| Wahyu Tuhan untuk Bangsa Indonesia |
| Wahyu Tuhan di Bulan Desember 2008 | |
|
Wahyu Tuhan untuk Bangsa Indonesia
Atas Nama Tuhan Yang Maha Melindungi
Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Minggu, 16 November 2008, pukul 07.32 WIB. Wahyu Tuhan: Setiap Ketentuan-Ku Selalu Ada Landasannya Ketaatan dan cinta bangsa Indonesia kepada-Ku tak Kuragukan, melainkan Kerajaan-Ku Eden yang ingin Kupaksakan supaya mau diterima dan diberdaulatkan secara hukum di negeri ini sehingga Aku terpaksa memberitakan sesuatu yang berat bagimu. Aku senantiasa Maha Pengayom lagi Maha Pemurah. Kuampuni bangsa Indonesia yang tidak mengerti apa yang sedang Kukehendaki. Akan tetapi, Lia Eden telah memproklamirkan Kerajaan-Ku dan Surga-Ku di tengah masyarakat sejak bulan Desember tahun 2005. Dan dia telah diadili dan dipenjara karena itu, tapi tak berarti dia salah dan tak jujur. Pengadilan dan Pemerintah Indonesia-lah yang tak tahu diuntung, maunya benar sendiri dan telah melanggar hukum karena pasal yang terpakai untuk memenjarakan Rasul-Ku tak mengena dan dipaksakan. Apakah mereka tahu bahwa bila undang-undang dan hukum disalahgunakan demi kepentingan suatu kelompok, itulah sesungguhnya ketidakadilan. Maka apa pun yang Kuperbuat atas Pemerintah Indonesia, segalanya terpulang kepada perbuatannya terhadap para Rasul-Ku.
Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman Eden terpenjara karena pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Dan Kuperlihatkan kepada mereka, siapa sesungguhnya yang telah keterlaluan menodai agama Islam? Ialah mereka yang mencurigai Jibril Ruhul Kudus sebagai penyesat, karena mereka menolak kedatangan Jibril pada saat ini sebagai Rasul. Umat Islam di negeri ini terlalu jauh menyangka Jibril tak patut turun ke dunia lagi, karena kewahyuan telah berakhir setelah Nabi Muhammad wafat. Sungguh itulah kekeliruan yang mendasar. Umat Islam di Indonesia menodai agamanya sendiri ketika bersikeras menolak Wahyu-Ku turun kembali. Keegoan atas kebenaran agama Islam yang dinyatakan sebagai agama yang terbenar di antara semua agama dan penafsiran berakhirnya kewahyuan karena Nabi Muhammad adalah nabi terakhir, merupakan sikap yang secara langsung menodai agama Islam sendiri, karena kamu mengira Aku berpembatas dan Nabi Muhammad menjadi lebih penting kedudukannya. Aku menjadi seperti tak bisa berbuat apa-apa lagi ketika agama-agama sedang bermasalah berat. Kemahakuasaan-Ku menjadilah tak berarti, dan Kemahaadilan-Ku menjadi tak berimbang dan cacat. Mana mungkin? Kalau umat Islam mengakui Aku Tuhan Yang Maha Adil, sudahi pendapat itu! Karena manalah anggapan itu dapat menghentikan turunnya Wahyu-wahyu-Ku kembali. Penodaan agama yang didakwakan terhadap Muhammad Abdul Rachman Eden menjadi fatal sekali, karena yang dipenjarakan mereka justru reinkarnasi Nabi Muhammad. Itulah yang Kusebutkan umat Islam menodai agamanya sendiri. Bayangkan bila Ketetapan-Ku ini dibela dunia, siapa yang malu? Alangkah malunya umat Islam Indonesia karena kedapatan telah menganiaya nabinya sendiri. Lia Eden telah memproklamirkan Kerajaan Eden dan pemenjaraan atas dirinya telah menimbulkan kehebohan besar di negeri ini. Itu berarti seluruh bangsa Indonesia sudah mendengar Aku mendirikan Kerajaan Eden di sini. Sadarlah bahwa itu tak mungkin sebuah kebohongan dan penyesatan, atau upaya makar oleh sekelompok kecil orang yang menamakan dirinya Komunitas Eden. Maka sesungguhnya seluruh bangsa Indonesia itu sudah tahu kalau ada Kerajaan Eden di negara ini. Oleh karena itu, Kuanggap Aku patut memberlaksanakan pemaksaan Kehendak-Ku agar dipatuhi. Karena apa-apa yang ingin Kudirikan ini tak lain adalah semata-mata demi penyelamatan dan kemakmuran negeri ini sendiri.
Apakah kamu tak melihat bahwa tak ada pengayom yang sanggup membenahi segala masalah berat yang ditanggung bangsa ini? Kalau kau sudah tahu, mengapa masih saja kamu ingin menghindari Anugerah-Ku ini? Apakah sistem kerajaan itu tak baik terpakai di negaramu ini? Ataukah Kerajaan Tuhan itu terlalu muskil bagimu? Padahal itu benar, bukan dusta yang mengada-ada atau penyesatan yang keterlaluan. Kalau kautanyakan apa buktinya, tentu Kujawab bahwasanya bencana-bencana yang mengurung negeri ini tak surut juga, walau para pemuka agama dari semua agama telah mengerahkan umatnya masing-masing berdoa kepada-Ku agar Aku berkenan menyurutkan semua bala dan malapetaka alam. Nyatanya malapetaka-malapetaka itu bukannya berkurang, melainkan semakin bertambah. Itu karena Aku ingin memaksakan Kerajaan Eden diberdaulatkan segera. Maka apa pun yang terhadirkan dari-Ku setelah itu hanyalah akan berupa pemaksaan pemberlakuan fatwa tersebut.
Aku tahu sikap diammu itu disebabkan kamu tak mau tertipu oleh dajjal dan tak mau diketahui oleh bangsa lain bahwa ada fatwa semacam itu telah tampil di negaramu. Dan kamu diam seribu bahasa oleh ketakutanmu itu. Itulah kalau kamu semua tak mau bertakwa atas apa-apa yang kauanggap baru yang diturunkan oleh Tuhan. Dan Aku pun kesal terhadap sikap penolakanmu terhadap para Rasul-Ku. Demikian pun Aku sangat kesal oleh perilaku umat Islam yang sudah keterlaluan. Penghapusan Semua Agama itu memang terdahului oleh Kekesalan-Ku terhadap perilaku umat Islam yang memburuk. Perilaku terorisme dan anarkisme dan kekejian gerilyawan muslim dan kesombongan umat Islam atas agamanya secara umum, telah memaksa-Ku menghapuskan agama Islam. Apa boleh buat, Aku wajib memberlakukan Penghapusan Semua Agama pada akhirnya supaya semuanya bersedia berintrospeksi.
Aku tak membatalkan ajaran-ajaran agama yang telah Kuhapuskan, karena itu adalah ajaran yang benar dan berasal dari-Ku jua. Kitab-kitab Suci semua agama tetap Kujadikan rujukan pada Wahyu-wahyu-Ku yang sedang Kuturunkan sekarang ini, karena Aku memang menyimpan ayat-ayat mutasyabihat atau ayat-ayat yang termaterai di dalamnya.
Demi pengungkapan rahasia Ayat-ayat Suci terdahulu itu, Aku mengungkapkan keadaannya melalui peristiwa-peristiwa terkini, yang Kusesuaikan dengan yang tertulis pada Ayat-ayat Suci tersebut. Apalah Aku, bilamana Aku tak sanggup menyesuaikan Ayat-ayat Suci yang terahasia dari zaman dahulu dengan peristiwa-peristiwa penting pada masa kini, dan kemudian Kujadikan satu penafsirannya dengan apa-apa yang sedang aktif Kuajarkan kepada semua umat pada masa kini.
