masalah keagamaan yang semakin berat dan tak terselesaikan. Aku menyukai perdamaian. Solusi damai yang terkandung oleh fatwa tersebut, Kuharapkan segera diacu menjadi pengubah keadaan.
Percayalah bahwa Aku selalu bisa menghindarkan pertumpahan darah dalam memberlaksanakan Fatwa-Ku itu. Karena di dalam Niat-Ku membuat ketetapan itu, Aku bersikukuh ingin menghentikan peperangan agama, terorisme dan anarkisme. Dan Aku telah dipermalukan oleh masalah-masalah tersebut. Manalah mungkin Kebijakan-Ku yang amat terpaksa Kulakukan itu akan menuai akibat yang sama dengan yang ingin Kutanggulangi, betapapun hal itu dianggap tak dimungkinkan. Demikian Fatwa-Ku itu terjamin dapat terlaksana tanpa korban yang tewas dan persimbahan darah. Dan Kujaminkan Surga bagi yang memperjuangkannya.
Aku membiarkan segala gejolak membesar kalau Aku tak menyukai suatu keadaan. Tapi Aku juga berhak meredam gejolak yang akan timbul bila Aku berkenan pada suatu yang Kupentingkan. Jadi apa pun yang telah termaklumatkan oleh Kerajaan Eden, itu secara pasti takkan mengakibatkan celaka dan korban, dan Kupastikan akan mendunia tak lama lagi. Dan Aku pasti selalu berhasil memenangkan Fatwa-Ku itu. Begitulah bila Aku mencetuskan suatu fatwa yang maha berat dan yang tak terhingga bahaya akibatnya.
Ketahuilah bahwa Aku telah memprediksi segala bahayanya. Dan karena Aku Maha Dipercaya dan Maha Kuasa, Kujadikan isi Fatwa-Ku tersebut sebagai bantalan kepercayaan terhadap-Ku, dan pula Kujadikan sebagai bukti Kemahakuasaan-Ku menciptakan suatu keadaan yang baru sama sekali di atas segala yang telah permanen, dan memperlihatkan betapa Aku Maha Sanggup mengatasi segala sesuatu.
Selain itu, bukti-bukti kesalahan Lia Eden dan pengikutnya jelas tak ada. Apa yang harus disalahkan atas Wahyu-wahyu-Ku yang diemban mereka? Dan Polda Metro Jaya-lah yang pernah memeriksa mereka semua. Kalau Polda Metro Jaya tak mau menaati-Ku, niscaya mereka tak berhati nurani dan tak tanggap pada kebenaran yang tersaji dari-Ku. Dan yang lebih jauh ialah Kuanggap mereka bersedia berlawanan langsung dengan-Ku.
Umat Islam sedunia sekalipun takkan sanggup meruntuhkan eksistensi Kerajaan Eden yang sedang siap Kubangun. Merekalah yang akan menjadi pecundang. Percayalah, justru Aku sedang ingin menyelamatkan kalangan umat Islam liberal dan moderat, dan menghakimi para teroris dan jaringan Islam garis keras. Kalangan Islam garis keras sedang mengolah diri untuk melakukan pembalasan dendam atas eksekusi mati pelaku Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Gufron. Gerakan itu akan menentukan arah pembalikan. Justru seluruh instansi hukum dan pertahanan negara adalah lebih baik berpihak kepada Kerajaan Eden yang Kulindungi. Karena ketika arus pembalikan sedang berlangsung, semua yang berlawanan dengan Kami bakal kalah. Dan arus pembalikan itu dapat ditandai melalui pergolakan terorisme yang bersamaan dengan situasi panas pemilu, dan masalah krisis keuangan yang tak terkendali.
Ketahuilah, Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla tak akan sanggup memulihkan keadaan, karena Aku tak bersedia memayungi mereka. Adapun terorisme itu tak ada yang sanggup menghentikannya. Tapi Aku berjanji, walau memaksakan keadaan, kaum teroris dan simpatisannya takkan berhasil, karena manalah mungkin ada peluang bagi golongan yang Kubenci dan yang terkutuk.