Jangan pernah mengira Aku tersalah dan tak sempurna menurunkan agama-agama dan Kitab-kitab Sucinya. Agamalah yang Kuhapuskan, tetapi Kitab-kitab Sucinya kekal terpakai, karena yang tertulis itu adalah Wahyu-wahyu-Ku. Aku hanya ingin memperbaharui dan meluruskan penafsiran-penafsiran yang kurang dipahami atau yang telah menyimpang. Dan Aku hanya ingin menyederhanakan cara ritual beribadah dan menyeragamkannya, agar tak terjadi lagi persengketaan agama. Kini Aku mengajarimu untuk bersuci saja. Jauhilah dosa agar Aku mudah mengabulkan doamu. Cukuplah kamu menyatakan percaya terhadap Kerajaan Eden-Ku dan menyebutkan doamu atas nama Kerajaan Eden yang kudus. Dan berdoalah kamu sesukamu dalam bahasa apa pun yang kamu miliki. Berdoalah dalam sikap bertakzim, khusyuk dengan cara yang kamu ketahui atau yang terbiasa terpakai, cukuplah itu bagi-Ku. Berdoalah di dalam dudukmu, di dalam diammu ataupun di dalam spontanitasmu. Aku akan mendengarkan doamu dan mengabulkannya bila kamu menghormati Kerajaan-Ku. Dan Aku mengabulkan doa-doamu yang terliputkan oleh kebenaran-kebenaranmu sendiri, karena Aku tak sudi mengabulkan doa orang-orang yang suka berdosa, walaupun dia berdoa atas nama Kerajaan Eden. Yakinilah, bahwa kebajikanmu jua yang membuat-Ku ingin mengabulkan doamu. Semua agama berasaskan perenialisme, yaitu ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dan menganut kebenaran sejati dan hakiki. Perilaku para ulama, kaum intelektual agama dan para agamawan di zaman ini jarang yang hidup sederhana. Dakwah agama telah dikomersilkan di luar batas-batas yang wajar sehingga mereka terlihat hidup mewah. Tak pantas kaum agamawan hidup mewah sekali karena pengajaran agama tak boleh dikomersilkan. Agama bukan barang dagangan.
Dan ketika Aku sudah menyatukan semua agama, sempalan-sempalan agama takkan menarik lagi. Persengketaan-persengketaan agama pun terhenti dengan sendirinya. Tak ada lagi perbedaan konjungsi penafsiran Ayat-ayat Suci dan persaingan ritual keagamaan, sebab semua perbedaan penafsiran itu kini sengaja ditiadakan, apalagi kalau hanya persoalan tata bahasa. Dengan adanya kecaman atas agama, Aku tak mungkin membiarkan hal itu berlarut-larut. Justru monoteisme itu Kukuatkan lagi menjadi monoteisme mutlak, karena adanya Kerajaan dan Surga-Ku di dunia ini. Semua umat wajib hanya menyembah kepada-Ku saja. Para nabi atau rasul Utusan-Ku yang terdahulu dan para Rasul-Ku yang baru, tak Kuberi kewenangan yang berarti supaya tak ada persenjangan lagi di antara agama-agama. Dan Aku melerai pengkultusan terhadap para Rasul melalui Penyikapan-Ku terhadap para Rasul-Ku yang sekarang ini di Eden. Di tengah mereka ada reinkarnasi para nabi Utusan-Ku yang terdahulu, tapi mereka hanya Kutempatkan sebagai anggota Dewan Kerasulan Kerajaan Eden, atau bahkan ada yang tak Kuikutsertakan di dalam Dewan Kerasulan Kerajaan Eden sebagaimana reinkarnasi Yesus (A Mukti Day), reinkarnasi Musa (Fathun Nur Day) dan reinkarnasi Adam (Aminuddin Day), walaupun semuanya adalah keluarga Lia Eden (dua anak kandungnya dan mantan suaminya). Pensucian terhadap keluarga sendiri memang agak sulit. Keluarga biasanya tak sanggup mengubah sikap terhadap ibu ataupun mantan istri yang tiba-tiba berubah status menjadi seorang ratu yang dikeramatkan. Keluarga Lia Eden terbiasa menyikapinya sebagaimana sikap mereka terhadap ibunya yang sebelumnya. Tapi Pensucian-Ku memang berat dan sulit dipahami. Keluarga Lia Eden terpaksa tak terikut ke Eden karena mereka tak sanggup menyesuaikan diri dengan keadaan Lia Eden yang baru. Tapi menantunya, Sary Melati, dengan keempat anaknya yang masih kecil-kecil (anak-anak Fathun Nur Day) berhasil diterima di Eden.
Tak semua nabi berhasil meraih Surga. Kehidupannya yang terkini dijalaninya menurut apa yang dipilihnya. Jadi ringankanlah anggapanmu terhadap mereka, sebab setiap pengkultusan terhadap nabi atau rasul itu adalah kemusyrikan. Justru Surga Eden Kujaminkan atas curahan rahmat itu. Dan Kupersaksikan bagaimana kebahagiaan Komunitas Eden yang sangat takzim menyembah-Ku sehingga mereka mampu berikrar bersedia disucikan sampai suci mutlak, dan mereka pun sanggup dan berani melayangkan Wahyu-wahyu-Ku yang kandungan isinya maha berat. Apakah kamu sanggup melakukan itu bila kamu tidak suci dan tak mencintai Tuhanmu dengan amat sangat? Jadilah seperti mereka yang di Surga Eden karena mereka semua itu telah melampaui rasa takutnya. Dan bijaklah mereka yang tak lagi pernah merasa takut. Sungguh semuanya telah tak berpenghasilan dan mereka juga tak Kuperkenankan menerima uang dan materi apa pun selain yang Kuhalalkan baginya. Padahal yang Kuhalalkan bagi mereka hanyalah uang mereka sendiri saja. Kusebutkan, itulah ketawakalan yang murni. Dan Aku membiarkan mereka sampai ragu menunggu uluran uang dari-Ku secara langsung, padahal mereka semakin hari semakin tak sanggup membiayai diri mereka. Apalagi mereka terus-menerus Kuwajibkan mencetak Risalah-risalah Ruhul Kudus dan menyebarkan Wahyu-wahyu-Ku dengan uang mereka sendiri. Apakah kamu tahu dari mana mereka mengandalkan ketabahan mereka itu kalau bukannya karena Aku dipercaya selalu mengayomi mereka? Dan dari mana kamu tahu bahwa Aku senantiasa mengayomi mereka sehingga mereka begitu percaya kepada-Ku? Itulah yang ingin Kujabarkan sebagai panutan oleh hamba-hamba-Ku yang suci di Surga Eden. Sebaiknya semua orang harus tahu bahwa di Surga itu tak ada ketakutan dan rasa was-was, penuh cinta dan kasih sayang, tak ada dendam dan amarah. Semuanya seiya sekata dan berpatuh mutlak kepada-Ku. Ruhul Kudus mensucikan mereka dan mendidik mereka sampai tingkat suci mutlak. Kebenaran yang diperjuangkan mereka adalah kebenaran hakiki. Dan kejujuran mereka adalah kejujuran murni. Ketulusan mereka pun murni. Jadi tak ada dusta di Eden, apalagi kesesatan dan penyesatan. Tak ada sihir dan semacamnya, karena untuk apa hal semacam itu? Mereka tak Kuperkenankan mengikhtiarkan apa pun untuk dirinya, kecuali menjalankan Amanat-amanat-Ku. Apalagi bila dikira mereka dapat berikhtiar melalui daya magis dan pandai menyihir. Sungguh mereka tak tahu-menahu bagaimana mempergunakan daya magis, bahkan mereka seakan-akan tak bersentuhan dengan kekuatan gaib secara nyata, karena Aku ingin mereka diperhatikan sebagai orang-orang yang tak berdaya apa-apa, selain hanya berpatuh mutlak kepada-Ku saja. Terlalu banyak orang yang suka menggunakan kekuatan gaib, dipergunakan sebagai kebanggaan. Kaum supranatural sangat canggih menggunakan ilmu gaibnya. Karena itulah para Rasul-Ku Kuingatkan agar jangan seperti mereka. Dan Aku ingin para Rasul Eden tetap bersahaja dan rendah hati. Ketika para Rasul Eden selalu berprakarsa secara alami, padahal mereka sangat dekat dengan-Ku, maka jadilah itu pengajaran bahwa menggunakan daya gaib itu tak Kuperkenankan, apalagi kalau dipakai untuk menebar kemusyrikan ataupun kejahatan. Jin dan setanlah yang bersama mereka, yang menyombongkan kekuatan magisnya. Sungguh para Rasul Eden tak pandai menghadirkan kekuatan gaibnya. Ruhul Kudus tak pernah mengajari mereka ilmu kanuragan dan sihir. Mereka harus menempuh segalanya melalui sunatullah dan berprakarsa secara alami, walaupun kekuatan gaib yang meliputi mereka sangat besar, bahkan tak terhingga, karena Aku-lah Yang Maha Gaib bersamanya. Aku-lah sendiri yang memiliki kekuatan gaib itu. Demikian Kekuatan Gaib-Ku-lah yang memancar untuk mereka, bila diperlukan.
Kalaulah mereka bisa menyembuhkan orang sakit, hal itu disebabkan mereka sudah mengetahui bahwa secara otomatis Aku memberi anugerah energi murni yang bisa menyembuhkan bila mereka telah bersuci. Tapi mereka hanya tahu bahwa di tangan mereka ada mukjizat yang setiap saat bisa dipakai untuk menghilangkan kepenatan atau rasa sakit. Mereka mempergunakannya untuk saling mengobati satu sama lain sehingga biaya pengobatan di antara mereka menjadi sangat murah atau bahkan gratis.
Sesungguhnya mereka tak mengerti bagaimana mengobati penyakit. Kalaupun melalui terapi ada orang yang disembuhkan, itu karena Aku mengabulkan doanya. Tapi mereka tak bisa meyakini diri mereka sendiri apakah mereka bisa memberi kesembuhan itu atau tidak, karena Aku tak membiasakan mereka merasa percaya diri bahwa mereka sanggup menyembuhkan orang sakit. Karena Anugerah-Ku itu tak patut direalisasikan sebagai keahlian tabib, karena mereka tak mengerti apa-apa tentang pengobatan, dan mereka tak diproyeksikan sebagai tokoh supranatural yang bisa berkarir di bidang itu.
Terapi Eden tak untuk dikomersilkan, tak pula dipakai untuk melayani masyarakat luas. Sudah Kusebutkan kewajiban Komunitas Eden hanya memprakarsai penyebaran Wahyu-wahyu-Ku yang sedang turun. Untuk itu saja mereka harus mencukup-cukupkan waktu. Surat-surat yang harus diproduksi mengalir setiap saat sehingga tak ada waktu untuk yang lainnya.
Mereka semua mengatakan Surga Eden adalah dambaan terakhir, tak mengharapkan masa depan apa pun lagi. Tapi untuk apa mengharapkan masa depan yang lainnya kalau sesungguhnya mereka itu telah sampai di Surga-Ku? Dan mereka sudah bukan manusia biasa lagi karena mereka telah Kupercaya dapat Kuterima di Surga hakiki yang kekal, yaitu perubahan kodrat menjadi malaikat atau bidadari. Itulah Surga berikutnya, Surga hakiki yang kekal. Maukah kamu seperti mereka? Maka jangan membantah-Ku lagi. Jalankan Perintah-Ku yang sudah diamalkan Komunitas Eden selama ini.
Kemarahan penguasa ataupun kemarahan kelompok radikal dipercaya para Rasul Eden niscaya dapat Kutanggulangi. Maka mereka tak peduli bahaya apa pun yang harus mereka hadapi. Penjara dan kematian tak menakutkan mereka. Dan pemenjaraan bagi mereka bukanlah apa-apa, melainkan pembelajaran merasakan Rahmat Tuhan di ruang yang pelik dan nista. Rahmat-Ku justru tercurah kepada mereka pada saat-saat demikian.
Apakah kaukira mereka menderita? Padahal kecaman atas mereka justru menyurut karena pemenjaraan itu. Dan Lia Eden menerima Sumpah-sumpah Tersakral-Ku justru tatkala dia berada di dalam penjara. Justru kekuatan Sumpah-sumpah-Ku itulah yang kini sedang berprakarsa melaksanakan pembalikan pada saat ini. Sungguh malang bagi yang memenjarakannya karena mereka akan segera terlihat sebagai pecundang dan orang yang menderita.
Para Rasul Eden terdidik tak berpamrih apa pun. Tatkala mereka sedang menghadapi amuk massa dahulu, mereka tak pernah mengira kalau pemenjaraan itu justru yang akan menguatkan mereka, dan mereka juga tak berpamrih akan menjadi pusat perhatian. Maka pemenjaraan bagi mereka hanya sebagai jalan yang harus dilewati. Dan mereka mewakili kisah perjuangan Utusan-utusan-Ku yang terdahulu.
Mana yang menurutmu lebih baik, kisah-kisah para nabi di masa silam yang heroik tapi sudah ketinggalan zaman, ataukah kisah para nabi dahulu yang bereinkarnasi dengan wujudnya yang sekarang, dan tampil membawakan Wahyu-wahyu-Ku yang terkini di dalam zaman yang multi-kompleks masalahnya, dan yang tak terhingga kepelikan kesulitannya dan penuh bahaya besar yang mengancam? Bagaimana menurutmu bila masalah-masalah berat dan pelik di dunia ini berhasil terselesaikan oleh mereka? Aku takkan menciptakan spirit rasul hanya untuk kebutuhan lokal.
Kubenarkan perjuangan para Rasul sekarang ini dapat mengimbangi ketokohan pahlawan imajiner dalam film Matrix yang berdaulat dalam jiwa manusia modern. Akankah kepahlawanan itu bisa murni merasuk ke dalam jiwa kalau kepahlawanan itu hanya imajiner semata? Takkan ada kisah kepahlawanan yang bisa merasuk ke relung jiwa pada masa kini, karena kepahlawanan para Nabi dan Rasul-Ku yang dahulu sudah kadaluwarsa, terlalu sederhana bila diangkat sebagai pujaan di masa kini. Dan ketokohan pahlawan nasional sudah selesai semenjak Soekarno dan Soeharto tak dihargai lagi oleh bangsa Indonesia, karena mana ada tokoh pahlawan yang lebih besar jasanya dari mereka berdua?
Ketauladanan para Rasul Eden sedang Kuabadikan melalui kisah sejarah pemberdirian Kerajaan Eden dan Surga Eden. Bahaya-bahaya yang menghadang mereka sangat banyak dan berat. Bagaimana mereka menanggulangi ketakutan mereka? Dan bagaimana mereka membela diri? Dan betapa melaksanakan Amanat-amanat-Ku itu memerlukan keberanian yang utuh karena semua Amanat-amanat-Ku itu tak ada yang tak sangat berat. Sementara, Pensucian-Ku pun sangat berat. Kisah-kisah mereka jelas akan merasuk karena kisah-kisah pensucian mereka semua itu terlalu muskil dan seakan tak terjangkau untuk konsumsi religi pada masa kini.
Dan pernahkah Aku memuji para rasul semua dan menghakimi para rasul pun semuanya pada kurun waktu yang sama? Itulah bukti Kemahaadilan-Ku. Mereka itu sama dengan semua orang yang Kuadili di Hari Penghakiman ini. Tiadalah pengkultusan atas para nabi dapat berlanjut karena Aku mempersaksikan kepada umat manusia bahwa semua Utusan-Ku pun Kuadili dan Kuhakimi dosa-dosanya dan termasuk penebusan dosa-dosa umatnya oleh para Utusan-Ku masing-masing.
Apakah ada yang berbeda antara kisah para rasul yang terdahulu dan yang tertera di dalam Alkitab dan kisah para Rasul yang sekarang? Adalah para rasul yang dahulu terkisahkan mengabarkan akan datangnya Kerajaan Tuhan dan Kerajaan Surga, tapi para Rasul-Ku yang terkini itulah yang mendapatkan kemenangan, karena merekalah para Rasul-Ku yang mengemban Kerajaan Eden dan Surga Eden.