Aku suka bila mereka melakukan hal tersebut. Sungguh hal itulah yang Kunantikan. Karena dengan demikian, Aku pun dapat bertindak tegas atas golongan mereka secara langsung. Dengan demikian, masalah berat keagamaan di dunia ini dapat teratasi. Melalui keadaan yang terkondisi pada setiap tindakan apa pun yang terkait dengan Kerajaan Eden, barulah dapat Kueksploitasi secara terbuka dan menjadikannya sebagai petunjuk pelaksanaan Ajaran-Ku yang terkini. Terpujilah mereka yang telah berbuat baik kepada Eden. Karena selain mereka Kuberi rahmat, mereka juga Kupuji karena akan Kunyatakan dalam catatan Kitab Suci Eden. Demikian pun yang sebaliknya. Celakalah mereka dan segenap keturunannya, karena perlakuan buruk mereka terhadap Eden akan Kumasukkan ke dalam catatan Kitab Suci Eden sebagai perilaku orang-orang yang bodoh dan merugi, dan bisa jadi mereka Kunyatakan sebagai manusia yang Kukutuk.
Ketahuilah bahwa tak ada jalan untuk menghindar dari-Ku. Dan Aku sedang melibatkan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengamankan Negara Republik Indonesia dari sebuah kepastian yang terburuk, yaitu chaos dan ketegangan pergumulan teroris. Bilamana Kepolisian Republik Indonesia bertindak tegas mengamankan Kerajaan Eden dan para Rasul Eden serta keluarganya di Jalan Mahoni No. 30, Senen, Jakarta Pusat, pada saat terjadinya ancaman atas mereka dari pihak yang mengatasnamakan penggugat Kerajaan Eden, niscaya Aku akan membalas pertolongan itu dengan kemuliaan. Dan Aku berjanji selamanya akan memberi petunjuk penting kepada Kepolisian Republik Indonesia yang sedang berjuang menahan arus perpecahan, dan yang menginginkan integritas Kepolisian Republik Indonesia tetap terjaga di dalam kekusutan politik yang menegangkan di tengah belantara perpecahan yang kritis, dan keterpurukan yang menajam, dan di tengah lajunya pembusukan, dan adanya pusaran yang menuju ke arah pembalikan, dan di tengah keputusasaan bangsa Indonesia yang sedang sangat membutuhkan pengayoman keamanan.
Namun apabila Seruan-Ku ini tak mendapatkan tanggapan baik, apa lacur, Aku akan membiarkan Indonesia hancur porak-poranda tanpa memberi petunjuk kepada siapa pun. Kerajaan Eden dan para Rasul Eden dengan keluarganya Kutolong dengan Cara-Ku sendiri. Maka pertimbangkanlah baik-baik Ajakan-Ku ini karena itu baik bagi semuanya. Adalah baik bila Aku mencantumkan perkiraan waktu-waktu yang menegangkan tersebut, ialah berkisar pada bulan Mei-Juli 2009. Padatkanlah penjagaan keamanan pada masa-masa itu.
Pada saat itu nanti, semua pihak panik terhadap perubahan yang drastis dan tak dapat menduga arah situasi dan kondisi, dan tak dapat dicegah keadaan apa pun yang terburuk. Pada saat itu, arah situasi politik tak menentu dan vakum mencekat. Kepada-Ku-lah terpulang penanggulangannya, karena hanya kepada-Ku-lah pemberkatan atas siapa-siapa yang ingin Kuberi petunjuk. Dan adalah pilihan yang lebih baik bila bersedia masuk ke dalam pusaran Pembalikan-Ku.
Ketetapan-Ku mengubah keadaan tak mungkin terhambat dan tak mungkin gagal. Jangan sangsikan Informasi-Ku ini. Sikap-Ku yang ingin menduniakan Kerajaan Eden dan Keinginan-Ku memberlakukan fatwa Penghapusan Semua Agama ke masyarakat dunia sudah Kutetapkan jadwalnya. Dan kehebohan besar tentang hal itu tak dapat dihindarkan.