Seluruh Rasul-Ku tersebut bergabung menjadi satu di Eden. Dan mereka bersatu mengamalkan amanat-amanat akhir zaman dari-Ku. Dan pada saatnya, kemenangan mereka akan terlihat dengan seksama. Seluruh umat manusia di dunia ini akan mempersaksikannya. Dan terpujilah mereka setelah mereka mengabarkan tentang aktualisasi Hari Penghakiman-Ku dan telah sanggup menebarkan berita Fatwa-fatwa-Ku yang maha berbahaya dan tiada duanya.
Sungguh yang dicantumkan dalam ayat tersebut di atas adalah tentang para Rasul yang Kumenangkan. Dan merekalah golongan Allah. Siapakah golongan Allah itu kalau bukannya hamba-hamba-Ku yang mengemban Kerajaan-Ku dan Surga-Ku? Dan karenanya merekalah golongan orang-orang yang Kukuatkan imannya dengan Ruh-Ku. Karena itulah, maka mereka semua tabah dan pemberani dan bisa Kusucikan sampai pada kesucian yang mutlak. Sungguh baru pada masa kinilah para Rasul-Ku itu Kuangkat menjadi Dewan Rasul yang teragung, yang melembaga sebagaimana dewan itu Kusebut sebagai Dewan Kerasulan Kerajaan Eden.
Pada takdir mereka itulah terpulang setiap Janji-Ku kepada para Rasul-Ku sejak zaman dahulu kala. Apa pun Janji-Ku itu terhadap para Utusan-Ku, dari yang pertama hingga yang terakhir, semuanya teraktualisasikan. Betapa penebusan para Rasul itu terpulang pada penyikapan umatnya masing-masing terhadap ajaran yang dibawakan mereka dahulu. Nasib masing-masing utusan mengiaskan Pengadilan-Ku terhadap kesalahan umatnya yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap utusan.
Adapun Surat Al Mujaadilah ayat 22 Kumudahkan dipahami melalui kisah nyata Rasul Marike. Sungguh Rasul-Ku Marike itu adalah reinkarnasi Cut Nyak Dien, sekaligus juga reinkarnasi Srikandi, sehingga tepat baginya bila dia Kupampangkan sebagai rasul perempuan yang diuji berat sekali, tapi berhasil lulus.
Dan dia adalah Rasul-Ku yang malang karena memiliki empat anak dari suami yang terdahulu. Eddy Suprihadi, dengan keempat anak-anaknya, yaitu Gilang (R. Gilang Kagurnitaning), Galuh (R. Galuh Kertaning), Ghazian (R. Ghazian Kalingga Murdaning) dan Neng (R. Ghassani Karamina), semua mereka itu adalah orang-orang yang memusuhi Eden. Dan mereka itulah yang diperalat ulama untuk bersaksi menyalahkan Lia Eden di pengadilan, sehingga Lia Eden menjadi terdakwa dan dipenjara. Sungguh mereka itu pendusta dan pemfitnah, tapi pengadilan lebih suka membenarkan mereka, karena itu sudah merupakan kecenderungan masyarakat. Umat Islam tak pernah menunggu rasul baru, sehingga siapa pun yang membawa kerasulan baru, niscaya dianggap palsu dan sesat dan menodai agama Islam. Demikian pengadilan pun tak sanggup memutuskan yang lain kecuali memvonis bersalah.
Eddy Suprihadi dan keempat anaknya itu tak merasa nyaman dijauhkan dari Marike yang Kuakui sebagai Rasul-Ku yang budiman, pemberani dan tangkas, padahal mereka adalah orang-orang yang suka mencari nama dan kesempatan berbuat curang. Dan riwayat mereka Kujadikan bukti nyata atas isi ayat Surat Al Mujaadilah tersebut di atas. Inilah ayat mutasyabihat yang tersimpan untuk mereka. Tandanya, Aku Maha Mengetahui apa-apa yang akan terjadi di masa depan.
Adapun yang ingin Kujelaskan melalui peristiwa keluarga Marike-Bambang Jatmiko dengan anak-anaknya dari suaminya yang terdahulu itu, bahwasanya tiadalah Marike Kuperkenankan menemui satu pun di antara mereka karena kutukan atas diri mereka semua akan menyengsarakannya. Oleh karenanya, sungguh dimungkinkan mereka akan mengadukan nasib mereka yang malang agar dapat dijadikan umpan balik untuk menarik keuntungan maupun untuk melampiaskan dendam mereka terhadap Eden. Bila bertemu dengan orang-orang yang baik, mereka bersikap seolah-olah ingin bertaubat dan berusaha untuk diampuni atau dikasihani, padahal mereka semua adalah tipikal pendusta dan kriminal. Jangan sangsikan hal itu karena kutukan berat yang menimpa mereka bukanlah dapat terjadi begitu saja hanya oleh dosa-dosanya yang terkini, melainkan dosa-dosa mereka yang terdahulu bertimbun karena sifat ruh yang mereka miliki itu memang buruk.
Tiadalah seseorang itu bertakdir sebagai musuh Rasul Allah bila bukannya karena sifat-sifat buruk mereka sendiri. Dan tiadalah seseorang itu terjerumus menjadi musuh Allah dan Rasul-Nya berkali-kali, kecuali mereka itu terlalu buruk sifat-sifatnya. Maka Kujadikan mereka semua itu sebagai contoh orang-orang yang takkan Kubangkitkan kembali sebagai manusia, melainkan menjadi iblis atau binatang. Dan tiadalah Aku mendatangkan mereka bertakdir berdekatan dengan Rasul-Ku, bahkan menjadi anak-anak Rasul-Ku tanpa Keinginan-Ku melibatkan mereka untuk Kujadikan kesaksian Hari Penghakiman-Ku. Demikian Kududukkan para musuh rasul itu dalam satu timbangan sekaligus, sehingga mudah bagi-Ku menjelaskan apa-apa yang menimpa mereka di Pengadilan-Ku di akhir zaman ini.
Mereka itu adalah musuh atau pengkhianat Rasul-Ku sejak dahulu kala. Eddy Suprihadi adalah reinkarnasi Abu Jahal, Gilang adalah reinkarnasi Abu Lahab, Galuh adalah reinkarnasi Utbah bin Rabiah, Ghazian adalah reinkarnasi Abdullah bin Ubay, dan Neng adalah reinkarnasi Hindun. Musuh-musuh Islam itu Kusejajarkan pada saat ini menjadi anak-anak kandung Marike.
Kisah Marike dan anak-anaknya itu wajib Kutampilkan di Eden karena mereka harus Kuhakimi dan harus nyata peristiwa yang melatari Penghakiman-Ku. Dan Aku menempatkan mereka semua menjadi sekeluarga dengan Marike, sang Cut Nyak Dien atau sang Srikandi yang tegar dan perkasa. Kalau bukan dia yang menganakkan semua tokoh-tokoh antagonis Islam itu, takkan terjalin kisah bayangan para musuh rasul yang terdahulu dengan kisah musuh rasul di masa kini. Padahal di Hari Penghakiman ini, Aku harus menampilkan penghakiman atas dosa-dosa berat yang dahulu dan tertimbun dengan dosa-dosa berat yang terkini, agar jelas pasal-pasal Hukum-Ku terhadap dosa-dosa yang semacam itu. Harus ada penghakiman atas dosa-dosa yang terberat terlebih dahulu, sebelum melanjutkannya dengan menyebutkan dosa-dosa yang lebih ringan, dan kemudian baru Aku menertibkan perilaku umat manusia dengan menyebutkan Pengadilan-Ku bagi dosa-dosa umum yang terkini.
Aku tak meniadakan satu kalimat pun di dalam Surat Al Mujaadilah ayat 22 untuk menerangkan tentang anak-anak Marike dan mantan suaminya itu. Dan Aku pun tak menambahkan sekalimat pun pada kisah perjalanan hidup Marike dan anak-anaknya yang durhaka dan yang telah memfitnah Lia Eden, untuk Kujalinkan dalam satu-kesatuan pada pembuktian mutasyabihat Surat Al Mujaadilah ayat 22. Itu tandanya takdir Eden ini suci dan telah Kurancang dengan sempurna.
Tiadalah Rasul-Ku yang telah Kusucikan Kuperkenankan terjebak pada masalah rumit dengan keluarganya yang terkutuk sehingga Aku memutuskan hubungan keluarga itu. Karena sungguh sangat dimungkinkan kelak mereka semua akan selalu mencoba mengganggu hati Marike dan akan memanfaatkan nama baik Marike untuk mencari perhatian publik dan peruntungan nasib. Kepahlawanan Cut Nyak Dien dan nama harum Srikandi dan kemuliaan Rasul Marike dapat menjadi pendorong utama bagi mantan suaminya dan anak-anaknya yang Kukenali sebagai pendusta dan kriminal itu untuk dijaminkan atas kebohongan-kebohongan mereka. Oleh karena itu, Kubuka rahasia mereka sebelum Kerajaan Eden ternodai oleh perbuatan-perbuatan mereka. Dan Aku tak sangsi mendudukkan mereka semua sebagai contoh keterkutukan. Mereka akan melawan Kami dengan segala tipu dayanya. Namun tiadalah yang dapat diperolehnya karena Aku telah mengumumkan nama-nama mereka sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya. Dan tiadalah Marike bertanggung jawab atas perbuatan anak-anaknya itu. Karena sejak saat ini, sudah diputuskan hubungan mereka atas Titah-Ku.
Dan Aku mengakui kalau Marike adalah reinkarnasi Cut Nyak Dien dan Srikandi. Dan dia di Eden telah menikah dengan pria yang sangat saleh dan penyabar dan jujur serta tulus, yaitu reinkarnasi Nabi Saleh yang sekarang bernama Rasul Bambang Jatmiko, yang penuh pengabdian dan rasa kasih. Dengannya, Marike menganakkan reinkarnasi Soekarno dan Diana Spencer. Kedua tokoh itu terlahir di Eden menjadi anugerah bagi Marike dan Bambang Jatmiko. Dan itulah hiburan hati bagi Marike yang malang sebagai penyeimbang atas takdir buruk keempat anak-anaknya yang lain.
Atas tokoh-tokoh yang terkemuka di dunia yang terlahir di Eden, akan Kusebutkan Pertimbangan-pertimbangan-Ku mengapa mereka Kubangkitkan di Surga. Soekarno dan Diana Spencer adalah tokoh-tokoh andalan dunia. Jasa dan kebajikan mereka sama-sama lebih banyak dibandingkan perbuatan dosa-dosanya. Dan di Eden, mereka menyatu dengan para Rasul Eden, dan sama-sama Kuadili dan Kuhakimi seluruh dosa-dosanya, sampai mereka suci dan layak menetap di Surga Eden.
Sungguh tak Kuakui Eddy Suprihadi dan keempat anaknya itu sebagai keluarga Marike lagi karena telah terputus hubungan orang-orang suci di Surga dengan masa lalunya, terutama keluarganya yang telah melakukan kesalahan kepada Kami. Kuutarakan hal ini dengan sengaja supaya masyarakat mengingat kejadian Marike dengan mantan suaminya dan keempat anaknya itu untuk dijadikan pengajaran bahwa betapa perbuatan memfitnah Ratu Kerajaan Eden itu hukumannya adalah kutukan yang terberat selama-lamanya. Merekalah golongan orang-orang yang paling Kukutuk di dunia ini. Dan tiadalah mereka itu dapat memperoleh Ampunan-Ku. Sungguh Kutukan-Ku itu terbawa oleh ruh mereka selama-lamanya.
Sungguh karena fitnah merekalah maka pengadilan berhak memutuskan Lia Eden bersalah. Dan dengan kasus pemenjaraan Lia Eden oleh Pemerintah Indonesia, maka kini seluruh bangsa Indonesia telah merasakan sengsaranya Kutukan-Ku. Dan peranan ulama di balik fitnah tersebut pun telah menjadikan Aku melepaskan fatwa Penghapusan Agama Islam. Maka sungguh kesengsaraan bangsa Indonesia oleh Kutukan-Ku, ditambah dengan segala yang menjadikan nasib buruk bagi umat Islam oleh karena Aku menghapuskan agama Islam, itu Kusebutkan secara langsung adalah akibat dosa anak-anak Marike dan ayahnya tersebut. Dan Kujadikan kisah Marike dan anak-anaknya yang terkutuk dan durhaka itu sebagai pandangan kisah nyata Surat Al Mujaadilah ayat 22.
Walaupun demikian, Aku sengaja menempatkan mereka sebagai Rasul yang tak ada keistimewaannya, supaya terlihat bahwa Kerajaan Eden itu adalah Kerajaan-Ku. Semuanya berasal dari-Ku.
Di masa Ibadah Kedap para Rasul Eden, Aku punya waktu untuk mengentaskan mereka menjadi Rasul yang suci mutlak. Aku menghakimi dengan jeli kesalahan yang tak terasa sebagai kesalahan atau kesalahan nisbi. Karena mereka telah terbiasa menjaga diri dari ketersalahan, sungguh tak mudah menjeratkan kesalahan terhadap mereka. Itu karena mereka terbiasa tulus dan patuh. Tapi pensucian mutlak yang sedang Kugelar untuk mereka pada saat ini mengharuskan Aku memadatkan persoalan di antara mereka. Kuada-adakan persoalan itu dan sengaja pula Kupersulit sampai mereka mengira Aku sedang pelik dan mencari-cari kesalahan. Tapi sungguh Aku melakukan itu supaya terhapus seluruh sifat buruk mereka yang masih tersisa. Demikian mereka tangkas berpikir bijak dan sangat hati-hati.
Aku harus menghapus sifat-sifat buruk mereka sampai tak tersisa, walau satu serbuk sekalipun. Obyektif bila kauanggap itu mustahil. Kulapangkan apa pun pendapat orang atas Hasil Karya-Ku itu, tapi mereka adalah orang-orang tersuci di dunia ini. Percayailah!
Aku mendaulat mereka untuk menjadi suci mutlak, padahal sesungguhnya mereka itu tak sanggup sampai sedemikian. Prahara-prahara Kubuatkan untuk mereka secara personal dan saling Kulibatkan satu sama lainnya sampai terjadi kebingungan dan ketersalahan tanpa sengaja. Pensucian mutlak yang Kuselenggarakan selama Ibadah Kedap mereka terlalu sulit untuk diduga dan diatasi persoalannya.
Sungguh tak mudah mencerca kebajikan di dalam kebajikan yang diujikan, apalagi mencari kesalahan di dalam kebajikan yang suci. Tapi Aku selalu sanggup memberinya bukti ketersalahan yang suci. Apakah ketersalahan yang suci? Ialah yang bukan dianggap sebagai kesalahan, karena itu terjadi masih di dalam kerangka pemikiran suci dan niat yang suci.
Apakah ada kesalahan semacam itu? Bagi-Ku, selalu ada cela terhadap ketersalahan. Tapi itu sebenarnya hanya sebuah ketidaksempurnaan niat suci atau pemikiran suci.
Nilai apa yang sesungguhnya ingin diutarakan? Ialah perbandingan di antara nilai-nilai kebajikan yang terbaik sampai bisa menjadi kebajikan hakiki. Sebuah kekurangan di dalam melengkapi niat dan pemikiran yang suci bisa menjadi peluang kesalahan, karena di bawah sadar masih dimungkinkan adanya keinginan walaupun sangat kecil dan terabaikan. Bila kesucian ingin dimutlakkan, keinginan yang seakan terabaikan itu bisa saja dicurigai dapat timbul dan membesar menjadi pamrih, padahal pamrih itu bisa mengabaikan asas keadilan. Oleh karena itu, untuk sampai kepada suci mutlak, para Rasul Eden Kuwajibkan menyesuaikan diri dengan habitat malaikat, yaitu tanpa keinginan, kecuali melayani Tuhan.