Untuk menghadapi peristiwa besar itu, Aku telah membuatkan jembatan silaturahmi Komunitas Eden dengan Polda Metro Jaya. Dan Kuharapkan hal itu dapat menjadi peluang pemusatan Pertolongan Tuhan kepada instansi Pemerintah Indonesia dan semua pihak yang berwajib di negeri ini, sehingga dapat terkurangi segala dampak buruk. Tulah-tulah Kutukan-Ku tak mungkin pulih menjadi pemberkatan. Oleh karena itu, Kutegaskan bahwa siapa pun yang berada dalam pihak yang Kukutuk, takkan Kuberikan jalan apa pun. Demikian Kujelaskan bahwa pihak instansi Kejaksaan dan Mahkamah Agung Republik Indonesia seakan takkan usai mengalami penistaan. Dan mereka takkan bisa menghindari Penghakiman-Ku nanti. Merekalah yang Kutuduh paling bersalah atas pemenjaraan Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman Eden, Rasul-rasul-Ku yang Kucintai.
Dan sungguh Muhammad Abdul Rachman Eden itu telah divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tapi tim Jaksa Penuntut Umum memaksakan pemenjaraan baginya dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, dan vonis bebas Muhammad Abdul Rachman Eden pun berubah menjadi vonis tiga tahun penjara. Bahkan di dalam Lapas Cipinang, ketika Muhammad Abdul Rachman Eden sudah hampir 11 bulan dipenjara, dia masih menetap di ruang karantina sampai sekarang, di suatu ruang yang sangat padat, terisi dengan 200-300 narapidana. Dan itu adalah kamar yang tergembok lebih lama dari ruang-ruang yang lainnya. Sungguh Rasul-Ku telah diperlakukan tidak manusiawi.
Begitulah kedua instansi itu Kuanggap keterlaluan dan telah menyalahi hukum. Karena tak ada sama sekali pertimbangan hukum yang pantas untuk mengubah status vonis bebas Muhammad Abdul Rachman Eden menjadi pemenjaraan kembali. Itu adalah kejahatan hukum dan kejahatan lembaga hukum dan kejahatan penegak hukum. Kepada-Ku-lah terpulang pengadilan atas mereka.
Kejahatan tersebut Kuanggap amat penting Kuutarakan karena terlalu signifikan. Siapa yang telah Anda hukum? Dan apakah tak kauketahui bahwa mereka tak melakukan kesalahan apa pun? Ketahuilah bahwa seluruh institusi hukum di negeri ini telah Kudapati pernah mengabaikan kebenaran dan melakukan perdagangan hukum. Oleh karena itu, melalui peristiwa pemenjaraan para Rasul-Ku, Aku akan mempersoalkan setiap penyalahgunaan hukum. Dan Aku membenahi hukum tak melalui institusi hukum, melainkan dari pasar perdagangan hukum. Hukumlah para Rasul-Ku semaumu, mumpung mereka sudah menyebarkan fatwa tentang Penghapusan Semua Agama. Dan Aku akan menyaksikan bagaimana kamu memberi landasan hukum atas sikapmu terhadap mereka.
Selayak seluruh lembaga keagamaan atas nama setiap agama yang ada, mereka niscaya akan mempersoalkan Fatwa-Ku tersebut. Dan tentu di dalamnya harus ada pasal-pasal hukum tetap yang dapat dipakai untuk membawa Fatwa-Ku itu ke sidang pengadilan. Sesuai dengan kepadatan isu hukum yang dibicarakan untuk membahaskan persidangan Fatwa-Ku itu nanti, maka terhadirkanlah pokok-pokok pasal penyegaran hukum yang sesuai dengan zaman. Dan di dalam alurnya, maka berbantah-bantahanlah segenap institusi hukum dan segala lembaga keagamaan. Yang sedemikian itulah, Aku akan mengejawantahkan Argumen-argumen-Ku sendiri. Dan Aku pun mendapat peluang menciptakan teori-teori hukum yang terbaru dan yang lebih layak digunakan untuk mengatasi zaman multiproblematika keagamaan pada saat ini.
Wahai seluruh jajaran institusi hukum, waspadailah Gerak-gerik-Ku yang ingin menghukum para penegak hukum dan institusinya yang telah mengabaikan kebenaran, karena Aku sedang ingin menggelar pencerahan hukum bagi seluruh praktisi hukum di dunia ini.
Sementara, pihak kepolisianlah yang kini sedang Kudatangi. Belalah Kerajaan Eden dan lindungi para Rasul Eden sampai semuanya menjadi jelas. Dan akan Kumuliakan Kepolisian Republik Indonesia. |
|
| < Prev | Next > |
|---|