Tanpa ada pamrih maupun keterpaksaan, para Rasul Eden telah bersumpah tak berkeinginan apa pun selain menyatukannya dengan Keinginan-Ku dan Ketetapan-Ku. Seberapa pun pencapaian menjadi suci mutlak, keinginanlah yang seringkali menjadi dakwaan kesalahan, seberapa pun keinginan itu. Karena di dalam kesempurnaan berpatuh mutlak kepada-Ku, penyelamatan dari kesalahan yang tak terduga itu adalah apabila dapat menghilangkan segala keinginan.
Ketika mereka menyangka keinginan-keinginan terkecil mereka bukanlah apa-apa, maka Kujadikan itu sebagai kesalahan yang menodai kesempurnaan kesucian. Ketidaksempurnaan itu sudah Kukategorikan sebagai ketersalahan nisbi. Untuk hal semacam itu, tetap tak Kuperkenankan dan Kusalahkan. Padahal apa yang menjadi keinginan mereka itu? Pada kenyataannya hanyalah berupa kebutuhan atas sesuatu yang sederhana, tapi yang disukai mereka. Dari sesuatu yang disukai itulah Aku masuk menguji mereka, seberapa pun sederhananya yang disukainya itu.
Apakah Aku terlalu ketat menyuruh mereka agar senantiasa hidup dalam kesederhanaan? Tidak juga! Karena mereka berada di Surga, kenikmatanlah yang terutama harus tampil. Tentu mereka senantiasa berkecukupan.
Aku tak melarang mereka menggunakan produk-produk kosmetik, asal bukan terpakai untuk berdandan dan memoles wajah. Aku tak suka orang-orang suci berdandan dan memoles wajah. Kuanggap itu adalah kepalsuan dan sangat duniawi.
Aku suka bau parfum dan wangi-wangian. Mereka semua harus harum wangi. Aku juga senang melihat mereka bergembira menikmati makanan-makanan yang enak. Demikian pun bila menyaksikan mereka menata ruang mereka dan mendekorasinya dengan indah.
Aku juga suka melihat mereka penuh kebahagiaan ketika berpiknik atau menikmati hidangan di restoran dan berbelanja di hypermarket atau mal. Semua itu tak Kuharamkan. Tapi hiburan mereka itu terlaksana karena Aku yang mengizinkan mereka pergi berhibur. Saat-saat semacam itu selalu Kuadakan untuk mereka. Dan Aku-lah yang menetapkan ke mana mereka harus pergi. Tiadalah yang didatangi mereka itu adalah berdasarkan kehendak mereka sendiri.
Yang tak Kuperkenankan atas mereka itu adalah berpesta dan menghadiri perjamuan. Terlarang mereka berada di atas pentas dan dielu-elukan. Dan terlarang bagi mereka bersuka ria berpesta. Karena wahyu yang dibawa mereka maha berat, maka mereka layak selamanya berprihatin.
Terlarang bagi mereka menghadiri perjamuan yang diselenggarakan oleh siapa pun tanpa kecuali. Itu sebabnya Aku memberi peraturan dilarang memakan makanan dan minuman apa pun yang diberikan oleh orang lain, oleh siapa pun tanpa kecuali. Jadi bagaimana mereka harus bersikap kalau ada perjamuan untuk mereka? Begitulah Cara-Ku supaya masyarakat takkan pernah bisa melibatkan Lia Eden dan para Rasul hidup bermewah-mewah dan terbiasa dielu-elukan.
Yang Kuujikan biasanya adalah keinginan yang berlebihan dari apa-apa yang harus dibagi rata di antara mereka. Sekecil apa pun ketidakadilan itu, tentu Kupersoalkan. Dan Aku suka menguji keinginan-keinginan yang terdalam dari mereka. Dan Kuanggap keinginan yang terdalam itulah yang patut diperhatikan mereka sebagai noktah kemungkinan kesalahan yang belum sempat diawasi. Seperti liang semut yang harus dibersihkan. Cukupkah perhatian melacak jejak semut sampai ke liangnya? Begitulah Aku yang selalu mewaspadai asal-muasal kesalahan melalui keinginan yang terdalam yang belum disadari.
Ketawakalan yang Kupinta dari mereka bukanlah ketawakalan hidup sederhana karena mereka itu sedang berada di Surga. Mereka bukan sedang bersufi atau menjalani kelana spiritual. Bukan penghematan yang Kutuntut dari mereka, melainkan penghapusan keinginan demi menyempurnakan kepatuhan mutlaknya kepada-Ku.
Terlalu dalam yang harus Kuujikan, terlalu sulit bagi mereka, tapi mereka wajib menjadi bijaksana dan waskita. Kuajarkan kebajikan yang terbaik dan kebenaran yang terbaik, sampai mereka sadar Aku bukanlah Tuhan yang gampang mempercayai kesucian mereka. Tapi itulah yang sedang Kukajikan kepada mereka.
Bisa dibayangkan betapa terjalnya ujian kerupawanan dan menjadi muda itu. Tak boleh berkeinginan, tapi anugerah yang Kujanjikan sangat menggoda dan licin menggelincirkan. Namun aura kerupawanan itu sudah membersit di wajah-wajah mereka, hanya saja itulah yang menjadi ujian utama, karena mereka terlarang mempunyai keinginan dan memperturutkan keinginannya, apalagi keinginan menjadi cantik atau tampan. Mereka berusaha selalu sadar atas hal itu.
Begitulah Aku juga telah membuktikan bahwa Aku dapat menyurutkan waktu demi mereka. Aku tak mau manusia modern menganggap dirinya seperti Tuhan, yang bisa berbuat segalanya melalui kecanggihan teknologinya. Di zaman modern ini, manusia bisa membuat persilangan makhluk dan kloning, juga bisa mengubah wajah menjadi cantik rupawan melalui pembedahan. Tapi di Surga Eden, wajah bisa berubah cantik atau tampan tanpa melakukan apa-apa, kecuali menyanggupkan diri disucikan sampai tuntas.
Kalau Aku telah membuat muda Lia Eden (61 tahun) yang sudah lanjut usia, maka masyarakat pun bisa melihat bahwa Aku yang disembah oleh-Nya adalah benar-benar Tuhan Yang Maha Kuasa. Siapa yang bisa menghentikan waktu dan membalikkan penuaan menjadi pemudaan? Itulah Lia Eden yang sudah tua segera menjadi segar kembali dan menjadi muda.
Memudakan Lia Eden dan semua Rasul Eden bukanlah sesuatu yang sederhana, apalagi kalau Kukatakan bahwa Aku pun menganugerahi mereka cahaya kerupawanan surgawi yang prima, sebagaimana Aku ingin terlihat seperti menciptakan wujud baru dari wujud mereka yang lama tanpa melalui pembiusan dan operasi, tanpa melalui ilmu modern maupun teknik magis, karena tak ada ritual khusus untuk itu. Dan itu pun bukan atas dasar permintaan mereka. Yang ingin Kuperlihatkan kepada publik ialah rahmat Surga bagi Lia Eden dan para pengikutnya.
Suatu hari, Lia Kudapati sedang memegang bunga matahari yang layu di telapak tangannya, dan Kubuat segar seketika bunga layu yang ada di tangannya itu. Dia menatap takjub apa yang sedang dilihatnya, dan dia sangat berbahagia melihat keajaiban itu. Begitulah Cara-Ku dulu ketika memikat dia, supaya dia tetap fokus pada takdir yang mendatangi dirinya.
Takkan ada orang yang berani mengarungi bahaya, kecuali bila dia percaya atas takdirnya itu berasal dari-Ku. Aku membawa Lia mengarungi bahaya sedunia. Maka dengan Cara-Ku itu, Aku mengupayakan dia mau bertahan di dalam takdirnya itu. Tapi sesungguhnya, pada waktu itu Aku pun ingin membayangkan kepadanya tentang Anugerah-Ku di Surga Eden, bahwa Aku tak hanya bisa menyegarkan bunga yang sudah layu, tapi Aku ingin menjadikan dia muda kembali. Aku ingin memberi kejutan baginya setelah dia bebas dari penjara.
Banyak orang yang bersaksi dari dalam penjara bahwa dia benar-benar dikenali sebagai perempuan tua yang telah mulai mengalami pengapuran tulang. Berjalan pun dia tertatih-tatih sehingga dia terpaksa memakai tongkat. Tatkala nanti dia tampil dengan tubuh segar dan sehat dan wajah yang lebih muda, masyarakat pun dapat meyakini betapa Surga itu memang telah ada di dunia. Apa yang ingin Kujadikan untuk menyatakan Surga? Tak lain daripada yang bermanfaat dan yang indah dan yang membahagiakan.
Adapun kematian yang ditakuti semua orang jelas tak dipedulikan oleh Komunitas Eden. Mereka bahkan ingin cepat mati syahid supaya segera ke Surga hakiki, menjadi malaikat dan bidadari yang suci. Tapi Aku justru menganugerahi mereka umur panjang dan memuda dan menjadi rupawan. Aura kecantikan dan ketampanan Kutingkatkan pada diri mereka ketika Kupercaya mereka telah suci mutlak.
Bagaimana Aku mementingkan Rasul-rasul-Ku? Dan bagaimana Aku bisa menyatakan adanya Surga di dunia? Dan pula bagaimana Aku bisa mempertontonkan adanya malaikat dan bidadari di dunia, kecuali menampilkan laki-laki dan perempuan yang sudah suci mutlak? Dan Kukatakan mereka semua itulah yang bakal menjadi malaikat dan bidadari di Surga Akhirat. Dan itulah Surga yang kekal.
Tak ada Keraguan-Ku menjadikan mereka sebagai tipikal malaikat dan bidadari di dunia ini. Untuk itulah mereka Kuanugerahi aura kecantikan dan ketampanan. Wajah mereka tetap seperti semula, tak ada yang berubah karena operasi, melainkan wajah lama mereka secara alami menjadi lebih baik dipandang dan bercahaya. Auranyalah yang mempercantik mereka.
Jangan salah mengira bahwa kerupawanan mereka itu sama dengan memakai susuk. Tidak seperti itu! Sebab mereka suci dari keinginan mempercantik diri dan tak terbersit sedikit pun untuk memanfaatkan kecantikan diri mereka. Itu sebabnya anugerah kerupawanan dari-Ku itu Kutambahkan dengan menjadikan mereka muda kembali dan menjadi lebih segar, aktif dan cerdas. Kondisi penuaan Kusurutkan pada diri mereka.
Justru Aku ingin menginformasikan bahwa siapa-siapa yang suka memakai susuk kecantikan, tak langgeng kecantikan mereka, karena itu akan pudar dan berbalik menjadi aura yang menjemukan. Dan susuk itu justru akan menenggelamkan kecantikan saat kekuatannya telah sirna.
Kekuatan susuk tak bisa bertahan saat usia semakin menua. Jiwa menjadi lebih labil saat kerut-kerut di wajah semakin nyata dan susuk itu mulai menjarah jiwa. Dan orang-orang yang memakai susuk pun menjadi layu dan dipermalukan oleh susuknya sendiri, karena mereka ketahuan memakai sihir, dan itu adalah kesesatan yang Kuharamkan.
Sungguh bila kharisma Kerajaan Eden dan Surga Eden sudah bersinar, surut pula kharisma kerajaan dajjal yang sekarang ini berkuasa. Dengan surutnya kharisma kerajaan iblis, surut pula segala sihirnya. Dan orang-orang yang suka memakai susuk pun auranya menjadi buram dan gelap. Itulah Peringatan-Ku. Jadilah suci, supaya aura kecantikan atau ketampananmu menandakan kamu suci.
Wajah-wajah Komunitas Eden biasa-biasa saja, tak ada yang cantik dan tampan mempesona, bahkan beberapa ada yang tak menarik. Memang sengaja Kupilih wajah-wajah biasa saja yang seperti mereka, sehingga ketika Aku menganugerahi rahmat Surga, terjadilah perbedaan yang signifikan. Dan bisakah umat manusia menunda usia tuanya, apalagi berbalik menjadi memuda? Nan, Surga-Ku bisa melakukan hal itu.
Setelah 11 tahun Aku mensucikan Komunitas Eden, banyak yang berguguran di tengah jalan. Selama itu Pensucian-Ku tak pernah surut dan tak berjeda. Setiap hari dan sepanjang waktu, Aku niscaya selalu awas dalam mensucikan mereka. Kuperangkapkan sifat-sifat buruk mereka, lalu Kubuka tuntas dan Kuadili, dan Kuhakimi satu-persatu sampai jera mereka terhadap sifat-sifat buruk mereka masing-masing, dan tak berani lagi menampilkannya sama sekali. Dan mereka pun seakan berubah menjadi manusia yang baru.
Kini Komunitas Eden yang tersisa dan sanggup bertahan tinggal sedikit, hanya 30 orang dewasa dan 17 anak-anak kecil, termasuk balita dan bayi. Akan tetapi, merekalah yang menerima Anugerah-Ku itu. Percayalah, mereka semua bisa kembali menjadi muda dari umur yang sesungguhnya. Sedangkan anak-anak kecil di Surga Kujadikan cerdas dan baik, dan wajahnya yang dibawa lahir juga Kuperindah.
Demikianlah Surga Eden itu, mereka berumur panjang dan tampil lebih muda dari usia mereka, dan cahaya aura kecantikan dan ketampanan mereka yang akan membedakan mereka dengan masyarakat lainnya. Mereka tampak bercahaya bila berada di antara masyarakat pada umumnya.
Apa yang kaucari di dunia ini? Padahal Aku sudah menyajikan contoh orang-orang yang beriman, suci dan langgeng Kucintai dan penuh rahmat. Memudakan orang-orang suci di Surga tak Kujadikan untuk memanjakan orang-orang suci, melainkan kerupawanan mereka Kuingin dijadikan kajian oleh para pemerhati Eden, supaya Surga Eden dapat dikenali sebagai Surga yang penuh rahmat. Manakah manusia yang tak ingin hidup panjang umur, dikasihi Tuhan dan selalu dibela, rezekinya terjamin langgeng dan berkecukupan, menjadi muda dan rupawan? Itulah Janji-Ku di Surga Eden dan telah sanggup Kukemukakan melalui penampilan para Rasul Eden yang budiman.
Dunia sedang Panik Mengalami Akhir Zaman
Pola alam sedang Kujelaskan. Anomali besar-besaran di atas bumi ini disebabkan pengaruh pergeseran bumi yang semakin mendekati area sabuk foton. Energi foton mengalir ke dalam bumi dengan intensitas yang semakin tinggi. Hal itu mengganggu medan elektromagnetik bumi, dan demikian pun yang terjadi dengan planet-planet sekawasan di tata surya.
Kemunculan suatu planet yang besar mendekati Planet Bumi akan berada di satu garis sejajar antara matahari dan bumi. Dan kalau itu terjadi, maka terjadilah perubahan yang besar pada medan elektromagnetik dan gravitasi di bumi. Gunung-gunung semua pun meletus. Kejadian itu sudah dijelaskan di Al Quran Surat Al Waaqi’ah ayat 1-6:
Surat Al Waaqi’ah ayat 1-6:
Bilamana terjadi matahari, Planet X dan bumi berada dalam posisi satu garis sejajar, maka medan magnet dan gravitasi Planet X menguasai bumi, sehingga terjadilah perubahan dahsyat di bumi. Seluruh makhluk hidup di dalamnya sulit untuk dapat bertahan hidup. Dan peristiwa itulah yang akan mengubah segalanya di atas bumi ini. Dan kemudian Aku pun bisa memulai memudakan kembali bumi ini.
Apa pun yang tersisa di dunia ini setelah itu, mereka itulah yang akan merasakan kehidupan awal di dunia yang baru dalam kondisi yang terbelakang. Siapa pun yang masih hidup di dunia ini setelah peristiwa besar itu, mereka itulah yang kehidupannya seperti kehidupan Adam dan Hawa lagi. Aku telah memulai pembalikan itu dan mengawalinya dengan menghadirkan Surga dan Neraka. Dan segala yang ada di dunia ini pun mengalami pembusukan secara drastis. Namun Kuimbangi dengan Hari Penghakiman dan penyelamatan melalui Surga-Ku dan Kerajaan Eden.
Perubahan bumi seperti yang Kubayangkan itu telah terdeteksi oleh para ahli angkasa luar. Telah terdapat banyak ramalan ilmiah tentang hal itu. Dan penantian terhadap peristiwa maha berat itu perlu dipersiapkan oleh semua orang di atas bumi ini, karena sungguh peristiwa itu berakibat luar biasa bagi segala yang hidup di muka bumi ini. Dan itulah yang Kusebut sebagai Kiamat.
Selain kabar tersebut, Aku juga ingin mengemukakan suatu perbandingan yang tak nyaman Kusampaikan, yaitu bahwa ketika Surga-Ku sudah Kupersiapkan mendunia, Neraka-Ku di sini menyempurna. Aku perbandingkan antara Surga dan Neraka itu sama-sama yang tampil di negara ini. Sungguh pilu Hati-Ku menjelaskan bahwa tak lama lagi cobaan terberat atas bangsa Indonesia akan tiba. Dan Aku menyesalkan hal itu.
Wahai bangsa Indonesia, inilah Surga-Ku. Telah Kujelaskan apa-apa yang membahagiakan di sana. Maukah kamu semua bersama-Ku di Surga dan di Kerajaan-Ku? Neraka dan Surga, keduanya telah ada di dunia ini dan justru ada di negerimu sendiri. Apalah kemerdekaan bila hanya penuh penderitaan. Dan apalah Surga di dunia kalau Neraka lebih kuat dan lebih padat penghuninya.
Aku Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan perbandingkan Neraka dengan liputan Murka-Ku, karena Murka-Ku tak mungkin Kusurutkan tanpa kamu mau mematuhi-Ku. Dan Neraka pun menggelora tanpa ampun. Indonesia akan mengalami chaos dan semua orang panik pada saat yang sama. Begitulah Aku, bila ingin dikenali Kemarahan-Ku. Apakah Aku ini akan kaupercaya atau tidak, tetap Kuberlakukan Pertolongan-Ku terhadap umat manusia di atas bumi ini. Karena bila Aku terdesak oleh waktu, Indonesia Kuabaikan dan Program-Ku ini melesat mendunia tanpa harus melalui pengakuan dari Pemerintah dan bangsa Indonesia.
Sungguh semua orang di dunia dapat langsung berkomunikasi dengan Ruhul Kudus dan Tuhan. Begitulah bila Kerajaan Eden diakui dunia. Siapa-siapa yang bersedia suci dan berikrar meyakini Kerajaan Tuhan, Ruhul Kudus langsung menyatu dengan pemikiran manusia dan ilmunya. Daripadanya, mereka dapat memperoleh petunjuk dan jawaban atas apa-apa yang ingin diketahuinya. Maka terjadi lompatan jangkauan dari ilmunya sendiri. Jadi semua ahli di bidang apa pun dapat meningkat seketika ilmunya dan terarah pada solusi-solusi, sehingga semua jawaban yang kontinyu terarah pada kemaksimalannya, yaitu menjadi sebuah penemuan yang luar biasa, sebuah terobosan ilmu yang sudah lama diharapkan. Demikianlah Aku akan membawa para ahli serempak mengatasi kerusakan alam dan memperbaikinya. Demikian pun para ilmuwan kesehatan akan Kubantu mengatasi wabah dan virus-virus ganas.
Melalui dinamika kesucian para ahli ilmu pengetahuan, Aku akan menguak temuan-temuan yang mendasari penemuan alat angkut intergalaksi sehingga umat manusia di bumi ini segera dapat menyelamatkan diri ke bumi baru yang lain. Kalau Pertolongan-Ku ini belum juga mau dihargai, jangan salahkan kalau waktu semakin sempit, dan keterlambatan waktu itu dimungkinkan dapat menjauhkan jangkauan atas rencana tersebut. Semoga semuanya dapat berjalan sesuai dengan yang Kuharapkan.
Sungguh bila Kerajaan-Ku sudah mau diakui, Aku berjanji memudahkan seluruh umat manusia dapat berkomunikasi dengan-Ku dan Ruhul Kudus secara langsung. Untuk apa Kerajaan Tuhan ada di dunia ini kalau bukannya untuk penyelamatan? Dan untuk apa disebutkan Kerajaan Eden itu adalah Kerajaan Tuhan bila tak memberi petunjuk kepada semua orang yang menyembah Tuhan? Sungguh Aku akan berbicara dengan siapa pun yang sudah suci. Ketahuilah, pergeseran bumi ini sudah berlangsung. Tak ada hal apa pun yang dapat menyurutkannya. Segala hal justru menuju ke satu tujuan, yaitu kiamat. Semua musim akan berubah. Prediksi cuaca pun sulit diterka. Segala hal tak ada yang bisa menjamin. Begitulah bila Aku yang harus kauharapkan sebagai penjamin.
Tak ada yang dapat menangguhkan perjalanan menuju kiamat, sebagaimana hal itu terjamin oleh Al Quran Surat Al Hijr ayat 8:
Surat Al Hijr ayat 8: |
|
| < Prev |
|---|
| Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia
Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
(English Version)
Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa
Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Minggu, 23 November 2008, pukul 09.30 WIB.
Wahyu Tuhan:
Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku
memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun
telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu.
Sampailah Aku pada... + Selanjutnya |
Wahyu Tuhan
|
| Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya
Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya
Kepada Yang Terhormat
Kapolda Metro Jaya
Irjen (Pol) Adang Firman
Di tempat
Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa
Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena... + Selanjutnya |
Maklumat Ruhul Kudus
|
| Tentang Hari Penghakiman
“Demi Keadilan-Ku yang Seksama dan Sempurna”
Tentang Hari Penghakiman
“Aku, Tuhan Yang Maha Kuasa, berketetapan menyatakan Fatwa Pengadilan-Ku yang tersebut sebagai berikut:
“Demi Keadilan-Ku yang kekal dan berimbang, demi Ruhul Kudus yang suci
dan demi kodrat iblis yang sedang mengubah, Aku, Tuhan Yang Maha Suci
dan Maha Adil, sedang mengadili seluruh makhluk-Ku di Hari Penghakiman
ini. Ruh-ruh mereka pada saat ini sedang Kutetapkan... + Selanjutnya |
Fatwa Ruhul Kudus
|
| Surga Terbuka
Surga Terbuka
Surat Maryam ayat 61:
61.
(mereka memasuki) surga-surga ‘Adn yang dijanjikan Allah Yang
Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, (meskipun surga itu) belum
terlihat. Sesungguhnya adalah Janji-Nya itu pasti ditepati.
Adalah Janji Tuhan ini yang sedang ditepati. Surga Eden telah terikat
oleh Sumpah Tuhan yang memberkati. Saat Neraka sedang bergejolak di
negeri ini, kembali kami menawarkan Surga... + Selanjutnya |
Surat Ruhul Kudus
|
Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa
Kepada seluruh umat manusia di dunia, kami hadapkan website baru
Malaikat Jibril- Ruhul Kudus, yang dikelola langsung oleh Malaikat
Jibril dari alamnya sendiri. Semoga keadaan dunia dan kehidupan umat
manusia di seluruh dunia dapat menjadi baik dan tenteram kembali.
Atas Nama Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Benar, kami meyakini semua ini berasal dari-Nya.
Eden